
KEMUDIAN Terdengar ibu Asih memanggil Dona untuk ke dapur rumah nya dan Dona lalu bangun sembari masih menggendong bayi tadi. Doni juga ikut bersama Dona ke dapur karena ia ingin melihat bayi itu di mandikan oleh ibu Asih. setelah bayi tadi diberikan kepada ibu nya oleh Dona, kini Dona dan Doni memandangi bayi itu di mandikan. Doni lalu membuka tas kecil yang ia bawa dan terselempang di punggung nya itu untuk mengambil ponsel nya. ia berkata kepada Dona bahwa ia akan merekam bayi yang dimandikan itu hanya untuk sekedar kenang-kenangan saja.
Dona menyetujui nya dan kini Doni merekam bayi yang sedang dimandikan oleh ibu Asih. bayi itu bangun dan menangis ketika dimandikan oleh ibu Asih di dalam bak berisi air hangat. mata bayi itu melek dan melihat ke arah Dona dan Doni membuat sepasang kekasih itu semakin haru dan kasihan melihat bayi yang nasib nya kurang beruntung itu. setelah memandikan bayi itu selesai dan ari-ari bayi nya sudah di potong oleh ibu Asih memakai gunting, Dona segera membereskan bekas mandi bayi itu dan menyimpan ari-ari bayi itu untuk nanti dikubur oleh ibu nya Dona nanti dan setelah itu Dona akan mandi pagi juga. sedangkan Doni pergi mengikuti ibu Asih membawa bayi itu ke ruangan tengah rumah nya.
Bayi itu dibedaki dan dipakaikan kain yang membungkus bayi mungil itu dan hanya terlihat wajah nya saja yang imut itu. Doni lalu berkata tanya kepada ibu Asih.
"apakah toko pakaian bayi sekarang sudah buka bi?? Doni mau membelikan pakaian serta dot susu bayi dan susu nya."
"kalau pagi begini masih tutup seperti nya den. nanti saja siang saja sekalian kalau mau membeli pakaian bayi dan dot susu serta susu nya den."
"baiklah kalau begitu bi. lalu bagaimana jika bayi ini haus dan ingin minum???" tanya Doni lagi dan ibu Asih berkata.
"tak perlu khawatir den. bibi akan menyusui bayi ini dulu untuk sementara."
"yasudah kalau begitu bi." ujar Doni dan kemudian ia berkata kepada ibu Asih untuk pulang lagi ke ruko kantor nya untuk mandi dan ia pun baru ingat bahwa pagi itu ia harus mengajari pak Tohir bekerja di kantor nya sebagai petugas kebersihan.
"baiklah den kalau begitu, nanti ibu beri tahu Dona bahwa aden pamit duluan."
__ADS_1
"baiklah bi. Doni pamit dulu" lalu Doni berkata lagi kepada bayi yang sedang digendong ibu Asih itu.
"dah dede, ayah pulang dulu ya. muachh." ujar Doni kemudian ia mencium pipi bayi mungil yang sejak tadi menatap Doni tanpa berkedip sama sekali itu.
Kepergian Doni ditemani oleh ibu Asih yang masih menggendong bayi malang itu sampai mobil Doni menghilang di ujung gang jalan kampung duren. kini ibu Asih masuk lagi ke dalam rumah nya untuk menyusui bayi tersebut. pada saat itu juga Dona baru keluar dari dalam kamar mandi dan ia bertanya kepada ibu nya tentang Doni. ibu nya berkata bahwa Doni pulang dahulu untuk mandi dan setelah itu ia harus mengajari karyawan baru yang akan bekerja sebagai petugas kebersihan di kantor nya. Dona memaklumi hal tersebut dan kini ia mencium bayi mungil yang menatap nya itu dan berkata.
"muachh. kamu sama nenek dulu ya cantik, mama mau ganti pakaian dulu." setelah berkata begitu, Dona masuk ke dalam kamar nya untuk segera memakai pakaian seragam kantor nya dan setelah itu ia akan berangkat bekerja.
Diperjalanan Doni sudah sampai didepan ruko kantor nya dan waktu baru saja menunjukan pukul setengah delapan pagi. di depan ruko kantor itu, terlihat pak Tohir sedang duduk di jok motor nya yang terparkir bersama Wawan yang duduk di jok motor nya juga. kedua nya terlihat sedang berbincang-bincang dan kemudian mereka berhenti berbincang setelah mobil Doni datang. Doni kini keluar dari dalam mobil nya menuju pak Tohir dan Wawan yang kedua nya kini sudah berjalan mendekati Doni.
"baru saja sampai Don." ujar pak Tohir dan Wawan bertanya kepada Doni.
"apakah pak Tohir ini yang akan menggantikan pekerjaan ku Don???" tanya Wawan dan Doni menjawab nya.
"betul Wan. pak Tohir ini yang akan menggantikan pekerjaan mu di mulai hari ini. apakah kalian sudah berkenalan." ujar Doni bertanya dan kedua nya berkata bahwa mereka sudah saling berkenalan.
"oh yasudah kalau begitu. bagaimana jika kamu saja yang memberi arahan tentang pekerjaan apa saja yang harus dikerjakan sebagai OB di kantor ini Wan. tadi nya aku yang akan memberi arahan pekerjaan yang harus dilakukan pak Tohir ini, tetapi aku belum mandi dan sebentar lagi jam kerja kantor akan tiba."
__ADS_1
"oh kalau soal itu tak masalah Don, biar aku saja yang menggantikan tugas mu itu. gih sekarang kamu mandi dulu, Don." lalu Doni tersenyum menatap Wawan dan berkata berterima kasih.
Lalu Doni berkata kepada pak Tohir agar nanti dirinya akan di arahkan oleh Wawan yang sudah menjadi mantan OB di kantor itu dan pak Tohir menuruti nya. setelah pintu ruko itu dibuka oleh kunci serep yang dibawa Doni, Wawan dan pak Tohir berjalan ke arah gudang tempat menyimpan barang-barang kebersihan dan Doni naik ke lantai tiga untuk mandi dan setelah itu ia akan mulai bekerja. Doni merasa tenang sekarang karena tugas mengarahkan pekerjaan OB baru itu, bisa dialihkan kepada Wawan yang nanti akan menjadi seroang menejer baru di restorant cabang satu setelah pak Yaris datang membawa orang yang akan mengarahkan Wawan menjadi menejer nanti.
Kini Wawan sedang mengajari cara mengepel dan menyapu seluruh ruangan kantor lantai satu dan lantai dua, beserta jam-jam bekerja dan istirahat nya dimulai kapan. apa yang sudah Doni ajarkan kepada Wawan, kini Wawan ajarkan kembali kepada pak Tohir sampai pak Tohir bisa dan paham akan cara kerja OB itu seperti apa dikantor tersebut. di samping itu Dona sudah berdandan cantik dan berpakaian seragam kantoran. ia lalu keluar dari dalam kamar nya dan melihat ibu nya sedang menyusui bayi yang belum resmi diberi nama itu. Dona mendekati nya dan berkata kepada ibu nya.
"kita poto bertiga dulu ya bu." lalu Dona berpoto bersama ibu nya yang menyudahi menyusui bayi itu dan setelah itu Dona pamit kepada ibu nya untuk berangkat bekerja. bayi itu Dona cium lagi dengan lembut dan berkata.
"mama berangkat kerja dulu ya sayang. nanti mama belikan baju dan susu buat kamu, muachh..." ibu Asih hanya tersenyum menatap Dona yang kini sudah beranjak dari rumah nya untuk berangkat bekerja. ibu Asih merasa haru akan sikap Dona yang ke ibu-ibuan itu terhadap anak kecil yang bukan dari darah daging nya dan ibu Asih seakan merasakan bahwa ia sekarang sudah mempunyai cucu dari hubungan Dona dan Doni walaupun kedua nya belum resmi menikah dan bayi itu hanyalah anak angkat.
Anak Angkat Dona dan Doni itu menjadi faktor muncul nya kenangan ibu Asih ketika ia masih muda dan mengurus Dona dan Doni semenjak masih bayi. sesekali ibu Asih mengajak ngobrol dan bercanda dengan bayi imut itu dan itu membuat keharuan tersendiri bagi ibu Asih. pada saat ibu Asih mulai menidurkan bayi itu, ada mobil berhenti dan berparkir di halaman rumah nya. ibu Asih melihat sebentar ke arah jendela rumah nya dan ternyata itu adalah mobil pak Yaris. tak lama muncul lagi mobil kol buntung yang memuat beberapa orang yang akan bekerja sebagai kuli bangunan. setelah ibu Asih menidurkan bayi tadi dan membaringkan nya di kursi sofa ruang tamu nya, ia lalu keluar dari dalam rumah nya itu menuju teras rumah nya.
Dona terlihat nampak keluar dari dalam mobil pak Yaris bersama pak Yaris juga dan itu membuat ibu Asih yang keheranan akan Dona yang tadi sudah pamit berangkat bekerja, kini balik lagi ke rumah itu dan kali ini bersama pak Yaris keluar dari dalam mobil nya. yang semakin membuat heran adalah adanya beberapa orang berpakaian kuli bangunan yang seperti nya itu adalah para kuli bangunan bersama mandor nya yang akan membangun rumah dilahan kebun yang sudah Doni beli itu.
...*...
...* *...
__ADS_1