KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
RESTAURANT PRATAMA CABANG I


__ADS_3

SETELAH Menggalang dana terkumpul untuk biaya pemakaman sampai tujuh hari nya mendiang nenek Uminah, uang tersebut lalu di belanjakan untuk membeli beras dan bahan-bahan sembako lain nya oleh suami nya adik ibu asih yang perempuan dengan diantar oleh suami nya. acara masak memasak yang akan dilakukan dirumah ibu Asih, hanya di bantu oleh beberapa ibu-ibu tetangga nya saja. sedangkan Dona ia sedang menjaga anak-anak dari paman dan bibi nya Dona bermain di kamar nya. suasana rumah Dona agak sempit karena orang-orang keluar masuk untuk memberikan sumbangan ala kadar nya untuk membantu kesusahan ibu Asih dan keluarga nya.


Pak RT jaya sedang berbincang dengan salah satu adik nya ibu Asih yang lelaki dan yang lain nya sedang mengerjakan apa saja untuk proses nanti nya acara kendurian selamatan mendiang nenek Uminah itu tidak kurang sama sekali. begitupun hal nya dengan yang di lakukan pak Ustad Rojak dan pak RT kampung rambutan, mereka sedang mengerjakan apa saja yang akan nanti nya dibutuhkan dari acara kendurian selamatan mendiang kakek Sarkim.


Sore hari itu cuaca agak teduh dan terlihat awan di langit berarak di tiup angin ke arah selatan. cahaya matahari sudah mulai condong di sebelah barat dan waktu kala itu sudah sore hari sekitar jam lima sore. anak muda yang bernama Doni itu, sudah selesai makan nya sejak tadi dan ia kini sedang menunggu jemputan ojek online nya. ia sudah ingin pulang kembali ke ruko kantor nya, karena apa yang ia cari sejak tadi tidak ditemukan sampai anak itu menyerah dan kelelahan.


Sebenar nya, ketika Doni selesai makan di warteg pinggir jalan tersebut. ia segera bergegas untuk menyeberangi jalan umum tersebut. ia bertanya-tanya kepada orang-orang yang sedang menjaga warung nya dipinggir jalan tersebut. Doni bertanya tentang identitas gadis berseragam anak kuliahan itu kepada para orang-orang yang sedang berjualan di pinggir jalan tersebut. dari sekian banyak nya orang yang berjualan di sekitaran pinggir jalan, mereka tidak ada yang mengenali siapa gadis itu sebenar nya.


Mereka hanya sering melihat anak gadis yang di jelaskan oleh Doni itu lewat di jalan trotoar tersebut dan tentang siapa anak gadis itu sebenar nya, mereka tidak ada yang tahu. rasa penasaran Doni terhadap pertemuan mereka yang tidak tepat itu, menjadikan ambisi nya untuk terus mencari keterangan tentang anak gadis tersebut sampai dapat.


Tetapi semua itu hanya sia-sia belaka. sudah berjam-jam Doni berjalan kesana kemari bertanya kepada siapa saja orang yang ada di pinggir jalan tersebut tentang anak gadis yang bernama Dona Pratiwi. ia awal nya ingin masuk ke dalam sebuah gang kampung yang ada di pinggiran jalan umum itu, tetapi ia ragu dikarenakan diri nya takut tersesat dan tak tahu arah untuk kembali ke jalan umum tersebut.


Akhir nya anak muda itu menyerah dan lebih baik ia pulang saja ke kantor nya untuk mandi dan kemudian beristirahat. kini anak muda itu sedang berada di pinggir jalan sedang menunggu ojek online nya tiba. tak seberapa lama kemudian, ojek online yang ia pesan sudah tiba dan Doni langsung naik ojek online tersebut menuju ruko pinangsia.

__ADS_1


Kepergian Doni kala itu masih menyisakan kenangan bagi orang-orang yang ada di sekitaran tempat itu dan yang lebih utama adalah gadis cantik yang bernama Dona Pratiwi. disela ia dibonceng ojek online nya, Doni merenungi nama anak gadis tersebut dan membatin.


"nama anak gadis itu hampir sama dengan nama anak perempuan nya bibi Asih. apa kabar nya sekarang bibi Asih dan anak perempuan nya itu?. aku ingin sekali menemui mereka dan keterbatasan ku hanya tidak tahu dimana mereka tinggal sekarang." ucap batin Doni berkata-kata dan sudah sekian lama, ojek online itu berhenti di pinggir jalan dan berkata kepada Doni bahwa tujuan nya sudah sampai.


Doni lalu turun dan ia membayar ongkos ojek online nya itu secara tunai. setelah itu, ia langsung berjalan masuk ke arah pintu penjaga parkir keluar-masuk kendaraan yang ingin masuk dan keluar dari halaman ruko yang lebar dan luas tersebut. anak muda itu masih berpakaian yang sama seperti ketika ia berangkat menuju rumah kakek Sarkim. ia berjalan dan setiap melintas di depan ruko yang menyediakan makanan cepat saji, ia memperhatikan nama nya dan para karyawan yang ada di dalam nya.


Terlihat oleh Doni para karyawan yang sedang merokok diparkiran motor depan ruko tersebut. Doni hanya lewat saja di tempat itu ketika para karyawan restoran itu saling berkasak-kusuk kepada teman nya sambil menatap Doni yang sudah berlalu dari depan ruko itu. mereka berkata-kata melihat penampilan Doni yang serba sederhana dan terlihat menyedihkan itu. aneh nya, sepatu yang Doni pakai itu masih baru dan terbilang merek sepatu yang harga nya jutaan bahkan sampai puluhan juta jika itu barang yang asli dan original.


Pandangan aneh itulah yang membuat beberapa karyawan restoran itu menatap aneh kepada tampilan Doni yang lusuh tetapi memakai sepatu bermerek mahal. bisik-bisik para karyawan itu hanya mereka saja yang tahu dan Doni tak tahu akan diri nya sedang diperbincangkan oleh para karyawan restoran tadi.


Doni lalu mendekati ke arah depan restorant tersebut dan mencoba bertanya kepada karyawan yang sedang membungkus makanan dari pesanan ojek online. kali ini kedatangan Doni yang berpakaian sederhana dan memakai masker itu, segera disambut dengan baik oleh salah satu karyawan yang ada di depan restoran itu dengan berkata.


"ada yang bisa saya bantu kak..???" ucap karyawan itu yang ternyata adalah seorang perempuan muda dan karyawan itu tidak menyadari bahwa orang itu adalah bos besar nya yang bernama Doni Pratama. Doni langsung menjawab pertanyaan dari karyawan tersebut.

__ADS_1


"tidak ada mbak. saya hanya ingin bertanya, apa pak Joko masih bekerja di tempat ini.??" tanya Doni kepada karyawan perempuan itu.


Karyawan perempuan yang diperkirakan berumur dua puluh delapan tahun itu, langsung menjawab nya tanpa basa-basi lagi.


"oooh pak Joko?. beliau sudah di pecat dari pekerjaan nya sebagai ketua restorant ini kak."


"lalu siapa yang sekarang menjadi ketua di restorant ini mbak..???" tanya Doni masih berpura-pura menjadi orang lain.


Karyawan perempuan itu menjawab nya dan mengaku diri nya lah yang menggantikan posisi pak Joko. Doni hanya manggut-manggut setelah karyawan perempuan itu mengaku dilantik langsung oleh mbak Yuni selaku menejer di restorant tersebut. setelah mendengar penjelasan begitu, Doni pamit kembali kepada karyawan tersebut karena hari sudah senja dan sebentar lagi maghrib akan tiba.


Karyawan itu dengan sopan nya mempersilahkan Doni yang sudah beranjak pamit pulang dari tempat tersebut. rasa curiga akan sesuatu yang dirasakan oleh karyawan tersebut, hanya ia pendam dalam hati nya karena ia tak terlalu memikirkan hal tersebut. diri nya kini membantu rekan-rekan nya bekerja lagi dan sudah melupakan orang yang bertanya kepada nya tadi.


Doni sudah tiba di depan ruko kantor nya. ia kemudian membuka pintu nya dengan kunci serep yang selalu ia taruh di dalam dompet nya. setelah membuka pintu kantor tersebut, Doni menutup nya lagi dan mengunci nya dari dalam. setelah itu Doni langsung naik tangga menuju lantai dua dan kemudian menuju ke lantai tiga. ia ingin segera mandi karena badan nya sudah lengket karena air keringat nya yang tadi nya membasahi baju dalam sweater nya akibat diri nya kelelahan mencari identitas gadis yang berpakaian seragam kuliahan dan bernama Dona Pratiwi. air keringat di badan nya sudah kering karena terkena angin sore saat ia dibonceng oleh ojek online ketika pulang tadi.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2