KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
JADWAL BESOK


__ADS_3

SORE Hari kala itu, Doni terlihat sedang menimang-nimak bayi perempuan itu di ruangan tengah rumah ibu Asih. ia sesekali bercanda dengan bayi itu hanya sekedar untuk menghibur nya. ibu Asih sedang menonton televisi di ruangan tengah rumah nya itu dan Dona sedang mandi sore. waktu sebentar lagi jam enam sore, Doni lalu menyudahi menimang bayi cantik itu dan memberikan nya kepada ibu Asih. Doni lalu berkata kepada ibu Asih bahwa ia mau pulang dulu dan nanti malam akan datang lagi untuk menginap di rumah itu. ibu Asih mengizinkan nya dan Doni kini sudah beranjak dari rumah itu menuju mobil nya berada.


Ibu Asih hanya bisa melihat kepergian Doni dari dalam ruangan tamu rumah nya itu dan pada saat itu juga bayi yang di gendong nya menangis.


"lho kok kamu menangis? pasti gara-gara ditinggal papa kamu ya sayang? cup cup cup, sudah jangan menangis sayang, nanti papa mu datang lagi kemari." ucapan ibu Asih tadi tetap saja tak membuat bayi itu berhenti dari tangis nya. rasa heran mulai membuat ibu Asih membuka kain pembalut yang menutupi area pantat bayi itu dan ternyata bayi itu telah buang air besar di kain tersebut. ibu Asih hanya tertawa geli saja akan ucapan nya tadi itu dan ia segera mengganti kain pembalut untuk bayi itu di ruangan tengah rumah nya.


Pada saat ibu Asih sedang mengganti kain pembalut untuk dijadikan popok bayi itu, Dona baru saja keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan menuju ruangan tengah rumah itu. Dona yang hanya memakai anduk yang menutupi tubuh nya itu, lalu bertanya kepada ibu nya.


"Doni kemana bu?"


"tadi dia pulang dulu, kata nya nanti malam akan datang lagi untuk menginap disini."


"oh yasudah kalau begitu." ujar Dona lagi dan ia kini berjalan menuju kamar nya untuk berganti pakaian.


Diperjalanan, mobil Doni sedang menuju ruko kantor nya berada. Jadwal Besok untuk pergi ke bali sudah ia siapkan rencana nya secara matang-matang. ia sudah memesan tiket pesawat lewat aplikasi online untuk keberangkatan nya nanti dengan Dona. kini mobil Doni sudah terparkir di halaman ruko kantor nya dan ia sekarang sudah keluar dari dalam mobil nya. pada saat itu cuaca sore hari itu sedikit mendung dan Doni segera buru-buru masuk ke dalam ruko kantor nya. setelah ia mengunci pintu kantor itu, ia langsung naik ke lantai tiga untuk mandi dan setelah itu ia akan mengemas pakaian di dalam koper untuk ia pakai nanti untuk di bali.

__ADS_1


Setelah beberapa lama nya kemudian Doni selesai dari mandi nya, ia segera mengenakan pakaian untuk shalat maghrib karena waktu itu adzan maghrib sudah terdengar. Dona pun sama hal nya melakukan apa yang akan dilakukan Doni. ia dan ibu nya akan melaksanakan shalat maghrib berjamaah bersama ibu nya. bayi cantik tadi belum tertidur dan berada tak jauh dari ibu dan anak itu melaksanakan shalat. setelah selesai melaksanakan shalat maghrib itu, Dona dan ibu nya mulai berbincang-bincang.


"besok Dona dan Doni akan pergi ke bali bu."


"pergi ke bali? bukankah kalian besok masih bekerja?" tanya ibu Asih heran dan Dona menjelaskan nya.


"jadwal pekerjaan Dona dan Doni memang akan pergi ke bali bu. kata pak Yaris, Dona ditugaskan untuk menghadiri Meeting bersama Doni dan para Klien nya."


"oh jadi begitu. lalu kamu naik apa kesana nya bersama den Doni nanti nya?"


"kata Doni nanti naik pesawat bu. mungkin Dona dan Doni akan bermalam di sana selama dua atau tiga hari bu."


"harus nya memang begitu bu. tetapi setelah pekerjaan itu selesai, Doni nanti akan mengajak Dona jalan-jalan ditempat wisata yang ada di daerah bali bu."


"hmm jadi begitu. yasudah kalau itu membuat mu bahagia, ibu hanya bisa mendoakan mu dan Doni semoga selamat sampai tujuan."

__ADS_1


"amin, terima kasih ibu." ujar Dona sembari memeluk ibu nya.


Pada saat itu juga Doni sedang siap-siap mengemas barang-barang yang akan di bawa nya untuk nanti ke bali bersama Dona. setelah semua barang yang ia kemas itu dimasukan ke dalam koper, Doni segera membawa nya turun dan pergi ke mobil nya. malam itu ia akan pergi ke rumah nya ibu Asih untuk menginap dan besok pagi nya ia akan berangkat bersama Dona ke bandara. setelah mengunci pintu kantor CV.Group Perkasa, Doni segera berjalan membawa koper nya itu ke dalam mobil nya dan setelah masuk ia segera mengemudikan mobil nya menuju rumah ibu Asih.


Suasana tempat kini berpindah lagi ke rumah nya ibu Asih. Dona dan ibu nya sudah selesai berganti mukena mereka. lalu Dona terlihat sedang bercanda dengan bayi imut itu, karena gemas nya terhadap bayi itu. Dona sejak tadi tak mendengar apa kata ibu nya yang mengajak nya untuk makan malam.


"Dona kamu sudah makan belum? ayo makan dulu bareng ibu." ujar sang ibu yang berseru di ruangan dapur rumah itu. Dona mendengar nya, tetapi ia terlalu asik terhadap anak angkat nya itu dan sengaja menghiraukan panggilan ibu nya.


Di saat itu juga ibu Asih memanggil Dona lagi seperti tadi dan Dona kali ini menyahut nya.


"ibu makan duluan saja. Dona nanti makan bareng Doni saja bu, ia akan membelikan pecel lele untuk Dona." ujar seruan Dona dan ibu nya menjawab nya.


"yasudah kalau begitu." ujar seruan ibu Asih dan Dona lanjut bermain dengan bayi itu dengan ucapan-ucapan candaan seperti seorang ibu kepada anak nya. pada saat itu Doni sudah selesai membeli pecel lele di pinggir jalan. ia membeli tiga bungkus dan setelah itu ia masuk ke dalam mobil nya untuk bergegas menuju rumah ibu Asih.


Diperjalanan Doni mulai membatin dalam hati nya.

__ADS_1


"apakah besok aku harus menyewa taksi lewat online untuk mengantarku dengan Dona ke bandara ya? kalau aku membawa mobil ini ke bandara, lantas siapa yang akan membawa kembali mobil ini nanti nya?" ujar batin Doni lalu ia membatin lagi.


"mau minta tolong pak Yaris juga belum tentu ia sempat mengantarkan ku karena ia pun harus bekerja juga. hmm kalau Wawan? ia tak bisa membawa mobil. sudahlah aku menyewa taksi online saja nanti." setelah membatin begitu, Doni akan memutuskan besok nanti ia akan menyewa taksi lewat online agar mempercepat nya sampai di bandara nanti nya.


__ADS_2