KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
ASMARA TERLARANG


__ADS_3

SUASANA Di dalam kantor itu terlihat sepi dan tidak ada karyawan sama sekali. pak Yono yang harus nya saat itu sedang berjaga di pintu kantor, tak terlihat batang hidung nya karena diri nya sedang makan siang di ruangan khusus satpam. suasana sepi di kantor itu membuat mbak Yuni yang sudah masuk kantor itu dan kini sudah menuju lantai dua, hanya celingak-celinguk saja mencari ruangan kantor tempat Doni bekerja.


Ketika ia menatap pintu salah satu dari ketiga ruangan kantor khusus atasan, ia menatap pintu yang ada papan tulisan ; 'Khusus CEO, Yang tidak Memiliki Kepentingan Di Larang Masuk'. setelah tahu akan tulisan tersebut, mbak Yuni bergegas menuju pintu tersebut dan ia hanya tersenyum sembari jalan nya mengendap-ngendap seperti maling. tetapi mbak Yuni bukan mau maling atau mencuri, ia sengaja begitu ingin membuat kejutan kepada Doni karena kedatangan nya ke tempat itu tak diketahui oleh Doni.


Ketika diri nya membuka pintu secara pelan-pelan, mata nya langsung melihat sesosok tubuh berpakaian seragam kantoran. sedang terbaring terlentang di sofa ruangan itu dan mbak Yuni hanya berkerut dahi melihat Doni sedang tertidur. mbak Yuni lalu masuk dan menutup pintu nya dan sekalian ia mengunci nya. pikiran nya tiba-tiba mulai kotor dan ingin menikmati kemesraan dari pacar nya itu tanpa ada yang mengganggu nya.


Setelah mbak Yuni dekat dan duduk di sofa dekat Doni, ia hanya tersenyum girang dan membatin kegirangan.


"sudah ganteng, tajir, pintar lagi. tak salah aku menjadi pacar nya anak ini. he..he..he." setelah membatin begitu, mbak Yuni mencoba mencium pipi Doni pelan-pelan.


cup..cup..cup...


ia mencium nya sebanyak tiga kali dan Doni tetap saja tak merasakan ciuman mesra itu karena diri nya masih tertidur dengan lelap nya.

__ADS_1


Mbak Yuni yang tersenyum manis menatap wajah Doni, kini ia mengalihkan pandangan nya menatap nakal ke arah tempat adik kecil nya Doni berada. mbak Yuni ingin meraba nya, tetapi ia ragu dan malu jika Doni tiba-tiba bangun dan mengecam nya habis-habisan. hasrat dari gelora napsu nya mulai semakin besar dan membuat mbak Yuni tak bisa menahan nya lagi. ia lalu mengusap pipi doni secara halus dan mendekat kan mulut nya di teliga Doni seraya berkata.


"sayang bangun... aku ada di sini sayang... muach.." ucap nya sembari mencium pipi Doni sekali lagi.


Doni yang awal nya tertidur lelap, kini mulai merasakan usapan lembut di pipi nya dan tiba-tiba ia bangun terlonjak kaget dan membuat mbak Yuni kaget juga. ia tersungkur mundur dan jatuh terduduk di lantai berkeramik putih itu. napas Doni terasa berat dan sesak karena ia kaget telah mengira diri nya sedang di dekati mahkluk gaib. ketika pandangan nya mulai jelas, tidak buram seperti tadi. ia lalu menatap ke arah mbak Yuni yang sedang duduk di lantai. ia sedang memegang pantat nya yang semok itu sembari muka nya meringis menahan sakit.


"ka..kau?? mengapa ada di sini..???" tanya Doni kepada mbak Yuni sambil berkerut dahi dan penuh keheranan.


Mbak Yuni lalu bangun dan menatap kekasih nya itu seraya berkata.


Mbak Yuni yang sudah dimabuk cinta itu segera merapatkan kedua bukit sekal nya ke arah lengan Doni yang masih ia peluk dari samping dan membuat Doni semakin gemetaran di buat nya. lalu mbak Yuni berkata manja kepada Doni.


"sayang kok kamu diam saja..??? ayo kita bercumbu sayang, mumpung karyawan lain nya sedang tidak ada semua." ucapan mbak Yuni itu langsung di jawab oleh Doni dengan ucapan yang gugup.

__ADS_1


"ak..aku tak bisa melakukan nya..."


"kenapa sayang..??? apa kamu sedang sakit..???" ucap mbak Yuni bertanya dan ia lalu memegang dahi Doni yang sudah berkeringat dingin itu dengan punggung tangan kanan nya.


Dua buah bukit kenyal nya mbak Yuni yang membusung dan menantang gairah lelaki itu, sengaja dihadapkan ke arah wajah Doni dan mata anak muda itu mendelik menatap buah dada dibalik baju kantor itu. lalu mbak Yuni menatap Doni dan melepas kancing baju kantor nya dan berkata.


"pasti kamu mau susu ya sayang..??? hihihi... ini kan milik mu sayang. hisaplah ini sayang arhhg..." ucap mbak Yuni mendesah manja dan ia sudah membuka kancing baju nya dan melepas bra penyangga buah dada nya. dua buah bukit kembar yang terlihat masih ranum seperti buah mangga setengah matang dan terlihat berwarna coklat muda sebesar kacang tanah itu, langsung di sambar oleh mulut Doni dengan cepat nya dan membuat mbak Yuni mendesah keenakan dan tubuh nya menggelinjang-gelinjang geli.


"ouhh...ahhh...enak sayang...lanjut..ka..kan..arhhh." rengek mbak Yuni kepada Doni dan anak muda itu terus saja menghisap dua buah ujung bukit kembar itu secara bergantian tanpa berkata-kata dan hanya suara pagutan mulut Doni saja yang terdengar syahdu dan membuat mbak Yuni semakin terangsang. kedua tangan mbak Yuni memegang rambut Doni dan mata nya merem melek serta ia menggigit bibir bawah nya karena merasakan nikmat nya permainan nakal dari Doni di buah dada nya itu.


Setelah puas memagut dua ujung bukit kembar mbak Yuni, kemudian kedua tangan Doni kini meremas kedua buah dada itu dan ia kini sedang berciuman mesra dengan mbak Yuni. kedua orang itu sama-sama mengerang ke enakan dan kelakuan dua orang itu tak ada yang tahu sama sekali. ketika tangan kanan mbak Yuni mulai meraba-raba barang kejantanan Doni yang masih bersembunyi di balik celana nya, ia tersentak kaget disela berciuman mesra nya itu. karena ketika ia meremas barang kelakian nya Doni yang sudah menegang itu, terasa sangat besar dan hampir sebesar pergelangan tangan nya.


Senyum penuh napsu kemenangan mulai terpancar jelas dari wajah mbak Yuni untuk segera menuntun agar percumbuan mesra mereka itu, tidak lebih sekedar berciuman dan saling meraba-raba saja. mbak Yuni langsung melepaskan ciuman nya dan segera membuka resleting celana Doni. anak muda itu tak menolak sedikit pun karena diri nya sedang meraba-raba buah dada nya mbak Yuni. setelah barang kejantanan nya Doni keluar dan leluasa tanpa ada kain yang menghalangi nya, mbak Yuni langsung menghisap nya seperti sedang menghisap permen dan seperti menjilat eskrim. suara Doni mengerang ke enakan dan badan nya bergetar dengan hebat nya. baru kali ini kejantanan nya di hisap oleh mulut seorang perempuan dan dimainkan oleh sapuan lidah perempuan, karena sebenar nya Doni selalu menjaga kesucian keperjakaan nya itu sampai dewasa. tetapi kini, apakah keperjakaan Doni akan berhasil direnggut oleh mbak Yuni yang sudah jelas sudah tak perawan lagi itu, atau Doni akan menolak nya untuk tidak menuruti kemauan mbak Yuni untuk tidak melakukan hubungan badan yang belum sah sebagai suami istri dan biasa disebut dengan perbuatan zina. Asmara Terlarang itu masih saja mereka lakukan dan tanpa mereka sadari, jam di dinding ruangan kantor itu menunjukan pukul setengah satu siang dan sebentar lagi bel jam masuk kerja akan berbunyi lagi.

__ADS_1


Keadaan di dalam kantor itu masih sepi dan keadaan di sebuah kantin nya mbak Yani, pak Yaris sedang makan sendirian dan sesekali mata nya sejak tadi menatap pak Taufik yang duduk di pojokan kantin itu sembari merokok dan meneguk kopi nya. seperti nya ia sudah selesai makan, karena terlihat di meja nya ada beberapa piring yang kotor bekas ia makan.


Para karyawan dan karyawati terlihat sedang asyik makan di meja nya masing-masing dan beberapa ada yang sudah makan dan ada yang masih makan. mereka ada yang berbincang-bincang dengan rekan kerja nya dan ada juga karyawan lelaki yang sedang merokok setelah makan. waktu kala itu jam setengah satu dan jam satu siang adalah jam masuk kembali bagi semua karyawan kantoran itu, begitu pun termasuk pak Yaris juga.


__ADS_2