KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
PERJODOHAN


__ADS_3

MOBIL Mewah berwarna hitam terlihat dikejauhan oleh ibu Asih yang saat itu sedang berjalan setengah berlari menuju rumah nya. di depan rumah ibu Asih, Dona terlihat sedang duduk di teras rumah nya dan Doni sedang mengeluarkan barang-barang belanjaan mereka dari bagasi mobil milik nya. gelap nya malam waktu itu tak membuat wajah Dona menjadi gelap, malah semakin cantik ketika wajah nya terpapar sinar rembulan pada malam itu.


Doni yang menatap Dona yang sejak tadi sedang memainkan ponsel nya itu, segera di tanya oleh Doni.


"teman mu yang bernama Avril itu memang nya ada di rumah nya pak Yono???" Dona lalu menengadahkan wajah nya menatap Doni seraya menjawab nya.


"mulai malam ini sampai seterus nya, Avril bakal tinggal di rumah nya om Yono. Avril yang berbicara kepada ku bahwa jarak rumah nya menuju tempat kerja nya lumayan jauh. jadi ia berkata begitu kepada ku bos yang cerewet." ujar Dona sedikit mengejek Doni dan Doni hanya tersenyum dongkol saja mendengar diri nya disebut cerewet oleh wanita pujaan hati nya itu. Doni lalu bergegas kembali ke mobil nya untuk menutup bagasi mobil tersebut.


Disaat Doni sudah menaruh barang-barang belanjaan nya di teras rumah itu, datanglah ibu Asih dan segera menghampiri Dona. Dona tak menyadari ibu nya datang karena ia membelakangi arah ibu nya datang. Doni pun tak menyadari bahwa ibu Asih sudah berada di depan rumah nya. di saat itu juga ibu Asih langsung duduk memeluk anak nya dan Dona tersentak kaget karena tiba-tiba langsung dipeluk oleh ibu nya dari samping.


"alhamdulilah kamu baik-baik saja nak. ibu khawatir sekali kepada mu." ucap ibu Asih bernada khawatir dan Dona langsung berkata sembari menatap wajah ibu nya.


"Dona baik-baik saja bu. ibu tak perlu khawatir, karena.."


"karena aku akan menjaga calon istri ku bi." potong Doni yang tiba-tiba saja sudah berada di hadapan ibu dan anak nya itu.


Dona dan ibu Asih seketika itu juga menatap Doni yang berdiri sembari tersenyum menatap kedua nya. di saat itu pula ibu Asih langsung berdiri dan memeluk Doni sembari menangis terisak-isak.

__ADS_1


"den...., bibi rindu sekali kepada mu...hix..hix..hix." Doni yang langsung dipeluk oleh ibu Asih itu juga meneteskan air mata nya dan memeluk ibu Asih juga seraya berkata.


"Doni juga sangat rindu sekali kepada bibi." Doni dan ibu Asih berpelukan sembari kedua nya meneteskan air mata karena mengingat kenangan yang mereka alami berdua pada masa yang telah lalu.


Dona yang menatap hal itu juga sedikit terharu dan air mata nya juga mulai menetes membasahi pipi nya. Doni dan ibu Asih kini sudah melepas pelukan rindu dari kedua nya dan kini kedua nya sama-sama menatap Dona. Dona segera mengusap air mata nya sembari tersenyum menatap Doni dan ibu nya. di saat itu juga ibu Asih berkata kepada Doni.


"kalian dari mana dan bingkisan tas itu isi belanjaan atau apa sampai sebanyak ini???" ucapan pertanyaan ibu Asih itu di jawab oleh Doni.


"Doni dan Dona cuman jalan-jalan saja tadi bi dan belanjaan ini semua, sebenar nya Dona yang menginginkan nya bi."


"bohong bu! jangan dipercaya! justru dia yang mengajak Dona untuk mengikuti nya ke mall." ucapan Dona berkata tegas itu hanya di tertawakan oleh Doni dan ibu Asih hanya geleng-geleng kepala saja menatap Dona.


Mereka mulai berbincang-bincang setelah ibu Asih membawakan air minum untuk Doni dan Doni pun meneguk nya.


"sudah hampir sepuluh tahun kita tidak bertemu den. bagaimana kabar mu sekarang ini???"


"alhamdulilah bi. Doni baik-baik saja untuk saat ini. lalu bibi sendiri bagaimana kabar nya???"

__ADS_1


"alhamdulilah den. bibi sehat juga, tetapi bibi bakal sakit jika anak semata wayang bibi disakiti oleh laki-laki." ucapan ibu Asih yang bernada singgungan secara halus itu hanya di balas senyuman oleh Doni seraya berkata.


"Doni tak sampai hati untuk tega menyakiti Dona bi. percaya saja deh bibi kepada Doni." ucapan Doni tersebut langsung di jawab oleh ibu Asih.


"apakah den Doni dan anak bibi benar-benar sudah berpacaran???" Doni yang mendengar hal itu hanya tersenyum kaku dan ia pun ragu untuk mengungkapkan jawaban dari pertanyaan ibu Asih tersebut.


Doni yang seperti nya akan menjawab pertanyaan ibu Asih apa yang sudah terjadi dan apa ada nya itu, segera tak jadi karena ibu Asih berkata lagi.


"bibi harap kalian berjodoh, karena sebenar nya den Doni dan anak bibi yaitu Dona. sudah di jodohkan oleh mendiang ayah mu semasa kalian masih bayi." ucapan tersebut membuat Doni tersentak kaget dan kening nya berkerut dahi. Dona yang kala itu masih berada di dalam kamar nya yang kini sudah berganti pakaian sembari membawa handuk. tadi nya ia ingin pergi ke kamar mandi untuk mengelap tubuh nya dengan handuk basah, tetapi menjadi tak jadi karena ternyata Dona ikut mendengar ucapan cerita dari ibu nya itu. kini Dona masih diam di balik dalam pintu kamar nya karena ia masih ingin mendengarkan ucapan ibu nya itu kepada Doni.


Doni saat itu juga langsung berkata tanya kepada bibi Asih.


"apakah bibi tidak sedang mengarang cerita??? bagaimana awal nya Doni ketika masih bayi bisa di jodohkan oleh mendiang ayah dengan Dona anak nya bibi itu???" pertanyaan Doni tersebut langsung dijawab oleh bibi Asih yang sekarang sudah menatap wajah Doni dengan lekat-lekat.


"den Doni, ketika aden masih bayi. bibi adalah orang yang mengasuh aden dan sekaligus Dona yaitu anak bibi. kalian sebenar nya sejak bayi sudah tinggal bersama. tidur, makan, main, sampai menangis pun sering bersamaan. bibi kala itu mengurus aden dan Dona berada di rumah nya mendiang ayah mu den Doni. tetapi setelah kalian berumur empat tahunan, Dona mulai masuk sekolah TK dan saat itu pula kalian berdua berpisah karena Dona di pulangkan ke rumah ini bersama ayah nya dan di urus oleh nenek nya sampai berumur tujuh tahun. kemudian ibu ajak kembali Dona ke rumah mendiang ayah mu karena di saat itu ayah nya Dona meninggal dunia dan Dona merasa kesepian jika harus bersama nenek nya dan tanpa seorang ayah yang sangat sayang kepada nya. mendiang pak Randi dulu pernah berkata kepada bibi serta kepada mendiang ayah nya Dona untuk menjodohkan aden dan anak bibi, jika kalian berdua nanti sudah dewasa. bibi dan mendiang ayah nya Dona pun menyetujui nya dan entah itu takdir atau nasib, semua rencana itu kemudian hilang semenjak mendiang ayah nya Dona meninggal dunia dan selang tiga tahun dari kematian ayah nya Dona, kemudian di susul oleh mendiang pak Randi yang giliran meninggal dunia. semua harapan yang mendiang ayah mu dan mendiang ayah nya Dona harapkan, saat itu di tanggung oleh bibi dan kemudian menjadi pupus akibat tingkah laku ibu Dewi yang semena-mena dan kejam terhadap siapa pun itu orang nya. maka nya bibi kala itu sudah tak bisa menjaga Perjodohan dari mendiang ayah nya den Doni dan suami bibi, karena alasan nya sudah jelas dari ketika bibi dipecat dari pekerjaan bibi oleh ibu mu itu den Doni. itulah cerita yang bibi tahu dan alami pada masa den Doni masih bayi sampai dijodohkan dengan Dona anak bibi." kemudian bibi Asih mengusap air mata nya dan ternyata Doni juga ikut mengelap air mata nya karena ia pun sebenar nya ikut menangis sedih telah membayangkan cerita dari bibi asih tersebut.


Dona yang sudah meredakan tangis nya di dalam kamar nya itu, segera keluar dari kamar nya dan mendekati ibu nya untuk ikut duduk di samping nya. ia tak jadi ke kamar mandi karena cerita dari ibu nya itu layak di dengarkan supaya Dona bisa menerima Doni sebagai kekasih nya dan jika perlu sampai menjadi suami nya. tetapi semua itu tergantung sang takdir dari tuhan, jika tuhan benar-benar merestui perjodohan dari Doni dan Dona yang dulu nya sudah di jodohkan oleh ayah mereka masing-masing ketika kedua nya masih bayi. tanpa direncanakan oleh mereka dan di sadari oleh mereka, ternyata sang takdir kini telah mempertemukan mereka dan kini tinggal sang nasib saja yang akan menjalankan tugas nya kepada mereka. baik atau buruk nya sang nasib tergantung dari mereka saja yang akan menjalani nya nanti ke depan nya.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2