KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
JANJI MANIS


__ADS_3

POSISI Mbak Yuni yang terlentang dan sengaja melebarkan paha nya agar pacar nya leluasa itu, segera berkata dengan suara manja bercampur desah nya.


"masukin sayang...arghhh..masukin buruan..." Riko yang masih asyik menjilati lubang sarang burung milik mbak Yuni itu, segera menyudahi aksi jilat menjilat nya.


Ia lalu memegang burung kejantanan nya yang sudah tegang dan keras. ia lalu memakai pengaman karet lentur untuk menghalau sewaktu-waktu air mani nya itu tidak muncrat dan masuk terbenam di sarang burung nya mbak Yuni. burung perkutut nya Riko itu tergolong lumayan besar dan berurat. kira-kira besar nya selebar tiga jari orang dewasa merapat dan itu pun lumayan panjang. sarang burung nya mbak Yuni segera di masuki oleh burung nya Riko yang sudah lama tak pulang ke kandang nya itu.


Suara jeritan kenikmatan terdengar dari mulut mbak Yuni dan Riko mulai merasakan erangan kenikmatan ketika burung besar nya itu masuk terbenam seluruh nya ke dalam sarang burung nya mbak Yuni.


Lelaki macho itu langsung menggenjot seirama pantat nya yang maju mundur secara terus menerus dan dari pelan semakin cepat. kedua nya sama-sama mendesah ke enakan dan Riko langsung menindih tubuh mbak Yuni sembari masih menggenjot nya. ranjang begoyang semakin keras dan suara 'Plok..Plok..Plok' terdengar sangat keras dan cepat.


Mereka lalu berciuman dengan napsu nya dan kedua nya sama-sama sudah di buai oleh kenikmatan napsu masing-masing. sepasang kekasih yang sedang berzina itu terus saja lanjut merubah posisi gaya hubungan badan mereka dan dengan semangat nya, Riko lanjut menggenjot sarang burung nya mbak Yuni dengan burung kejantanan nya sampai kedua nya merasakan puncak kenikmatan yang di inginkan. seprai ranjang telah basah kuyup oleh keringat mereka berdua dan adegan panas itu berlangsung hampir dua jam lama nya. setelah kedua nya sama-sama sudah mencapai puncak kenikmatan nya itu, kini mereka menyudahi adegan panas tersebut dan kedua nya terbaring bersebelahan dengan napas nya yang masih menderu ngos-ngosan. disela mereka berbaring ngos-ngosan, terdengar mbak Yuni berkata kepada pacar nya.


"andai kita sudah menikah, mungkin kita sudah mempunyai bayi sayang." ucap mbak Yuni dan ia lalu memeluk kekasih nya itu dan berciuman dengan mesra nya.


Riko yang mendengar kekasih nya berkata begitu, langsung menjawab nya setelah mereka selesai berciuman mesra.


"sabar sayang, aku masih ingin fokus dengan bisnis ku dahulu."


"dari dahulu alasan mu selalu begitu sayang?!" tanya mbak Yuni tegas.


"sudahlah kamu sabar saja dahulu sayang. nanti aku pikirkan kapan kita akan resmi menikah, muachh." ucap Riko dan mencium kening mbak Yuni dengan lembut nya.


setelah mendengar kata seperti itu, mbak Yuni hanya bisa diam dan berharap saja kepada kekasih nya itu untuk tetap mempercayai kata-kata dari Janji Manis nya itu.


Sedangkan di tempat lain dan berada di sebuah rumah besar bertingkat dua, Doni dan keluarga angkat baru nya itu sudah sejak tadi selesai makan bersama. mereka kini sedang berbincang-bincang di ruangan tamu rumah yang luas itu. pak Yaris dan istri nya duduk bersebelahan di sofa dan Doni duduk di sofa depan mereka.


Terdengar istri nya pak Yaris yang bernama ibu Susi, bertanya kepada Doni.

__ADS_1


"sudah berapa lama kamu hidup mandiri di kantor itu nak Doni..??"


"kalau tak salah mau seminggu bu." jawab Doni dengan ramah dan pak Yaris langsung menimpali nya.


"apa kamu enggak takut tidur sendirian dikamar itu nak..???" ucapan pak Yaris itu langsung di jawab oleh Doni.


"ya awal nya saya memang sedikit takut pak. tetapi makin lama semakin biasa saja." ujar Doni dan sepasang suami istri itu hanya manggut-manggut mendengar nya.


Tak seberapa lama kemudian, ketiga anak pak Yaris datang ke ruangan itu dan mengajak pak Yaris untuk menemani mereka bermain. ayah tiga anak itu tak bisa menolak nya dan kini ia beranjak dari duduk nya mengikuti langkah ketiga anak nya yang ingin bermain diruangan tengah rumah nya.


Pak Yaris berkata kepada Doni dan istri nya untuk lanjut berbincang-bincang mengakrabkan diri. seteleh itu, ibu Susi lalu bertanya lagi kepada Doni.


"menurut penuturan suami ibu, kata nya kamu pintar dengan hal akuntansi perkantoran. apakah kamu yakin belum pernah masuk kuliah nak..???" Doni hanya tersenyum mendengar hal tersebut dan langsung menjawab nya.


"jurusan ketika saya masih sekolah SMA itu tentang akuntansi perkantoran bu. meskipun saya tak berkuliah, pelajaran sekolah yang saya pelajar itu tak jauh beda nya dengan apa yang saya kerjakan di kantor mendiang ayah saya bu." ujar Doni berterus terang kepada ibu Susi.


Ibu Susi hanya menatap wajah Doni dan berkata.


Kemudian Doni mencoba bertanya tentang pekerjaan yang dilakoni oleh ibu Susi tersebut dan ibu Susi menjawab nya.


"ibu bekerja di sebuah universitas sebagai guru Dosen akuntansi perkantoran nak." ujar ibu Susi dan Doni hanya manggut-manggut mendengar nya.


Perbincangan mereka terus berlanjut dan tak terasa waktu itu sudah jam empat sore hari. ibu Susi berkata kepada Doni untuk menginap saja semalam di rumah itu. tetapi Doni menolak karena besok adalah hari senin dan ia harus bekerja sebagai CEO di kantor ayah nya.


Ibu Susi hanya memaklumi ucapan dari Doni tersebut dan kemudian pak Yaris datang menghampiri kedua nya sambil berkata.


"kamu mau pulang sekarang atau malam saja nak Doni...???" mendengar ucapan itu Doni langsung berkata ingin pulang sore itu saja dan ibu Susi serta pak Yaris hanya angkat bahu saja tanda terserah. Doni sudah dianggap anak sendiri oleh ibu Susi dan pak Yaris di rumah nya itu. ketiga anak perempuan mereka pun memanggil sebutan Doni dengan panggilan 'Kakak'.

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada pemilik rumah, Doni diantar pulang oleh pak Yaris menuju ruko pinangsia. diperjalanan mereka mulai berbincang-bincang di awali dengan pertanyaan Doni.


"pak Yaris, apakah istri bapak itu seorang Dosen di suatu universitas...???"


"iya nak Doni. sebelum menikah dengan bapak, istri bapak itu sudah menjadi seorang Dosen disuatu universitas sampai sekarang. apakah ada yang membuat mu heran nak Doni..???" tanya pak Yaris penasaran.


Doni menjawab pertanyaan pak Yaris tersebut dengan ucapan kata yang pelan.


"tidak ada pak. saya hanya penasaran saja dan ingin bertanya langsung kepada bapak." ujar Doni dan pak Yaris hanya bergumam sambil mengemudikan mobil nya menuju ruko pinangsia.


Perjalanan mereka sebentar lagi sampai dan pak Yaris kemudian mulai berkata lagi.


"bukankah besok karyawan satpam baru sudah mulai bekerja ya nak..???"


"pak Taufik maksud bapak..???" tanya Doni balik bertanya. Pak Yaris yang sedang menyetir itu hanya mengangguk mengiyakan ucapan Doni.


Anak muda itu lalu berkata kepada pak Yaris tentang pak Taufik.


"iya pak, besok pak Taufik mulai bekerja menjadi karyawan training selama tiga minggu, bukankah bapak yang mengusulkan nya begitu..???"


"memang nak, syarat itu sudah menjadi kewajiban dari peraturan S.O.P di kantor perusahaan yang kita kelola ini." jawab pak Yaris dan Doni yang masih duduk di samping kursi depan mobil pak Yaris itu, segera berkata kepada pak Yaris.


"apakah bapak tak merasa curiga akan pak Taufik itu..??? saya kok merasa ada kejanggalan dari orang itu." ujar Doni sambil mata nya menatap lurus ke arah depan kaca mobil.


Pak Yaris yang masih mengemudikan mobil nya itu langsung menjawab perkataan Doni.


"entahlah nak, bapak juga sebenar nya sepemikiran dengan mu. tetapi kita lihat dulu saja orang asing itu bagaimana bekerja nya. nanti bapak akan menelepon pak Yono untuk memperhatikan gerak-gerik pak Taufik ketika mulai bekerja besok." ujar pak Yaris dan Doni sangat menyarankan hal tersebut. setelah perbincangan itu, pak Yaris sudah memberhentikan mobil nya dan Kemudian Doni keluar mobil untuk pamit pulang. setelah itu pak Yaris putar arah lagi untuk pulang ke rumah nya dan Doni kini berjalan melangkahkan kaki nya menuju ruko kantor tempat tinggal nya selama ini.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2