KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
LELAKI MATA KERANJANG


__ADS_3

KETIKA Pintu ruangan kantor itu dibuka, nampaklah Wawan masuk ke dalam ruangan itu beserta membawa peralatan kebersihan seperti peralatan pel dan peralatan menyapu. Dona dan Avril menatap Wawan yang sudah masuk itu dan yang kini telah berkata.


"permisi mbak-mbak. saya mau membersihkan ruangan ini."


"oh silahkan mas." jawab Dona dan Wawan hanya mengangguk dan mulai menyapu area ruangan kantor itu. Avril jadi kaku tak bisa bergerak dan memalingkan wajah nya ke arah Dona. ia terus saja menatap Wawan yang sedang menyapu mendekati meja kerja Dona dan Dona disaat itu juga menatap Avril yang bengong memperhatikan Wawan.


Lalu Dona mencoba iseng akan menjahili Avril yang bengong menatap Wawan itu.


"nama mu siapa mas?" tanya Dona kepada Wawan.


"nama saya Wawan mbak." ucap nya sopan sembari masih menyapu. lalu Dona bertanya lagi kepada Wawan sembari tersenyum menatap Avril.


"mbak-mbak itu sejak tadi memandangi mas Wawan terus tuh." ucap Dona yang bibir nya sengaja di monyongkan ke arah Avril. Wawan yang mendengar ucapan Dona tersebut, langsung menatap Avril yang salah tingkah dan kini segera menatap layar komputer nya sembari tangan nya mengetik papan keyboard komputer nya dan berpura-pura sedang bekerja.


Dona tertawa geli menatap Avril yang salah tingkah di tatap Wawan tadi dan Wawan kini menyapu mendekati meja kerja Avril. Wawan lalu berkata kepada Avril dengan sopan.


"permisi mbak. boleh bangun dulu? di bawah kursi mbak ada sampah."


"ba..ba..baik silahkan bang." jawab Avril yang terbata-bata karena grogi terhadap Wawan. Dona semakin keras saja tertawa dan Avril langsung menatap Dona dengan raut wajah yang cemberut dan kesal. Wawan tak banyak bertanya kepada kedua wanita cantik itu, karena Wawan pun sebenar nya grogi menatap wajah kedua nya. setelah Wawan menyapu area tempat kursi kerja Avril, kini Wawan menyapu ke arah kursi kerja Dona.


Dona sudah bangun dari duduk nya dan mendekati Avril yang berdiri seraya berkata berbisik.


"buat di jadikan pacar lumayan juga tuh Vril." Avril hanya mengangguk gugup saja mendengar bisikan dari Dona dan kemudian tak lama ia menyapu, Wawan kembali menuju depan pintu ruangan itu untuk mengambil kain pel yang ia taruh sebelum nya. Dona dan Avril tahu bahwa Wawan akan mengepel ruangan itu dan kedua nya kini duduk lagi di kursi kerja mereka masing-masing.


Setelah lama nya Wawan selesai mengepel di ruangan itu, kemudian Wawan berkata permisi lagi kepada Dona dan Avril. lalu Wawan keluar ruangan itu dan menuju ruangan tempat Doni bekerja. para karyawan dan karyawati kantor yang jumlah nya tiga puluh orang itu merasa senang dengan ada nya OB baru di kantor itu, karena pekerjaan sampingan yang biasa nya dikerjakan oleh mereka. kini sudah ada yang menggantikan nya dan para pegawai itu hanya memperhatikan Wawan yang mengetuk pintu ruangan kerja Doni dan kemudian terdengar suara dari dalam menyuruh masuk.


Pintu ruangan kantor Doni kini dibuka oleh Wawan dan Doni menatap Wawan yang baru masuk membawa peralatan kebersihan. Wawan segera mendekati Doni sembari mulai menyapu dan berkata.

__ADS_1


"Don. ruangan khusus HRD itu dikunci kah? aku mau membersihkan ruangan itu menjadi tak jadi karena di kunci."


"iya di kunci Wan. kunci nya di bawa pak Yaris dan aku tak bisa membuka nya, sudah biarkan saja ruangan itu tak usah di bersihkan." ujar Doni dan Wawan kemudian mengangguk dan lanjut menyapu ruangan itu.


Di sela Wawan menyapu, ia kemudian bertanya kepada Doni.


"kamu kenal tidak dengan dua orang perempuan yang di dalam ruangan khusus sekertaris itu Don???"


"kenapa memang nya Wan???" tanya Doni penasaran.


"sumpah cantik sekali perempuan itu Don. kenapa kamu enggak bilang-bilang kepada ku jika kamu memiliki karyawan yang cantik kayak bidadari turun dari angkot itu???" ucapan Wawan yang termasuk konyol bagi Doni itu, hanya di balas tertawa geli oleh Doni dan dijawab dengan ucapan konyol juga oleh Doni.


"kamu itu ibarat kucing bertemu tulang ikan Wan. maka nya aku malas mengatakan hal yang seperti itu kepadamu."


"maksud nya???" tanya Wawan bingung.


"ahh kau! kayak enggak tahu siapa aku saja Don." ucap Wawan berkata ketus sembari masih menyapu lantai ruangan itu.


Doni masih tertawa geli dan kemudian ia berkata kepada Wawan.


"perempuan berwajah cantik itu memang idaman setiap lelaki Wan. aku pun sama dengan mu, sama-sama menyukai perempuan yang cantik. tetapi kecantikan seorang wanita yang tak terlalu cantik, bisa lebih cantik hati nya di banding wajah nya dan itu sangat relavan sekali."


"siap pak ustad Doni." ujar Wawan sembari menutupi kedua kuping nya memakai kedua telapak tangan nya dan Doni makin tertawa terbahak-bahak sembari berkata.


"telinga mu sakit ya Wan? kamu kayak setan yang kepanasan ketika mendengar ayat suci, wkwkwk." ujar Doni tertawa geli sampai terpingkal-pingkal dan Wawan pun ikut tertawa walaupun hati nya sangat dongkol terhadap ucapan Doni tadi.


Doni kini menyudahi tertawa nya itu dan bertanya kepada Wawan.

__ADS_1


"memang nya, wanita mana yang kamu bilang cantik itu Wan???"


"itu lho yang hidung nya mancung dan wajah nya cantik dan putih."


"yang memakai kaca mata???" tanya Doni menebak.


"bukan itu! teman nya yang satu lagi Don. aku jadi jatuh cinta kepada nya Don, perempuan itu tipe ku sekali, hehehe." ucapan Wawan tersebut membuat wajah Doni semburat merah karena emosi nya terpancing dan ia segera menenangkan rasa amarah nya itu dan mencoba tersenyum walau terpaksa.


Wawan yang kini akan mengepel semua ruangan tempat Doni kerja itu, segera menatap Doni yang kini berkata.


"sudah kerja dulu yang benar Wan! jangan memikirkan perempuan dahulu, yang ada nanti otak mu makin tumpul."


"iya iya bos bawel!" jawab Wawan dengan tegas dan raut wajah nya ketus menatap Doni. setelah itu Wawan lanjut mengepel lantai ruangan Doni dan Doni sudah meredakan emosi nya yang terpancing akibat ucapan Wawan terhadap kekasih pujaan hati nya itu.


Doni sengaja belum mengumumkan tentang hubungan nya itu dengan Dona kepada semua karyawan kantor itu. hanya Avril, pak Yono dan pak Yaris saja yang tahu akan hal tersebut. sekalipun Wawan adalah sahabat yang sangat dekat dengan Doni, tetapi Doni belum berani berterus terang akan hubungan nya dengan Dona karena suatu alasan yang belum pasti ia jelaskan. kini waktu menunjukan pukul sepuluh pagi dan Wawan baru selesai mengepel ruangan itu dan kini ia berkata sembari menatap jam dinding kantor Doni.


"busyet! ini mah bukan tiga jam lagi Don?! dari jam tujuh sampai jam sepuluh itu hampir empat jam!?" ucapan Wawan tersebut membuat Doni berkata tegas.


"maka nya kerja nya jangan mengobrol dan memperhatikan wanita terus! jadi nya pekerjaan mu telat satu jam kan!?" ucapan Doni tersebut membuat Wawan nyengir kuda karena sebenar nya ia merasa tersinggung dengan ucapan Doni tadi. sebenar nya Wawan sejak di ruangan nya Dona dan Avril, memang sengaja di lama-lama kan menyapu dan mengepel di dalam ruangan itu karena alasan nya ia betah memandangi wajah cantik Dona dengan cara mencuri-curi pandang ketika Dona mengobrol dengan Avril sembari bertatapan dengan Avril.


Wawan yang kini sudah selesai melaksanakan pekerjaan nya itu, pamit lagi kepada Doni dan Doni mempersilahkan nya seraya berkata.


"kamu istirahat saja dulu Wan. ingat ya, nanti bell kantor ini menyala pas jam dua belas siang ini. ketika para pegawai istirahat, kamu masuk lagi untuk membersihkan debu-debu di semua ruangan kantor ini memakai alat yang sudah disiapkan."


"siap bos!" jawab Wawan tegas dan penuh kepatuhan akan perintah Doni. lalu Wawan keluar dari dalam ruangan Doni dan Doni memperhatikan Wawan pergi sembari membatin.


"apakah Wawan tak menyukai Avril??? padahal aku sengaja mengajak nya bekerja di sini, agar ia bisa dekat dengan Avril dan kemudian berpacaran. kalau perlu sampai menikah sih, hmm semoga saja kedua nya sama-sama suka dan mau menjalani hubungan mereka itu, entah itu kapan." ucap batin Doni dan kini ia lanjut meneruskan pekerjaan nya lagi.

__ADS_1


__ADS_2