KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
TEKAD DONA PRATIWI


__ADS_3

HUJAN Deras di pagi hari itu tak henti-henti nya mengguyur permukaan bumi ini dengan deras nya. badai angin atau petir yang biasa nya menyertai turun nya curah air hujan dari langit, saat itu sedang tidak hadir dan hanya keadaan curah air hujan nya saja yang awet.


Gemericik air hujan itu terdengar bergemuruh dan hawa dingin mulai menyergap pori-pori kulit manusia. di dalam angkot yang hanya ada beberapa penumpang saja, semua nya mulai merasa kedinginan akibat hawa dingin pengaruh dari hujan tersebut.


Seorang perempuan yang berpakaian jas anak kuliahan pun masih berada di dalam angkot tersebut. ia lupa tak membawa sweater hodie nya karena ia menyangka mendung di pagi hari itu paling cuman gerimis kecil saja dan tak mungkin akan turun hujan sederas itu.


Terkaan anak gadis itu ternyata salah dan sebagai pengganti nya, ia hanya memeluk tas gendong nya saja supaya tak terlalu dingin dan menggigil. tempat yang di tuju anak kuliahan itu sebentar lagi sampai dan sebenar nya anak gadis itu sudah terbilang telat untuk masuk kuliah. mobil angkutan umum itu telah berhenti dan Dona kini sudah memasuki gerbang kuliah nya yang baru saja akan di tutup oleh pak Satpam yang berjaga di gerbang fakultas universitas tersebut.


Tekad yang di ajarkan oleh seorang ibu kepada anak gadis nya itulah yang membuat anak gadis itu selalu semangat dalam menjalani kegiatan apapun. hujan dan panas tak menjadikan nya persoalan untuk bolos belajar atau alasan tak masuk kuliah. karena ia sadar, ibu nya bekerja keras banting tulang untuk membiayai hidup dan sekolah nya.

__ADS_1


Anak gadis itu bernama asli Dona Pratiwi dan identitas gadis itu baru diketahui nama asli dan nama universitas nya saja oleh Doni. Doni tahu akan hal itu, melalui kartu identitas nama milik anak gadis tersebut yang sampai saat ini masih berada di dompet Doni. anak gadis yang sedang berjalan cepat menuju kelas nya itu, hanyalah anak tunggal. dalam artian, ia tak punya saudara seperti adik dan kakak. ia sudah tak memiliki ayah atau sudah menjadi anak yatim dan hanya tinggal bersama ibu serta nenek nya saja.


Anak nenek nya Dona ada tiga dan ketiga nya sudah menikah dan masing-masing sudah mempunyai anak. ibu nya Dona adalah anak yang pertama dan dua lagi adik ibu nya Dona. yang kedua adalah laki-laki dan satu lagi adalah adik bungsu nya yang berjenis perempuan.


Dari ketiga anak nenek nya Dona, hanya ibu Dona saja yang sudah menjanda dan hidup dengan anak serta ibu nya yaitu nenek Dona. rumah tersebut harta satu-satu nya yang di miliki nenek Dona dan hanya ditempati oleh ibu nya Dona, nenek nya Dona dan Dona sendiri. sedangkan dua saudara-saudari ibu nya Dona, mereka sudah memiliki rumah masing-masing beserta keluarga baru nya. kepala keluarga di rumah tersebut adalah ibu Dona dan suami nya telah meninggal semenjak Dona masih berumur tujuh tahun. kehilangan seorang suami tak menjadikan ibu nya Dona malas bekerja atau membuat nya patah semangat dalam menjalani hidup.


Tekad kuat yang dimiliki ibu nya Dona untuk tetap bekerja keras menafkahi keluarga kecil nya, semua itu demi anak semata wayang nya yang kini sudah beranjak dewasa dan menjadi gadis yang cantik serta pandai. perjuangan ibu nya Dona untuk membiayai biaya kuliah anak gadis nya itu, masih terhitung lumayan lama untuk mencapai kelulusan wisuda anak gadis nya yang diperkirakan masih dua tahun lagi.


Apapun itu demi anak nya, ia akan melakukan nya dan hanya pekerjaan yang tergolong halal dari hasil jerih payah serta hasil keringat nya sendiri saja yang mau ia lakukan. tekad kuat dan kerja keras ibu nya Dona itulah yang menjadikan ambisi seorang gadis muda yaitu Dona, ingin menjadi seorang gadis yang memiliki tekad kuat seperti ibu nya.

__ADS_1


Dona tak mau menyia-nyiakan pengorbanan ibu nya yang rela bekerja keras demi membiayai biaya kuliah nya itu. ia hanya fokus belajar dan tetap belajar walaupun dalam hati nya sering terbersit keinginan untuk berhenti kuliah saja dan membantu ibu nya bekerja.


Pernah kala itu Dona berkata kepada ibu nya untuk membantu ibu nya bekerja saja dan mengajukan untuk tidak meneruskan masa lulus SMA nya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu masuk kuliah ke dalam suatu universitas yang ada di jakarta.


Saran dari Dona itu langsung dikecam oleh ibu nya dengan ucapan yang masuk akal dan ibu Dona berkata meluruskan saran dari anak gadis nya itu.


"Jalan hidup mu masih panjang nak. jangan jadikan masa muda mu untuk melakukan hal yang sia-sia. bisa saja kamu lulus sekolah membantu ibu bekerja, tetapi yang nama nya manusia pasti mempunyai keinginan untuk tidak sekedar bekerja saja. pasti didalam hati mu juga ingin menjadi seorang Bos atau karyawan di suatu perusahaan yang gaji nya lumayan tinggi. apa kamu mau hidup menjadi pengangguran atau mengerjakan pekerjaan yang hasil nya tak seberapa ini nak..??? selagi ibu masih mampu mencari uang untuk biaya kuliah mu, lakukan saja apa yang ibu bilang kepada mu ini nak. kamu harus kuliah dan ibu ingin kamu menjadi orang sukses dan bisa mengangkat derajat keluarga kita yang susah ini." ujar wejangan ibu nya Dona kala Dona baru lulus tamat sekolah SMA. wejangan menyentuh itu membuat mata Dona berkaca-kaca sampai menangis memeluk ibu nya.


Dona yang mendengar wejangan dari ibu nya itu merasa terpukul perasaan nya untuk tidak patah semangat dalam mencapai keinginan nya. saran dari ibu nya memang benar ada nya dan Dona kini hanya menuruti apa saja yang ibu nya katakan. ia tak mau mengelak atau menolak apa yang dikatakan ibu nya kepada nya. karena, ia sangat sayang kepada ibu nya itu tentang sebuah pengorbanan dalam membesarkan nya sampai menyekolahkan nya. perjuangan seorang ibu itu, tak akan mungkin bisa terbayar oleh uang atau hanya sekedar ucapan kata terima kasih saja.

__ADS_1


Pernah di suatu ketika kala masa yang telah lalu tentang masa kritis yang di alami keluarga Dona. kala itu ibu nya Dona masih berdagang di depan sekolah tempat Dona mengenyam pendidikan menengah atas atau SMA. tetapi itu tak lama dan hanya bertahan sekitar tiga tahun saja. ketika anak nya lulus sekolah, perlahan dagangan nya mulai sepi peminat nya dan kemudian bangkrut dengan sendiri nya. hal tersebut tak membuat ibu nya Dona putus asa dan sekarang ibu nya Dona lebih baik menjadi kuli cuci pakaian dari tetangga nya yang rumah nya lumayan besar dan tergolong orang yang berada untuk seukuran golongan warga kampung tersebut.


Cerita tentang siapa Dona itu sudah terhenti karena Dona kini sudah masuk ke dalam kelas nya setelah ia mengucap salam dan permisi. ia kini sedang berdiri di depan papan board menghadap guru nya. guru mata pelajaran anak kuliahan yang biasa di sebut 'Dosen' itu, sedang duduk di kursi nya sambil menatap Dona yang baru saja masuk. para mahasiswa dan mahasiswi kuliahan lain nya sedang duduk di kursi nya masing-masing sembari memperhatikan apa yang akan terjadi selanjut nya dari obrolan Dona yang terlambat masuk kelas itu dan guru Dosen kelas mereka. pelajaran yang baru saja akan di mulai oleh Dosen perempuan itu, dengan mempelajari mata pelajaran akuntansi perkantoran kepada para murid nya. kini menjadi terhenti, akibat kehadiran Dona yang terlambat masuk ke dalam kelas itu.


__ADS_2