KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
KARYAWAN PETUGAS KEBERSIHAN


__ADS_3

WAKTU Sudah cepat berlalu dan tak terasa pagi hari sudah mulai tiba. Doni terlihat sedang siap-siap keluar ruko kantor nya untuk mencari sarapan pagi dan pagi itu ia libur olahraga pagi dahulu karena ia harus membimbing Wawan yang akan mulai bekerja di pagi itu. ia kini sedang berjalan menuju penjual bubur ayam langganan nya sembari memainkan ponsel nya. Doni sedang mengirim pesan kepada teman nya yaitu Wawan untuk datang ke kantor nya jam tujuh pagi. kala itu masih jam enam pagi dan setelah Doni sampai di penjual bubur ayam, ia lalu memesan nya satu mangkuk dan Doni akan makan ditempat sembari sesekali ia memainkan ponsel nya.


Di satu sisi di dalam rumah nya ibu Asih, terlihat Dona sedang menggosok pakaian yang akan ia pakai bekerja nanti. ibu nya terlihat sedang berada di luar halaman rumah nya dan sedang menyapu halaman rumah yang kotor karena banyak nya daun-daun kering yang berserakan. di samping itu juga, ada seorang ibu-ibu membawa belanjaan dari warung melintas di jalan depan rumah ibu Asih dan kemudian mendekati nya seraya menyapa.


"pagi bu Asih?"


"oh. pagi juga bu Yanti." balas ibu Asih sembari tersenyum. lalu ibu Yanti berkata tanya kepada ibu Asih.


"saya mau tanya bu, semalam mobil siapa yang parkir di depan rumah ini bu?"


"oh itu, memang nya kenapa bu?"


"tidak apa-apa bu. saya hanya penasaran saja, maka nya saya bertanya kepada ibu Asih."


"hmm begitu. yang semalam itu adalah mobil nya bos tempat Dona bekerja yang semalam sudah mengantarkan pulang Dona memakai mobil nya."


"oh jadi begitu, hmm. saya pikir itu adalah orang yang akan bertanya tentang tanah kebun samping rumah saya." ucap ibu Yanti menerka-nerka dan membuat ibu Asih keheranan.


"memang nya ibu Yanti tahu dari mana bisa berkata begitu??"


"perkiraan saya saja bu. dulu kan pernah ada yang bertanya ke rumah ini untuk menanyakan tanah kebun saya itu di jual atau tidak."


"oh iya bu Yanti. saya baru ingat, hee." ucap ibu Asih dan kemudian ibu Yanti pamit kepada ibu Asih untuk bergegas pulang menuju rumah nya.


Ibu Asih yang menatap kepergian ibu Yanti menuju rumah nya yang ada di samping kebun pisang rumah nya itu segera membatin.


"apakah ibu Yanti mendengar percakapan ku dengan den Doni semalam??? tetapi kalau ia semalam mendengar nya dan menuduh aku berkata menjelekan nya, pasti aku akan di maki oleh nya. ah bikin bingung saja!." ucapan batin ibu Asih itu segera ditepiskan dan ia lanjut menyapu halaman rumah nya lagi. kini Dona baru saja selesai menyetrika pakaian nya kerja nya dan ia kini bergegas untuk mandi pagi, karena ketika ia shalat subuh tadi Dona hanya mencuci muka saja dan setelah itu berwudhu.


Di satu sisi Doni sudah selesai sarapan pagi nya dan kemudian ia membayar pesanan nya itu kepada penjual bubur ayam tersebut. kini Doni bergegas kembali ke ruko kantor nya karena ia mendapat kabar dari pesan whatsapp, bahwa Wawan yang akan bekerja sebagai Karyawan Petugas Kebersihan itu sudah sampai di depan kantor nya Doni berada. waktu baru saja menunjukan pukul setengah tujuh pagi dan Doni hanya membatin dalam hati nya.

__ADS_1


"tampil sekali nih bocah? jam segini sudah datang." sembari Doni masih berjalan menuju ruko kantor nya berada.


Tiba di depan kantor CV.Group Perkasa, Doni memang benar melihat Wawan beserta motor matic nya. Wawan hanya tersenyum menatap Doni dan setelah Doni dekat, ia bertanya.


"aku pikir kau akan datang ny jam tujuh Wan? ehh... enggak tahu nya sudah tampil begini."


"hehehe, lebih baik begini Don. kesan nya biar bagus di mata bos kantor ini." ucap Wawan bergurau dan Doni hanya tertawa pelan saja. kemudian Doni mengajak Wawan untuk masuk ke dalam kantor tersebut dan Wawan mengikuti Doni dari belakang.


Kedua nya kini berada di lantai satu dan Doni segera berkata.


"ini lantai satu kantor ini, ada tiga ruangan dan yang harus dibersihkan setiap pagi."


"ruangan apa saja itu Don???" tanya Wawan penasaran.


"yang dipaling pojok sana adalah ruangan khusus satpam. lalu di samping nya adalah gudang barang-barang kantor beserta alat kebersihan dan di sebelah sana adalah ruangan tempat shalat karyawan atau mushalah kecil."


"silahkan Wan." ucap Doni pendek dan kemudian Wawan mengecek satu persatu ketiga ruangan di lantai satu yang lumayan luas itu.


Setelah Wawan memasuki ketiga ruangan tersebut, ia balik lagi kepada Doni seraya berkata.


"cara bersihkan nya cuman mengepel dan menyapu saja kan Don???"


"nanti aku jelaskan lagi. mari kita ke lantai dua nya." ucap Doni lagi dan kini Wawan mengikuti Doni naik ke lantai dua. ruangan lantai dua juga lumayan luas dan membuat Wawan tak kaget, karena ada banyak nya meja dan kursi karyawan kantor yang di sekat-sekat.


"bagaimana Wan??? sanggup enggak???" tanya Doni dan Wawan berkata.


"kalau tiga ruangan khusus atasan itu dibersihkan tidak Don???"


"iya itu juga termasuk Wan. tetapi kalau bagian kantor khusus atasan di bersihkan nya nanti setelah kunci kantor itu di buka oleh pemilik ruangan nya."

__ADS_1


"oh begitu... kapan kira-kira pemilik ruangan itu membuka nya???"


"biasa nya, paling jam delapan tepat. karena jam masuk kerja karyawan kantor masuk jam delapan pagi" Wawan hanya manggut-manggut paham saja dan kemudian ia berkata tanya kepada Doni.


"kapan aku mulai bekerja Don??? apakah aku harus menunggu di interview dulu oleh HRD kantor ini???"


"tak perlu Wan. HRD kantor ini sedang sakit dan belum bisa masuk bekerja. pekerjaan nya di alihkan kepada ku dan sekarang ini anggaplah aku sedang menginterview mu secara resmi." ucap Doni sembari menatap Wawan dan yang ditatap berkata.


"lalu apa saja syarat peraturan S.O.P untuk mulai bekerja di kantor ini Don???" Doni yang mendengar hal itu menjawab pertanyaan Wawan.


"peraturan nya adalah, jam masuk kerja harus di siplin. jangan main ponsel ketika bekerja dan jangan membangkang perintah dari atasan."


"hanya itu saja??" tanya Wawan dan Doni mengangguk membenarkan.


Lalu Wawan berkata kepada Doni.


"baiklah aku sanggup melakukan nya. tetapi jika aku sudah selesai mengerjakan semua pekerjaan ini, apa yang harus aku kerjakan lagi Don???"


"kamu istirahat saja dahulu jika sudah selesai mengerjakan tugas mu itu. nanti jam dua belas, ketika para karyawan istirahat. kamu membersihkan debu-debu yang ada di ruangan kantor ini dan ruangan mushalah memakai alat nya. nanti jam satu ketika para karyawan mulai masuk lagi, giliran kamu yang beristirahat dan makan siang sampai jam lima sore."


"wah enak sekali kalau begitu Don, hehehe." ucap Wawan menyeringai dan Doni berkata.


"ya lumayan. maka nya kamu jangan sia-siakan pekerjaan ini Wan."


"siap Bos!" ucap Wawan tanda patuh kepada Doni dan Doni lalu tertawa pelan seraya berkata.


"yasudah kamu mulai bekerja sekarang Wan. paling jam sembilan pagi kamu baru beres mengerjakan semua nya."


"tak masalah bagi ku Don. daripada waktu ku sia-sia harus menunggu tumpangan ojek yang sampai berjam-jam tak kunjung menghasilkan, mending waktu ku aku pakai bekerja begini dan sudah jelas di gaji nanti." ujar Wawan lagi dan Doni mengacungkan jempol nya ke arah Wawan tanda setuju akan ucapan Wawan tersebut. setelah itu Doni berkata kepada Wawan, bahwa diri nya mau naik ke lantai tiga untuk mandi pagi dan setelah itu memakai seragam pekerjaan. setelah itu Wawan pun kini turun ke lantai satu untuk mengambil peralatan kebersihan yang ada di dalam gudang kantor tersebut.

__ADS_1


__ADS_2