Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Alaglosa menghilang


__ADS_3

Tidak ada yang tahu tentang peristiwa yang terjadi semalam dimana putri Alaglosa diserang oleh dua assasin level tinggi. Pagi itu semuanya justru panik dan berlarian kesana kemari, karena tidak ditemukannya keberadaan putri Alaglosa. Padahal pagi ini jadwalnya adalah menemani putra mahkota untuk melakukan berbagai aktifitas kenegaraan karena menjamu para tamu yang sebentar lagi akan berangkat kembali ke asal mereka.


Tapi lihatlah sekarang, baik Alaglosa maupun pelayan pribadinya tidak berada di kamarnya. Kamar itu sepi seperti tidak berpenghuni meninggalkan benda-benda yang merupakan milik Alaglosa yang ditinggalkan oleh pemiliknya yang entah dimana keberadaannya sekarang.


" Tuan ku... Kami belum bisa menemukan keberadaan tuan putri..." lapor ajudan yang diperintahkan untuk mencari keberadaan dari Alaglosa.


" Apa kalian sudah mencari ke segala arah? Apa tidak ada di kastil lama?" tanya Lord Edrahil yang tidak percaya putrinya menghilang.


" Tidak ada di mana pun tuan.. Kami bahkan sudah mencari ke sisi luar Dow Wych tapi tetap tidak menemukan keberadaan putri."


Lord Edrahil merasakan kepalanya benar-benar sakit saat ini. Tanpa menunggu lagi keterangan dari tim lain yang dia perintahkan untuk mencari keberadaan putrinya, Lord Edrahil terlihat melangkah menuju ke sebuah ruangan rahasia yang ada di dalam kamar pribadinya.


Ruang ini berukuran tidak cukup besar, tapi di bagian tengahnya terdapat sebuah bola ajaib dan juga batu pipih besar yang menyangga bola ajaib itu. Batu berbentuk pipih itu terlihat seperti sebuah peta. Lord Edrahil mendekati bola ajaib itu dan kemudian dia mengalirkan life stream miliknya ke dalam bola ajaib itu.


Bola itu kemudian bersinar sanga terang membuat ruangan yang tadinya temaram menjadi sangat terang karena sinar yang dihasilkan oleh bola ajaib itu. Batu pipih yang berada di bawah bola ajaib itu kemudian ikut bersinar menampilkan titik-titik yang tersebar di seluruh permukaan batu pipih tersebut.


" Tidak ada... Life stream miliknya sudah tidak berada di wilayah para elf. Kemana anak itu pergi? Mungkinkah dia diculik? Tapi untuk apa? Kekuatannya bahkan belum bangkit.." gumam Lord Edrahil frustasi.


" Apa yang sebenarnya dipikirkan anak itu? Jika sampai orang kerajaan Amanecer tahu dia kabur, maka seluruh bangsa elf akan dicap sebagai musuh dan pasti akan menjdi punah, sama seperti kaum elf darah murni..Apa yang harus aku lakukan?" Lord Edrahil terlihat berpikir cukup keras agar bisa mendapatkan ide yang tidak akan merugikan siapapun.


Ketika dirinya keluar dari ruangan itu, di depannya sudah berdiri putranya, pangeran Caballero. Bisa Lord Edrahil lihat, wajah putranya ini terlihat masam, pastinya benar saudaranya itu tidak diketemukan. Pangeran Caballero dan putri Alaglosa adalah saudara beda ayah. Dimana awalnya ratu menikahi ayah dari pangeran, tapi kemudian menikah dengan jendral perang bangsa elf sebagai bentuk hadiah karena telah menyelamatkan seluruh bangsa elf.

__ADS_1


Tapi saat menikah dengan ayah Alaglosa, ratu sudah hamil lebih dulu dengan ayah pangeran. Hal ini membuat pangeran dan putri memiliki umur yang tidak jauh terpautnya. Hal yang tidak pernah diduga adalah, ayah Alaglosa adalah elf darah murni yang konon sudah punah dan hanya menyisakan Ratu saja setelah raja terdahulu meninggal dunia.


" Kenapa wajah mu masam begitu? Kau tidak senang adik mu kabur dari rencana ini?" tanya Lord Edrahil.


" Bukan itu ayah.. Aku kesal karena dia dengan beraninya mengambil keputusan untuk kabur setelah kita sudah selangkah lagi akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan siapa yang menolongnya kabur, itu masih menjadi tanda tanya.." jawab pangeran Caballero.


" Kita temui keluarga kerajaan dulu sekarang. Membiarkan mereka berada di situasi tidak tahu apa-apa hanya akan membuat kita semakin repot saja nantinya.." ajak Lord Edrahil.


" Ayah sudah tahu alasan apa yang akan ayah berikan?" Lord Edrahil mengangguk.


Ayah dan anak itu pergi menemui keluarga kerajaan yang sudah menunggu mereka di ruang pertemuan.Menghilangnya putri Alaglosa memang membuat semua orang panik, tentu panik mereka karena ada maksud lain. Salah satunya yang memiliki maksud tertentu dibalik rasa cemasnya Alaglosa menghilang adalah putra mahkota.


" Maafkan keteledoran saya sehingga membuat semua orang di ruangan ini cemas karena hilangnya putri saya.. Menurut apa yang dilaporkan oleh pelayan pribadinya, putri saya diculik oleh assassin yang masuk melalui gerbang yang memang tabirnya tidak kami tutup kembali karena pesta kedewasaan..." terang Lord Edrahil memberikan penjelasan.


" Putri saya adalah elf dengan darah murni. Anda pasti tahu kekuatan apa yang dibawa oleh darah yang dimiliki oleh putri saya.. Alasan itu sja sudah cukup untuk menjadikan penyebab hilangnya putri saya." penjelasan Lord Edrahil kali ini membungkam semua orang yang ada di ruangan itu.


" Jika memang begitu, maka saya akan mengerahkan pasukan saya untuk membantu anda menemukan keberadaan calon istri saya.. Selama dia masih hidup, dimana pun dia berada, saya pasti akan membawa dia beserta saya. Dia adalah Ratu masa depan..." dengan tegas putra mahkota menyatakan keinginannya membantu mencari keberadaan putri Alaglosa..


****


Di tempat lain, tepatnya di luar wilayah yang bisa dilacak oleh Lord Edrahil, terlihat Alaglosa dan juga pelayan pribadinya, Bhuralea, berjalan besama seorang pria yang ternyata mengantarkan mereka sampai ke tempat yang aman. Pria ini adalah jendral Kaida.

__ADS_1


Peristiwa semalam membuat pria ini mengubah keputusannya yang awalnya lebih memilih patuh pada perjanjian, tapi semua itu dia ubah setelah dengan mata kepalanya sendiri dia melihat gadis didepannya ini hampir terbunuh.


Flashback


Jendral Kaida mengantarkan Alaglosa sampai ke depan kediaman Alaglosa. Beruntung malam ini sangat sepi sehingga tidak ada yang melihat mereka berdua. Saat hendak berbalik dan pergi, jendral Kaida mendekatkan wajahnya ke wajah Alaglosa kemudian membisikan sesuatu yang membuat Alaglosa terkejut.


" Tengah malam nanti, aku menunggu mu di tempat pertama kali kita ketemu.. Aku akan membawa mu keluar dari wilayah ini, jika itu bisa membuat mu hidup.." seperti itulah kalimat yang jendral Kaida bisikan pada Alaglosa.


Flashback off


" Terima kasih jendral. Aku sangat berterima kasih pada anda dan maaf karena tidak bisa membalas budi anda.." Alaglosa menatap pria di depannya ini dengan raut wajah tidak rela.


" Cukup dengan anda hidup dengan baik di luar sana dan jangan lupakan saya, itu adalah balasan yang setimpal dengan apa yang saya lakukan." ujar Kaida sama tidak relanya jika berpisah.


" Suatu nanti jika kita bertemu lagi, saya harap kita bisa menjadi teman yang baik ya.."


" Pasti.. Saat itu tiba, saya harap anda tidak melupakan saya dan kita tidak akan saling melewatkan.."


Alaglosa pun akhirnya benar-benar pergi setelah mengucapkan perpisahan dengan pria yang membantunya ini. Jika suatu saat nanti mereka bisa bertemu kembali, Alaglosa hara mereka berdua memiliki takdir yang lebih baik lagi.


Kaida tidak bisa ikut lebih dari batas tempatnya ini berpijak karena jika seperti itu, dia akan membuat keluarganya menanggung kesalahan yang dia perbuat. Jadi, meski dengan berat hati, Kaida berbalik kembali ke wilayah pra elf, untuk menghapus ketiadaannya saat tadi Alaglosa menghilang.

__ADS_1


Sedangkan Alaglosa, kini telah sampa ke wilayah yang ada di wilayah barat laut, vallen de la brujas.


__ADS_2