
SETELAH Doni dan pak Yaris berbincang-bincang mengenai siapa saja yang terlibat di dalam perbincangan tersebut, bel pulang kerja sudah mulai terdengar dan bel tersebut nyala secara otomatis karena sudah di setting oleh pak Yaris dari komputer CCTV nya.
Para karyawan kantor satu persatu mulai keluar ruangan kantor tersebut untuk pulang dan semua berkas-berkas kerja mereka di simpan dengan rapi dimeja kerja nya masing-masing. Doni dan pak Yaris pun juga segera bersiap-siap membereskan bekas pekerjaan mereka masing-masing. sebelum Doni beranjak dari ruangan kantor pak Yaris, Doni sudah diberitahukan oleh pak Yaris bahwa besok diri nya akan menjemput Doni ke kantor itu untuk mengajak nya berziarah ke makam ayah nya Doni.
Doni hanya mengangguk setuju dan kemudian ia beranjak dari ruangan pak Yaris menuju ruangan nya sendiri. Doni sedang merapikan berkas kerjaan yang sudah ia kerjakan sebelum nya dan kemudian menaruh nya di atas lemari kecil tempat menyimpan berkas perusahaan tersebut. lalu, ia duduk di kursi meja kerja nya dan mencoba menyalakan layar komputer nya.
Ia kemudian membuka dompet nya dan mengambil kartu nama milik perempuan yang selama ini ia cari keberadaan nya lewat internet. Doni ingin mencoba mencari tahu lagi tentang identitas gadis itu lewat komputer yang baru ia nyalakan itu. Doni segera menggerakan kursor mouse komputer nya dan mengetikan sebuah nama di papan keyboard komputer nya untuk mencari nama anak gadis tersebut. setiap ia mencari nama gadis itu di pencarian internet, usaha nya tetap saja tidak ada hasil nya alias nihil. sudah beberapa kali Doni hanya menemukan poto-poto perempuan cantik dan berpakaian minim seperti model yang berpakaian seksi dan seronok di pencarian internet nya itu.
Dalam hati Doni hanya membatin sambil masih melihat-lihat poto-poto model seksi dilayar komputer nya itu.
"apakah gadis itu seorang model majalah dewasa..??? masa iya seorang anak kuliahan sambil bekerja sebagai model dewasa begini..???" ucap batin Doni meragukan apa yang ia lihat di layar komputer nya.
Doni terus saja mencari-cari poto yang sesuai dengan wajah yang ada di kartu nama anak gadis itu. di sepanjang pencarian nya di internet, hanya ada poto-poto model seksi saja yang bertebaran dan wajah nya selalu berbeda-beda. rasa penasaran Doni terhadap pencarian nya tentang Gadis Misterius itu, berubah menjadi rasa terpesona melihat tubuh-tubuh model seksi yang bertebaran di layar komputer nya itu. poto para model itu hanya mengenakan bikini saja dan terlihat jelas buah dada yang membusung kencang dan bokong yang besar serta padat. membuat hayalan Doni menjadi ngawur tak karuan.
Sebagai pemuda normal, Doni merasa tertantang gairah nya jika melihat hal-hal yang seperti itu. rasa tak tahan akan birahi nya itu, membuat Doni keringat dingin karena ia menahan gejolak hasrat birahi nya itu dengan mati-matian. batin Doni berbicara enggan melihat hal yang tak pantas di lihat nya itu. tetapi pikiran nya memerintahkan kedua bola mata nya untuk terus menatap poto model yang bertubuh aduhai dan seksi-seksi itu.
Tangan kanan Doni mulai menelusup ke dalam celana hitam nya dan memegang kejantanan nya seraya berkata pelan.
"ngapain kamu bangun..?! hhh nakal..! sana tidur lagi..!" ucap Doni dengan tegas kepada adik kecil nya seraya membenarkan letak posisi adik kecil nya yang berubah itu akibat ikut tegang merasakan gejolak birahi akibat mata Doni melihat poto-poto model seksi tersebut.
Ketika Doni sedang asyik membenarkan letak posisi adik kecil nya, terdengar suara ketukan pintu dari luar kantor Doni dan suara perempuan yang mengatakan 'Permisi Bos' di luar ruangan kantor Doni.
__ADS_1
pemuda yang sedang membenarkan letak adik kecil nya itu menggeragap dan kemudian ia berkata menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu tadi.
Untung ketika Doni sedang membenarkan letak adik kecil nya itu, pintu kantor tidak langsung di buka. untung karyawan kantor tersebut sopan-sopan dan santun jika ada keperluan dengan atasan nya. sebelum pintu dibuka, maka ketukan pintu dan suara permisi itulah yang selalu mereka lakukan atas dasar rasa sopan karyawan kantor tersebut kepada atasan nya.
Orang yang tadi mengetuk pintu itu sudah masuk dan orang itu memang karyawan perempuan di kantor itu dan Doni belum mengenal semua nama karyawan nya satu persatu. Doni yang heran melihat karyawan perempuan yang masuk itu segera bertanya.
"ada apa yang bisa saya bantu mbak..??" tanya Doni sopan.
"anu pak. saya mau izin kepada bapak tentang sesuatu." jawab karyawan perempuan yang diperkirakan umur nya setahun lebih tua dari Doni.
Doni lalu menyuruh karyawati itu untuk duduk di kursi depan meja kerja nya. setelah karyawati itu duduk, barulah Doni bertanya siapa nama karyawati itu dan karyawati itu mengaku bernama 'Lastri'.
Perempuan yang bernama Lastri itu kemudian menjawab pertanyaan Doni.
"begini pak Doni. saya minta izin untuk pulang kampung dahulu selama seminggu ini, boleh tidak..???"
"alasan nya apa mbak Lastri..???" tanya Doni lagi penasaran.
"saya ingin menghadiri acara pernikahan kakak lelaki saya yang ada di kampung pak." jawab karyawati yang kecantikan nya lumayan untuk seumuran gadis dua puluh enam tahunan.
Doni lalu menatap wajah karyawan perempuan itu dengan lekat-lekat. wajah karyawati itu langsung merah dadu karena malu wajah nya di perhatikan oleh Doni. karyawati itu langsung menunduk malu dan Doni langsung bertanya kembali kepada karyawati itu tentang dimana asal kampung halaman nya sampai meminta izin selama seminggu lama nya.
__ADS_1
Karyawati itu menjawab pertanyaan Doni dan mengaku diri nya berasal dari daerah medan. Doni hanya manggut-manggut dan mempercayai alasan karyawati tersebut, karena jarak dari jakarta ke medan itu lumayan jauh jarak nya dan perlu seharian untuk sampai menuju pusat kota medan jika naik pesawat terbang. dan jika membawa mobil pribadi atau menyewa kendaraan pribadi, bisa saja sampai nya berhari-hari lama nya.
Alasan dari perempuan itu segera di cerna oleh pikiran Doni untuk segera menghubungi pak Yaris selaku HRD perusahaan itu. dan sudah tugas nya pak Yaris dalam mengurusi semua kegiatan yang dilakukan karyawan di kantor perusahaan tersebut. Pak Yaris yang sudah dari tadi pulang ke rumah nya itu, segera mengangkat telepon dari Doni dan kemudian mereka berbincang-bincang perihal alasan izin karyawati yang bernama Lastri itu.
Kemudian Doni memberikan ponsel nya kepada Lastri agar berbicara langsung kepada pak Yaris. setelah Lastri dan pak Yaris berbincang, handphone Doni di kembalikan oleh Lastri dan pak Yaris mengizinkan alasan izin Lastri tersebut. setelah Doni berkata mengizinkan permohonan Lastri itu, lalu ia menyuruh Lastri untuk mengisi lembar jawaban di kertas kecil dan kertas kecil itu adalah bukti izin nya Lastri beserta tanda tangan Lastri.
Surat izin itu kemudian di ambil oleh Doni dan di simpan di rak meja berkas-berkas surat izin karyawan kantor tersebut. Lastri sudah izin keluar kembali setelah perbincangan mereka selesai. dan Doni hanya tersenyum manis ke arah Lastri yang sudah keluar dari ruangan nya.
Doni kemudian menggerakan mouse komputer nya Dan menghapus semua data pencarian internet tentang gadis misterius yang sedang di cari nya itu. kemudian ia mematikan komputer nya dan segera meninggalkan ruangan kantor nya karena waktu sudah sore sekitar jam lima dan waktu nya Doni untuk mandi. Ruangan kantor tersebut sudah sepi dan hanya Doni saja yang seorang diri di dalam kantor tiga lantai tersebut.
Doni adalah Anak Yang Pemberani. ia tak pernah takut walaupun di dalam kantor itu hanya tinggal sendirian. pernah ia merasakan kejanggalan ketika malam sebelum nya, ketika Doni hendak keluar kantor untuk membeli makanan dan berada di tangga menuju lantai dua. ia mendengar benda jatuh di ruangan kantor lantai dua dan Doni hanya cuek saja seraya berseru menatap ruangan kantor yang luas dan gelap itu.
"kalau kalian mau tinggal disini jangan suka mengganggu dan menakut-nakuti ku. aku tidak pernah menganggu kehidupan kalian sama sekali dan lebih baik nya kita masing-masing saja." ujar Doni kala malam sebelum nya.
Doni berkata seperti itu hanya untuk peringatan saja dan mungkin maksud Doni berkata begitu di tujukan untuk para mahkluk gaib penghuni kantor tersebut. sebelum nya memang Doni sudah pernah di beritahukan oleh pak ustad Rojak ketika kedua nya sering duduk berdua dan berbincang di masjid tentang sesuatu yang gaib. kejadian itu ketika Doni masih menumpang tidur dengan kakek Sarkim. ucapan pak ustad Rojak itu seperti yang sudah Doni sebutkan sebelum nya dan itulah pesan dari pak ustad Doni kepada Doni agar menghormati mahkluk selain manusia yaitu mahkluk gaib. karena menurut wejangan pak ustad Rojak kepada Doni, diantara tempat tinggal nya manusia. ada sebagian golongan mahkluk gaib yang suka mendiami tempat-tempat yang ada di dalam rumah-rumah manusia. manusia tersebut tak sadar akan hal itu jika mahkluk gaib tersebut tak menampakan kehadiran nya. maka dengan jatuh nya benda mati atau sesuatu yang tak wajar lain nya, bisa jadi itu menandakan bahwa mereka ada.
Doni kini sudah ada di lantai tiga dan sedang mengambil handuk nya untuk mandi. Doni lalu menyalakan televisi di kamar itu agar kamar tersebut tak terlalu sepi dan lengang. setelah itu, Doni langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi sore.
...*...
...* *...
__ADS_1