KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
SAMPAI DI BALI


__ADS_3

SETELAH LAMA Nya Doni dan Dona berada di dalam pesawat itu, kini pesawat mulai menurun dan melandaskan penerbangan nya. Dona dan Doni segera bergegas bangun setelah pesawat itu berhenti di bandara yang ada di bali. tujuan mereka kini telah Sampai Di Bali. kedua nya berjalan sembari membawa koper mereka itu menuju luar bandara dan Doni segera menelepon taksi online yang ada di daerah bali. setelah agak lama kedua nya menunggu di luar bandara itu, mobil taksi sudah datang menjemput mereka dan tujuan mereka selanjutnya adalah hotel.


Doni sudah memesan nya sebelum berangkat ke bandara tadi dan kini kedua nya sudah berada di dalam taksi menuju hotel untuk tempat mereka menginap nanti nya. di dalam mobil Doni bertanya kepada Dona.


"sebelum nya kamu pernah tidak berbicara didepan umum. semisal menjadi seorang pembawa acara?"


"pernah. tetapi itu dulu ketika aku masih berkuliah." ujar Dona dan Doni berkata lagi.


"apakah sekarang masih bisa melakukan hal tersebut? apa kau tak akan gemetaran nanti nya sayang?"


"untuk apa gemetaran? aku sudah siap untuk melakukan pekerjaan ini apapun resiko nya." ujar Dona lagi tak mau dianggap remeh oleh Doni.


Doni hanya bergumam dan kemudian berkata lagi.


"baiklah kalau begitu. nanti kamu jelaskan saja apa yang ada di kertas map itu ketika Meeting nanti ya sayang."

__ADS_1


"iya sayang." ujar Dona pendek dan mata nya sejak tadi hanya menatap ke arah luar kaca mobil taksi itu karena ia kagum melihat bentuk-bentuk rumah yang ada di bali. Doni tak berkata-kata lagi dan membiarkan Dona puas melihat apa yang ingin ia lihat itu. setelah agak lama mereka diperjalanan, mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan sebuah pintu masuk hotel.


Kedua nya sudah turun dan setelah Doni membayar ongkos mobil taksi tersebut, kedua nya masuk ke dalam pintu hotel dan setelah Doni berbincang sebentar dengan petugas Receptionis Hotel tersebut, Doni di berikan kunci kamar dan setelah itu kedua nya berjalan menuju lift untuk naik ke lantai atas. Dona tak banyak berkata apapun akan apa yang dilakukan Doni itu dan ia hanya mengikuti Doni saja kemana pun perintah nya. setelah Doni menemukan kamar untuk menginap mereka itu, Dona dan Doni masuk ke dalam kamar hotel tersebut.


Setelah menyimpan barang bawaan mereka, Doni segera berbaring di sofa dan Dona duduk di sofa juga. kedua nya membuang nafas lelah dari awal berangkat ke bali sampai tiba di hotel tersebut. tak terasa waktu sudah lewat siang hari dan nanti besok mereka akan pergi untuk acara Meeting tersebut. hari itu mereka berdua akan istirahat dulu dan mereka mulai mengobrol di sela kedua nya berada di sofa kamar hotel tersebut.


"tak aku sangka akan sampai tak lebih seharian sayang." ujar Dona sembari meminum air mineral yang sebelum mereka datang, sudah di siapkan oleh petugas hotel di atas kereta dorong dan itu adalah makanan, minuman dan buah-buahan untuk makan siang mereka berdua.


Doni yang sedang duduk santai sembari melepas lelah itu, segera mengambil buah apel di piring di atas kereta dorong itu dan menjawab ucapan Dona.


"besok apakah dimulai nya meeting sayang?" tanya Dona dan Doni mengangguk dan berkata.


"nanti kita meeting di ruko pratama cabang lima. tempat nya tak terlalu jauh juga dari hotel ini. sekarang kita istirahat dulu sayang, nanti malam kita akan pergi ke tempat yang romantis untuk kita berdua."


"wah dimana itu sayang?" tanya Dona sembari mata nya berbinar-binar menatap Doni.

__ADS_1


"nanti kamu akan tahu sendiri sayang." ujar Doni lalu ia mengunyah apel yang ia pegang itu.


Kemudian Dona mengajak Doni untuk makan siang dan Doni pun menuruti nya. kedua nya makan siang dimeja makan kamar hotel luas itu. peralatan apapun lengkap dan tersedia dan sudah dipastikan itu adalah hotel bintang lima yang mahal karena pelayanan nya serta fasilitas nya terbaik. Dona tak banyak berkata akan Doni yang banyak mengeluarkan uang untuk hal itu. karena Doni pernah berkata kepada nya bahwa uang nya tak bakal habis hanya untuk pulang pergi ke berbagai wilayah yang ada di negeri ini, apalagi menyewa hotel mewah seperti yang sekarang mereka tempati.


Kini kedua nya sedang asyik makan dan sesekali berbincang tentang sepulang nya nanti mereka dari bali. Doni berencana akan membeli oleh-oleh untuk nanti ia bawa pulang ke rumah ibu Asih dan Dona hanya menuruti saja apa yang akan di lakukan Doni itu. setelah mereka selesai makan siang, kedua nya duduk lagi di sofa tadi sembari menunggu pelayan restorant mengambil kereta dorong yang tempat piring kotor bekas makan mereka. tak lama Doni menekan bell hotel yang terhubung ke pusat pelayanan hotel, muncul satu pelayan yang mengetuk pintu kamar hotel Doni dan Dona. setelah pintu dibuka dan pelayan itu membawa kereta dorong itu, pintu di tutup lagi oleh Doni.


Kedua nya kini lanjut berbincang-bincang sembari sesekali memainkan ponsel nya. kedua nya duduk berdekatan bersandar di sofa. kepala Dona bersandar dibahu Doni dan tangan kanan Doni melingkar di bahu Dona. sepasang kekasih itu terlihat biasa saja dan tak ada napsu untuk bercumbu di dalam suasana kamar yang hanya ada mereka berdua saja. kedua nya sudah sama-sama mengantuk dan tak lama mereka berbincang tadi, mata mereka terlelap dengan sendiri nya karena sudah tak tahan menahan kantuk nya.


Di samping itu dan berada di rumah nya ibu Asih, terlihat pak Yaris sedang berada di halaman rumah itu. sebelum nya ia sudah menghubungi Doni lewat pesan whatsapp, hanya sekedar ingin tahu keadaan Doni dan Dona di bali. setelah tahu kedua nya baik-baik saja, pak Yaris pun memberitahukan kepada ibu Asih bahwa kedua nya baik-baik saja. setelah itu pak Yaris lanjut mengecek pekerjaan para pekerja bangunan yang di pimpin oleh mandor yang bernama pak Yusup. ibu Asih terlihat sedang menggendong bayi imut itu di teras rumah nya dan pada saat itu juga para warga ada yang kepo terhadap bayi siapa yang digendong ibu Asih itu dan berdatangan ingin mencari tahu bayi siapa itu. untung pak Yaris ada di situ, jadi ia bisa membantu ibu Asih menjawab pertanyaan para warga itu dan memalsukan identitas bayi itu sebenar nya. pak Yaris berkata bahwa bayi itu adalah anak yang di adopsi nya dari panti asuhan untuk di besarkan oleh ibu Asih. pak Yaris juga berkata bahwa Doni dan Dona yang nanti nya akan mengangkat anak adopsi itu menjadi anak angkat nya setelah mereka resmi menikah.


Para warga pun mulai percaya akan ucapan pak Yaris itu dan segera menyangkal bahwa bayi itu adalah bayi dari hubungan Dona dan Doni di luar nikah. ibu Asih berkata kepada para warga yang kepo itu bahwa mereka pun tahu sendiri bahwa keadaan perut Dona biasa-biasa saja dan tak terlihat mencurigakan bahwa ia sedang hamil. para warga yang sering melihat Dona pun mempercayai nya dan kemudian mereka meminta maaf kepada ibu Asih dan kepada pak Yaris juga. kini permasalahan kecil itu sudah bisa teratasi oleh pak Yaris dan ibu Asih berkata berterima kasih kepada pak Yaris akan pembelaan nya itu. kini para warga sudah kembali ke rumah nya masing-masing setelah mereka melihat wajah bayi yang lucu dan imut itu. siang hari telah berlalu dan sebentar lagi jam dua siang menuju sore hari akan tiba. pak Yaris lalu pamit lagi kepada ibu Asih karena ia harus masuk bekerja lagi dan ibu Asih mengizinkan pak Yaris pamit kembali ke tempat nya bekerja. kekhawatiran ibu Asih terhadap bayi itu dengan para tetangga nya, awal nya sempat membuat nya tak mau memperlihatkan ada nya bayi tanpa identitas itu di depan rumah nya. tetapi atas dorongan pak Yaris, kejadian yang tak di inginkan pun telah terjadi dan ternyata kejadian itu sudah mampu teratasi oleh pak Yaris tadi. kini ibu Asih sudah tak khawatir dan ragu lagi untuk menggendong bayi itu sampai ke depan rumah tetangga nya karena ia sudah terbebas dari rasa takut dari tuduhan para warga yang sering kepo tentang bayi siapa itu sebenar nya.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2