
SETELAH Pak Yono duduk, ia lalu berkata kepada Doni untuk menyampaikan maksud kedatangan nya itu.
"jadi begini den Doni, tadi pak Yaris menelepon saya. kata nya beliau sedang mencari karyawan baru untuk dipekerjakan sebagai office boy di kantor ini, apakah benar den Doni???"
"oh soal itu, iya benar pak Yono. lalu pak Yaris bicara apa lagi kepada pak Yono???" tanya Doni penasaran dan pak Yono langsung menjawab nya.
"setelah itu beliau hanya menyuruh saya untuk mendatangi den Doni saja untuk membicarakan pencarian karyawan baru tersebut." ujar pak Yono dan Doni hanya manggut-manggut saja memahami ucapan tersebut.
Dona yang sejak tadi duduk bersebelahan dengan pak Yono, segera berkata.
"memang nya di kantor ini tidak ada OB nya ya???" pak Yono lalu menatap Dona dan berkata.
"dari dahulu di tempat ini tidak pernah dibuka lagi lowongan pekerjaan untuk petugas kebersihan neng."
"apa ada sebab nya om???" tanya Dona penasaran.
"alasan nya apa pak Yono???" tanya Doni juga yang sebenar nya ia pun tak tahu akan arti ucapan dari pak Yono barusan.
Doni dan Dona masih menatap pak Yono yang mulai berkata menjelaskan keheranan muda-mudi tersebut.
"ketika kantor ini baru beberapa bulan di buka, pernah ada satu karyawan cleaning service yang melamar pekerjaan dan di terima. singkat nya, para karyawan kantor ini sering sekali kehilangan uang yang mereka simpan di tas atau laci meja kerja mereka. kejadian tersebut sering terjadi ketika mereka pergi istirahat untuk makan siang ke kantin. setelah di selidiki, ternyata karyawan cleaning service itulah yang mencuri nya."
"mengapa bisa sampai diketahui bahwa OB itu pelaku nya om???" tanya Dona penasaran dan Doni menimpali ucapan Dona tersebut.
"bukankah ditempat ini dahulu nya belum dipasang kamera pengawas ya pak???" kedua pertanyaan tersebut langsung di balas oleh pak Yono.
"memang benar den, dahulu di kantor ini belum ada CCTV nya. OB itu kepergok oleh salah satu karyawan dan disitulah OB itu tertangkap basah sampai pak Yaris dan mendiang pak Randi turun tangan. setelah kejadian tersebut, OB itu langsung dipecat dan sampai sekarang pak Yaris tak membuat lowongan pekerjaan lagi untuk bagian petugas kebersihan. sekarang, atas laporan dari pak Yaris tadi. apakah den Doni ada teman atau kenalan yang akan dipekerjakan di tempat ini untuk menjadi OB??? kalau untuk bapak mencari, bapak tak punya kenalan orang yang bisa dipercaya untuk bekerja sebagai cleaning service di kantor ini." setelah mendengar ucapan pak Yono, lalu Doni berkata kepada pak Yono bahwa diri nya punya teman semasa sekolah nya yang kata nya masih menganggur. setelah perbincangan itu diputuskan oleh Doni, pak Yono pamit lagi keluar ruangan itu dan Doni serta Dona mengizinkan nya.
Kini di dalam ruangan itu hanya ada Dona dan Doni saja. kemudian Dona berkata kepada Doni sembari berdiri.
"aku makan siang dulu sayang, perut ku sudah lapar sekali." ujar Dona dan Doni langsung bangun dari duduk nya seraya berkata.
__ADS_1
"tunggu sayang!" lalu Doni berjalan mendekati Dona dan berkata.
"ayo Makan Siang Bersama sayang. aku pun sudah lapar." ucap Doni mengajak Dona dan kemudian Dona hanya mengangguk saja menyetujui nya. kini kedua nya telah berjalan keluar ruangan kantor itu menuju kantin ibu Yani untuk makan siang bersama.
Keadaan di kantor itu masih sepi dan waktu masih menunjukan jam setengah satu siang. kedua nya kini sudah berada di depan kantor CV.Group Perkasa dan satpam yang berjaga kali ini bukan pak Yono, melainkan satpam baru bawaan pak Yono. di sela Doni dan Dona berjalan beriringan, satpam itu menundukan kepala nya tanda memberi hormat kepada Doni dan Dona. Doni lalu bertanya kepada satpam yang diperkirakan lebih muda dari pak Yono umur nya.
"saya pikir pak Restu masih izin libur dan belum masuk bekerja?"
"hehehe, saya tak mau libur lama-lama pak Doni. diberi izin untuk libur sehari saja saya sudah sangat bersyukur sekali pak Doni." ujar pak Restu dengan ucapan yang sopan dan sungkan. lalu Doni berkata tanya kepada pak Restu.
"bagaimana kabar istri dan anak kedua bapak??? apakah sudah lahir dengan selamat???"
"alhamdulilah pak Doni. kedua nya sehat dan anak kedua saya lahir dengan selamat pak." ucapan dari pak Restu tersebut langsung dibalas oleh Dona.
"laki-laki apa perempuan pak anak kedua nya???" pertanyaan dari Dona tersebut langsung di jawab oleh pak Restu bahwa anak nya adalah laki-laki dan Doni hanya tersenyum saja menatap Dona sembari mencubit pipi nya karena gemas.
"auhh sakit tahu!" ujar Dona dengan ketus. lalu Dona bergegas pergi meninggalkan Doni menuju kantin nya ibu Yani dan Doni berkata kepada pak Restu untuk pergi dahulu. pak Restu hanya mengangguk saja dan menatap kepergian Doni yang sedang berjalan mendekati di belakang Dona.
"nanti malam ikut aku ya."
"mau kemana lagi memang nya???" tanya Dona dan kedua nya tidak memanggil dengan kata 'Sayang' karena masih merahasiakan hubungan mereka di depan umum.
Lalu pandangan Doni mengitari area kantin itu dan ternyata sejak tadi ia dan Dona di perhatikan secara diam-diam oleh para karyawan dan karyawati tersebut. Dona yang ikut menatap kesana-kesini langsung menatap Doni lagi dan bertanya.
"memang nya malam mau kemana???"
"temani aku menjenguk pak Yaris di rumah nya."
"maksud mu pak Yaris yang menjabat sebagai HRD di kantor mu???" Doni hanya mengangguk saja dan Dona lalu berkata.
"jam berapa memang nya???"
__ADS_1
"nanti sekitaran jam tujuh malam, nanti aku menyusul ke rumah mu."
"baiklah kalau begitu." setelah Dona berkata begitu, tak lama pesanan kedua nya telah tiba dan kini mereka berdua menyantap pesanan makanan mereka masing-masing.
Tak terasa semenjak mereka mulai makan dan sampai selesai makan, waktu sudah hampir seperempat jam. bell kantor kini terdengar lagi dan para karyawan mulai kembali lagi masuk bekerja. Dona dan Doni sudah selesai makan dan minum nya, Avril yang sudah membayar pesanan nya itu segera mendekati Dona dan Doni.
"aku pikir kamu masih di kantor Dona?"
"cuman sebentar doang kok Vril." ujar Dona menjawab nya. lalu Doni berkata kepada Dona untuk pergi duluan masuk ke kantor bersama Avril dan pesanan yang sebelum nya kedua nya pesan, akan Doni bayar.
Setelah Doni berkata begitu, Dona dan Avril kini berjalan keluar kantin menuju kantor dan Avril mulai bertanya.
"bagaimana??? apakah pacar mu itu mengakui nya atau tidak???"
"nanti aku ceritakan di dalam kantor saja Vril. bahaya kalau di ceritakan di sini." ujar Dona sembari mata nya menatap satu persatu karyawan yang mau masuk ke dalam kantor juga. Avril hanya angkat bahu saja tanda terserah dengan ucapan Dona dan kini kedua nya sudah masuk ke dalam kantor tersebut.
Doni yang masih berada di dalam kantin, sudah membayar pesanan yang ia pesan dengan Dona tadi. ibu Yani lalu bertanya kepada Doni.
"karyawan tadi cantik juga ya den Doni. pacar nya ya...???"
"anggap saja begitu bu." jawab Doni tersenyum dan ibu Yani hanya cengengesan saja sembari berkata lagi.
"biasa nya kalau punya pacar cantik itu, sering banyak yang iri den."
"termasuk ibu Yani juga kan???" ucap Doni menebak sembari tertawa pendek.
"bukan ibu lah den. tapi para karyawan den Doni, seperti nya tadi mereka saling menggosip tentang kedekatan den Doni dengan karyawan cantik tadi." Doni hanya tersenyum masam saja mendengar ucapan dari ibu Yani dan segera berkata menepiskan ucapan tersebut.
"biarkan saja mereka mau membicarakan kejelekan atau kebaikan tentang saya bu. lagi pula mereka ini yang menanggung dosa akibat nya." ujar Doni dan ibu Yani hanya tersenyum saja dan berkata membenarkan ucapan Doni. setelah di rasa perbincangan mereka selesai, kini Doni pamit kepada ibu Yani dan kembali ke kantor nya untuk bekerja lagi.
...*...
__ADS_1
...* *...