
RUMAH Penduduk bercat hijau pudar yang tak lain adalah rumah bekas Doni tinggal semasa diri nya masih hidup susah, kini sedang didatangi oleh seseorang tamu lelaki berpakaian serba hitam dari celana jeans sampai jaket nya dan memakai topi hitam juga. kala itu malam telah tiba dan diperkirakan sudah jam delapan malam. ibu Dewi dan suami nya yang bernama Tomi itu sudah menyambut kedatangan tamu tersebut. dan ketiga anak nya ibu Dewi, mereka sedang berada di dalam kamar nya Doni yang sudah tak terpakai oleh pemilik nya. ketiga anak itu sedang asyik bermain game perang-perangan di ponsel baru milik mereka masing-masing. tamu yang datang itu, kini sedang di jamu oleh ibu Dewi dan suami nya yang bernama Tomi di dalam rumah nya. perjamuan untuk tamu itu sudah di siapkan sebegitu komplit nya oleh pemilik rumah tersebut. yang diantara lain ada rokok satu slop, kue-kue yang tergolong enak dan mahal, seduhan kopi hitam di gelas cangkir, serta cemilan lain nya. orang yang bertamu itu sudah seperti Bos besar saja, yang dimana selalu di paksakan untuk disediakan oleh pemilik rumah yang sedang di kunjungi nya.
Tamu tersebut bagai di agung-agungkan oleh ibu Dewi dan Tomi, karena keberhasilan nya dalam melakukan tugas yang diberikan sepasang suami istri itu kepada nya. imbalan yang sudah di janjikan itu, kini sudah diberikan dalam sebuah bentuk amplop coklat dan sudah dipastikan di dalam nya adalah uang yang tidak diketahui berapa jumlah nominal nya.
Lelaki itu diperkirakan berumur tiga puluh delapan tahun dan dua tahun lebih muda dari Tomi yang sudah berusia empat puluh tahun. lelaki yang belum di sebutkan nama nya itu ternyata adalah teman nya Tomi semasa mereka masih muda dan bekerja sebagai gigolo pemuas gairah perempuan-perempuan tajir di sebuah tempat prostitusi berkedok spa dan sauna.
Lelaki itu kini sedang duduk bersila di ruangan tamu ibu Dewi beserta suami nya. mereka memulai perbincangan diawali dengan suara ibu Dewi bertanya kepada teman semasa muda nya Tomi.
"apa mereka tidak mencurigai dirimu ketika di interview kang..???"
"tidak bu Dewi, malah mereka sangat mempercayai ucapan ku. apa yang sudah kita rencanakan itu, ternyata berhasil dan kini aku sudah diterima bekerja di kantor itu sebagai satpam di mulai hari senin setelah besok minggu." ucap lelaki itu dan segera di timpali oleh ucapan Tomi.
__ADS_1
"tak salah aku mengandalkan mu fik.! nanti jika kau berhasil menemukan kertas dari semua sertifikat perusahaan itu, bawa kemari dan kau akan lebih besar mendapatkan imbalan dari uang yang sudah kau terima ini." ucap Tomi tersenyum penuh semangat kepada teman nya itu.
Lelaki itu semakin menyeringai di iming-iming imbalan yang lebih besar dari amplop yang saat ini sudah ia terima itu. diri nya berkata selalu siap membantu ibu Dewi dan Tomi, asal ada imbalan yang sesuai dengan kerja keras nya. akting yang di lakukan lelaki itu ketika di interview oleh seorang HRD dan CEO perusahaan tersebut, sangat mulus dan tidak dapat di tebak bahwa itu hanyalah sebuah alasan rencana yang ada di pikiran nya saja. pernyataan cerita sedih ketika diri nya dipecat dari pekerjaan nya itu, sangat penuh dramatis dan sangat penuh dengan kesedihan. ucapan cerita sedih nya itu membuat dua orang atasan tempat nya melamar pekerjaan sebelum nya, telah mempercayai ucapan cerita nya itu seperti benar terjadi dan telah di alami oleh lelaki tersebut. tanpa di sadari oleh HRD dan CEO tersebut, itu semua hanyalah bualan semata dan akal bulus lelaki itu untuk bisa menghancurkan perusahaan itu dari dalam. rencana pertama sudah berhasil, dan kemudian rencana kedua adalah mencuri informasi tentang seluk-beluk keadaan perusahaan tersebut bersama aib nya. rencana dari lelaki itu semua nya berasal atas saran dari sepasang suami istri yang menyuruh nya dan lelaki tersebut semakin bersemangat karena di iming-imingi imbalan uang yang lumayan besar nominal nya.
Lelaki yang mengaku pernah bekerja menjadi satpam di spa dan sauna itulah ternyata orang yang sedang bertamu ke dalam rumah ibu Dewi dan suami nya Tomi. orang yang bernama pak Taufik itu ternyata memiliki sipat yang licik dan pintar berkedok didepan orang yang akan di kelabui nya. bakat tersebut hampir sama bejat nya dengan Tomi. karena bakat akting serta kedok mereka itu, adalah modal mereka membujuk dan merayu-rayu wanita kaya manapun yang ingin menyewa jasa gairah kejantanan mereka semasa masih bekerja sebagai lelaki bayaran pemuas gairah perempuan atau biasa di sebut gigolo. ibu Dewi adalah bukti dari berhasil nya bujuk rayu pak Tomi semasa muda dan masih menjadi gigolo. ibu Dewi mulai jatuh cinta dan lengket kepada pak Tomi, karena barang nya pak Tomi yang besar itu yang mampu mengimbangi gairah cinta nya sampai klimak. segala harta benda dan tubuh ibu Dewi selalu di spesialkan untuk Tomi dengan alasan Tomi harus melayani gairah nya dan sampai saat ini sampai menikah resmi kedua nya masih sering melakukan hal tersebut setelah ketiga anak nya tertidur pulas.
Kini perbincangan mereka dilanjutkan lagi tentang Rencana Perebutan Warisan yang akan dilakukan selanjut nya oleh pak Taufik.
"nanti hubungi nomor telepon yang sudah diberikan kepada kang Taufik sebelum nya, jika pak Taufik mendapat isu dan aib kantor itu. cari bukti sebanyak-banyak nya dengan cara bertanya kepada karyawan kantor nya atau satpam yang pernah berbincang dengan mu kala itu kang." ucap Ibu Dewi mengarahkan rencana yang akan dilakukan pak Taufik jika sudah mulai bekerja di kantor CV.Group Perkasa sebagai satpam baru.
Yang ditanya hanya mengangguk mengiyakan saran tersebut dan ia berkata kepada kedua nya bercerita apa yang sudah ia alami ketika di interview.
__ADS_1
"pak tua yang bernama si Yaris dan anak bau kencur yang bernama Doni itu, ternyata hanyalah orang-orang bodoh yang gampang di bodohi, he..he..he.. memang benar apa kata-kata mu Tom, kedua orang itu pantas menjadi pemulung saja karena di begoin mau saja oleh ku, gk..gk..gk..gk.." ujar pak Taufik sembari terkekeh menertawakan ucapan nya dan ia semakin mengakak akan ingatan nya kala itu sedang berakting di depan pak Yaris dan Doni.
Pak Tomi dan ibu Dewi pun ikut tertawa juga karena merasa puas akan kinerja pak Taufik itu. sepasang suami istri itu selalu menyanjung-nyanjungi pak Taufik akan tugas nya yang berhasil itu. padahal, di dalam hati mereka berdua ada alasan yang kuat untuk memperalat pak Taufik sebagai tameng dari rencana mereka tersebut.
Pak Taufik sebelum diperintahkan untuk melamar pekerjaan dikantor itu, sudah diberitahukan siapa itu Doni dan pak Yaris oleh ibu Dewi ketika pertama pak Taufik datang ke rumah itu dan di ajak berbisnis oleh sepasang suami istri itu. awal nya pak Tomi yang mencarikan orang untuk rencana mereka dan terpilih lah pak Taufik. pak Tomi tahu betul bahwa teman sepekerja nya semasa muda itu pandai berakting dan sering mendapatkan langganan dari perempuan-perempuan yang tajir semua. pak Tomi pun merasa kalah jika harus bersaing dengan pak Taufik ketika mereka masih menjadi gigolo. dari segi wajah memang agak tampan pak Tomi dan dari segi kejantanan burung nya, mereka sama-sama besar nya. sedangkan dari segi membujuk rayu dan berakting, pak Taufik lah pemenang nya.
Tetapi itu hanyalah kisah masa lalu mereka ketika masih muda dan bekerja sebagai pemuas hasrat birahi wanita tajir atau gigolo. kini umur mereka sudah tidak muda lagi dan di masa tua mereka ini, kedua nya sama-sama menganggur tak memiliki pekerjaan yang tetap.
Pak Taufik memang benar sudah menikah dan sudah memiliki dua anak yang masih sekolah dasar atau SD. ucapan itu ia lontarkan kepada Doni dan pak Yaris ketika ia di interview. alasan seperti itu ia lakukan karena agar ucapan nya itu dipercayai kuat oleh kedua atasan kantor itu. istri dan kedua anak pak Taufik tidak tahu bahwa uang untuk menafkahi mereka itu, di dapat dari uang imbalan hasil pekerjaan kotor dan sudah terbilang uang panas.
Pak Taufik sebenar nya sudah bertobat dan berjanji kepada istri nya untuk tidak masuk kembali ke dalam jerat lingkaran setan yaitu bekerja dengan cara kotor seperti pekerjaan gigolo yang pernah ia lakukan. semenjak ia menikah dan berkeluarga, semua janji dan tobat itu sudah ia laksanakan di depan istri nya.
__ADS_1
tetapi janji tinggal janji dan tobat tinggal ucapan nya saja. mendengar kata uang yang tidak sedikit, pak Taufik rela masuk terjerumus lagi ke dalam jalan yang sesat itu dengan cara membantu ibu Dewi dan pak Tomi melancarkan aksi dari rencana busuk nya. Pak Taufik adalah orang yang pertama kali mendukung akan rencana yang di ucapkan kepada nya oleh ibu Dewi dan Tomi. rencana tersebut adalah merebut hak warisan yang sudah bukan hak milik dari ibu Dewi lagi.