
GEMERICIK Air terdengar dari sudut ruangan kamar mandi yang ada di ruangan lantai tiga. ruko berlantai tiga yang dijadikan kantor suatu perusahaan itu, mulai terdengar suara bel berbunyi. pak satpam yang bernama pak Yono segera membuka pintu kantor itu lebar-lebar dan keluarlah satu persatu karyawan kantor yang sudah selesai bekerja dan akan pulang menuju rumah nya masing-masing.
Pak Yaris masih berada di kantor nya dan Doni sebentar lagi selesai dari mandi nya. setelah selesai mandi, Doni langsung berganti pakaian memakai pakaian baju kemeja lengan panjang warna biru dan celana jeans hitam. ia sudah selesai memakai pakaian dan kini keluar dan turun tangga menuju lantai dua.
Pak Yaris sudah menunggu Doni di ruangan nya. pak Yaris sudah mengemas barang-barang yang akan di bawa ke rumah ibu Dewi. Doni kini sudah mengetuk pintu ruangan pak Yaris dan pak Yaris kini telah keluar dari ruangan nya. mereka berdua lalu keluar ruko tersebut dan pak Yaris berkata kepada pak Yono dan menanyakan kunci serep yang ada pada pak Yono.
Pak Yono memberikan nya dan pak Yaris menerima nya. kunci serep itu di berikan kepada Doni untuk ia masuk kembali ke dalam ruko itu untuk nanti tidur malam. waktu baru jam empat sore dan mereka kini berangkat menuju rumah ibu Dewi memakai mobil mewah milik pak Yaris.
Pak Yono kini mengunci gembok pintu kantor tersebut setelah para karyawan kantor nya pulang semua nya. pak Yono kini pulang ke rumah nya dan tak mau tahu dengan rencana Doni dan pak Yaris. diperjalanan, Doni hanya merenung dan duduk bersebelahan dengan pak Yaris yang mengemudikan kendaraan mobil mewah nya.
Disela Doni merenung itu, pak Yaris mulai mengajak Doni berbincang-bincang.
"apa yang sedang kau lamunkan nak..??"
Doni masih menatap kaca luar mobil dan ia menjawab pertanyaan pak Yaris.
__ADS_1
"entahlah, pikiran ku sangat rumit sekali pak."
"apa kau memikirkan hal yang akan terjadi nanti dengan ibu mu..???" tanya pak Yaris dan Doni hanya menggelengkan kepala nya.
Pak Yaris yang masih penasaran dengan murung nya Doni, kini mencoba bertanya kembali.
"apa yang sebenar nya kamu pikirkan nak..?? cobalah kamu ceritakan kepada bapak. siapa tahu bapak bisa bantu kamu.?" Doni kini menatap pak Yaris dan mencoba berkata mengungkapkan isi hati nya.
"apa pak Yaris tahu penyakit apa yang di derita ayah sampai menyebabkan nya meninggal dunia..???" pak Yaris yang sedang mengendarai mobil nya menatap Doni.
Doni juga menatap pak Yaris dan masih menunggu jawaban dari pertanyaan nya.
"penyakit paru-paru basah yang di derita ayahmu itu berasal dari asap rokok dan angin malam. ayah mu sering merokok jika sedang bekerja lembur malam semasa muda sampai menikah. ketahuilah nak Doni, bapak adalah Teman Seperjuangan Ayah mu ketika kami masih mengemban ilmu di suatu universitas sampai bekerja di kantor perusahaan orang lain. ayah mu semasa muda sudah doyan merokok dan kebiasaan merokok itu sampai ia memiliki suatu perusahaan sendiri dan sampai menikah. ayah mu sudah beberapa kali masuk rumah sakit dan oleh dokter juga sudah melarang ayah mu untuk merokok lagi. tetapi ayah mu tetap menghiraukan anjuran dokter dan sampai sakit nya semakin parah.." ujar penjelasan pak Yaris yang ternyata adalan teman ayah Doni semasa masih muda dan menjadi teman seperjuangan nya.
Doni hanya manggut-manggut dan kini Doni balik bertanya kepada pak Yaris.
__ADS_1
"jika pak Yaris adalah teman ayah semasa muda, ayah itu orang yang seperti apa sih..???" mendengar pertanyaan seperti itu, pak Yaris menatap Doni dan tersenyum. kemudian pak Yaris menjawab nya.
"ayah mu orang yang sangat baik sekali. ia orang dermawan yang suka membantu orang yang kesusahan. ayah mu mengangkat bapak sebagai menejer nya dulu karena beliau adalah orang yang tak pernah lupa akan jasa teman nya. semasa kami masih sama-sama bekerja dengan orang lain, bapak dan ayah mu saling bantu jika masing-masing memiliki kesusahan. sampai suatu ketika ayah mu sedang terpuruk tidak punya uang untuk biaya kakek mu yang meninggal di rumah sakit, bapak yang meminjamkan uang hasil tabungan bapak semua nya kepada ayah mu. tak seberapa lama, ayah mu mengembalikan uang pinjaman nya kepada bapak dan berkata suatu saat nanti jika usaha yang sedang di rintis nya berkembang, bapak yang akan di angkat menjadi sekertaris dan manajer ayah mu. begitu ucap ayah mu yang kala itu sudah berhenti bekerja kantor dan menekuni bisnis berdagang di bidang makanan." ujar penjelasan pak Yaris mengenang kenangan masa lalu nya kepada Doni.
Doni mendengar penjelasan dari pak Yaris menjadi terkagum-kagum dengan sipat ayah nya dan tanpa di sadari sipat itu menurun kepada nya. Doni kini menyudahi sesi tanya jawab nya karena ia ingin merenungi ucapan pak Yaris tadi.
pak Yaris kini fokus mengendarai mobil nya menuju rumah ibu Dewi yang sudah di tunjukan arah nya oleh Doni dan memakai penunjuk arah dari layar dekat setir mobil pak Yaris yang sudah di pasang GPS jadi pak Yaris tak takut tersesat dan salah jalur.
Doni kini duduk ke posisi pertama nya. merenung sambil menatap kaca luar mobil. ia merenungkan betapa rindu nya Doni kehilangan ayah nya yang sangat sayang kepada nya. ia pun menyadari betapa bahaya nya merokok bagi kesehatan dan dapat membuat pecandu nya sakit-sakitan.
Seumur-umur Doni belum pernah merokok karena ia tak suka merokok. menghirup bau asap nya saja ia benci apa lagi menghisap rokok nya. ia benci terhadap rokok karena ayah tiri nya yang suka merokok dan membuat nya kadang marah jika ayah tiri Doni merokok di sekitar nya.
Pernah suatu ketika ketika Doni sedang makan, ayah tiri Doni yang bernama Tomi itu merokok di kamar mandi dan asap nya mengepul sampai ke tempat meja makan. Doni masih bisa sabar dan menahan rasa marah nya kepada ayah tiri nya itu. rasa kesal dan terus mengalah Doni dari semenjak ia berumur sepuluh tahun sampai berumur dua puluh lima tahun, kini telah ia lampiaskan ketika diri nya berkelahi dengan ayah tiri nya dan menyebabkan Doni di usir dari rumah ibu nya oleh ibu kandung nya sendiri.
Rasa kesal nya Doni kini timbul lagi ketika dirinya akan kembali ke rumah yang ia anggap sebagai penjara neraka. karena menurut nya di rumah itu tidak ada kerukunan. yang ada hanya pusing, kesal, dan amarah. kini, mobil pak Yaris sudah terparkir di pinggir jalan dan sudah masuk ke dalam sebuah gang perkampungan yang di sebelah nya adalah rumah penduduk berdinding cat hijau pudar. kini mereka telah sampai di depan rumah ibu Dewi beserta keluarga baru nya.
__ADS_1
...*...
...* *...