
PERJALANAN Sepasang kekasih yang akan pergi berkencan Makan Malam tersebut masih berlanjut. Doni yang masih menyetir mobil nya itu di tanya oleh Dona yang duduk di samping kiri nya.
"oh iya sayang. aku mau tanya sama kamu."
"mau tanya apa sayang???" tanya Doni penasaran.
"tadikan ketika kamu berada di kamar nya pak Yaris tadi, kamu memperlihatkan betis mu itu kepada pak Yaris dan aku melihat ada bekas jahitan di betis kaki mu itu. bekas luka itu sebenar nya berasal darimana sayang?" tanya Dona penasaran dan Doni baru sadar bahwa ketika ia dan Dona berada di dalam kamar nya pak Yaris, Dona sempat bertanya akan hal itu dan Doni tak menjelaskan nya secara detail.
Kemudian Doni menjawab pertanyaan dari Dona tersebut.
"ini adalah bekas luka terkena golok tajam ketika peristiwa perampokan kantor ku dua tahun yang lalu." ucapan Doni tersebut membuat Dona menjadi tersentak kaget dan berkata.
"tunggu!. apakah peristiwa yang pernah Viral itu berada di kantor CV.Group Perkasa sayang?" tanya Dona yang sudah ingat apa yang pernah ia lihat berita nya dulu bersama ibu nya lewat berita televisi. Doni hanya mengangguk membenarkan ucapan Doni dan kemudian Dona berkata lagi.
"dulu aku pernah menonton berita perampokan kantor itu sampai pelaku nya di sidang dan di penjara. kala itu ibu hanya berkata kepada ku tentang ibu mu yang ternyata dalang dari semua itu. saya baru ingat sekarang akan wajah pak Yaris yang dulu ikut dalam persidangan dengan pak Yono dan salah satu jenderal polisi. tetapi, aku tak melihat mu kala itu sayang? apakah kamu korban yang pernah di ungkapkan oleh jenderal polisi itu dulu???" ucapan dari Dona tersebut hanya di balas anggukan kepala oleh Doni.
Lalu Doni berkata kepada Dona akan apa yang pernah terjadi dulu.
"kala itu aku sudah tak memikirkan hidup dan mati ku demi menjaga asset warisan milik mendiang ayah ku. aku beranikan diri untuk melawan dua perampok itu, walaupun rencana ku nyaris saja gagal. untung pak Yaris sudah siap siaga untuk menghubungi polisi dan alhamdulilah nyawa ku masih selamat, walaupun betis ku terkena bacokan golok tajam dari salah satu perampok tersebut. aku sempat di rawat beberapa hari di rumah sakit dan tak lama aku dirawat dirumah pak Yaris."
"oh jadi begitu cerita nya sayang." tanya Dona lagi sembari manggut-manggut paham dan Doni berkata kepada Dona bahwa diri nya dulu ketika sakit sering memimpikan diri nya.
__ADS_1
Dona seketika itu juga merinding mendengar nya dan berkata tanya kepada Doni.
"benarkah sayang? mimpi yang seperti apa itu?" tanya Dona lagi penasaran.
"yah... hanya sekedar bunga tidur saja. bisa jadi mimpi jorok atau mimpi basah." ucap Doni sembari cengengesan dan membuat Dona berdengus kesal tak membalas ucapan Doni tadi. Doni lalu berkata lagi dengan berkata maaf atas candaan nya itu dan Dona masiah diam menatap lurus ke arah depan nya. tak lama kemudian, mobil Doni masuk ke dalam halaman parkir suatu restorant lumayan lebar dan besar.
Dona menatap ke arah depan restorant itu yang ternyata itu adalah restorant padang yang terkenal di daerah jakarta. setelah Doni memarkirkan mobil nya, kedua nya turun dan Dona bertanya kepada Doni.
"baru kali ini aku melihat rumah makan padang sebesar dan semewah ini?"
"wkwkwk... jangan di samakan dengan rumah makan nasi padang yang ada di pinggiran jalan sayang. sudah ayo masuk, keburu malam." ucap Doni lagi dan Dona hanya menuruti saja. kini kedua nya masuk ke dalam restorant padang tersebut.
Keadaan di dalam restorant itu tak terlalu ramai dan suasana nya begitu sangat romantis karena terlihat nyala lilin di setiap meja nya. Doni bertanya kepada salah satu pelayan restorant itu untuk menanyakan meja yang ia pesan sebelum nya. setelah itu Doni dan Dona di antar ke tempat meja yang sudah Doni pesan dan kedua nya kini sudah duduk bersebelahan. lalu para pelayan membawa tumpukan aneka masakan padang di lengan kanan nya dan membuat Dona sedikit tercengang melihat nya. Doni yang sudah tak aneh akan melihat hal itu, segera berkata kepada Dona.
Setelah semua piring yang jumlah nya tiga puluh aneka masakan itu di simpan di depan meja mereka, kini salah satu pelayan menanyakan pesanan minuman yang akan Dona dan Doni pesan. setelah kedua nya memesan minuman mereka masing-masing, kini kedua nya mulai berbincang-bincang lagi.
"makanan sebanyak ini siapa yang akan memakan nya sayang???" ucap Dona sedikit menelan ludah nya karena ia melihat ada tiga puluh jenis masakan serta nasi satu mangkuk besar. di antara semua aneka masakan itu, ada yang belum pernah Dona cicipi seumur hidup nya.
"ini hanya untuk penyajian nya saja sayang, tergantung kita mau memilih yang mana. semisal kamu mau memakan salah satu ayam goreng yang isi nya ada dua potong ini. nah, nanti jika kita sudah selesai makan, yang di hitung hanya yang kita makan saja sayang. sedangkan yang tidak kita sentuh atau tidak kita makan, itu tidak akan di hitung dan akan di bawa kembali ke tempat nya. apa kamu paham sayang???"
"oh!? jadi begitu!? aku pikir semua makanan ini harus kita habis kan semua." ucap Dona lagi sambil kepala nya manggut-manggut.
__ADS_1
Dona yang masih menatap berbagai hidangan serba enak dipandang dan sudah pasti lezat di lidah itu segera bertanya lagi kepada Doni.
"apakah jengkol sambal hijau itu dihitung satu juga jika kita mengambil salah satu nya sayang???" ucap Dona yang ternyata masih penasaran dan Doni menjelaskan nya.
"kalau seperti jengkol dan sayuran, itu dihitung satu piring. meskipun kita makan sedikit, itu sudah termasuk dalam hitungan telah dimakan oleh kita. kecuali kita tak menyentuh nya sama sekali, maka itu tak akan menjadi hitungan sayang." ujar Doni lagi dan kini Dona mengangguk paham.
Tak seberapa lama minuman yang mereka pesan telah tiba dan kini kedua nya menyantap makanan yang sudah mereka pesan itu. waktu baru saja menunjukan pukul setengah sembilan malam dan Doni berkata kepada Dona di sela makan nya.
"besok akan ada karyawan baru yang akan melamar dikantor."
"karyawan untuk bagian apa sayang???" tanya Dona disela mengungyah makanan nya.
"untuk OB sayang. apa kamu masih ingat akan ucapan pak Yono siang tadi???" Dona hanya mengangguk dan berkata ingat akan hal itu.
Lalu Dona bertanya kembali kepada Doni siapa karyawan yang akan melamar itu dan Doni berkata itu adalah teman nya. Dona tak banyak bertanya karena menurut nya hal itu tak terlalu tertarik untuk di perbincangkan. ketika Dona menatap ke salah satu meja makan, di sana ada sepasang kekasih yang sedang saling suap menyuapi makanan. Dona memperhatikan nya terus dan Doni yang baru saja minum, menatap Dona dengan heran dan kemudian mengalihkan pandangan nya ke arah sepasang kekasih yang romantis itu. lalu Doni mengambil sesendok telur dadar dan berkata kepada Dona.
"mangap sayang. pasti kamu mau kan disuapi seperti mereka???" Dona yang mendengar ucapan Doni tersebut, langsung berkata.
"ah lebay sayang!" ucap Dona ketus dan ia lanjut makan lagi. Doni yang masih memegang sendok yg isi nya telur dadar itu itu, segera menyuruh Dona lagi untuk mangap. kali ini Doni sudah mengganti telur dadar dengan jengkol cabe ijo.
Dona yang sedang mengunyah itu, langsung melahap nya dan tak malu-malu lagi ketika Doni tertawa pelan sembari berkata.
__ADS_1
"wkwkwk... dikasih makanan favorit malah dilahap. ada-ada saja kamu sayang." ucap Doni dan Dona langsung mengambil sesendok daging cincang dan di arah kan kepada Doni seraya berkata ketus.
"nih mangap! ini kesukaan kamu kan??" Doni hanya tersenyum di tahan dan kemudian ia melahap nya. sepasang kekasih itu ternyata sejak tadi sedang diperhatikan oleh para karyawan restorant itu karena wajah cantik dan tampan mereka ibarat artis yang sedang naik daun. keromantisan kedua nya nampak lucu dan membuat siapa saja iri ketika melihat nya.