
JAM Makan siang sebentar lagi akan tiba dan kedua penjaga keamanan atau satpam di kantor CV.Group Perkasa yang sedang berdiri sejak tadi, kedua nya kini mulai bercakap-cakap setelah beberapa jam lama nya mereka saling diam membisu dan hanya fokus berjaga saja. mereka berdua adalah pak Yono dan pak Taufik yang kini akan memulai percakapan lanjutan mereka lagi yang tertunda sebelum nya. percakapan tersebut di mulai dari ucapan pak Yono berkata tanya kepada pak Taufik.
"oh iya pak, saya belum tahu pak Taufik ini tinggal dimana..???" tanya nya mulai penasaran dan pak Yoni masih berpura-pura tak tahu menahu tentang Lelaki Licik Yang Pandai Bersandiwara itu.
"saya tinggal dikampung rambutan pak Yono."
jawab pak Taufik dengan ramah dan pak Yono langsung berkata lagi menimpali ucapan pak Taufik.
"kampung rambutan yang berada di dekat pasar senen itu kan pak.???" tanya pak Yono bertanya-tanya karena ia tahu kampung itu dimana, karena kampung tempat tinggal nya berada tak terlalu jauh dari kampung rambutan. lalu pak Taufik langsung menjawab nya.
"ia pak Yono, kalau bapak ini tinggal di daerah mana memang nya.?" ucap pak Taufik balik bertanya. mendengar hal dari pertanyaan tersebut, pak Yono seakan ragu ingin memberitahukan letak tempat tinggal nya selama ini beserta keluarga nya.
Ia ragu berkata jujur karena sudah tahu pak Taufik itu orang jahat yang sedang berpura-pura menyamar menjadi orang yang baik dan polos. pak Yono lebih mementingkan keselamatan keluarga nya dibandingkan diri nya karena ia sudah pasti akan terlibat dalam permasalahan yang akan terjadi nanti dan ia takut istri serta anak nya menjadi korban salah sasaran dari pak Taufik atau orang suruhan dari pak Taufik untuk mencelakakan keluarga nya.
Lamunan pak Yono yang sedang mencari cara untuk menjawab dari pertanyaan pak Taufik itu, segera dikagetkan oleh suara pak Taufik.
"pak Yono sedang melamuni apa..???" tanya pak Taufik dan pak Yono hanya tersenyum malu dan berkata beralasan.
"hehe... maaf pak Taufik, saya kepikiran gaji saya bulan ini pasti kecil karena di potong kasbon." ucap pak Yono dan itu adalah kenyataan bukan alasan semata.
"memang nya bapak habis apa sampai dipotong kasbon begitu...???" tanya pak Taufik mulai penasaran karena tujuan nya adalah untuk mencari bukti sebanyak-banyak nya tentang aib perusahaan tersebut.
Pak Yono mulai bingung dan ragu lagi akan pertanyaan pak Taufik barusan. ia mau tak mau harus berkata jujur karena ia orang nya tak suka berbohong dan lagi pula ia kasbon juga atas dasar keluarga nya.
__ADS_1
"sebulan yang lalu saya meminjam uang kepada pak Yaris selaku pemegang saham keuangan tempat ini. beliau berkata menyuruh saya untuk kasbon saja dan nanti bayar nya dipotong gaji saya."
"alasan nya kasbon untuk apa pak.??" tanya pak Taufik dengan cepat dan membuat pak Yono semakin gemas ingin menghajar muka dua pak Taufik itu. tetapi ia hanya bisa menahan nya dalam hati dan mulut berkata lain.
"untuk biaya anak saya sekolah pak. maklum punya anak yang masih kecil dan masih sekolah, mau enggak mau saya sebagai orang tua nya harus membiayai kebutuhan biaya sekolah anak saya dengan kasbon itu pak." ujar pak Yono dengan jelas dan pak Taufik hanya manggut-manggut mempercayai pengakuan dari pak Yono tersebut.
Kemudian pak Taufik bertanya kepada pak Yono setelah ia manggut-manggut tadi.
"apakah saya bisa kasbon juga pak?"
"emang nya bapak mau kasbon buat apa?"
"saya pun sama dengan pak Yono, punya anak yang masih kecil dan masih sekolah dasar. saya sebenar nya butuh biaya juga untuk bayar tunggakan anak saya." ucap pengakuan pak Taufik dan wajah nya terlihat murung.
"kalau masih baru training dan belum resmi dikontrak kerja, kasbon uang enggak akan bisa dan tak akan berlaku walaupun kita mengemis-ngemis memohon dengan alasan apapun. saya saja baru bisa kasbon setelah selesai masa training tiga minggu ketika awal bekerja di disini." ujar pak Yono berkata jujur dan apa ada nya.
Pak Taufik yang mendengar ucapan jujur dari pak Yono tak berkata lagi dan ia masih terlihat murung ketika mendengar ucapan pak Yono tersebut. tak seberapa lama mereka saling diam, lalu terdengar suara bel kantor berbunyi dan membuat kedua satpam itu saling tatap. lalu pak Yono bertanya kepada pak Taufik.
"pak Taufik mau beristirahat sekarang atau nanti jam dua saja..???" ucapan tersebut langsung dijawab cepat oleh pak Taufik.
"saya istirahat sekarang saja pak Yono, mulut saya sudah masam ingin merokok sejak tadi. oh iya pak, disini yang jual makanan dan kopi dimana ya pak..???" tanya pak Taufik lagi kepada pak Yono.
Yang ditanya hanya menunjukan jari telunjuk nya ke arah sebelah ruko kantor itu dan berkata.
__ADS_1
"itu ada kantin di sebelah pak. bapak kesana saja kalau mau pesan makanan atau kopi. sekaligus tempat nya bisa untuk merokok juga." ucapan pak Yono itu hanya dijawab dengan senyum dan kemudian pak Taufik pamit kepada pak Yono untuk pergi ke kantin sebelah. setelah kepergian pak Taufik, pak Yono hanya geleng-geleng kepala saja dan membatin.
"orang lain yang tidak tahu siapa pak Taufik di balik kedok nya itu, pasti akan merasa kasihan dan pasti akan percaya dengan ucapan palsu nya itu. padahal, semua itu hanya topeng busuk nya saja." ucap batin pak Yono mendengus benci kepada pak Taufik dan kini pak Yono masuk ke dalam kantor itu untuk mengambil bekal makan siang nya yang ia taruh sebelum nya di ruangan khusus satpam.
Para karyawan kantor satu persatu mulai keluar dari dalam ruko itu dan mereka sudah pasti akan pergi ke kantin sebelah yang kini sedang dijaga oleh anak gadis nya ibu Yani yang bernama Ajeng. sedangkan sang ibu, sedang pulang dulu mengambil sesuatu dan sebentar lagi akan sampai dikantin itu. pak Taufik yang pertama kali masuk ke dalam kantin itu, langsung menatap wajah gadis muda berwajah lumayan cantik dan imut. gadis itu langsung menyambut pak Taufik yang baru masuk itu dan berjalan menghampiri nya.
"silahkan pak mau pesan apa.?" ujar nya sambil menyodorkan kertas laminating menu kantin tersebut.
Di dalam ruangan kantor khusus atasan, pak Yaris sudah keluar dari ruangan nya dan menuju ruangan kantor Doni lalu mengetuk pintu nya seraya berkata.
tok..tok..tok.. "permisi, apa tugas kamu sudah selesai nak Doni? kalau sudah, ayo kita makan siang bersama di kantin sebelah." ucap pak Yaris dan ia tak segera masuk karena masih menunggu jawaban dari bos muda nya itu. Doni yang sejak tadi sedang mengerjakan pekerjaan nya yang lumayan banyak itu, langsung berkata dengan seruan.
"pekerjaan saya masih banyak pak Yaris. bapak ke kantin saja dahulu, nanti saya akan menyusul jika sudah selesai." ujar seruan Doni dan di dengar jelas oleh pak Yaris.
"baiklah kalau begitu nak. bapak duluan ya..." setelah berkata begitu, pak Yaris turun ke lantai satu bersama para karyawan dan karyawati lain nya.
Doni lalu sengaja tak menjawab perkataan pak Yaris karena ia sedang fokus berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan nya yang masih banyak itu. pikiran Doni sejak tadi sedang tidak beres karena kesalahan mbak Yuni yang tak di sengaja itu. padahal Doni sudah melupakan kejadian itu dan semakin dilupakan malah semakin sulit dan bikin sesak di dada Doni. pekerjaan nya menjadi tak terselesaikan akibat pikiran nya itu dan ia bangun meninggalkan kursi kerja nya menuju sofa di ruangan kantor itu. Doni ingin merelaksasikan pikiran nya dahulu dengan berbaring di sofa tersebut dan semakin lama ia merenung malah ia merasa ngantuk dan tertidur dengan lelap nya.
Dijalanan aspal ruko pinangsia, mbak Yuni terlihat sedang berjalan dari arah Restaurant Pratama menuju kantor CV.Group Perkasa. ia berjalan dengan agak buru-buru karena ia ingin cepat sampai di kantor itu dan ingin sekali memeluk dan mencium kekasih gelap nya yaitu Doni. anak muda yang sedang di tuju oleh mbak Yuni itu, kini sedang tertidur di dalam ruangan kantor nya dan ia lupa tak mengunci pintu ruangan kantor nya.
...*...
...* *...
__ADS_1