
PEREMPUAN Cantik yang berpakaian seragam kantor itu lalu menatap kepada karyawan nya yang bernama pak Joko seraya berkata.
"antar anak muda ini ke meja makan yang kosong." ujar wanita itu dan kemudian ia berlalu pergi meninggalkan keributan itu. Karyawan Yang Songong itu hanya menuruti saran tersebut dan kemudian ia menyuruh bawahan nya untuk mengantar Doni ke tempat meja yang kosong.
Tak ada rasa malu dan rasa bersalah di dalam hati dan pikiran karyawan songong itu. malah ia menjelek-jelekan Doni kepada teman nya yang sedang membungkus makanan untuk ojek online. Doni hanya masa bodo dengan tatapan para pengunjung yang menatap nya dengan aneh. entah apa yang membuat mereka menatap Doni dengan aneh, Doni tak pedulikan akan hal itu.
Ia kini duduk dan sedang di tanyai oleh pelayan restoran itu untuk memesan pesanan apa. Doni yang melihat isi daftar menu di restoran itu tercengang kaget menatap harga nasi goreng yang seporsi harga nya lima puluh ribu. ditambah harga minuman yang paling murah nya saja seharga sepuluh ribu. minuman yang paling murah itu hanya air teh tanpa gula.
Doni hanya geleng-geleng kepala saja karena ia baru kali ini makan di tempat semacam restoran itu. ia awal nya tak jadi memesan makanan itu dan tetapi perut nya sudah tak tahan lagi akan menunda rasa lapar nya. kemudian Doni terpaksa memesan nasi goreng exstra jumbo yang di mana porsi nya agak besar. harga nya hanya nambah lima belas ribu dan Doni sudah tak peduli dengan harga tersebut.
Ia memesan satu porsi nasi goreng ukuran besar dan es teh manis yang harga nya dua puluh ribu. Doni berpikir uang seratus ribu yang ia bawa hanya pas untuk beli makanan dan minuman yang ia pesan saja. padahal malam sebelum nya, ia hanya membeli nasi goreng di abang-abang keliling yang harga nya hanya lima belas ribu dan beli air minum mineral yang seharga lima ribu.
Doni merasa terjebak akibat masuk ke dalam restoran yang bernama 'Restaurant Pratama'. Doni tak memikirkan nama restoran itu dan ia hanya celingak-celinguk menatap sekeliling ruangan restoran lumayan luas itu. ia masih duduk menunggu pesanan nya tiba dan tak lama es teh manis yang ia pesan telah datang.
Doni langsung minum es teh manis yang ia pesan itu memakai sedotan setelah ia membuka masker nya. ketika mata nya menatap ke arah Bar restoran tersebut, perempuan berpakaian seragam kantor tadi sedang memperhatikan Doni di tempat tersebut dan beberapa karyawan bar yang kebanyakan perempuan hanya tersipu malu di tatap oleh Doni yang berwajah tampan itu.
Beberapa karyawan ada yang berkasak-kusuk membicarakan ketampanan Doni yang mirip artis itu dan mereka tak menyangka akan penampilan Doni yang sederhana itu ternyata setelah membuka masker nya berwajah tampan. pesanan Doni tadi telah tiba dan Doni langsung menerima nya. ia lalu makan dan menghiraukan beberapa pasang mata menatap nya antara kagum dan sinis.
Pandangan kagum sudah pasti dari pandangan mata karyawan perempuan di restoran itu. sedangkan pandangan sinis, sudah pasti dari pandangan mata karyawan lelaki nya yang rata-rata berwajah rata-rata standar. karyawan yang bernama pak Joko tadi ternyata ketua di restoran cepat saji itu. ia sedang berada di Bar dan sedang mengobrol dengan perempuan kantor tadi yang seperti nya menejer atau supervisor di restoran tersebut.
Doni masih makan dengan lahap nya dan ia membandingkan rasa masakan dengan yang pernah ia beli di kaki lima, rasa nya tak terlalu jauh dan beda nya nasi goreng yang ia beli itu topping nya komplit. setelah Doni menghabiskan nasi goreng porsi kuli bangunan itu, ia menghabiskan minuman tersebut sambil mengecek jam di layar handphone nya.
Waktu baru saja menunjukan pukul jam sembilan malam dan tiba-tiba, ia di dekati oleh karyawan lelaki yang tadi melayani nya memesan makanan.
"permisi bang." ucap karyawan tersebut dengan sopan kepada Doni.
__ADS_1
Doni lalu menatap karyawan itu dan berkata.
"iya ada apa ya..???" tanya Doni penasaran. karyawan lelaki itu langsung berkata menjelaskan apa yang akan ia katakan.
"kata menejer di tempat ini, abang jangan dulu pulang."
"emang nya siapa dia menyuruh ku begitu..???" tanya Doni berkerut dahi.
Karyawan itu lalu menjawab pertanyaan Doni.
"saya kurang tahu bang. tunggu dulu saja di sini." ujar karyawan itu lalu ia mengambil bekas makan dan minum Doni yang sudah habis itu. kemudian karyawan itu pergi berlalu meninggalkan ucapan yang tak jelas maksud nya kepada Doni.
Pemuda tampan itu segera membuang rasa penasaran akan ucapan karyawan tadi kepada nya. ia lalu menghubungi pak Yaris melalui pesan whatsapp nya karena ia ingin bertanya tentang nama restoran yang sedang ia kunjungi itu. Doni merasa tak enak hati sejak tadi di pandangi terus oleh para karyawan di tempat itu. di tambah karyawan kantor perempuan cantik tadi mulai berjalan mendekati Doni yang masih duduk di kursi nya sambil memainkan ponsel nya.
terdengar suara perempuan itu berkata kepada Doni.
Doni langsung menatap perempuan cantik berpakaian kantor itu dan mempersilahkan nya kepada perempuan itu.
Kemudian karyawan itu duduk di depan kursi meja makan Doni. pemuda itu masih diam menunggu perempuan itu berkata kepada Doni tentang apa maksud tujuan nya mendekati Doni. pemuda itu hanya cuek saja sambil melihat isi pesan yang ia kirim kepada pak Yaris dan di situlah perempuan berseragam kantor itu mulai mengawali percakapan.
"maafkan kesalahan karyawan saya tadi ya mas. mungkin dia lagi emosi karena kesibukan nya di ganggu oleh mas tadi." ujar karyawan kantor itu dengan sopan dan ucapan nya sudah tak tegas seperti sebelum nya.
Doni lalu menatap perempuan cantik berseragam kantor itu seraya tersenyum dan berkata.
"yang salah itu memang saya mbak. salah saya sendiri memakai pakaian mirip pengemis ini. jadi wajar saja karyawan mbak itu menganggap saya sebagai pengemis yang minta-minta." ujar Doni dan membuat perempuan cantik itu mati kutu mendengar ucapan bijak dari Doni.
__ADS_1
Perempuan muda itu hanya tersenyum masam ketika Doni berkata lagi.
"harus nya karyawan mbak tadi yang meminta maaf. mengapa mbak yang harus turun tangan..???" tanya Doni lagi.
"saya sebagai menejer sekaligus supervisor di restoran ini yang bertanggung jawab atas tindakan karyawan saya dan para customer yang sering bikin keributan di tempat ini." ujar perempuan kantoran itu beralasan menutupi rasa kikuk nya.
Doni hanya manggut-manggut dan kemudian menatap layar handphone nya karena ada pesan masuk dari whatsapp nya. Doni lalu membaca isi pesan tersebut dan hati nya kaget melihat isi pesan tersebut. perempuan berseragam kantoran itu lalu berkata kepada Doni.
"apa saya boleh meminta nomor whatsapp nya mas tampan ini. eh..maaf.." ucap perempuan itu keceplosan dan membuat Doni semakin berkerut dahi akan ucapan tersebut. ternyata perempuan cantik itu tertarik akan ketampanan Doni dan berlagak meminta maaf atas kesalahan karyawan nya itu.
Doni lalu berkata kepada perempuan kantor yang salah tingkah ketika di tatap oleh Doni.
"apa mbak ini mengenal dengan nama HRD di kantor perusahaan CV. Group Perkasa..???" perempuan itu menatap wajah Doni dengan heran dan ia lalu bertanya kepada Doni.
"tentu saja saya tahu. mas ini dari mana bisa mengetahui nama kantor tersebut..???" tanya perempuan kantor tersebut keheranan.
Doni hanya berkata agar perempuan itu langsung menanyakan nya saja kepada HRD yang ia maksud tadi. Doni segera bergegas pulang dari tempat itu setelah ia membayar semua pesanan nya kepada kasir restoran tersebut. ia pamit kepada perempuan cantik menejer restoran tersebut dengan senyum keramahan. uang seratus ribu yang Doni bawa hanya tersisa lima belas ribu dari kembalian pesanan makanan nya.
Ketika Doni hendak pergi dari tempat tersebut menuju kantor tempat tinggal nya selama ini, ada seorang nenek tua yang datang ke tempat itu dengan meminta-minta. para karyawan di tempat itu hanya cuek saja tak menggubris ada nya nenek tua yang meminta-minta uang makan didepan restoran itu. ketua restoran yang songong tadi segera mendekati Doni yang sedang mendekati nenek itu.
"pergi sana nek!! kerja maka nya jangan minta-minta terus sama orang!!" ujar lelaki songong tadi dan membuat Doni geram.
Doni langsung mencekal lengan nenek tua yang hendak pergi karena di usir oleh karyawan songong tadi. raut wajah sedih terulas di wajah tua nenek itu dan sakit hati sudah pasti dirasakan nya.
"ini nek saya ada rezeki walau sedikit. doakan semoga restoran ini semakin laris dan sukses ya nek." ujar Doni sambil memberikan uang sisa kembalian dari uang makan nya di restoran tersebut.
__ADS_1
...*...
...* *...