
DONI Segera melangkahkan kaki nya dengan cepat ke arah teras rumah ibu Asih karena ia mendengar suara tangisan Dona dari dalam rumah ibu Asih. setelah Doni membuka sepatu nya dan dengan cepat nya ia berlari ke arah pintu rumah itu, ia segera membuka pintu tersebut. di saat pintu terbuka, nampaklah ibu Asih dan Dona yang masih berada dalam posisi berpelukan seperti itu. kedua nya menatap ke arah pintu yang terbuka itu dan Doni pada saat itu juga tercengang kaget menatap kedua nya. Doni langsung menghampiri ibu dan anak itu, tetapi Dona sudah lebih dulu melepaskan pelukan ibu nya dan berlari ke arah kamar nya dengan cepat.
Brakkk!!! suara pintu kamar Dona tertutup dengan keras nya dan Cklik. terdengar juga suara pintu terkunci dari dalam kamar Dona dan didengar oleh Doni dan ibu Asih.
Doni yang serba bingung dengan apa yang sedang terjadi kepada Dona itu, langsung memanggil-manggil nama Dona seraya mencoba membuka pintu kamar nya. Dona terus saja menangis semakin keras dari dalam kamar nya. ibu Asih lalu menghampiri Doni dan berkata kepada nya.
"tak di sangka den Doni sudah melakukan hal yang tak senonoh dengan wanita lain!" ujar ibu Asih menahan marah dalam tangis nya. air mata nya sudah terjatuh sejak tadi dan mata nya sedikit memerah menatap Doni. Doni yang ditanya seperti itu hanya berkerut dahi seperti orang bodoh dan lalu ia bertanya.
"maksud bibi apa? Doni tak paham apa yang bibi katakan itu?" ucapan Doni tersebut langsung di balas oleh suara Dona dari dalam kamar nya.
"sana kau pergi dasar lelaki buaya!!! kau sama saja jalank nya dengan si wanita jalank itu!! hixhixhix." Doni semakin bingung mendengar makian dari Dona itu dan ia belum tahu apa yang sebenar nya terjadi kepada Dona dan ibu nya itu terhadap nya. di saat itu juga ibu Asih berkata tanya kepada Doni dengan suara parau menahan tangis.
"mengapa kamu tega menyakiti anak bibi den? sebenar nya salah bibi dan anak bibi itu apa kepada mu, sampai sebegitu nya kamu menyakiti anak ibu???"
"bibi ini bicara apa sih?! Doni enggak paham apa maksud dari ucapan bibi dan Dona yang di katakan itu kepada Doni!?." ujar Doni membela diri karena ia seakan tak terima di tuduh yang bukan-bukan oleh ibu Asih dan Dona tanpa ada alasan yang jelas.
Kini ibu Asih menangis sejadi-jadi nya dan mundur lalu jatuh terduduk di kursi ruangan tamu itu. Doni segera mendekati ibu Asih yang menangis sembari menutup wajah nya dan Doni lalu bertanya dengan penuh wibawa.
__ADS_1
"kalau Doni ada salah kepada bibi dan Dona, katakan lah secara baik-baik. jangan membuat Doni serba bingung dengan kejadian yang belum Doni tahu alasan nya ini." ucapan Doni yang pelan dan penuh perasaan itu, mampu menenangkan rasa sedih dari ibu Asih. lalu ibu Asih menatap Doni dan menunjuk ke arah meja yang di sana ada ponsel Dona yang tergeletak. Doni tak mengerti apa maksud dari ibu Asih itu kepada nya.
Tanpa pikir panjang lagi, Doni langsung meraih ponsel Dona dan melihat apa yang ada di dalam ponsel Dona itu. ketika Doni melihat layar ponsel Dona, nampak lah poto adegan panas serba telanjang yang menampakan wajah Doni dan Wajah mbak Yuni. Doni seketika itu juga tercengang kaget dan mata nya mendelik seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat itu. Doni lalu menatap ibu Asih dan bertanya dengan tegas.
"poto ini di dapat dari mana bi?!" ibu Asih tak menjawab nya dan malah semakin menunduk dengan tangis nya yang masih belum mereda itu. Dona yang berada di dalam kamar nya pun masih terdengar tangisan nya dan Doni langsung mendekati pintu kamar Dona dan berkata sembari mencoba membuka pintu yang di kunci dari dalam itu.
"buka pintu nya sayang! kau dapat dari mana poto tak senonoh yang seperti ini?!" ujar Doni keras dan Dona malah balik mengecam Doni menyuruh nya pergi.
"pergi sana kau laki-laki bajingan! aku bukan pacar mu lagi! kita putus saja! hixhixhix." makian Dona di sela tangis nya itu membuat air mata Doni tiba-tiba saja perlahan mengucur walaupun tak deras. baru kali ini ia merasakan sakit hati yang kedua kali nya setelah hubungan cinta nya terakhir putus dengan mbak Yuni dua tahun yang lalu.
Doni masih diam mematung di depan pintu kamar Dona dan ia lalu melihat layar ponsel Dona lagi. ternyata poto yang seperti itu tak hanya satu, melainkan ada sepuluh poto memperagakan adegan panas. ketika ia menscrol poto yang terakhir, ada scren shoot pesan whatsapp dan Doni segera membaca nya. isi pesan tersebut adalah pesan yang dikirim oleh mbak Yuni beserta ke sepuluh poto itu yang sudah Dona baca seluruh nya pada saat ia menerima nya di malam pada hari itu. setelah membaca isi pesan itu, Doni langsung berkata kasar bercampur dengan makian penuh kekesalan.
Ia lalu mendekati ibu Asih yang masih menangis tersedu-sedu dan Doni berkata kepada ibu Asih dengan suara menahan amarah.
"bi! jangan percaya dulu sama poto tak senonoh ini! sumpah ini bukan Doni! ini hanya poto orang lain yang di edit memakai wajah Doni bi!" tegas Doni dan membuat ibu Asih menatap Doni seraya bertanya.
"mengapa harus berbohong den? jujur saja apa salah nya?" ucapan ibu Asih yang tak percaya akan ucapan Pengakuan Dari Doni itu, membuat Doni semakin dongkol dan kesal. ia lalu bangun dan bergegas mau keluar dari dalam rumah itu seraya berseru kepada Dona dan di dengar oleh ibu Asih.
__ADS_1
"Dona! dengarkan aku!! aku akan buktikan bahwa ini hanyalah poto editan! aku akan pergi dulu untuk melabrak si Yuni brengsek itu ke rumah nya!" setelah Doni berseru tegas seperti itu, pintu kamar tiba-tiba saja terbuka dan Doni yang berdiri di ambang pintu rumah itu menjadi tak jadi melangkah karena Dona sudah memeluk nya dari arah belakang.
Tangisan Dona yang seakan menyayat hati sanubari Doni itu, membuat Doni segera melepas pelukan Dona yang memeluk nya dari belakang. Doni lalu mengadap ke arah Dona yang masih menangis menatap nya. kemudian Doni memegang kedua pundak nya Dona seraya berkata.
"kamu tunggu di sini. aku pinjam ponsel mu dulu untuk bukti nanti ketika aku melabrak si perempuan brengsek itu ke rumah nya!" setelah berkata begitu, Doni memutar badan nya untuk keluar rumah itu. tetapi tiba-tiba saja Dona langsung memegang tangan Doni dan membuat langkah Doni yang hendak melangkah keluar itu menjadi terhenti. di saat itu juga Dona langsung memeluk Doni dari depan seraya bertanya dalam tangis nya.
"benarkah itu hanya poto editan?"
"ini hanya poto editan sayang! seumur hidup ku, aku belum pernah melakukan hubungan badan seperti yang ada di ponsel mu ini! sebenar nya sejak kapan si brengsek Yuni itu mengirim poto ini kepada mu sayang?" Dona yang masih memeluk membenamkan wajah nya di dada Doni yang bidang itu, langsung menjawab nya.
"hixhix, dari semalam ketika kita sudah selesai Video Call sayang." ucap Dona dan ibu Asih yang tadi hanya diam, kini bangun mendekati Dona dan Doni seraya langsung memeluk kedua nya.
Doni kini memeluk ibu Asih juga dan ibu Asih berkata meminta maaf kepada Doni karena telah menuduh nya yang bukan-bukan. Dona pun sama dengan ibu nya, yaitu meminta maaf kepada Doni atas tuduhan nya itu. Doni memaafkan nya karena ia pun memaklumi akan kejadian yang sukar di cari kebenaran nya itu. kini mereka sudah melepas pelukan itu dan Doni segera berkata kepada kedua nya.
"bibi, Dona. aku pergi dulu, nanti aku akan kembali lagi kemari setelah menyelesaikan permasalahan ini dengan si wanita jalank itu atas diri ku yang di fitnah dan di lecehkan gara-gara poto editan ini memakai wajah ku." ujar Doni tegas layak nya seorang lelaki perkasa yang bertanggung jawab. ibu Asih dan Dona mengangguk mengizinkan Doni pergi untuk melabrak mbak Yuni yang sudah terang-terangan menjadi biang masalah di antara hubungan Doni dan Dona. Dona dan ibu nya berkata kepada Doni agar hati-hati di jalan dan kini Doni sudah masuk ke dalam mobil nya untuk menuju ke rumah tempat mbak Yuni dan suami nya yang bernama Riko itu berada dan bertempat tinggal selama ini.
...*...
__ADS_1
...* *...