
DONA Lalu bertanya kepada Doni tentang kertas yang ia pegang di tangan nya tadi.
"kau dapat darimana sebenar nya kertas itu sayang???" Doni yang melihat kertas berisi gambaran wajah Wawan itu segera memberikan nya kepada Avril seraya berkata.
"aku dapat kertas ini dari Wawan."
"apa?!!" sontak Avril berkata dengan kaget nya dan Dona serta Doni menatap wajah Avril yang mulai memucat dan pandangan nya menatap Dona.
Doni yang penasaran itu langsung bertanya kepada Avril.
"mengapa kau sampai kaget begitu Vril???"
"anu bos. hehehe, aku malu kalau mas Wawan sampai tahu akan hal ini."
"mengapa mesti malu Vril??? kan orang yang bersangkutan sudah menemukan nya. bagaimana sih kamu!?" ujar Dona sembari menjulekan pinggang Avril memakai siku Dona.
"iya tapi aku sangat malu sekali Dona." ujar Avril yang kini menunduk malu karena di tatap Doni.
Doni yang sudah tak heran akan Avril yang agak pemalu terhadap lelaki itu, langsung berkata kepada Avril.
"sebenar nya Wawan pun suka terhadap mu Vril. walaupun awal nya ia menyukai Dona."
"be.. benarkah???" tanya Avril yang kini menatap Doni dan Dona menatap Doni dengan heran seraya berkata tanya juga.
"lalu???" pertanyaan dari Avril dan Dona tersebut langsung dijawab oleh Doni.
"aku sebenar nya sudah berbincang-bincang dengan Wawan sebelum aku mau shalat dzuhur bersama nya. kami memperbincangkan tentang kertas yang kau pegang itu Avril."
"coba teruskan sayang." ujar Dona semakin penasaran.
Doni lalu berkata menjelaskan nya.
"panjang sih obrolan nya, tetapi inti nya bahwa Wawan itu sebenar nya naksir kamu Dona. tetapi ia mengalah dan sudah menyadari bahwa kita telah menjalin hubungan pacaran secara diam-diam."
"apakah kamu yang memberitahukan hal itu kepada nya sayang???" tanya Dona lagi dan Doni hanya mengangguk sembari berkata.
"ya aku memberitahukan nya. daripada aku merahasiakan hubungan kita ini kepada nya, yang ada nanti dia lebih berani untuk mendekati mu dan bahkan akan mencoba mencuri hatimu dariku." ucapan Doni kepada Dona itu membuat Dona sedikit merinding mendengar nya. Avril masih diam menyimak obrolan sepasang kekasih yang kadang romantis dan terkadang sering konyol juga itu.
__ADS_1
Setelah itu Dona berkata tanya kepada Doni tentang ucapan apa yang Wawan katakan kepada nya tentang Avril.
"aku memberitahukan kepada nya tentang gadis cantik yang berkaca mata dan bernama Avril itu menyukai nya. awal nya ia ragu dan tak percaya, setelah aku menegaskan akan apa yang sebenar nya terjadi antara rasa suka Avril kepada nya. lalu ia mempercayai ucapan ku dan di saat itu juga ia memperlihatkan kertas dengan gambar wajah nya kepada ku."
"bagaimana dia bisa mendapatkan nya bos Doni???" tiba-tiba saja Avril langsung bertanya cepat kepada Doni.
Doni yang ditanya itu langsung menjawab pertanyaan dari Avril tersebut.
"ketika jam istirahat tadi, Wawan mulai bekerja lagi untuk membersihkan debu-debu di semua ruangan kantor ini kecuali lantai tiga. ia mungkin ketika memasuki ruangan ini, melihat kertas bergambar yang membuat nya tertarik adalah wajah nya yang digambar. ia menemukan nya dimeja kerja mu Avril. ia kini sudah membuka hati nya untuk mu dan entah apakah kamu mau mengenal lebih jauh tentang nya atau tidak dan itu semua tergantung akan keputusan mu." ujar Doni dan segera ditimpali oleh Dona.
"lampu hijau buat mu Vril. gih minta nomor whatsapp nya biar kamu lebih jauh mengenal latar belakang mas Wawan itu." ucap Dona menyemangati Avril.
Gadis berkaca mata minus itu lalu menatap Dona dan Doni seraya berkata tanya.
"apakah pantas seorang wanita yang lebih dulu meminta nomor ponsel seorang lelaki???" ucapan dari Avril tadi membuat Dona berkata kepada Doni.
"lebih baik mas Wawan saja yang meminta nomor whatsapp nya Avril, ya sayang?."
"baiklah, aku akan hubungi anak itu dulu untuk masuk ke ruangan ini." ucap Doni dan ia lalu menelepon Wawan yang sejak tadi masih duduk di jok motor nya sembari memainkan ponsel nya.
Avril hanya diam dan Dona berkata kepada Avril untuk tidak tegang dan grogi ketika Wawan masuk ke dalam ruangan itu dan berbincang dengan nya nanti. Avril hanya mengangguk kaku dan badan nya sedikit gemetaran. setelah Doni menelepon Wawan, ia langsung berkata menyuruh Wawan untuk naik ke lantai dua dan masuk ke dalam ruangan khusus sekertaris. setelah itu Doni mematikan ponsel nya dan berkata sembari menatap Avril dan Dona.
Dona langsung berjalan ke meja kerja nya untuk mengambil ponsel nya. setelah ia melihat isi pesan tersebut, Dona langsung menaruh ponsel nya lagi di meja kerja nya dan kembali berjalan ke tempat semula ketika ia berdiri dengan bersebelahan Avril. Doni lalu bertanya kepada Dona tentang rasa heran nya itu.
"siapa yang menghubungi mu sayang?"
"oh itu suara pemberitahuan dari grup whatsapp." Doni yang mendengar hal itu hanya manggut-manggut paham saja dan tak mencurigai grup apa yang sebenar nya Dona masuki itu. tak seberapa lama, ketukan pintu terdengar dan Doni berkata menyuruh masuk. lalu pintu dibuka dan nampak lah wajah Wawan yang serba bingung karena tiba-tiba saja dipanggil oleh Doni ke dalam ruangan itu.
Setelah masuk ke dalam dan menghampiri Doni, Wawan menatap Dona serta Avril dan kemudian menatap Doni lagi seraya bertanya.
"apakah ada sesuatu yang akan kau bicarakan kepada ku Doni???" ucapan Wawan tersebut langsung dijawab oleh Doni.
"bukan aku yang akan berbicara, tetapi gadis berkaca mata itu. gih kenalan dulu dan setelah itu minta nomor whatsapp nya biar kalian bisa mengakrabkan diri nanti setelah pulang bekerja." ujar Doni dan Wawan menatap segera Avril dan Avril juga menatap Wawan seraya berkata 'Hai' dengan gugup.
Dona lalu berkata kepada Avril seakan menyuruh Avril agar lebih berani.
"tuh mas Wawan sudah ada Vril, tunggu apa lagi?" Avril masih ragu dan seakan malu jika ia yang berkata lebih duluan. tetapi Wawan adalah orang yang peka akan perasaan wanita, dan ia lalu mendekati Avril dan dilihat oleh Dona dan Doni. lalu Wawan berkata kepada Avril dengan pelan dan penuh perasaan.
__ADS_1
"apakah kamu yang menggambar wajahku di kertas yang kamu pegang ini??" tanya Wawan menanyakan kertas yang masih di pegang oleh Avril sejak tadi.
Avril hanya mengangguk saja dan belum bersuara karena ia gugup ketika mata nya saling tatap dengan Wawan. lalu Wawan berkata lagi kepada Avril dengan ucapan yang membuat Doni dan Dona menatap Avril.
"maukah kamu menjadi pacar ku?"
"meng.. mengapa secepat itu? kita baru saja kenal hari ini?" ujar Avril memaksakan untuk bicara walaupun gugup. lalu Dona segera berkata cepat sebelum Wawan menjawab nya.
"aku juga dengan bos Doni begitu kok Vril. iya kan sayang?" ucap Dona bertanya kepada Doni.
Doni hanya mengangguk mengiyakan ucapan Dona tadi dan Avril pun tahu bahwa Dona dan Doni pun pertama bertemu langsung berpacaran meskipun saat itu belum resmi berpacaran. lalu Wawan berkata kepada Avril lagi dengan mengulang pertanyaan yang tadi. lalu Avril mengangguk dan berkata bahwa ia mau menjadi pacar Wawan dan juga Avril melontarkan satu syarat kepada Wawan.
"aku mau menjadi pacar mu dengan satu syarat."
"apa itu syarat nya? katakan lah cantik?" tanya Wawan dan Doni serta Dona masih diam menunggu jawaban dari Avril.
Lalu Avril menatap Dona dan Doni dan kemudian menatap Wawan lagi seraya berkata.
"syarat dari ku adalah, buang semua sipat jelek mu yang selalu tergoda akan kecantikan seorang wanita. aku sadari aku hanya wanita yang tak secantik Dona dan terlihat biasa saja. tetapi jika kamu membandingkan aku dengan wanita lain selain Dona, aku akan marah dan tak mau menjadi pacar mu lagi dan jadilah seorang lelaki yang setia terhadap pasangan nya."
"hanya itukah???" tanya Wawan memastikan dan Avril lalu mengangguk membenarkan.
"baiklah aku berjanji akan menepati syarat dari mu itu sayang."
"pegang janji mu itu ya. terima kasih kalau begitu sayang." ujar Avril sembari tersenyum menatap Wawan.
Pada saat itu juga Doni dan Dona saling tatap dan kedua nya menyerukan kata 'Peluk-Peluk' secara terus menerus dan pada saat itu juga Wawan memeluk Avril dan Avril hanya bisa pasrah saja dipeluk oleh Wawan. ketika kedua nya ingin berciuman, Doni segera berdehem dan membuat Wawan serta Avril menjadi malu dan segera melepaskan pelukan mereka. Dona hanya tertawa mengikik geli seraya berkata.
"jangan berciuman di sini, nanti aku dan pacar ku menjadi dongkol melihat nya."
"mengapa tidak ikut berciuman juga mbak Dona?" tanya Wawan kepada Dona dan Doni yang menjawab nya.
"dia malu jika harus di tempat umum Wan."
"ih apa sih sayang!" ujar Dona ketus dan membuat mereka tertawa akan kejadian tersebut.
Kini Avril dan Wawan sudah Resmi Berpacaran dan sudah di saksikan oleh Dona dan Doni. tak seberapa lama bell pulang kerja terdengar dan mereka mulai bersiap-siap beres-beres dan setelah itu masing-masing semua pegawai pulang. Wawan berkata kepada Avril untuk menunggu nya di depan kantor dan akan mengantar nya pulang nanti jika Wawan sudah selesai membuang isi tempat sampah di setiap ruangan kantor itu. Avril hanya mengangguk menyetujui saran dari Wawan tersebut. Doni pun berkata hal yang sama juga kepada Dona dengan yang di ucapkan Wawan kepada Avril. sedangkan Doni sedang membereskan pekerjaan nya yang ada di dalam ruangan kerja nya. kini Dona dan Avril menunggu pacar mereka masing-masing di depan kantor CV.Group Perkasa. setelah Doni dan Wawan keluar dari dalam kantor itu, Dona dan Avril akan diantar pulang oleh Doni dan Wawan memakai kendaraan mereka masing-masing.
__ADS_1
...*...
...* *...