KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR

KISAH PRIA MISKIN YANG TAJIR
JODOH TAK AKAN KEMANA


__ADS_3

SIANG Hari yang terik kala itu perlahan berubah menjadi mendung dan langit nya terlihat gelap. awan hitam bergerombol berarak-arak menuju utara karena tertiup angin mendung dari arah selatan. perlahan-lahan gerimis air hujan mulai menitik dari atas langit menuju bumi. Hujan mulai besar dan suara petir terdengar sangat menggelegar.


glegaaarrr.....!!! gledug..gledug..dug..!!! suara petir itu membangunkan anak gadis yang awal nya tidur siang kini terbangun karena kaget akibat mendengar suara petir menggelegar tersebut.


Anak gadis itu lalu menatap layar handphone nya untuk melihat jam di handphone nya. jam menunjukan pukul empat sore hari dan anak gadis itu baru tidur sekitaran tiga jam. anak gadis itu adalah Dona yang awal nya ingin tidur siang dan kini tidur nya terganggu akibat suara guntur yang terus-terusan terdengar mengerikan. anak gadis itu lalu menghidupkan data internet nya sebentar dan kemudian ada notif pesan whatsapp mesenger dari teman baru nya yaitu Avril. Isi pesan tersebut adalah Avril yang bertanya kepada Dona tentang tugas yang sudah di berikan oleh bos baru mereka itu. Dona membalas dan mengatakan belum ada chat dari bos baru nya itu, Avril berkata tak percaya karena diri nya sudah diberitahukan tugas terlebih dahulu dan apa saja yang akan di kerjakan nanti nya ketika sudah masuk bekerja.


Setelah mereka asyik chating di aplikasi whatsapp, kemudian kedua nya menyudahi chating tersebut karena waktu sudah jam lima sore hari dan tak terasa sudah sejam mereka chating membahas apa saja yang mereka alami masing-masing ketika pertama bertemu di tempat melamar kerjaan sampai ditraktir Bos baru mereka yang tampan itu. hujan sudah mereda menyisakan gerimis nya saja dan suara guntur sudah tak terdengar lagi.


Dona kemudian bergegas untuk mencharger handphone nya dan ia keluar kamar menuju kamar mandi. Ibu Dona terlihat sedang memasak makanan di dapur dan Dona tak jadi masuk ke kamar mandi untuk mandi sore. Ia lalu mendekati Ibu nya yang sedang memasak dan kemudian memeluk nya dari belakang seraya berkata.


"Ibu sedang masak apa..???"


"Ibu sedang memasak makanan kesukaan kamu sayang." ujar Ibu Asih dan Dona langsung mencium pipi Ibu nya dengan girang seraya berkata.

__ADS_1


"makasih banyak bu, muachh... Dona makin sayang ibu deh...." ucap Dona dan kemudian ia pamit kepada Ibu nya untuk mandi sore dan Ibu nya hanya membiarkan anak semata wayang nya itu bergegas ke kamar mandi.


Ditempat lain dan berada di dalam kantor seorang CEO perusahaan, Doni sedang menata berkas-berkas yang baru saja ia selesaikan semua nya. ia kini sedang memainkan ponsel nya dan mengetikan sesuatu diaplikasi whatsapp nya. Doni ternyata sedang mengirim pesan kepada sekertaris baru nya itu untuk memberitahukan pekerjaan apa saja yang nanti nya. tugas itu akan di kerjakan nanti dan di mulai untuk hari esok. sekertaris baru nya itu bernama Dona Pratiwi dan Doni kini sudah yakin bahwa perempuan yang sekarang menjadi sekertaris baru nya itu, adalah anak bibi Asih dan teman semasa kecil nya yang terpisah gara-gara di usir oleh ibu nya. Identitas anak gadis itu juga sudah Doni ketahui juga ketika ia melihat isi berkas-berkas lamaran dari kerja nya, ternyata anak gadis itu adalah orang yang selama ini ia cari keberadaan nya dan sampai menjadi gadis misterius di dalam peristiwa yang pernah ia alami pada dua tahun yang lalu.


CEO tampan itu hanya geleng-geleng kepala saja seraya berkata pelan sambil mata nya menatap poto profil whatsapp milik Dona.


"Jodoh dari tuhan memang Tak Akan Kemana Dona. meskipun raga kita telah lama terpisah jauh, namun hati kita tetap selalu dekat. andai kamu ingat dan tahu diriku ini siapa, mungkin kamu akan menangis haru antara memeluk ku atau memukul ku. seperti yang pernah kita lakukan semasa masih sama-sama menjadi bocah kecil yang bandel. hmm...., wajah mu semakin cantik saja Dona." ujar Doni pelan dan senyum terulas di pipi nya karena ia mengingat kisah masa lalu nya dengan Dona semasa ketika mereka masih kecil.


Anak gadis yang bernama Dona itu adalah seorang anak tunggal dari seorang pembantu ibu rumah tangga yang biasa di panggil akrab dengan sebutan bibi Asih. dulu, ketika bibi Asih masih bekerja di rumah mendiang ayah nya Doni dan ibu nya Doni yang bernama ibu Dewi. ketika berumur tujuh tahun semenjak ayah nya meninggal, Dona pernah di ajak oleh ibu nya untuk tinggal bersama nya di rumah besar majikan nya dan semua itu atas izin dari mendiang pak Randi. tetapi istri nya pak Randi bukanlah seorang perempuan yang baik dan ramah terhadap pembantu nya itu. ia sangat kejam dan berani memukul terhadap bibi Asih jika melakukan kesalahan sebesar lubang jarum sekali pun.


Ibu Dewi bahkan sampai tega menyuruh bibi asih untuk memulangkan anak nya ibu Asih ke rumah nya yang ada di kampung. bibi Asih mau tak mau harus menuruti saran paksaan dari majikan nya yang sering dipanggil nyonya besar oleh pembantu lain nya yang kini sudah dipecat oleh ibu Dewi. ingatan dari cerita masa lalu siapa Dona itu sebenar nya, masih terngiang-ngiang di pikiran Doni dan anak muda itu kini sudah memastikan akan keyakinan nya untuk membahagiakan Dona sebagai istri nya jika mereka nanti sudah menikah secara resmi.


Tetapi itu nanti dan lagi pula perjalanan cinta mereka baru saja akan di mulai setelah Dona mulai aktiv bekerja di kantor perusahaan CV.Group Perkasa, yang kini sudah menjadi milik Doni seratus persen tanpa ada gangguan dari pihak manapun. terutama dari ibu nya yang kini masih di penjara bersama suami nya. Doni saat itu sedang mengetikan pesan whatsapp kepada sekertaris baru nya yang bernama Dona. setelah ia mengirim pesan kepada Dona tentang tugas nya nanti, Doni segera bangun dari duduk nya dan segera bergegas keluar kantor. Bel jam pulang kerja sudah sejak tadi berdering dan para karyawan dan karyawati yang tadi nya masih bekerja, kini sudah pulang dan keadaan di lantai dua itu sangat sepi dan hanya tinggal Doni saja sendirian.

__ADS_1


Doni sengaja tak naik ke lantai tiga dahulu untuk mandi sore, ia malah turun ke lantai satu untuk keluar kantor tersebut. setelah di luar ia mengunci pintu kantor itu dan berjalan menuju mobil mewah berwarna hitam yang terparkir dihalaman luas kantor tersebut. mobil itu adalag milik Doni dan ia sudah membeli nya setahun yang lalu, sesudah Doni lancar mengemudikan mobil melalui perantara pak Yaris. Doni di ajarkan cara mengemudikan mobil oleh pak Yaris sampai ia menguasai nya dan kini anak muda itu sudah masuk ke dalam mobil nya.


Sore hari itu Doni berniat akan pergi mencari makan untuk makan malam nya nanti dan ia sekarang sudah melajukan mobil nya menuju tempat penjaga pintu keluar masuk kendaraan. setelah itu ia lalu menuju tempat penjual makanan langganan nya yang berada di dekat pasar senen. di satu sisi Dona sudah selesai mandi dan memakai pakaian nya. ibu nya lalu memanggil Dona untuk makan sore dan Dona lalu menyahut panggilan ibu nya itu seraya berjalan menuju ruangan tempat meja makan berada. ibu nya yang sudah masak enak sebelum nya itu, telah menghidangkan berbagai masakan enak dan tentu sangat di sukai anak gadis nya.


Dona yang melihat makanan lumayan banyak dan enak itu hanya bertanya sembari mata nya kesana kemari menatap paha ayam goreng dan semur jengkol serta hidangan enak lain nya. lalu Dona bertanya kepada ibu nya.


"ibu dapat uang dari mana bisa belanja bahan makanan untuk memasak masakan sebanyak ini?"


"sudah jangan banyak tanya sayang. ibu menyiapkan semua ini untuk merayakan keberhasilan mu di terima bekerja di tempat pertama mu melamar pekerjaan."


"tapi bu..."


"sudah ayo makan sayang... jangan membuat ibu kecewa lho kalau kamu sampai menolak nya." ucapan tersebut membuat Dona jadi pasrah tak mau bertanya-tanya lagi dan kini ia menuruti saran ibu nya untuk memakan hidangan enak itu bersama ibu nya.

__ADS_1


...*...


...* *...


__ADS_2