
SUARA Bel kantor berdering secara berkali-kali dan sudah dipastikan suara bel itu adalah tanda jam kerja kantor sudah selesai. para karyawan dan karyawati yang sudah selesai mengerjakan pekerjaan nya masing-masing, kini satu persatu mulai keluar dari kantor itu untuk pulang ke rumah nya masing-masing. sedangkan pak Taufik dan pak Yono, kedua nya kini telah selesai berbincang-bincang nya dan pak Yono sudah memberikan kunci pintu kantor tersebut kepada pak Taufik.
Setelah kedua nya mengambil barang mereka masing-masing yang ada di ruangan khusus satpam, pak Taufik izin pamit untuk pulang duluan kepada pak Yono. sedangkan pak Yono hanya mengiyakan izin tersebut karena diri nya dipanggil oleh pak Yaris lewat panggilan telepon genggam nya. pak Yono bilang kepada pak Taufik pintu depan kantor biar dikunci oleh Doni saja karena kunci serep satu-satu nya hanya dipegang oleh Doni. setelah itu pak Taufik pulang ke rumah nya dan pak Yono naik ke lantai dua untuk bertemu pak Yaris.
Pak Yono yang kini sudah mengetuk pintu dan berkata permisi didepan ruangan pak Yaris, kini sudah masuk dan di dalam nya ada Doni serta pak Yaris yang posisi nya masih dalam keadaan sebelum nya. setelah pak Yono masuk, ia berjalan mendekati Doni yang masih duduk dan berkata tanya kepada pak Yaris.
"ada apa ya pak Yaris???"
"sini duduk pak Yono." ujar Doni yang menyuruh pak Yono untuk duduk di kursi kosong sebelah nya.
Posisi mereka bertiga itu, persis dan mirip sekali dengan posisi mereka di suatu peristiwa ketika Doni baru melamar kerja di kantor itu dan pak Yono sebagai orang yang membawa nya ke ruangan kantor itu. sedangkan pak Yaris masih menjadi seorang HRD pada saat yang telah lalu itu. tetapi berkumpul nya mereka di ruangan pak Yaris, bukan untuk mengenang masa yang telah lalu itu. mereka berkumpul karena suatu peristiwa yang sedang hangat diperbincangkan oleh pak Yaris dan Doni.
Pak Yono yang kini sudah duduk disebelah Doni, segera bertanya kepada pak Yaris.
"ada apa ya pak?"
"begini pak Yono, rencana saya akan diubah lagi dan kunci jangan diberikan dulu." ucapan pak Yaris terpotong oleh ucapan kaget pak Yono.
"waduh pak?! saya sudah memberikan nya tadi kepada pak Taufik?!" Doni dan pak Yaris menatap wajah pak Yono secara bersamaan. kedua wajah mereka terlihat tegang dan Doni langsung berkata sembari menatap pak Yaris.
__ADS_1
"sudah terlambat pak..." pak Yono kala itu hanya berkerut dahi dan kini berkata lagi.
"bukankah semua itu atas saran pak Yaris kepada saya untuk memberikan kunci itu kepada pak Taufik???" ucapan pak Yono tersebut langsung dijawab oleh pak Yaris dengan nada yang sumbang.
"ya memang seperti itu awal nya pak... tetapi ah... saya telat menghubungi pak Yono tadi agar jangan dulu memberikan kunci itu." ujar pak Yaris menyesali keterlambatan nya itu.
Doni yang sejak tadi hanya diam dan mencoba berpikir mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut, segera berkata tanya kepada pak Yono.
"pak Yono saya mau bertanya."
"bertanya soal apa den???"
"sumpah demi allah saya mendengar nya jelas den! waktu pagi tadi pas saya mau menyimpan barang bawaan saya di ruangan satpam, saya tak jadi membuka pintu ruangan itu karena saya mendengar suara pak Taufik dengan jelas ia sedang merencanakan sesuatu untuk mencuri berkas penting kantor ini dan semua itu atas suruhan seseorang yang bernama ibu Dewi." ujar jawaban pak Yono dengan jujur dan tidak berkata-kata melebihkan ucapan nya.
Setelah mendengar pengakuan dari pak Yono, kini Doni bertanya lagi kepada pak Yono.
"lalu alasan pak Taufik tadi meminta kunci kantor untuk apa pak???"
"dia beralasan kata nya ingin datang pagi-pagi ke tempat ini dan tanpa repot-repot menunggu saya yang membukakan kunci kantor ini. alasan lain nya adalah ia ingin istirahat di dalam ruangan khusus satpam dari pagi sampai mulai bekerja." ucapan tersebut didengar oleh Doni dengan jelas dan ia sedang menimang-nimang ucapan tersebut.
__ADS_1
Sedangkan pak Yaris masih merenung memikirkan cara yang tepat untuk menghalau bencana yang akan merugikan perusahaan itu termasuk diri nya sendiri. ketiga orang itu nampak pusing dengan permasalahan tersebut dan tak terasa waktu sudah hampir jam enam sore yang sebentar lagi adzan maghrib akan berkumandang. tiba-tiba Doni berkata kepada kedua orang tua yang ada di dekat nya itu.
"saya ada ide, begini saja... pak Yaris dan pak Yono pulang saja dahulu karena sebentar lagi malam. saya yang akan merencanakan sesuatu itu nanti dikamar saya." ujar Doni kepada pak Yaris dan pak Yono.
Setelah pak Yaris dan pak Yono itu menyerahkan Tugas Berbahaya tersebut kepada Doni, kedua nya kini pulang ke rumah nya masing-masing dan pak Yono diantar pulang oleh pak Yaris memakai mobil nya. Doni yang ikut mengantar kedua nya pulang sampai diluar pintu kantor, kini masuk lagi dan segera mengunci pintu nya dari dalam. ia lalu naik ke lantai tiga untuk mandi sore dan pikiran nya sejak tadi menimang-nimang rencana yang akan ia lakukan jika pak Taufik nekat masuk ke kantor itu dan mencari berkas-berkas penting.
Pintu kantor pak Yaris di kunci dan pintu kantor Doni sengaja tak di kunci karena mereka sudah merencanakan hal tersebut atas saran Doni. layar CCTV monitor sengaja dinyalakan diruangan pak Yaris, karena Doni nanti malam akan berjaga di kantor pak Yaris untuk memata-matai pak Taufik lewat layar monitor ruangan kantor itu. kunci ruangan pak Yaris sudah Doni pegang dan ia kini menaruh nya dimeja kamar nya. anak muda itu kini sedang mandi dan tak terasa adzan maghrib sudah berkumandang sejak Doni mandi tadi.
Disebuah tempat dan itu berada di ruangan kantor nya mbak Yuni, diri nya sedang mengabsen para karyawan nya untuk mengambil gaji mereka beserta slip gaji nya. mbak Yuni sejak pulang dari kantor nya Doni, terus saja mengabari Doni lewat pesan whatsapp karena ia hampir saja kehilangan kesempatan emas nya jika rencana nya terbongkar akibat kelalaian nya itu. kini mbak Yuni sudah menenangkan rasa gelisah nya akan sikap Doni kepada nya yang dingin itu. setelah nanti ia pulang dari pekerjaan nya, mbak Yuni ada janji dengan kekasih resmi nya yang bernama Riko untuk jalan-jalan malam dan semua itu tanpa sepengetahuan Doni.
Sedangkan disalah satu dalam rumah penduduk, terlihat pak Taufik dan seorang lelaki asing serta pemilik rumah, yaitu ibu Dewi dan suami nya pak Tomi. mereka seperti nya sedang merayakan pesta kecil-kecilan tentang berhasil nya pak Taufik mendapatkan kunci kantor yang sedang mereka incar tersebut. mereka berempat akan merencanakan penyusupan pengambilan berkas penting pada malam itu juga dan sudah pasti, pak Taufik tidak sendirian. ia nanti akan di bantu oleh teman nya yang sejak muda nya sering mencuri, berkelahi,tukang palak, serta hal-hal yang meresahkan warga. bakat kotor dan jelek nya orang itu masih ada sampai umur nya yang setengah tua yang diperkirakan berumur empat puluh tahunan. sosok lelaki itu berbadan agak kekar, berambut ikal panjang, berwajah sangar dengan kumis dan jambang nya yang lebat, serta di pipi nya ada bekas codetan bekas sayatan senjata tajam.
Orang itu mengaku bernama pak Samsul ketika berkenalan dengan pak Tomi dan ibu Dewi.
menurut pengakuan dari pak Samsul sendiri, diri nya adalah orang yang ditakuti dikampung nya dan menambahkan juga diri nya sebagai jawara kampung. diri nya sering keluar masuk lapas sel penjara atas perbuatan nya itu dan ia juga berkata sering membunuh orang yang macam-macam pada nya dan tak mau menuruti kemauan nya. orang yang seperti pak Samsul itulah yang di harapkan oleh ibu Dewi dan pak Tomi untuk mengerjakan nya sebagai perantara membunuh Doni disaat sedang tidur di kamar ruangan lantai tiga. info tentang Doni tinggal dimana tersebut, berasal dari pak Taufik yang sudah ia dapatkan dari bertanya dan mendengar langsung dari karyawan kantor tersebut. rencana sangat tak berperikemanusiaan tersebut akan mereka lakukan nanti jika jam tengah malam telah tiba.
Anak muda yang bernama Doni itu tak tahu bahwa nyawa nya kini sedang terancam bahaya. jika ia nekat keluar kamar nya atau berniat memergoki pak Taufik yang sedang melakukan aksi nya dikantor itu. pasti disaat itu juga nyawa nya akan melayang karena pak Samsul pasti bersama pak Taufik. sebagai pembunuh bayaran yang imbalan nya di bayar besar itu, pak Samsul tak akan ragu lagi untuk membunuh Doni dengan golok tajam nya. karena pak Samsul adalah seorang manusia yang keji dan tega terhadap sesama nya. ia adalah seorang pembunuh yang sadis dan tak akan memandang siapa pun itu orang nya. karena mata dan hati pak Samsul sudah digelapkan dengan iming-iming imbalan yang besar dan semua itu hanya dikarenakan demi segepok uang sebagai imbalan atas pekerjaan nya yang kotor dan keji itu.
...*...
__ADS_1
...* *...