
SETELAH Avril masuk ke dalam ruangan kantor itu lagi, ia hanya menunduk tak berani menatap Doni dan juga Dona. Dona yang saat itu sedang duduk lagi di kursi kerja nya mulai berkata.
"kenapa kamu menunduk seperti itu Vril?"
"mbak Avril?" tanya Doni menimpali dengan nada bertanya.
"iy..iya pak bos. saya maaf mengaku salah karena tak sopan sudah mengintip tadi." ucapan dari Avril tersebut membuat Doni dan Dona saling tatap.
Kemudian Doni berkata tanya kepada Avril.
"apakah ada orang lain selain dirimu yang melihat adegan kami tadi mbak Avril???"
"tidak ada pak." jawab Avril masih menunduk dan Doni langsung berkata lagi.
"bagus lah kalau bagitu. kamu jangan bicara kepada siapa-siapa ya mbak Avril, bahwa saya dan sekertaris saya sudah resmi berpacaran."
"sejak kapan kamu mengungkapkan nya kepadaku?" tanya Dona kepada Doni yang kini sudah tak sungkan-sungkan lagi kepada bos nya itu. Doni yang mendengar hal itu langsung menatap Dona seraya menjawab nya.
"bukankah barusan kita berciuman itu tanda nya kita nya sudah Berpacaran???"
"masa berciuman seperti tadi di anggap kita sudah sah berpacaran sih? tidak ada di kamus nya tahu!" ucap Dona dengan ketus.
"ya anggap saja itu salah satu tanda kita sudah resmi berpacaran!." balas Doni dengan tegas dan tanpa sadar mereka perang mulut di depan Avril yang sejak tadi melongo memperhatikan kedua nya.
Di saat Dona mau berkata membalas ucapan Doni, Avril segera berkata menyela pembicaraan kedua nya.
"maaf saya keluar dulu bos." ucap Avril sopan dan segera dipanggil oleh Doni untuk duduk di meja kerja nya. Avril tak jadi melangkah menuju pintu dan malah menuruti ucapan Doni tadi. setelah Avril duduk dikursi kerja nya, Doni yang izin pamit keluar ruangan itu kepada kedua karyawan nya itu seraya mengatakan agar segera menyelesaikan pekerjaan mereka. sebab Doni pun beralasan masih ada pekerjaan yang belum selesai ia kerjakan. setelah Doni keluar ruangan tersebut, Dona langsung bangun dari duduk nya seraya berkata kepada Avril.
__ADS_1
"Vril kamu harus jaga rahasia ya."
"rahasia apa Dona??" tanya Avril.
"bos kita itu adalah teman masa kecil ku tahu!"
"benarkah? darimana kamu tahu Dona?"
"cerita nya panjang Vril. pokok nya bos Doni tadi mengaku bahwa dia adalah teman masa kecil ku dan ia tahu aku adalah anak dari seorang ibu yang dulu pernah bekerja di rumah nya sebagai pembantu ibu rumah tangga."
"tuh kan berarti kalian berjodoh! aku pun iri kepada mu jika kalian benar resmi berpacaran bahkan bisa sampai menikah dengan bos tampan yang tajir itu Don. hidup mu bakal bahagia pasti." ucap Avril berkata menyemangati Dona dan ucapan nya itu tak sesuai dengan jawaban dari pertanyaan Dona.
Dona hanya tersenyum masam mendengar nya dan berkata lagi kepada Avril.
"kayak nya gak segampang itu Vril."
"apakah kamu khawatir dengan perempuan yang kamu bilang, kamu telah melihat perempuan itu sedang berduaan dengan bos Doni diruangan nya?" ucapan tersebut hanya di balas anggukan oleh Dona dan Avril kini mulai paham dengan permasalahan ragu nya Dona untuk menjalani hubungan dengan bos muda nya itu.
Kemudian Dona berkata kepada Avril untuk membelakangkan permasalahan itu dahulu dan Avril pun menuruti nya. kini mereka berdua mulai mengerjakan tugas nya lagi di kursi meja kerja nya masing-masing. Doni yang kini sudah berada di ruangan nya, terlihat sedang memegang bibir nya dan membatin.
"indah sekali ku rasakan kecupan bibir nya. uhmm.. lebih indah dari mbak Yuni." ucap batin nya Doni dan ia segera menepis hayalan itu umtuk segera melakukan pekerjaan nya yang tertunda itu.
Lama nya ia bekerja, rasa lapar mulai menyerang perut Doni dan ia melihat jam kala itu menunjukan pukul dua siang hari dan ia segera keluar ruangan nya untuk naik ke lantai tiga tempat nya tinggal selama ini. para karyawan kantor yang berada di lantai dua hanya menatap ramah kepada Doni yang lewat di depan mereka dan setelah Doni naik ke lantai tiga, para karyawan laki-laki dan perempuan itu saling berkasak-kusuk membicarakan Doni. seperti nya mereka membicarakan tentang keluar nya Doni dari ruangan khusus sekertaris ketika bel masuk terdengar sebelum nya.
Tak seberapa lama nya, orang yang sedang dibicarakan itu kini sudah turun tangga lagi ke lantai dua. sebelum nya ia sudah masuk ke kamar nya yang ada di lantai tiga tadi dan kemudian membuka kulkas untuk mengambil tiga bungkus roti ukuran jumbo dan tiga air mineral setengah liter. ia sengaja membawa lebih karena dua lagi untuk di berikan kepada Dona dan Avril. ia merasa tak enak hati jika hanya memberi kepada Dona saja dan ia takut dikira diri nya pilih kasih oleh Avril. setelah ia turun di lantai dua itu, ia menghiraukan para karyawan nya yang kini sudah kembali bekerja lagi ditempat nya masing-masing. ia terus saja berjalan menuju pintu masuk ruangan khusus sekertaris.
Setelah Doni mengetuk pintu, ia langsung masuk tanpa ada suara perintah untuk masuk dari dalam. Dona dan Avril yang sudah duduk di kursi meja kerja nya itu melongokan kepala nya ke arah pintu dan Doni sudah muncul di dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
"kamu belum makan siang kan sayang?" tanya Doni kepada Dona yang masih diam di tempat nya. Avril yang mendengar hal itu hanya menatap Dona yang terlihat datar-datar saja. setelah Doni memberikan bingkisan yang isi nya adalah roti dan air mineral kepada Dona, ia bilang kepada Dona untuk membagi nya kepada Avril. Dona hanya mengangguk saja dan berkata berterima kasih kepada Doni seraya tersenyum dipaksakan.
Setelah itu Doni pamit kembali ke luar ruangan itu dan masuk kembali ke ruangan kerja nya. Avril yang menatap Dona seperti sedang menyembunyikan sesuatu itu segera ditanya.
"mengapa kamu biasa saja dipanggil sayang oleh bos tampan tadi Dona?"
"ahhh.. basi Vril. ibu ku tiap hari memanggil ku dengan kata 'Sayang' terus. jadi efek nya sama saja."
"ya jangan di samakan dengan ibu mu lah. jika aku jadi kamu, pasti aku sudah pingsan saat ini juga akibat dipanggil sayang seperti yang bos tampan tadi katakan kepada mu, unchh..."
"yasudah kamu pingsan gih!" ucap Dona dengan ketus dan Avril hanya tertawa dongkol saja mendengar ucapan Dona yang ketus itu.
Kemudian Dona memberikan roti dan air mineral kepada Avril dan Avril telah menerima nya. Dona yang sebenar nya sudah lapar itu segera membuka plastik roti dan lamgsung melahap nya. di sela Dona makan roti itu, terdengar suara Avril berkata.
"pulang kerja kamu ada kesibukan enggak Don?"
"paling mandi sore dan setelah itu makan. tumben kamu bertanya begitu Vril, apakah ada sesuatu???" tanya Dona penasaran.
"enggak ada sih. aku cuman ingin bertanya begitu saja kepada mu untuk meminta tolong padamu agar mengantar ku ke rumah nya paman Yono di kampung durian."
"jadi kamu tidak tahu rumah paman mu itu berada?"
"aku sudah lama tidak berkunjung ke rumah nya paman. aku masih ingat gang kampung nya saja dan sudah lupa rumah paman Yono di sebelah mana." ujar Avril beralasan dan Dona hanya manggut-manggut saja. kemudian Dona berkata kepada Avril setelah pulang bekerja untuk mengajak nya pulang bersama ke kampung nya dan nanti akan di antar ke rumah nya pak Yono. setelah perbincangan mereka selesai, kini kedua nya melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing sampai suara bel ke empat kali nya terdengar dan itu adalah tanda jam kerja kantor telah selesai.
...*...
...* *...
__ADS_1