KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
DI TERIMA BEKERJA


__ADS_3

PAK Satpam itu sudah melihat semua isi berkas lamaran kerja milik Doni. ia kini sedang bertanya kepada Doni tentang pengalaman nya bekerja.


"kamu belum punya pengalaman kerja nak..???"


Doni hanya menggelengkan kepala nya menjawab pertanyaan pak satpam itu dengan bahasa isyarat.


Pak satpam itu manggut-mangut dan kemudian ia berkata,


"kalau kamu kerja sama bapak menjadi satpam ruko ini, mau enggak..??"


wajah Doni yang awal nya lesu kini tersenyum girang dan mata nya berbinar-binar. Doni menyetujui saran pak satpam itu dan ia kini di ajak masuk ke dalam ruko yang sudah dibuka kunci nya oleh pak satpam itu sejak tadi.


Isi dalam ruko itu sangat luas dan ada tiga lantai ruangan yang harus menaiki nya dengan tangga keramik. Doni berada di lantai satu dan ia di bawa oleh pak satpam itu ke ruangan khusus satpam.


pak satpam itu berkata sambil berjalan menuju ruangan itu.


"kemarin teman bapak dipecat karena kerja nya main handphone terus. sudah bapak kasih peringatan tetapi anak nya bandel enggak mau mendengarkan nasihat bapak. asal kamu tahu nak, kerja satpam di sini ada CCTV kamera pengawas nya. jadi karyawan yang bekerja di tempat ini semua nya dikontrol terus oleh HRD perusahaan ini melalui monitor komputer nya bapak Yaris selaku HRD di tempat ini." ujar pak satpam itu memberitahukan nya kepada Doni.


Doni mendengarkan ucapan dari pak satpam itu dengan seksama dan kemudian ia bertanya lagi kepada pak satpam itu.


"oh begitu pak. lalu, nama tempat perusahaan ini apa ya pak..??"


"perusahaan ini bernama CV.Group Perkasa. ini adalah tempat para karyawan kantor yang bekerja mengurus kelima anak perusahaan di bidang panganan yaitu restoran." ujar pak satpam itu kepada Doni.


Doni mendengar ucapan pak satpam itu dan tidak terlalu memikirkan nya. ia hanya memikirkan gaji nya nanti jika bekerja di tempat itu. Doni kini berada di ruangan pak satpam itu dan pak satpam berkata.


"kamu tunggu di sini dahulu untuk beristirahat dulu nak. lamaran kamu bapak bawa dulu untuk di serahkan kepada HRD di perusahaan ini."


Doni hanya mengiyakan saja dan ia kini sedang menyimpan barang-barang nya di ruangan khusus security itu.

__ADS_1


Doni sedang terbaring di kasur lantai tempat istirahat dan mata nya menatap langit-langit ruangan itu. ia membatin berdecak girang jika ia di terima bekerja di tempat itu, pasti gaji nya lumayan besar. kecamuk batin dan pikiran nya itu terus saja berkata demikian.


Ketika Doni menatap jarum jam dinding di ruangan itu yang menunjukan pukul sepuluh pagi, pintu ruangan itu di buka oleh pak satpam tadi. kemudian pak satpam itu berkata kepada Doni.


"nak, kamu di panggil sama HRD tempat ini untuk di interview dahulu." ucap pak satpam itu.


Doni langsung bergegas bangun dan bertanya kepada pak satpam itu.


"dimana pak tempat nya..???" tanya Doni karena ia tak tahu harus pergi ke ruangan mana. pak satpam itu mengantar Doni naik ke lantai dua dan ruangan itu luas sekali. banyak kursi serta meja yang di sekat-sekat diruangan itu seperti layaknya tempat kerja kantoran pada umum nya. dan di masing-masing meja itu banyak komputer-komputer dan kertas-kertas berkas yang entah tahu itu berkas apa. hanya pemilik meja kantoran itu saja yang tahu.


Para karyawan kantor itu baru sebagian masuk kerja dan terlihat beberapa ada yang masih di luar dan sebagian lagi sedang berada di meja kerja nya. Doni hanya berdecak kagum dalam hati melihat pekerja kantoran itu rapi-rapi dari segi penampilan nya. laki-laki dan perempuan pekerja kantor itu menatap Doni yang lewat di ruangan itu dengan pandangan yang aneh. entah apa yang membuat mereka aneh memandang Doni. menurut Doni, rambut dan pakaian yang ia kenakan tidak ada yang aneh sedikit pun. Doni tidak tahu, bahwa wajah tampan nya itulah yang membuat para karyawan kantor itu terkesima melihat nya.


Mereka berdua kini telah tiba di ruangan yang tertutup dan pak satpam mengetuk pintu ruangan itu dan terdengar suara menyuruh masuk dari dalam.


Doni dan pak satpam yang belum mengenalkan nama nya itu kepada Doni, ikut masuk bersama Doni ke ruangan itu karena ia adalah orang dalam yang memasukan Doni untuk bekerja di tempat itu.


Setelah kedua nya duduk di kursi masing-masing, lelaki beruban yang diperkirakan berumur lima puluh tahunan itu menatap Doni dengan tatapan aneh. pak satpam yang sudah duduk itu segera berkata.


Lelaki setengah tua itu adalah HRD perusahaan ternama itu dan ia menatap wajah Doni lekat-lekat. kemudian ia melihat isi berkas lamaran Doni yang belum di buka oleh nya sejak tadi.


"nama mu siapa nak..??" ucap bapak itu sambil membuka berkas lamaran kerja Doni.


"nama saya Doni Pratama pak HRD." jawab Doni dengan sopan.


bapak itu menjawab perkataan Doni tadi.


"panggil bapak Yaris saja nak biar akrab." ujar bapak HRD itu dan membuat Doni mengangguk mengiyakan.


Pak satpam yang sedang duduk di sebelah Doni langsung di tanya oleh HRD itu.

__ADS_1


"kamu bertemu dengan anak ini sejak kapan pak Yono..??"


"baru saja pagi tadi pak. ketika saya mau buka kunci kantor ini, saya melihat anak ini sedang duduk merenung sambil menggendong tas hitam dan membawa koper." mendengar ucapan satpam yang bernama pak Yono itu, pak Yaris tersentak kaget dan menatap Doni.


Pak Yono merasa heran melihat perubahan muka pak Yaris menjadi pucat pasi karena mendengar ucapan pak yono. dan tak lama, pak Yaris telah meredakan ketegangan nya. ia telah membuka isi berkas lamaran kerja nya Doni dan mencoba mencocokan nama anak itu dengan kartu identitas kependudukan milik Doni.


Lalu pak Yaris manggut-manggut seakan mengerti apa yang di lihat isi lamaran kerja nya itu. pak Yaris menatap Doni dan berkata sambil menjulurkan tangan kanan nya.


"selamat nak Doni. kamu Di Terima Bekerja di perusahaan ini sebagai CEO pemilik perusahaan ini."


"apa..?!" Doni dan pak Yono tersentak kaget mendengar pengakuan dari ucapan pak Yaris tadi.


Kedua nya masih belum mengerti dengan ucapan HRD itu. Doni segera bertanya tentang ucapan pak Yaris itu.


"maksud bapak CEO itu pemilik perusahaan ini..??"


"iya nak. karena perusahaan ini adalah warisan milik ayah mu yang sudah meninggal ketika dirimu masih berumur sepuluh tahun." ucap pak Yaris dan membuat pak Yono semakin tak mengerti dengan ucapan pak Yaris tersebut.


Lalu pak Yaris berkata lagi menjelaskan perkara yang sebenar nya.


"apa kamu ingat nak Doni. sehari setelah ayah mu meninggal, bapak datang ke rumah kamu dan berbincang dengan ibu Dewi dan bibi Asih..???"


Doni kini merenungi ucapan itu dan mencoba mengingat-ingat kejadian yang telah lalu.


Kini Doni menatap pak Yaris dan berkata tegang.


"ja..jadi bapak adalah sekertaris nya ayah yang mengurus perusahaan milik ayah kala itu..???" ucap Doni tegang dan membuat pak Yono semakin berkerut dahi.


pak Yaris hanya menganggukan kepala nya dan ia akan menjelaskan semua nya kepada Doni dan akan menceritakan permasalahan yang telah terjadi dikeluarga nya dulu. tapi nanti setelah pak Yaris menyuruh pak Yono untuk keluar terlebih dahulu. karena obrolan itu sangatlah rahasia dan hanya dibicarakan kepada Doni yang tak lain adalah anak tunggal pemilik perusahaan besar dan ternama itu.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2