KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
CINTA SEGITIGA


__ADS_3

DONI Yang kini sedang menelepon pak Yaris itu, segera berbincang-bincang dan di dengar oleh Dona.


"sore pak." ucap Doni sopan dan di jawab oleh suara pak Yaris dari dalam ponsel Doni.


"iya ada apa nak?"


"apa bapak sudah sembuh?"


"alhamdulilah sudah nak. nanti senin bapak sudah mulai masuk bekerja lagi."


"ouh begitu. syukurlah pak, oh iya pak ada sesuatu yang harus kita obrolkan."


"apa itu nak???" tanya pak Yaris penasaran. lalu Doni menjelaskan perkara sebenar nya apa yang sudah terjadi antara diri nya, Dona dan mbak Yuni. pak Yaris yang baru mendengar bahwa hubungan Doni yang telah di rusak oleh mbak Yuni itu, langsung berkata.


"mengapa kalian sampai menjalani hubungan Cinta Segitiga seperti itu nak??? bapak kurang paham akan ucapan penjelasan mu itu." setelah pak Yaris berkata begitu, Doni langsung berkata akan ke rumah pak Yaris saja sekarang bersama Dona. pak Yaris kemudian menyuruh nya datang saja dan kemudian Doni menyudahi panggilan telepon nya itu.


Dona yang sejak tadi duduk terdiam di kursi dekat Doni, kini bertanya kepada Doni.


"apa harus pergi sekarang ya sayang?"


"hmm... hari sudah sore sayang, yasudah nanti malam jam tujuh aku kemari lagi, sekarang aku pulang dulu untuk mandi besar."


"iya sudah kalau begitu sayang." ujar Dona lagi dan Doni berkata kepada Dona agar jangan menghapus poto editan hubungan badan yang ada di ponsel nya itu. Dona hanya mengangguk menyetujui nya dan kemudian Doni pamit kepada Dona untuk pulang dulu ke ruko pinangsia tempat nya tinggal selama ini.

__ADS_1


Setelah Dona mencium punggung tangan Doni seperti layak nya seorang istri yang mendampingi suami nya bekerja, datang ibu Asih sembari membawa dua bungkus nasi berkat. Doni yang masih bersama Dona itu, melihat ibu Asih mendekati nya dan berkata.


"den Doni mau pulang?"


"iya bi. sudah sore, Doni mau mandi dulu."


"oh begitu. baiklah, ini bawa nasi berkat buat aden makan nanti."


"wah terima kasih bi. sudah lama Doni tak makan nasi berkat, hehe." disaat Doni berkata begitu, Dona langsung berkata.


"memang nya seorang bos yang tajir, pernah memakan makanan kampung seperti ini???" pertanyaan Dona tersebut langsung dibalas oleh Doni dan di dengar oleh ibu Asih.


"pernah dong, aku kan pernah miskin. jadi apapun itu yang berhubungan dengan yang nama nya kampungan, aku sudah merasakan nya ketika tinggal bersama ibu dan ayah tiri ku." ujaran Doni tersebut hanya dibalas dengan perkataan 'Oh' saja oleh Dona.


"Doni kemana bu...???"


"sudah pulang tadi mas Wawan..." balas Dona dengan seruan juga. setelah itu Wawan langsung pamit kepada Dona dan ibu nya untuk pulang ke rumah nya. perjalanan pulang Doni ke tempat nya tinggal, tiada mendapati hambatan sampai ia di depan ruko kantor nya berada dan begitu pun sama hal nya dengan Wawan. ia sudah pulang ke rumah nya dan langsung di sambut oleh ayah dan ibu nya.


Wawan bingung akan wajah ayah dan ibu nya yang sangat ceria kepada nya itu dan ternyata baru diketahui oleh Wawan bahwa ayah nya mendapat uang imbalan dari hasil kerja ayah nya yang menjadi perantara jual beli tanah dari Doni yang lumayan besar nominal nya. segala masakan enak telah tersaji di meja makan nya rumah ibu Aminah dan ayah nya Wawan lalu menyuruh Wawan untuk makan sore dulu.


"nanti saja pak, bu. Wawan mau mandi dulu, sudah sore takut keburu malam" ujar Wawan sedikit lunglai dan lesu. kedua orang tua nya pun hanya saling tatap sambil melihat anak bujangan nya itu pergi menuju kamar mandi.


Di samping itu, Dona sedang duduk di meja makan bersama ibu nya. hanya ibu nya saja yang sedang makan dan Dona hanya menemani ibu nya saja sembari memakan kue yang berada di dalam nasi berkat yang dibawa ibu nya tadi. tak lama Dona undur diri untuk mandi sore dan ibu nya lalu menyuruh Dona untuk mandi. ditempat nya Doni, ia terlihat sedang mandi dan menggosok badan nya memakai sabun. sesekali ia menyabuni barang kelakian nya itu sembari membatin.

__ADS_1


"mengapa Dona bisa selihai itu memainkan burung ku ini sampai membuat birahi ku memuncak dan puas? apa sebelum nya ia pernah melakukan hal itu dengan mantan pacar nya dulu?" ujar batin Doni dan kini ia lanjut mandi nya lagi.


Di samping itu Dona sudah berada di dalam kamar mandi nya dan sudah tanpa pakaian yang menutupi tubuh nya lagi. ia lalu membasuh badan nya memakai air dan kemudian ia menyabuni tubuh nya sembari membatin.


"mengapa Doni selihai itu mempermainkan dua buah dada ku dan sarang burungku ini? apa sebelum nya ia sering melakukan hal itu dengan si wanita jalank itu? kalau benar, berarti si wanita jalank itu gagal Move On akibat melihat dan merasakan besar nya burung kejantanan milik Doni itu. ughhh baru kali ini aku melihat barang kejantanan yang sebesar itu, padahal dulu aku pernah memainkan burung milik andi itu, tak sebesar burung milik Doni." ucap batin Dona dan ia melanjutkan mandi nya lagi.


Waktu terus cepat berlalu dan tak terasa adzan maghrib sudah berkumandang. Doni terlihat sedang shalat maghrib sendirian di mushala kantor lantai satu nya. sedangkan Dona sedang shalat berjamaah dengan ibu nya dan setelah mereka selesai shalat dan berdoa, seperti biasa kedua nya lalu mulai mengobrol.


"memang nya rencana den Doni itu, mau bikin rumah dulu apa mau menikah dulu dengan mu nak?"


"entahlah bu. Dona belum diberi tahu secara jelas oleh Doni, nanti akan Dona tanyakan jika orang nya datang ke rumah ini lagi."


"memang nya den Doni mau datang kemari lagi sayang?" tanya ibu Asih penasaran.


"kata nya ia akan datang lagi nanti jam tujuh malam dan akan mengajak Dona untuk pergi ke rumah nya pak Yaris bu."


"oh begitu, yasudah nanti kamu tanyakan saja kepada nya ya nak." ujar ibu Asih dan Dona hanya mengangguk patuh saja kepada ucapan ibu nya itu.


Doni kini sudah selesai shalat dan berdoa, waktu baru saja menunjukan pukul setengah tujuh malam dan Doni segera naik ke lantai tiga untuk makan nasi berkat yang di berikan ibu Asih kepada nya ketika sore tadi. setelah makan, ia nanti akan pergi keluar untuk menjemput Dona dan mengajak nya ke rumah pak Yaris untuk memperbincangkan permasalahan yang terjadi antara Dona, Doni dan mbak Yuni serta orang suruhan nya yaitu Lesti.


...*...


...* *...

__ADS_1


__ADS_2