
MALAM Semakin larut dan pak Taufik sudah pulang dari rumah ibu Dewi dan pak Tomi. sepasang suami istri itu juga sudah tertidur dengan lelap nya sambil berpelukan. ketiga anak mereka juga sudah tertidur di kamar mereka masing-masing. malam yang harus nya gelap yang diperkirakan baru jam sebelas malam itu, masih terlihat terang karena cahaya bulan di malam itu sedang bulan purnama penuh.
Seorang gadis sedang melamun di dalam kamar nya dan menatap ke arah langit malam tempat bulan yang terang tersebut berada. pikiran nya masih terngiang-ngiang akan ingatan masa lalu nya tentang nenek nya yang bernama nenek Uminah. anak gadis itu ternyata Dona dan ia belum bisa tidur pada malam itu.
Di rumah nya sudah sepi karena ibu dan kedua adik nya serta keluarga nya itu, semua nya sudah tertidur bersama di ruangan tengah yang agak luas. acara selamatan tujuh hari nya nenek Uminah yang di mulai pada malam pertama itu, sudah selesai ketika jam delapan malam tadi. Dona dari awal di mulai selamatan kendurian nenek nya itu, ia masih berkabung bersama keluarga nya itu sambil mendoakan mendiang nenek nya diruang tengah rumah nya. setelah acara itu selesai, ia sudah masuk ke dalam kamar pribadi nya dan hanya seorang diri saja. ia sedang ingin menyendiri dahulu dan ingin merenungi kenangan tentang diri nya dan nenek nya semasa hidup. bagi Dona, mendiang nenek Uminah adalah sosok ibu kedua bagi Dona. sejak bayi, Dona di urus oleh nenek nya sampai menjadi anak remaja cantik berumur lima belas tahun. ibu Asih tak sempat mengurus Dona karena kala itu ia masih bekerja di kota di rumah nya mendiang pak Randi serta ibu Dewi dan sudah di pastikan ibu nya selalu tidak ada di rumah. maka dari itu, hanya nenek nya lah yang mengurus Dona dari kecil sampai remaja dan sampai pernah menjadi tempat curhat nya Dona ketika anak gadis itu sudah remaja. Dona selalu diberikan pengarahan yang positive dari nenek nya ketika ia bercerita tentang apa saja yang membuat nya penasaran.
Pernah di suatu ketika, Dona kala itu sudah remaja dan waktu itu ia sudah kelas tiga SMP. ia pernah curhat kepada nenek nya tentang rasa suka nya terhadap seorang lelaki sekelas nya. ingatan tersebut kini sedang di lamunkan oleh Dona yang sejak tadi duduk di tepi ranjang nya dan menatap ke arah jendela kamar nya.
"nek..Dona mau bertanya, apakah Dona pantas berharap lebih kepada lelaki yang Dona sukai itu..??? akan tetapi, lelaki tersebut seperti nya tidak peka terhadap Dona nek." tanya Dona pada masa yang telah lalu. nenek nya yang kala itu masih sehat dan belum sakit-sakitan, telah menjawab pertanyaan dari cucu nya itu.
"cucu ku sayang, seorang wanita terkadang lebih peka terhadap lelaki yang ia sukai di bandingkan lelaki itu sendiri. akan tetapi peka nya seorang perempuan seperti kita ini, tergantung lelaki itu memberi harapan kepada kita atau kita yang terlalu berharap kepada lelaki itu. jika lelaki tersebut memberi harapan kepada kita dan mau menerima kekurangan kita, niscaya kita akan bisa mendekati lelaki tersebut bahkan sampai memiliki nya. apabila jika kita yang terlalu menaruh harapan kepada lelaki tersebut, maka kita harus siap-siap menyiapkan diri agar nanti tak terlalu sakit ketika harapan kita itu tak tersampaikan karena lelaki itu menolak untuk dicintai oleh kita." ujar Nasihat Dari Nenek nya Dona kala itu.
Dona yang kala itu masih remaja puber, hanya tersenyum memahami nasehat dari nenek nya. ingatan tersebut telah terulang lagi dalam ingatan Dona yang sejak tadi sedang melamun dikamar nya. lamunan itu di lanjutkan lagi dalam ingatan kenangan masa lalu Dona.
__ADS_1
percakapan Dona yang sudah dijawab nenek nya tadi, segera dibalas oleh Dona.
"nek, apakah seorang wanita pantas menyatakan cinta nya terlebih dahulu kepada seorang lelaki yang di sukai nya..???" nenek Uminah hanya tersenyum dan mencubit dagu cucu perempuan nya itu seraya menjawab nya.
"apakah kamu berani menyatakan cinta dan rasa suka mu terhadap lelaki itu..???"
Dona hanya menggelengkan kepala nya saja menandakan tak berani melakukan hal tersebut, karena sudah pasti sebagai seorang perempuan ia malu untuk mengungkapkan hal yang bisa di anggap cewek murahan oleh lelaki.
Sang nenek langsung meneruskan ucapan dari pertanyaan nya yang dijawab oleh cucu nya itu dengan bahasa isyarat menggelengkan kepala nya.
Dona yang mendengar nasehat bermanfaat yang positive dari nenek nya itu hanya tersenyum sembari menganggukan kepala nya. ingatan itu tersebut terhenti karena Dona sudah merasakan ngantuk yang tak tertahankan lagi. ia sudah menguap sejak tadi dan kemudian ia memaksakan berdiri untuk menutup jendela kamar nya dengan gordeng jendela dan ia kini kembali ke tempat tidur nya. ia lalu berbaring dan mata nya mulai terpejam sambil pikiran nya masih memikirkan nenek kesayangan nya itu yang kini telah disemayamkan ditempat peristirahatan yang terakhir kali nya.
Di sisi kamar yang luas dan berada lumayan jauh dari tempat tinggal nya Dona, ada seorang anak muda yang tak lain adalah Doni yang masih belum tertidur. ia sedang asyik memainkan ponsel nya dan wajah nya sesekali berseri-seri. ia lalu menatap layar ponsel nya karena ada suara nada pesan dari whatsapp nya. isi pesan tersebut adalah;
__ADS_1
"selamat tidur ya bos Doni, semoga mimpi indah. kalau bisa mimpiin aku ya? he.he.he..becanda bos." isi pesan tersebut membuat Doni cengengesan dan segera membalas isi pesan tersebut;
"selamat tidur juga mbak Yuni, semoga mimpi mu indah juga." balas Doni dan kemudian ia menutup ponsel nya.
Ia sedang terbaring di kamar nya dan menatap langit-langit kamar nya seraya membatin.
"bagaimana ya cara nya agar aku bisa mengungkapkan isi hati ku kepada mbak Yuni??" ucap batin Doni dan ternyata ia sejak tadi sedang asyik chatingan dengan mbak Yuni. menejer cantik itu seperti nya memang benar-benar sudah naksir pada Doni karena sudah terbukti dari setiap waktu, Doni selalu mendapat pesan dari mbak Yuni yang isi nya hanya basa-basi mengingatkan makan, mengingatkan mandi, dan hal-hal kegiatan yang biasa orang-orang lakukan.
Ucapan Doni yang awal nya belum tertarik akan perempuan dan pernah dikatakan oleh Doni kepada pak Yaris ketika mereka berada di kantin sebelah kantor itu, dirinya pernah berucap belum terlalu tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang perempuan. tetapi kini, perlahan diri nya mulai dihinggapi rasa ingin memiliki seorang kekasih atau pacar. ucapan sebelum nya kepada pak Yaris itu, mungkin sebentar lagi akan terkhianati oleh sikap Doni yang akan mencoba membuka hati nya untuk seorang perempuan. dan perempuan yang selalu hadir di ingatan Doni saat ini adalah mbak Yuni, karena di setiap waktu kedua nya sering bertukar pesan tentang persoalan apa saja melalui ponsel nya. terkecuali tentang perasaan hati dan cinta pribadi, mereka masih belum mengungkapkan isi hati mereka masing-masing karena suatu alasan jabatan yang mereka pegang masing-masing dan alasan yang belum pasti dijelaskan.
Kini anak muda itu memejamkan mata nya karena mata nya sudah lelah sejak tadi menatap layar ponsel nya terus. lagi pula diri nya pun sudah mengantuk dan menguap beberapa kali sejak tadi. di saat terpejam, isi kepala anak muda itu hanya ada satu wajah saja yang di ingat nya yaitu menejer restorant nya yang bernama mbak Yuni. sedangkan wajah perempuan misterius yang pernah ia cari keberadaan nya yang bernama Dona Pratiwi, kini perlahan mulai surut dan seperti nya suatu saat akan terlupakan dengan hadir nya mbak Yuni di setiap hari-hari nya Doni.
...*...
__ADS_1
...* *...