
DONA DAN DONI Sedang berada di depan rumah ibu Asih sembari berdiri merapat dan tangan Doni memegang pinggul Dona dari belakang. mereka tersenyum menatap Avril dan Wawan yang baru saja naik ka atas teras rumah itu. Avril dan Wawan malah berkerut dahi memandangi wajah Doni yang masih terlihat memar dibeberapa tempat bagian wajah nya. setelah dekat, Dona langsung berkata kepada kedua nya.
"cieee habis kencan dimana nih kalian berdua???"
"kencan apa nya Dona!? habis dari rumah ku kok, iya kan sayang?" ucap Avril bertanya kepada Wawan dan Wawan hanya mengiyakan dan kali ini Wawan yang bertanya kepada Doni.
"wajah mu kenapa Doni?? seingatku pagi tadi wajah mu enggak kenapa-kenapa deh???" pertanyaan Wawan tadi membuat Doni menatap Dona dan Dona hanya mengangguk.
Doni paham maksud anggukan dari Dona tersebut dan kemudian Doni mengajak kedua nya untuk masuk ke dalam rumah tersebut. nanti ia akan menceritakan apa yang telah terjadi kepada nya dan kini Avril mengikuti Dona dan Doni masuk. sedangkan Wawan balik lagi ke motor nya karena kelupaan tak sekalian membawa bungkusan bakso dan mie ayam yang dipesan Avril untuk Dona dan Doni. Wawan kini sudah masuk ke dalam rumah itu dan memberikan bungkusan tadi kepada Doni dan Dona.
"nih buat kalian berdua."
"apa ini mas Wawan???" tanya Dona penasaran dan ia menjawab nya itu adalah mie ayam dan bakso yang dipesan Avril untuk mereka berdua.
Avril hanya tersenyum ketika Dona dan Doni berkata berterima kasih kepada nya dan kini Dona bangkit dari duduk nya untuk mengambil mangkuk serta sendok untuk alas makan diri nya dan Doni. kemudian Wawan bertanya lagi kepada Doni akan keheranan nya tentang wajah Doni yang biru lebam itu.
"sebenar nya wajah mu kenapa bisa jadi seperti itu Doni???" Doni lalu menjawab nya dan menjelaskan nya.
"semua ini gara-gara si Yuni itu Wan."
"hah?! kok bisa?!" tanya Wawan sedikit tersentak kaget dan begitupun dengan Avril.
Lalu Doni melanjutkan cerita yang sudah ia alami itu kepada Avril dan Wawan.
"aku telah melabrak si Yuni itu ke rumah nya dan sampai berkelahi dengan suami nya. permasalahan nya karena dia telah membuat hubungan ku dan Dona hampir kandas, hanya gara-gara poto editan yang memperagakan adegan hubungan badan saja yang dikirim kepada Dona lewat pesan whatsapp."
__ADS_1
"maksud mu bagaimana?" tanya Wawan penasaran dan Doni berkata untuk tunggu sebentar karena Doni bangun dari duduk nya dan menuju ke dalam kamar Dona. ia akan mengambil ponsel Dona agar memperlihatkan nya secara langsung kepada Wawan dan Avril. setelah Doni keluar lagi dari dalam kamar nya Dona, pas saat itu juga Dona pun baru keluar dari dapur rumah itu menuju ruangan tamu.
Kini Doni dan Dona duduk lagi di tempat mereka duduk semula dan Doni segera memberikan ponsel Dona kepada Wawan dan Avril agar melihat nya secara langsung. Dona sudah tahu apa yang akan dilakukan Doni itu kepada Wawan dan Avril. kini Dona segera membuka bungkusan bakso dan mie ayam di mangkuk yang sudah Dona bawa tadi. setelah itu Dona langsung berkata kepada Doni.
"nih makan dulu sayang. kamu belum makan kan dari siang tadi?"
"iya sayang. aku pilih mie ayam saja." setelah itu Doni langsung makan mie ayam dan Dona memakan bakso kuah.
Wawan dan Avril yang melihat poto-poto adegan panas yang memakai wajah Doni dan mbak Yuni itu, saling tatap dan kemudian Wawan segera mengembalikan ponsel Dona tadi kepada Doni sembari bertanya kepada Doni.
"rapih sekali editan nya Don? aku hampir menyangka ini asli loh bukan editan atau rekayasa."
"wah niat sekali si wanita jalank itu membuat masalah untuk merusak hubungan bos Doni dan Dona. apakah bos Doni dan Dona sempat bertengkar juga karena poto ini???"
"iya hampir." ucap Dona pendek sembari mengunyah bakso yang ia makan.
"kini semua permasalahan si Yuni itu dengan ku serta Dona, sudah selesai dan sudah di urus oleh suami nya. entah hukuman apa yang akan dilakukan oleh suami nya itu kepada perempuan biadab itu."
"apakah bos Doni tidak menindaklanjuti nya melalui jalur hukum???" tanya Avril tiba-tiba saja bertanya dan Doni menggelengkan kepala nya sembari berkata.
"sebenci-benci nya diriku kepada wanita jahat itu, aku masih punya hati nurani. posisi dia sedang hamil muda dan aku tak tega jika harus mengusut nya sampai ke bidang hukum. alih-alih aku nekat mengadukan nya ke pihak hukum, yang ada dendam semakin mendarah daging dan tak akan ada habis nya. aku takut jika sewaktu-waktu dendam tersebut sampai ke anak cucu ku nanti." ujar Doni berkata bijak dan Avril serta Wawan hanya manggut-manggut paham.
Dona yang sejak tadi sembari makan dan mendengarkan ucapan Doni tadi, segera mencubit lengan nya dan berkata.
"sudah makan dulu sayang!"
__ADS_1
"auh.. iya iya bawel!" ujar Doni lagi dan Wawan serta Avril hanya tertawa geli saja menatap sepasang kekasih yang saling mengomeli itu. suara adzan ashar mulai berkumandang di masjid kampung duren. Doni dan Dona sudah selesai makan nya dan kini Wawan bertanya kepada Doni.
"apakah si Lesti itu akan di pecat juga sama hal nya dengan si Yuni itu Doni???"
"ya aku akan memecat kedua nya." ujar Doni dan Avril segera berkata.
"tunggu dulu! memang nya si wanita jalank itu dapat darimana sampai memiliki nomor ponsel Dona dan sampai mengirim poto editan kepada Dona?" ucapan pertanyaan Avril tadi langsung dijawab oleh Dona.
"kamu tahu kan pegawai yang nama nya Lesti itu Vril? ternyata dia yang kala itu meminta nomor whatsapp ku, ternyata hanya sekedar kedok saja dan aku ternyata malah dimasukan ke dalam grup kantor yang palsu."
"oh jadi begitu. insting ku dulu sudah merasakan bakal ada hal yang tak beres dari nya Dona dan sekarang sudah terbukti bahwa pegawai itu punya niat buruk kepada mu." ujar Avril sembari manggut-manggut dan Doni langsung berkata kepada orang yang ada di situ.
"tanpa Wawan, aku pun tak tahu akan rencana si Lesti itu. soal nya Wawan yang tahu jelas apa yang dibicarakan oleh si Lesti kepada si Yuni itu lewat telepon."
"lho mengapa kamu tidak lebih awal memberitahuku begitu sayang??" tanya Dona berkerut dahi dan Doni langsung menjawab nya.
"jika aku memberitahukan nya kepada mu, rencana untuk memecat si Lesti dan si Yuni itu bakal sulit karena tak ada bukti yang kuat bahwa mereka bersalah. atas kejadian yang sekarang ini, bukti nyata sudah di dapat. meskipun hubungan kita hampir hancur dan sampai membuat mu hampir gila, rencana ku dengan Wawan ini akhir nya berhasil juga. walaupun butuh pengorbanan untuk mewujudkan nya." ujar Doni dan Avril langsung berkata.
"jadi semua ini rencana bos Doni dengan mas Wawan???" lalu Wawan yang menjawab nya.
"tanpa ada masalah yang serius, kami tak mungkin merencanakan sesuatu. meskipun aku tak melakukan apa-apa, tetapi Doni sudah bisa mengendalikan nya tanpa diri ku."
"walaupun aku harus babak belur juga!." timpal Doni dengan ketus dan membuat Dona, Avril serta Wawan, tertawa akan ucapan Doni yang memasang wajah cemberut itu.
Percakapan mereka masih berlanjut dan Dona kini yang bertanya kepada Doni.
__ADS_1
"apakah pak HRD kantor mu itu sudah sembuh sayang? apa dia bisa Membuat Surat Pemecatan untuk kedua karyawati yang jahat itu??" pertanyaan dari Dona tersebut membuat Doni segera ingat bahwa pak Yaris sedang sakit. lalu Doni berkata akan menelepon nya pada saat itu juga dan Wawan kemudian pamit dulu untuk mengantar Avril pulang ke rumah pak Yono. Doni dan Dona mengizinkan nya dan kini Avril dan Wawan naik motor lagi menuju rumah pak Yono berada.