KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
CURHAT


__ADS_3

SETELAH Avril berjalan mendekati Dona yang masih duduk terpaku di kursi kerja nya, Dona langsung bangkit memeluk Avril sembari sedikit menangis terisak-isak. Avril yang heran itu langsung bertanya kepada Dona akan apa yang sebenar nya terjadi kepada nya.


"aku mau Curhat sama kamu Vril, boleh ya???" tanya Dona yang kini sudah melepas pelukan nya dan gadis berkacamata minus itu hanya mengangguk dan berkata menyuruh Dona untuk berterus terang kepada nya.


Setelah Dona meredakan isak tangis nya itu, ia duduk lagi dan Avril kini mengambil kursi kerja nya dan sengaja di dekatkan kepada meja kerja Dona. setelah Dona mengelap air mata nya memakai tisue, ia segera berkata kepada Avril.


"tadi pagi waktu aku berangkat kerja dan sudah sampai di jalan ruko ini, seperti biasa aku jalan kaki menuju kantor ini. tiba-tiba aku di hadang oleh perempuan jalank itu Vril...!?"


"perempuan jalank yang mana???" tanya Avril berkerut dahi dan belum paham dengan perempuan mana yang katakan dari cerita Dona tersebut.


Dona lalu berkata lagi menjelaskan nya kepada Avril.


"itu lho perempuan yang kemarin kita gosipkan yang tengah dekat dengan bos Doni itu, perempuan itu entah dari mana datang nya. tiba-tiba menghadangku di jalan menuju ruko ini dan mengancam ku untuk tidak mendekati bos Doni." Avril yang kini baru mengerti dan paham dengan wanita yang di maksud Dona itu segera kaget dan bertanya.


"hah?! kamu serius Dona??? bagaimana kok bisa-bisa nya perempuan itu menghadang mu di jalan???"


"entahlah. padahal baru kemarin aku tak sengaja bertemu dengan nya di dalam ruangan bos Doni. seperti nya ada seseorang yang memberitahu nya tentang keberangkatan ku masuk bekerja pagi ini." ujar Dona menerka-nerka dan Avril langsung berkata.


"bukan aku lho Don, jangan tuduh aku..."


"dih ge~er! siapa yang menuduh mu sih?! heran deh! aku kan hanya menerka-nerka saja Vril. kok kamu malah yang merasa sih, hhhh aneh~."


"hehehe, maaf Dona. aku orang nya perasa, jadi selalu tak enak hati jika ada perkataan yang menerka-nerka seperti ucapan mu tadi." ujar Avril beralasan dan kemudian Dona memaklumi alasan dari Avril tersebut.

__ADS_1


Lalu Dona berkata lagi kepada Avril dengan nada serius.


"apakah ada salah satu karyawan sini yang mengadu dan melaporkan info apapun kepada wanita jalank itu Vril???"


"kurang tahu juga aku Don. sebenar nya perempuan jalank itu, jabatan nya apa sih di kantor ini??? kok dari kemarin aku tak menemukan orang yang kita bicarakan itu di sini???" ucapan dari pertanyaan Avril tersebut langsung di jawab oleh Dona.


"yang aku ketahui dari pengakuan bos Doni, wanita jalank itu nama nya adalah Yuni Handayani. jabatan nya adalah menejer yang memimpin di salah satu cabang restorant pratama. kamu tahu sendiri kan, bahwa kantor ini adalah pusat nya dari kelima anak perusahaan di bidang restorant???" Avril hanya mengangguk saja tanda ia paham dengan ucapan Dona dan Dona lanjut berkata lagi.


"orang itu tugas nya bukan di sini Vril. tetapi di restorant cabang satu yang aku baru sadari barusan, bahwa cabang satu itu ada di ruko ini dan tak terlalu jauh dari kantor ini. ketika aku di hadang oleh wanita jalank tadi, sebenar nya itu pas di depan jalan nya ruko restorant pratama cabang satu. jadi sudah di pastikan ada karyawan yang memata-matai ku di sini dan melaporkan info apapun kepada wanita jalank itu." mendengar perkataan dari Dona, Avril kemudian merenung sembari memegang dagu nya.


Dona masih diam memandangi Avril yang merenung itu dan kemudian Avril menatap Dona seraya bertanya.


"memang nya ancaman seperti apa sih yang dikatakan wanita jalank itu kepada mu Don???"


"wanita jalank itu mengaku sudah di hamili oleh bos Doni Vril."


"kok bisa??? apakah ada bukti nya Dona???"


"wanita jalank itu menuduhkan perut nya yang sedikit buncit kepada ku dan berkata itu adalah anak dari bos Doni yang kata wanita jalank itu, bos Doni adalah calon suami nya dan telah menitipkan benih di rahim nya. aku tak kuasa menahan air mata ku ketika mendengar ucapan dari wanita itu dan maka nya aku tadi menangis tak kuat membayangkan nya jika itu benar-benar terjadi." Avril lalu menenangkan Dona untuk bersabar dan jangan dulu percaya pada ucapan yang belum tentu terbukti kenyataan nya.


Lalu Dona berkata lagi meneruskan ucapan nya lagi.


"baru saja sehari semalam aku merasakan indah nya kebahagiaan karena telah resmi berpacaran dengan bos Doni, ehhh..., tiba-tiba saja sudah ada masalah di pagi ini dengan si nenek sihir itu! semangat ku untuk berkerja menjadi putus dan ahh..., sangat menyebalkan sekali!" ujar Dona berkata mengeluh seperti orang yang telah menyesali sesuatu. Avril yang mendengarkan keluhan dari Dona itu, langsung berkata.

__ADS_1


"saran dari ku sih..., lebih baik nya kamu tanyakan saja kepada pacar mu itu Dona. semua keputusan benar atau tidak nya ada di tangan pacar mu itu."


"apa kamu yakin dia mau jujur jika aku bertanya tentang pengakuan wanita jalank itu???"


"tidak ada salah nya kan di coba dahulu???" jawab Avril menyemangati Dona dan Dona menyetujui saran tersebut dan akan melakukan nya setelah nanti mereka selesai bekerja. kini kedua nya mulai mengawali pekerjaan mereka masing-masing dan tanpa mereka sadari, bell kantor tanda masuk bekerja itu sudah terdengar sejak mereka berdua serius berbincang-bincang tadi.


Waktu terus berjalan dan jam dinding di kantor Doni baru menunjukan pukul sembilan pagi. Doni terlihat sedang duduk di kursi kerja nya dan seperti nya ia sedang menghubungi seseorang dengan telepon kantor nya. orang yang ia hubungi adalah pak Yaris yang saat itu sudah sembuh dan cukup membaik dari sakit yang di derita nya. pak Yaris berkata kepada Doni akan masuk bekerja lagi di mulai hari esok. lalu obrolan Doni dan pak Yaris itu, kemudian mengarah ke dalam ucapan pertanyaan Doni kepada pak Yaris.


"pak, bolehkah saya mengutarakan maksud awal saya menghubungi bapak???"


"katakan nak. apa yang ingin kamu utarakan kepada bapak???"


"begini pak, seperti nya kantor ini butuh karyawan sebagai cleaning service deh. soal nya kebersihan para karyawan kantor ini kurang teladan dan berkesan jorok. mengepel lantai saja seminggu dua kali, apalagi membuang isi tempat sampah? hampir tidak sama sekali di buang pak. semalam saja ketika saya berada di lantai dua ruangan kerja khusus karyawan, saya melihat tikus melintas di depan saya dan saya coba dekati tempat dimana tikus itu keluar. ternyata tikus itu berasal dari isi tempat sampah yang isi nya ada beberapa makanan sampah yang sudah basi." pak Yaris yang mendengarkan ucapan dari Doni tersebut, berkata kepada Doni untuk menyetujui saran dari Doni tersebut.


Kemudian pak Yaris berkata kepada Doni untuk membuat pengumuman lowongan kerja bagi karyawan cleaning service. tetapi Doni berkata kepada kepada pak Yaris untuk tak perlu membuat pengumuman seperti itu lagi. alasan Doni adalah, ia hanya membutuhkan satu karyawan saja, jika di buat lowongan pekerjaan untuk umum. nanti yang melamar jadi banyak dan Doni tak tega jika harus menolak semua pelamar itu seperti yang sudah ia alami ketika menginterview para karyawan yang melamar untuk menjadi sekertaris dan asisten di kantor tersebut.


Alasan masuk akal dari Doni tersebut langsung di setujui oleh pak Yaris dan kini pak Yaris berkata kepada Doni untuk melakukan pencarian orang yang dikenal nya saja untuk dipekerjakan sebagai karyawan di kantor itu seperti yang pernah pak Yaris katakan kepada Doni dan pak Yono. orang yang dikenal itu ternyata adalah Dona dan Avril, yang dimana kedua nya sudah di kenali oleh pak Yono yang bekerja sebagai satpam di kantor tersebut. setelah perbincangan Doni dan pak Yaris diketemukan titik temu nya, mereka menyudahi percakapan telepon itu dan hasil dari percakapan itu adalah Doni yang akan mencari sendiri orang yang ia kenali untuk di jadikan karyawan cleaning service di kantor itu nanti.


Kini Doni melanjutkan pekerjaan nya lagi sampai bell jam istirahat makan siang berbunyi. Dona dan Avril juga terlihat sedang bekerja dan kali ini mereka sambil mengemil makanan yang Avril dan Dona bawa dari rumah nya. makanan ringan yang mereka bawa itu di dapat dari Dona dan Doni yang berbelanja pada malam sebelum nya yang sebagian telah di berikan kepada keluarga pak Yono dan Avril lah orang yang mengambil nya ke rumah Dona waktu pagi tadi. kedua nya terlihat asik mengunyah cemilan sembari bekerja karena itu adalah saran dari Avril untuk menenangkan Dona agar tetap berkonsentrasi dalam melakukan pekerjaan nya. Dona yang awal nya masih belum bersemangat bekerja, kini menjadi semangat lagi setelah bekerja sembari mengemil makanan ringan yang ia sukai. kedua nya nampak bersemangat sekali bekerja sembari mengemil dan seperti nya mereka akan menghentikan pekerjaan nya yang sembari mengunyah makanan itu sampai terdengar bunyi bell istirahat jam makan siang nanti.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2