
Di lantai atas, tepatnya di depan kamar pribadi dari Lord Tyrian, semua orang terlihat berkumpul di sana. Alaglosa yang baru saja naik ke lantai ini, dibuat heran dengan apa yang terjadi. Perasaannya tidak enak, dia yakin, telah terjadi sesuatu dengan suaminya karena melihat ekspresi dari orang-orang yang berdiri di depan kamar pribadi Tyrian.
" Nyonya... " Semua orang langsung memberikan jalan pada Alaglosa begitu mereka melihat nyonya mereka mendekat.
" Apa yang terjadi? " Tanyanya. Entah pada siapa, tapi semua orang di tempat itu menutup mulut mereka rapat-rapat.
Tubuh Alaglosa langsung luruh ke lantai begitu melihat kondisi Tyrian saat ini. Di lantai, terdapat ceceran darah segar. Menggabungkan dengan pelayan Tyrian tadi yang berlari dengan pakaian penuh darah, kini Alaglosa tahu darah itu berasal dari mana.
Saat ini, Tyrian tengah diperiksa oleh tabib didampingi oleh Kaisar Prosto. Wajah tabib yang memeriksa Tyrian terlihat sudah pasrah. Memang tidak ada yang bisa dilakukan oleh tabib. Semua dalam diri tuannya ini baik-baik saja, tapi dilihat dengan posisi seperti apapun, tuannya tidak terlihat baik-baik saja.
Tubuhnya yang dulu sangat gagah, kini hanya tinggal tulang dan kulit yang bahkan kulitnya sudah terlihat keriput seperti orang yang sudah berumur ratusan tahun. Matanya sayu dan kosong, sama sekali tidak terlihat adanya kehidupan di sorot mata itu.
" Ayah.. " Panggil Alaglosa. Kaisar terkejut melihat menantunya terduduk di lantai menatap ke arah putranya dengan linangan air mata.
" Ossa.. Bangun.. Kenapa kau duduk di lantai? Tempat ini dingin.. " Kaisar membantu menantunya untuk bangkit berdiri.
" Jangan seperti ini. Kau harus kuat demi Tyrian. Dia, paling membutuhkan dukungan dari mu, daripada obat apapun di dunia ini.. " Alaglosa langsung menghapus air matanya.
" Ada yang ingin saya katakan pada ayah.. Bisa kita bicara sebentar? " Ucap Alaglosa setelah berhasil menguasai perasaannya.
" Ayo ke ruang kerja ku saja.. " Alaglosa mengangguk, kemudian mengikuti langkah Kaisar yang sempat menitipkan Tyrian pada tabib.
__ADS_1
Kaisar Proston dan Alaglosa tengah duduk di sofa yang ada di ruang kerja Kaisar. Keduanya masih diam, meski sudah duduk di sana cukup lama. Bahkan teh yang dihidangkan oleh pelayan pun, terlihat sudah tidak lagi mengepul asap di atasnya.
Ingin bertanya, tapi Kaisar lebih ingin memberikan waktu terlebih dahulu pada menantunya untuk menata hati dan pikirannya. Kaisar paham betul ini berat untuk Alaglosa, karena dirinya juga merasakan hal yang sama. Keduanya sama-sama merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Tyrian.
" Ayah.. Saya tahu penyebab Tyrian menjadi seperti ini.. Tapi saya tidak tahu pengobatan seperti apa yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan Tyrian.. " Ucap Alaglosa setelah cukup lama dirinya terdiam.
" Waktu Tyrian tidak lama.. Satu bulan dari sekarang, belum tentu dia masih bisa bersama dengan kita semua.. Aku pun tahu penyebab putra ku mengalami ini semua, dan aku sedang meminta Zeco untuk mencari tahu tentang masalah ini. " Alaglosa terkejut, ternyata ayah mertuanya sudah mengambil tindakan.
" Bisa kau ceritakan, detail dari ucapan mu dulu... Tentang kau yang terlahir kembali karena pengorbanan Tyrian? " Tanya Kaisar. Mungkin saja, dengan menelusuri semua itu, bisa mendapatkan petunjuk untuk menyelamatkan Tyrian.
" Saya tidak tahu detailnya. Dalam mimpi saya saat itu, Acfica hanya mengatakan jika waktu saya telah diputar oleh keturunannya yang mewarisi kekuatan pengendalian waktu.. Saya, bisa kembali ke masa dimana semuanya berasal, atas pengorbanan keturunannya.. Hanya itu yang saya ketahui.. " Kaisar mengangguk.
" Kau dulu saja.. " Kaisar mempersilahkan untuk Alaglosa bicara.
" Tidak.. Ayah dulu saja.. Mungkin ayah lebih banyak tahu dari saya.. " Alaglosa balik mempersilahkan.
Kaisar menghela nafas terlebih dahulu. Rasanya tenggorokannya begitu kering dan dadanya sesak. Bukan karena sakit tapi karena merasa sedih yang teramat sangat melihat kondisi putranya seperti ini. Siapa ayah yang tega melihat anaknya menderita seperti ini.
Meski Kaisar terlihat biasa-biasa saja, namun sebenarnya tidak. Bebannya terlalu sakit karena saat ini, tidak hanya istrinya yang juga sakit tapi putranya juga. Istrinya tidak diketahui kapan akan terbangun dari tidurnya setelah melepas segel dari Tyrian. Dan sekarang putranya juga ikut sakit.
" Dalam sejarah, sama sekali tidak tertulis mengenai penyebab mengenai apa yang terjadi para Tyrian. Akan tetapi kita bisa mencari tahu dengan kekuatan yang kau miliki. Apa kau bisa mencoba cara yang aku dan Zeco sudah rencanakan? " Ujar Kaisar.
__ADS_1
" Asalkan itu bisa membuat kita semua berhasil menyelamatkan Tyrian, maka saya akan melakukan semua cara yang anda dan kak Zeco lakukan.. " Alaglosa mengangguk mantap.
Kaisar pun menjelaskan semua yang sudah dia dan Zeco rencanakan. Alaglosa akan ikut andil dalam rencana ini bahkan dirinya akan menjadi pusat dari rencana yang dirancang oleh Kaisar. Alaglosa akan menjalankan apapun yang Kaisar dan kakak iparnya arahkan. Semuanya akan dia lakukan demi suaminya yang kini menderita karena dirinya.
" Kalau memang aku harus mengorbankan apapun demi bisa membuat mu kembali seperti sedia kala.. Maka dengan senang hati akan aku lakukan.. " Batin Alaglosa yakin.
**********
Sepanjang mata memandang, terlihat hanyalah hamparan tanah lapang yang ditumbuhi rerumputan dan pepohonan yang saat kini tengah berbunga dan berbuah. Siapapun yang datang ke tempat ini, bisa dipastikan akan betah dan merasakan damai. Tidak beda dengan Tyrian yang untuk kali pertama dirinya melihat adanya tempat yang begitu saat indah.
Dalam pikirannya, Tyrian sudah membayangkan akan membawa istrinya ke tempat ini dan menghabiskan waktu bersama. Membayar waktu demi waktu yang terbuang sia-sia karena banyaknya permasalahan yang terjadi, termasuk sekarang ini dirinya yang tengah sakit.
Ah ya.. Tyrian ingat jika tadi dia baru saja memuntahkan darah segar setelah merasakan sakit yang begitu hebat di bagian dadanya. Lalu sekarang dirinya berada di tempat yang berbeda dari kamarnya. Mungkinkah dia benar-benar sudah...
" Tentu saja kau belum mati.. Ingin sekali kau untuk segera mati.. " Tyrian langsung berbalik begitu ada suara yang menyapa telinganya. Tapi, sepanjang matanya memandang berkeliling, dia tidak bisa menemukan seseorang.
" Hahahahahaha.. Tenang saja, kau belum mati.. Kau berada di tempat yang merupakan persinggahan makhluk sebelum mereka berangkat ke nirwana. Diri mu, belum diterima sehingga akhirnya singgah di tempat ini.. Tempat yang dihuni oleh orang-orang yang masih belum menyelesaikan urusannya di dunia dan berakhir tidak tahu tempat tujuan.. "
Deg..
Jantung Tyrian berdetak sangat kencang ketika matanya bertemu tatap dengan seseorang yang mengajaknya bicara. Wajahnya tidak asing, Tyrian kenal betul siapa orang yang berada di depannya ini. Tidak menyangka jika dirinya akan dipertemukan dengan orang ini dalam wujud yang lain. Kenapa bisa orang ini ada disini? Bukankah dia sudah tidak akan pernah bisa berada di dunia tempat Tyrian berada. Jangan-jangan....
__ADS_1