
AVRIL Dan Dona sudah masuk ke dalam ruangan kerja nya untuk mulai bekerja lagi. sedangkan Doni sedang berada di lantai satu dan ia sedang mengobrol dengan pak Tohir yang sedang membersihkan ruangan mushala dari debu. Doni awal nya mau shalat dzuhur, tetapi ia tangguhkan dulu sebentar untuk mengobrol dengan pak Tohir sebentar.
"apa pak Tohir sudah tahu seluk-beluk pekerjaan yang akan bapak kerjakan ini??"
"sudah Don. bapak sudah hapal apa yang dikatakan teman mu itu, oh iya Don. apakah benar kamu nanti akan segera menikah dengan wanita cantik yang tadi bersama mu itu?" Doni yang ditanya seperti itu berkerut dahi dan balik bertanya.
"pak Tohir tahu darimana?"
"tadi pak Yaris berkata kepada bapak akan rencana pernikahan mu itu."
"oh dari pak Yaris. memang benar pak, tapi itu nanti setelah rumah yang saya bangun itu selesai."
"memang nya kamu membuat rumah dimana Doni??" tanya pak Tohir lagi dan Doni menjawab nya bahwa ia sedang membangun rumah di kampung duren dan pak Tohir tahu akan dimana kampung itu berada.
Setelah itu mereka menyudahi obrolan tersebut karena Doni ingin segera shalat dzuhur dan pak Tohir pun kemudian mengikuti Doni untuk shalat dzuhur juga, kini mereka berdua shalat dzuhur berjamaah sampai selesai. waktu terus cepat berlalu, dan Doni sudah kembali ke kantor nya seperti biasa dan kemudian lama nya, ia keluar lagi dari dalam kantor nya menuju ruangan pak Yaris. Dona terlihat sedang mengerjakan tugas nya itu di ruangan kerja nya dan Avril terlihat sedang bekerja juga. pada saat itu, suara telepon kantor Dona berdering dan Dona mengangkat nya.
"halo siapa ya?" tanya Dona.
"ini pak Yaris, kamu sekarang datang ke ruangan bapak ya."
"oh baik pak." setelah Dona menjawab nya, panggilan telepon itu berakhir dan Dona segera bangkit dari duduk nya untuk keluar ruangan menuju ruangan kantor pak Yaris. Avril yang melihat hal itu hanya mengangguk ketika Dona berkata akan keluar ruangan dulu.
Setelah Dona mengetuk pintu ruangan kerja pak Yaris, terdengar suara seruan dari dalam dan Dona langsung membuka pintu nya. pada saat pintu terbuka, ada Doni yang sedang duduk di sofa ruangan itu dan pak Yaris duduk di kursi kerja nya. Dona awal nya heran kepada Doni yang ada di ruangan itu dan setelah Dona duduk di kursi yang menghadap meja kerja pak Yaris, Dona langsung bertanya kepada pak Yaris yang menyudahi obrolan nya itu dengan Doni.
"ada apa ya pak? apakah ada yang akan bapak tanyakan kepada saya?" ujar Dona dan pak Yaris menjawab nya setelah Doni duduk di kursi kosong sebelah Dona.
"begini nak Dona, bapak akan menugaskan kamu untuk ikut Meeting bersama nak Doni ini ke bali."
__ADS_1
"wah kok jauh sekali sampai ke bali pak?" tanya Dona sedikit kaget akan Tugas nya itu dan Doni langsung berkata.
"sekalian nanti kita akan menengok restorant pratama cabang lima yang ada di bali sayang." ujar Doni menambahkan.
"oh jadi begitu sayang, lalu kapan akan dimulai nya pak?" tanya Dona kepada pak Yaris dan Pak Yaris menjawab nya.
"besok nanti kamu pergi bersama nak Doni ke bali, mungkin butuh dua atau tiga hari kalian untuk kembali lagi ke kantor ini."
"mengapa selama itu pak?" tanya Dona semakin heran dan pak Yaris hanya tersenyum saja. lalu Dona berpaling menghadap Doni dan bertanya maksud dari pertanyaan nya itu dan Doni menjawab nya.
"kita pergi naik pesawat ke bali nanti, kita disana akan menghadiri meeting terkait endorse makanan dengan para konten kreator. nanti kamu jelaskan visi dan misi dalam mengiklankan produk menu makanan yang di jual di restorant pratama lewat sosial media nanti nya kepada para konten kreator tersebut. apa kamu paham sayang?"
"iya aku paham sayang, setelah selesai meeting nanti. lalu kita langsung ke restorant pratama cabang lima? apakah begitu?" tanya Dona lagi dan Doni mengangguk sembari berkata bahwa sekalian ia ingin mengajak Dona liburan di bali setelah selesai mengadakan meeting dan jumpa pers di restorant pratama cabang lima nanti nya.
Pak Yaris pun membenarkan apa yang Doni jelaskan itu, dan kini jadwal Dona untuk bekerja nanti besok akan di anggap lembur sampai tiga hari mendatang. Dona sudah beranjak kembali dari ruangan pak Yaris menuju ruangan nya setelah obrolan itu selesai dan Doni masih berada di ruangan pak Yaris untuk memperbincangkan sesuatu.
"bapak tak usah khawatir, apapun yang terjadi Doni akan bertanggung jawab jika sesuatu hal terjadi kepada Dona. lagi pula Doni tak akan sampai melakukan hal yang tak senonoh dengan Dona, pak."
"ya semoga saja apa yang dikatakan mu itu benar nak. bapak hanya khawatir saja jika terjadi hal yang tak di inginkan."
"tenang saja pak. Doni bukan lelaki brengsek yang gemar menodai wanita dan setelah itu meninggalkan nya. lagi pula bapak tahu sendiri bahwa Doni dan Dona nanti akan menikah secara resmi."
"iya bapak tahu. yasudah kalau begitu bapak percaya pada mu nak." ujar pak Yaris lagi.
"iya pak. kalau begitu Doni pamit ke ruangan Doni dulu untuk membereskan pekerjaan Doni pak."
"silahkan nak. bapak juga mau membereskan pekerjaan bapak karena sebentar lagi jam pulang kerja akan tiba." setelah pak Yaris berkata begitu, Doni keluar dari ruangan itu menuju ruangan kantor nya.
__ADS_1
Sedangkan di dalam ruangan nya Dona, ia sedang melonjak-lonjak kegirangan kepada Avril yang berada di depan nya. Avril sejak tadi berkerut dahi akan ucapan Dona tentang diri nya yang akan pergi liburan bersama Doni ke bali.
"sumpah Vril, sudah lama sekali aku ingin pergi ke bali! huh tak sabar sekali aku Vril, hehehe."
"tapi kan kata kamu bukan untuk liburan saja? melainkan untuk mengadakan meeting dan jumpa pers di restorant pratama cabang lima."
"iya memang begitu vril. tetapi itu tak lama, paling sehari saja sudah selesai. dua hari lagi pasti aku akan di ajak liburan oleh Doni ke berbagai tempat wisata yang ada di bali. uhhh senang nya..." ujar Dona yang masih kegirangan dan Avril berkata.
"aku doakan semoga lancar Dona. tetapi kalau aku bilang ke bos Doni untuk ikut, boleh tidak ya?" ujar Avril mulai usil dan Dona langsung berkata.
"aku yang akan melarang mu Vril."
"mengapa kok dilarang sih?" tanya Avril cengengesan.
"karena nanti kamu pasti akan mengganggu keromantisan suasana aku dan Doni nanti nya."
"ah kau ini aku bukan pelakor tahu!" ujar Avril cemberut dan Dona memeluk nya sembari berkata bahwa ia bercanda dan Avril pun berkata ia juga hanya bercanda tadi.
Kemudian suara bell pulang kerja terdengar dan semua aktivitias pegawai dihentikan dan mereka mulai mengemas barang-barang mereka masing-masing. Doni sudah selesai membereskan pekerjaan nya dan ia sudah tak sabar ingin segera menengok anak angkat nya itu. Dona dan Avril sudah selesai membereskan pekerjaan nya juga dan kedua nya kini sudah keluar dari ruangan kerja mereka. seperti biasa Doni sedang menunggu Dona di dalam mobil nya dan Dona kini sudah berjalan menuju mobil Doni berada. sedangkan Avril, ia pun ikut dengan Dona karena Wawan tak bisa mengantarkan nya karena sekarang jam kerja Wawan sudah berubah bukan seperti ketika bekerja di kantor CV.Group Perkasa lagi, melainkan seperti jam kerja di restorant pada umum nya yaitu masuk jam sembilan pagi dan pulang nya jam sepuluh malam.
Sebelum berangkat mengantar Dona dan Avril pulang, Doni sudah menitipkan pesan kepada pak Yono agar mengunci pintu ruko kantor itu setelah semua karyawan keluar dari dalam ruangan kantor tersebut. pak Tohir pun terlihat sedang mau pulang menaiki motor nya dan pak Yaris juga sudah masuk ke dalam mobil nya untuk pulang. sedangkan pak Yono dan pak Restu masih menunggu semua karyawan keluar dari dalam kantor tersebut. keadaan sore hari itu terasa damai dan tenang sekali bagi para karyawan kantor yang baru pulang kerja pada waktu sore tersebut. lama nya diperjalanan, mobil Doni telah sampai di depan rumah ibu Asih dan Avril sudah pamit pulang kepada Doni dan Dona menuju rumah pak Yono.
Sedangkan Doni dan Dona sudah bergegas berjalan ke arah rumah nya ibu Asih. para pekerja bangunan yang kala siang tadi, sudah tak ada yang bekerja karena jam kerja mereka hanya sampai jam empat sore saja dan kala itu sudah jam lima sore. Doni hanya melihat dikejauhan bahwa pondasi rumah yang akan di bangun rumah itu sebentar lagi selesai dan Doni merasa takjub karena luas nya lahan tersebut, hampir seluruh nya selesai dikerjakan dalam waktu satu hari oleh dua puluh pekerja bangunan tersebut. Doni yang sejak tadi berdiri di teras nya rumah ibu Asih seraya memperhatikan bangunan belum jadi itu, segera menyudahi hal tadi dan ia segera berjalan masuk ke dalam rumah nya ibu Asih setelah Dona memanggil nya dari ambang pintu rumah tersebut.
...*...
...* * ...
__ADS_1