KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
PERISTIWA DI BALIK SEBUAH TRAGEDI


__ADS_3

MALAM Hari yang awal nya sepi lengang, kini mendadak ramai oleh para warga yang rumah nya berada tak jauh dari ruko pinangsia berada. para polisi yang jumlah nya hampir dua puluh orang itu, beberapa orang sedang meringkus dua penjahat yang kini sudah di bawa dengan mobil tahanan menuju kantor kepolisian. disaat itu juga, mobil ambulan tepat pada waktu nya dan para petugas nya segera membawa Doni yang masih pingsan dan terluka itu menuju rumah sakit. detak jantung Doni semakin melemah akibat luka koyak di betis nya yang terus menerus mengucur deras dan sudah hampir kehabisan darah dari luka nya itu.


Pak Yaris yang mengurusi semua keperluan dari kejadian Peristiwa Di Balik Sebuah Tragedi itu, kini sudah ada di tempat itu bersama pak Broto dan ia nanti akan menyusul ke rumah sakit untuk mengurus keperluan Doni setelah berbincang-bincang sejenak dengan pak Broto. kantor CV.Group Perkasa sudah di batasi dengan police line dan tidak ada orang yang boleh memaksa kepo untuk masuk ke dalam kantor tersebut. kecuali pak Broto, pak Yaris, dan beberapa intel detektif yang bertugas mencari barang bukti seperti sidik jari dan peralatan lain nya. mereka semua sedang berada di dalam dan berada di lantai dua kantor tersebut. beberapa polisi masih ada yang berjaga di luar kantor itu dan tiba-tiba para reporter pada malam itu juga langsung berdatangan. seperti nya mereka melihat kejadian tersebut dari para warga yang merekam kejadian di luar kantor itu memakai ponsel nya dan kemudian di kirim lewat sosial media.


Di dalam kantor itu, pak Yaris langsung berkata kepada pak Broto di sela ia sedang menatap darah yang berceceran dari luka ketiga orang tersangka tadi. lantai hampir seluruh nya dibasahi darah segar dan sudah pasti berbau anyir.


"padahal aku sudah wanti-wanti agar anak itu jangan keluar dari ruangan kerja ku pak Broto."


"tapi seperti nya ruangan kantor itu dibuka paksa oleh sebuah alat pak. apa pak Yaris tak melihat daun pintu itu sedikit miring?"

__ADS_1


"iya pak benar juga. oh iya.. mari ikut saya ke dalam pak. kita lihat apa yang sebenar nya telah terjadi kepada Doni dan kedua perampok itu melalui rekaman CCTV." ujar pak Yaris dan ia baru sadar karena sejak awal rencana Doni akan di lakukan, layar monitor CCTV nya masih dinyalakan.


Pak Broto hanya mengangguk dan kemudian mereka berdua berjalan memasuki ruangan pak Yaris. para intel detektif yang jumlah nya hanya tiga orang itu, mereka sedang berada di ruangan kerja Doni dan sedang mengamati sesuatu. golok buntung yang dipakai pak Samsul sebelum nya, kini telah di amankan untuk bukti dan juga tas kecil yang dibawa pak Taufik juga yang isi nya adalah alat-alat perkakas untuk membuka paksa pintu yang terkunci. lalu satu ponsel milik pak Taufik sudah diamankan dan ponsel tersebut masih terkunci oleh pemilik nya karena belum di apa-apakan oleh kedua intel tersebut, serta motor kedua pencuri tadi yang berada di tepi jalan trotoar pun di angkut juga oleh petugas polisi tadi.


Setelah pak Yaris masuk ke dalam kantor nya bersama pak Broto, rekaman CCTV segera diputar ulang oleh pak Yaris. layar monitor memperlihatkan dua orang berpakaian serba hitam sedang berada di depan pintu kantor itu dan terlihat dari salah satu nya ada yang membawa senjata. kemudian mereka melihat jelas dari awal kedua penjahat itu masuk sampai di depan pintu dua kantor tersebut. lampu lantai dua kala itu menyala dan jelas apa yang mereka lihat ketika Doni menyerang pak Taufik sampai pak Samsul ikut andil menyerang juga. suara dari ketiga orang itu terdengar jelas oleh pak Broto dan pak Yaris dari layar monitor itu. adegan perkelahian bertaruh nyawa itu membuat pak Broto dan pak Yaris mendadak ngeri juga, karena orang awam tak akan mampu mengelak dari tebasan golok dari pak Samsul yang tergolong cepat itu.


Kedua nya masih saja memperhatikan kejadian tersebut dan tak terasa waktu sudah menunjukan jam tiga dini hari. setelah selesai melihat rekaman itu, pak Broto langsung berkata kepada pak Yaris.


"baik pak. saya kirim sekarang melalui email pribadi pak Broto." setelah berkata begitu, pak Yaris langsung mentransfer data rekaman itu lewat email nya kepada email pak Broto.

__ADS_1


Setelah rekaman itu selesai terkirim, pak Broto sudah menerima nya di pesan email nya dan kemudian ia simpan di dalam ponsel nya untuk nanti bukti yang kuat jika nanti kejadian tersebut mengadakan sidang hakim. sementara itu, Doni yang sudah berada di rumah sakit dan masih terbaring pingsan didalam ruangan rumah sakit. kini sedang di invus darah karena darah nya separuh terkuras habis dan Doni sudah tak terlalu pucat seperti sebelum nya. luka koyak dalam di betis nya itu, kini sudah selesai dijahit oleh dokter spesialis di rumah sakit itu.


Pak Yaris dan pak Broto kini sudah keluar ruangan karena petugas pembersih dari rumah sakit sudah datang ke tempat itu untuk membersihkan darah yang masih berceceran di lantai dua kantor itu. para intel pun sudah selesai mengerjakan tugas nya dan kini mereka sudah berada di luar kantor itu. map sertifikat yang sebelum nya sudah dikemas rapi oleh pak Yaris untuk menjebak pak Taufik, kini telah diketemukan oleh intel dan itu juga termasuk bukti yang kuat, karena ada beberapa sidik jari yang belum di selidiki.


Setelah pak Yaris dan pak Broto berbincang dan selesai membicarakan apa yang akan mereka lakukan masing-masing, para reporter yang sejak tadi dihalau oleh para polisi. kini mendadak kepo dan bertanya-tanya kepada pak Yaris dan pak Broto. pak Broto menatap pak Yaris dan meminta izin apakah wawancara reporter berita itu harus dijawab apa jangan. pak Yaris hanya berkata jelaskan saja apa yang terjadi biar orang-orang pada tahu bahwa ada nya kejadian tersebut berasal atas dasar iri dengki seorang ibu kepada anak nya. setelah berkata begitu, pak Yaris pamit kepada pak Broto untuk segera menyusul Doni ke rumah sakit dan kunci kantor itu sudah diberikan kepada pak Broto jika nanti petugas kebersihan rumah sakit sudah membersihkan ruangan kantor itu, pak Broto yang nanti akan mengunci pintu kantor tersebut.


Pak Yaris yang kini sudah mengemudikan mobil nya menuju sebuah rumah sakit, sudah tiba diparkiran rumah sakit dan waktu itu sudah adzan subuh berkumandang. diri nya kini sudah masuk ke dalam ruangan Doni berada setelah berbincang-bincang sebentar dengan dokter spesialis yang mengurus Doni. anak muda itu masih tertidur dengan pulas nya dan dokter itu berkata sudah menyuntikan obat tidur agar Doni tak terbangun ketika di operasi kaki nya yang koyak itu dan kemudian dijahit.


Pak Yaris kini duduk di samping Doni dan membatin.

__ADS_1


"untung kamu masih selamat nak, apa jadi nya jika kamu tewas dalam kejadian tersebut. bapak akan merasa bersalah karena tidak menjaga mu atas amanat yang pernah mendiang ayah mu katakan kepada bapak." ujar batin pak Yaris dan kini ia mengusap kening Doni dan membelai nya lembut seperti sedang membelai anak kandung nya sendiri. sebagai ayah angkat, pak Yaris merasa sangat bertanggung jawab akan keselamatan Doni. maka dari itu, diri nya lebih mementingkan anak angkat nya itu daripada kepentingan pribadi nya.


Lambat laun pak Yaris mulai mengantuk dan ia segera meraih ponsel nya yang sejak tadi ada di kantung celana nya. ia sedang mengetikan pesan kepada grup whatsapp yang anggota nya hanya ada karyawan kantor CV.Group Perkasa saja. pak Yaris mengirim pesan pengumuman agar besok libur kerja dahulu dengan alasan karena ada suatu peristiwa pencurian pada malam itu dan menimpa bos mereka. pak Yaris juga memberitahukan bahwa ruko kantor itu masih di awasi polisi dan belum dapat digunakan kembali untuk dipakai bekerja seperti biasa nya. setelah mengetikan pesan tersebut, pak Yaris yang masih duduk dikursi yang menghadap Doni yang masih terbaring di ranjang itu, kini merebahkan kepala nya di tepi ranjang tempat Doni terbaring. ia sudah mengantuk dan kemudian ia tertidur dengan lelap nya di dekat Doni dan sudah tak memikirkan apapun lagi.


__ADS_2