KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
PERKELAHIAN SECARA JANTAN


__ADS_3

MOBIL Doni kini sudah melaju menuju rumah mbak Yuni berada. tangan nya mencengkram setir mobil nya dengan kuat karena diri nya masih dirundung rasa amarah yang tertahan. ia sudah tidak sabar ingin segera sampai ke rumah nya mbak Yuni untuk melabrak nya atas kelakuan bejat nya yang telah mencoreng nama baik nya dan telah membuat fitnah melalui poto editan lewat media digital yang memakai wajah nya. Doni sudah tak segan-segan lagi akan memecat mbak Yuni itu dari pekerjaan nya karena ia sudah mendapat bukti yang kuat untuk memecat nya secara telak.


Doni belum menghubungi pak Yaris untuk menyuruh nya membuat surat pemecatan atas tindakan mbak Yuni itu kepada nya. di balik dalang peristiwa itu pun ada satu orang lagi yang membantu mbak Yuni melancarkan aksi nya. perempuan itu adalah Lesti dan Doni juga nanti akan memecat nya meskipun tanpa ada nya alasan yang jelas ia bersalah, ia nanti akan mencari tahu kebenaran nya dari mulut mbak Yuni. kini mobil Doni sudah masuk ke dalam area perumahan mewah yang tergolong khusus kalangan atas semua. setelah mobil Doni berhenti di jalan depan rumah besar bertingkat dua itu, ia segera turun dari dalam mobil nya menuju pintu gerbang rumah tersebut.


Setelah Doni sampai di depan gerbang rumah itu, ia segera menekan bell yang berada di panel gerbang rumah itu secara berkali-kali. lalu tak lama ada orang yang membuka pintu gerbang itu dan setelah gerbang terbuka, Doni langsung bertanya tegas kepada pak satpam yang menjaga rumah itu.


"majikan mu ada di dalam tidak hah?!"


"ada pak. bapak ini ada perlu apa ya???" tanya pak satpam yang diperkirakan berumur empat puluh tahunan itu. Doni tak menjawab nya dan malah nekat masuk ke dalam halaman rumah itu dan langsung di cegat oleh pak satpam tadi.


"minggir kau!!" bentak Doni dan pak Satpam itu berkata.


"sebutkan dulu tujuan bapak datang kemari ada keperluan apa?!" tegas pak Satpam itu dan Doni yang sudah marah besar itu menatap tajam kepada pak Satpam itu sembari membentak nya.


"aku akan menghajar majikan mu itu!! minggir kau pak tua!!" bentak Doni sembari mendorong pak satpam itu dengan keras.


Doni kini berjalan cepat menuju pintu rumah itu sembari berseru dengan kasar.

__ADS_1


"keluar kau perempuan brengsek...!!!" pak satpam yang tadi di dorong Doni segera berlari mengejar Doni yang hendak mendobrak pintu rumah itu. ketika Doni ingin menendang pintu rumah itu, pada saat itu juga pintu rumah itu terbuka dari dalam dan Doni langsung mencekik leher orang yang membuka pintu rumah itu yang tak lain adalah mbak Yuni sendiri.


"lepas... lepaskan..!!" ujar mbak Yuni sembari mencoba melepaskan cengkraman tangan kanan Doni di leher nya. pak satpam tadi sudah sampai di dekat Doni dan mencoba melepaskan tangan Doni yang mencekik leher mbak Yuni itu. di saat itu juga Doni membentak kasar kepada mbak Yuni.


"bangsat kau!! apa maksud mu mengirim poto menjijikan itu kepada Dona hah!! jawab brengsek!!"


"lepa..s lepaskan aku dulu.." ujar mbak Yuni yang terus saja mencoba melepaskan cekikan tangan Doni. pak satpam pun mencoba melepas tangan Doni yang mencengkram kuat di leher majikan nya itu, tetapi sama saja tak berhasil karena kuat nya cengkraman tangan Doni.


Di saat itu juga, muncul Riko yaitu suami nya mbak Yuni dari dalam rumah itu. Riko yang melihat istri nya dicekik seperti itu, segera berlari mendekati keributan itu dan tanpa pikir lama lagi. Riko langsung meninju wajah Doni dengan telak dan membuat Doni mundur beberapa tindak ke arah teras rumah itu. cengkraman tangan Doni yang sebelum nya mencekik leher mbak Yuni itu, otomatis ikut terlepas. mbak Yuni pada saat itu langsung terjatuh karena lemas dan segera di tangkap oleh suami nya. pak satpam tadi segera mendekati Doni yang sedang meringis menahan sakit di wajah nya dan Riko berkata membentak Doni.


"apa maksud mu melakukan hal tadi hah!! apa kau ingin membunuh istri ku, begitu hah?!!" bentakan tersebut tak Doni hiraukan karena pak satpam tadi menyuruh Doni untuk pergi keluar dari dalam halaman rumah itu secara paksa.


"jangan ikut campur kau bangsat!!" setelah Doni memaki begitu, ia langsung berlari mendekati Riko yang sedang menenangkan istri nya yang masih tergeletak lemas di lantai karena napas nya masih pengap akibat di cekik oleh Doni tadi. Riko yang melihat Doni berlari ke arah nya, segera menutup pintu rumah itu dengan cepat dan Doni mencoba membuka nya dengan menendang nya pintu nya seraya memaki kasar.


brak!!! brak!!! brak!!!


"buka pintu nya bangsat!! lawan aku jika kau adalah seorang laki-laki jantan!!" gertakan Doni tersebut langsung dibalas dengan gertakan Riko.

__ADS_1


"bajingan kau!!" pada saat itu juga pintu rumah itu langsung terbuka dan kaki Doni dengan cepat nya menendang pintu tersebut. Riko yang ada di depan pintu itu terpental kebelakang karena terdorong daun pintu yang di tendang Doni tadi.


Doni segera masuk ke dalam rumah itu dan mendekati Riko yang terjatuh terbaring. Doni langsung menjejak badan Riko yang terjatuh dilantai itu beberapa kali injakan dan Riko lalu segera berguling ke samping kiri nya. ia lalu langsung bangun dan siap menghadapi Doni dengan sekuat tenaga nya. Doni tak tinggal diam melihat hal itu, ia segera melayangkan tendangan nya ke arah samping kiri tulang rusuk Riko dan tendangan itu gagal mengenai sasaran karena berhasil di tangkis oleh siku tangan kiri Riko. lalu Riko langsung memegang kaki Doni tadi dan melayangkan tinju nya ke arah Doni yang ingin mencoba melepas kaki nya yang dipegang erat oleh tangan Riko tadi. di saat itu juga mbak Yuni berteriak.


"hentikaaaan....!!!" bentakan bernada sergahan tersebut tak membuat dua lelaki itu berhenti. pukulan Riko tadi berhasil Doni hindari dan kaki Doni kini sudah terlepas. ia kini sudah bisa menendang lawan nya lagi telak mengenai pinggang Riko. Doni yang sudah lupa akan jati diri nya itu segera menindih tubuh Riko yang terbaring di lantai dan meninju wajah nya beberapa kali. kedua lengan Riko menutupi wajah nya dan tinju Doni tadi tak memberikan luka fatal di wajah Riko. lalu Riko berhasil menyingkirkan Doni di atas tubuh nya dan kini mereka berdiri dan lanjut berkelahi lagi. kedua nya saling pukul, saling tangkis dan saling tendang juga ke area tubuh lawan masing-masing. pak satpam yang sejak tadi terjengkang karena di tendang Doni, kini sudah bisa bangun dan masih memegang dada nya yang masih terasa sakit. ia sejak tadi memperhatikan perkelahian brutal dari dua orang sama-sama berbadan kekar itu.


Area dalam rumah mbak Yuni yang luas itu, menjadi ajang Perkelahian Secara Jantan dari Doni dan Riko. kedua nya sudah kehilangan akal sehat nya karena jati diri mereka itu sudah di kuasai amarah dari napsu mereka sendiri. di beberapa tempat area wajah mereka masing-masing, ada luka lebam terlihat membiru. di wajah Doni berada di sebelah kanan pipi dekat hidung nya berwarna biru legam. sedangkan di wajah Riko berada di bawah mata kiri nya dan terlihat biru legam juga. di saat Doni ingin memukul wajah Riko memakai tinju tangan kanan nya, Riko menghindar dengan cara memundurkan kepala nya. tinju Doni tak mengenai sasaran dan pada saat itu juga Riko langsung menendang pinggang Doni dengan telak sampai terdengar suara Doni memekik kesakitan.


"argggghh!!" Doni yang telat menghindar itu oleh ke samping sembari memegang pinggang nya yang ngilu itu.


Riko tak tinggal diam, kali ini ia langsung meninju perut Doni dengan tangan kiri nya. tetapi Doni masih sigap dan bisa menahan tinju itu memakai telapak lengan kiri nya. di saat tangan Riko dipegang oleh Doni dan kemudian ditarik mendekati nya, tangan kanan Doni langsung meninju wajah Riko dengan cepat nya dan membuat Riko terjengkang ke belakang dan sampai jatuh terduduk. mbak Yuni menjerit yang sejak tadi sudah stabil dan tidak pengap lagi, segera mendekati suami nya yang kini duduk setengah berbaring memegang hidung nya yang ternyata telah mengeluarkan darah segar dari dua lubang hidung nya. Doni yang masih murka itu segera mendekati Riko sambil tangan kanan nya memegang pinggang nya yang masih terasa ngilu. di saat itu juga pak satpam tadi yang berada di teras rumah itu, segera menengahi perkelahian itu dengan cara berdiri ditengah-tengah jarak kedua nya.


"sudah hentikan!! bapak ini siapa tiba-tiba langsung mengamuk kepada pemilik rumah ini dan kepada saya juga hah?!!" tanya pak satpam itu bertanya tegas kepada Doni.


Doni yang sejak tadi menatap tajam ke arah mbak Yuni dan Riko, segera menatap pak satpam tadi dan menjawab nya.


"perempuan biadab itu telah merusak hubungan ku dengan pacar ku!!" geram Doni sambil menunjuk ke arah mbak Yuni. yang di tunjuk itu hanya berkerut dahi tanda tak mengerti akan ucapan Doni itu. Riko pun berkerut dahi tak mengerti ucapan Doni tadi dan langsung bertanya.

__ADS_1


"apa maksud mu itu brengsek?!" Doni yang ditanya seperti itu langsung menjawab nya.


"istri mu itu adalah seorang perusak hubunganku dengan pacar ku!! dia telah mengirimkan gambar tak senonoh kepada pacar ku itu melalui pesan whatsapp dan membuat pacar ku hampir gila melihat hal itu!! apa aku salah melabrak istri mu itu dengan cara mencekik nya seperti tadi hah?!!" balas Doni dengan gertakan juga dan membuat mbak Yuni seketika itu juga diam terpaku menatap wajah Doni serta suami nya secara bergantian. pada saat itu juga mendadak wajah mbak Yuni menjadi pucat pasi dan terlihat salah tingkah.


__ADS_2