
UCAPAN Wawan tadi membuat Doni merenungi nya dan ia berpikir tak bisa sembarang memecat karyawan tanpa ada permasalahan yang serius terhadap perusahaan nya. jika itu menyangkut hal pribadi, tak akan mampu mendapatkan bukti yang jelas dan tegas untuk memecat pegawai tersebut. ketetapan terhadap permasalahan pribadi itu tak berlaku bagi pegawai kantor tersebut dan itu sudah tercantum dalam aturan karyawan kantor yang telah di tulis oleh pak Yaris dan di sahkan oleh mendiang ayah nya Doni.
Kedua nya kini merenungi akan rencana busuk yang akan dilakukan Yuni dan Lesti kepada hubungan Doni dan Dona. di samping mereka berpikir mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut, Wawan tiba-tiba saja berkata kepada Doni akan usul nya.
"bagaimana jika kita berpura-pura tak tahu saja akan apa yang direncanakan dua orang itu?"
"lalu? apa rencana mu setelah nya Wan???' tanya Doni semakin penasaran.
"aku tahu pasti yang di incar itu adalah Dona. ketika terakhir si Lesti itu menelepon si Yuni, ia berkata akan meminta nomor ponsel nya Dona. setelah itu ia menyudahi panggilan telepon nya dan aku langsung berjalan masuk ke dalam ruangan karyawan yang luas itu. ia hanya menatap ku dengan tatapan sinis yang seakan meremehkan akan pangkat ku ini."
"apa ia mencurigai mu Wan???" tanya Doni lagi dan Wawan hanya geleng-geleng kepala saja sembari berkata.
"seperti nya aman Don. ia tak mencurigai ku sama sekali dan ia acuh tak acuh akan kehadiran ku." Doni yang mendengar hal itu hanya manggut-manggut saja dan kemudian ia berkata.
"kalau benar si Lesti itu nekat meminta nomor nya Dona untuk tujuan nya yang belum pasti, apa tindakan yang harus kita lakukan Wan???" Wawan tak banyak berpikir lagi dan ia langsung berkata.
"ada kala nya kita biarkan saja rencana busuk nya berjalan lancar. jika sudah ada bukti yang kuat, bisakah HRD kantor ini memecat nya Don???"
"tentu saja bisa Wan. meskipun aku seorang CEO Bos sekaligus Direktur utama pemilik perusahaan ini, aku tak punya wewenang akan persoalan pemecatan karyawan. semua itu adalah tugas utama HRD kantor ini. aku hanya bisa memecat seorang pegawai jika pegawai tersebut sudah jelas terbukti melakukan kesalahan yang di sengaja membuat perusahaan ini berdampak buruk dan merusak fasilitas yang ada di dalam kantor ini." ucapan Doni tersebut membuat Wawan manggut-manggut paham. lalu Doni melanjutkan gagasan nya kepada Wawan.
"apa kita pantau saja memakai CCTV kantor ini ya???"
__ADS_1
"ide bagus Don. aku lebih setuju akan gagasan mu itu." ujar Wawan menyetujui saran Doni.
"tetapi ruangan CCTV hanya ada di ruangan HRD, dan kau tahu sendiri Wan. bahwa kantor nya di kunci dan harus meminta kunci nya ke rumah nya pak Yaris yang lumayan jauh dari ruko kantor ini."
"iya juga ya Don." jawab Wawan dan kini kedua nya merenungi jalan pintas untuk memecahkan Permasalahan Yang Lumayan Rumit itu.
Di satu sisi, Dona yang sedang mengetik keyboard komputer kerja nya itu, segera mengambil ponsel nya yang berdering dan berada di meja kerja nya. Avril yang awal nya fokus kerja pun kini melirik Dona yang mengecek ponsel nya. setelah Dona menaruh ponsel nya lagi, Avril bertanya kepada Dona.
"dari siapa Dona?" Dona lalu melirik Avril dan menjawab pertanyaan Avril tadi.
"ini pemberitahuan pesan dari mbak Lesti tadi, kata nya ia sudah memasukan nomor whatsapp ku ke dalam grub kantor ini."
"benarkah? apa sudah dimasukan?"
"bagaimana ya? aku masih ragu soal nya Dona. nanti sajalah jika kamu sudah benar mengecek semua anggota grup itu." ujar Avril lagi dan Dona hanya berkata mengiyakan saja. kini mereka lanjut bekerja meneruskan pekerjaan mereka yang masih belum kelar itu.
Waktu menunjukan pukul dua siang kurang lima menit lagi dan Doni kala itu sedang mengecek jam tangan nya. lalu terdengar suara Wawan bertanya kepada Doni.
"apa kamu yakin tak akan memberitahukan permasalahan ini kepada pacar mu itu Doni???"
"aku sangat yakin sekali Wan. jika aku membocorkan rencana busuk si Yuni dan si Lesti itu kepada Dona, pasti Dona akan nekat mencari si Yuni dan menghardik si Lesti untuk memberikan perhitungan kepada kedua nya. aku bukan nya takut tak bisa menahan amarah nya Dona, aku takut nya nanti diriku ini malah dituduh main serong oleh Dona karena telah membela dan melindungi si Yuni dan si Lesti itu." ucapan masuk akal dari Doni itu membuat Wawan membenarkan ucapan dari resiko rencana mereka tersebut.
__ADS_1
"apakah langsung kita labrak saja si Lesti dan si Yuni itu Don?" tanya Wawan yang sudah hilang akal kesabaran nya.
"melabrak seseorang yang bersalah itu harus ada bukti yang valid Wan. kalau kita nekat melabrak si Lesti dan si Yuni tanpa ada bukti alasan yang jelas, yang ada nanti kita yang mati kutu dan dipermalukan oleh kebodohan kita sendiri."
"benar juga Don! semakin pusing saja aku memikirkan rencana dua wanita jahat itu, huh!" ujar Wawan menggerutu bingung.
"sudahlah Wan. sesuai rencana awal kita tadi, kita biarkan kedua wanita jahat itu berulah dan melakukan aksi kejahatan nya. jika nanti sudah ada bukti yang Valid, kita bisa langsung eksekusi dan tiada maaf bagi mereka setelah aku memecat nya secara langsung."
"yasudah kalau begitu Don. aku setuju dan ikut saja akan saran mu itu." ujar Wawan lagi dan kedua nya kini menyudahi obrolan rahasia tersebut.
Kini kedua nya keluar ruangan gudang itu dan ketika pintu dibuka, kedua nya kaget ketika berpas-pasan dengan pak Yono yang melintas di depan pintu gudang yang dibuka oleh Doni.
"astaga den. bapak pikir siapa?" ucap pak Yono yang ikut kaget juga dan Wawan tertawa geli karena ia melihat pak Yono tadi terlonjak kaget lebih parah dari nya dan Doni. setelah meredakan rasa kaget mereka, pak Yono lalu bertanya lagi kepada Doni dan Wawan yang sedang apa di dalam ruangan gudang itu. Wawan belum menjawab nya dan membiarkan Doni yang menjawab nya.
"saya baru beres berbincang dengan Wawan di dalam gudang ini perihal pekerjaan tugas yang harus dikerjakan oleh petugas kebersihan seperti Wawan ini pak." ujar Doni beralasan menutupi permasalahan sebenar nya.
"oh begitu. baiklah kalau begitu den, bapak pamit dulu mau berjaga lagi dan mengganti Ship dengan pak Restu."
"silahkan pak." ucap Doni dan Wawan berbarengan. kini pak Yono sudah bergegas menuju pintu keluar masuk kantor dan Doni serta Wawan, kedua nya kini menuju ruangan mushalah di samping gudang itu untuk melakukan shalat dzuhur yang sebenar nya sudah hampir telat itu.
...*...
__ADS_1
...* *...