Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Kejadian yang aneh


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana keluarga dari wilayah selatan akan melakukan perjalanan untuk kembali ke wilayah mereka. Sudah cukup lama mereka berada di wilayah timur, kini saatnya mereka kembali. Alaglosa adalah salah satu dari sekian banyak orang yang paling antusias untuk melakukan perjalanan ini. Lain dengan Tyrian yang bahkan paling tidak suka jika harus melakukan perjalanan panjang untuk pulang atau pergi.


Dikatakan perjalanan panjang karena jarak tempuhnya bisa mencapai dua puluh satu hari. Beruntung sekarang sudah ditemukannya terowongan sihir sehingga membuat perjalanan yang awalnya dau puluh satu hari, sekarang bisa ditempuh dalam jangka waktu satu minggu. Meski begitu satu minggu bukanlah waktu yang sebentar.


Tyrian naik ke kuda hitam miliknya, kemudian pergi menuju ke barisan paling depan sebagai pemimpin dari mereka semua. Pasukan dibagi menjadi dua, sebagian di depan dan sebagian di belakang, bagian tengah berisikan kereta kuda yang membawa kaisar dan juga Alaglosa serta beberapa orang yang memang tidak pandai berkuda atau para perempuan.


Alaglosa berada di satu kereta dengan Bhuralea dan seorang pria yang dikatakan sebagai dokter bagi pasukan Tyrian. Briareth berada di kereta kuda lain bersama dengan para pelayan yang memang ikut pergi bersama tuan mereka dari wilayah selatan Sedangkan di kereta kuda paling depan, ada kereta kuda yang dinaiki oleh Kaisar dan juga Alpus.


Di samping kanan dan kiri kereta kuda ada dua orang pria berkuda yang merupakan penjaga kereta kuda. Ada Daylor dan seorang lagi bernama Kairo yang merupakan pengawal pribadi Alaglosa. Sengaja Tyrian memberika dua pengawal pribadi untuk sang istri demi menjaga lebih aman untuk sang istri.


" Nyonya, jika lelah anda bisa tidur lebih dahulu.. Untuk sampai ke kota Fandor membutuhkan waktu setidaknya tiga sampai empat hari perjalanan. Dan biasanya, Lord tidak akan menghentikan kawanan kita sebelum sampai ke Fandor.." terang dokter yang berada satu kereta kuda dengan Alaglosa.


" Kalau boleh tahu, setelah dari fandor untuk sampai ke kastil kita harus melewati kota apa saja?" tanya Alaglosa.


" Ada dua alternatif jalan yang bisa diambil dari Fandor. Jalur tercepat biasanya kan menjadi pilihan Lord Tyrian karena tidak membutuhkan waktu lama. Sedangkan jalur lainnya bisa dua kali lebih lama dari jalur tercepat..." jedanya sebentar.


" Jalur tercepat menuju ke ibukota Eldrogo dari wilayah Fandor adalah Cendrag, Basilik dan terakhir barulah kita sampai ke kastil.." Alaglosa manggut-manggut.


" Anda sudah lama bekerja sebagai dokter di pasukan milik Lord Tyrian?" tanya Alaglosa mengakrabkan diri dengan teman seperjalanannya.


" Sejak yang mulia Lord Tyrian masuk ke dalam pasukan, sejak itu pula saya juga masuk ke dalam pasukan milik beliau."

__ADS_1


" Ehmmm.... Kalau boleh tahu siapa nama anda dokter? "


" Hahahaha... Maafkan atas kecerobohan saya yang mulia, seharusnya saya memperkenalkan diri sejak awal.. Nama saya Lance.. " dokter itu memperkenalkan diri.


" Senang mengenal anda dok.. " Alaglosa tersenyum.


Tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka di dalam kereta kuda ini. Kereta kuda yang memiliki lambang bergambar naga ungu dengan pedang dan rombongan menyilang nya. Menyatakan bahwa rombongan ini adalah rombongan dari wilayah selatan, tempat dimana keturunan naga hidup di sana.


Alaglosa pun tertidur karena sejujurnya tubuhnya masih lelah karena semalaman diajak bertempur oleh suaminya. Ketika Alaglosa terbangun, dia melihat dimana di berada saat ini bukanlah kereta kuda. Yang dia lihat, dia berada di sebuah tempat seperti kedai makanan. Alaglosa melihat ke sekelilingnya, tidak ada satupun orang yang dia kenal.


" Kenapa aku bisa ada disini? " batin Alaglosa. Dia merasa sangat aneh tempat dia berada saat ini. Dia berjalan ke depan mencari keberadaan suaminya. Mungkin jika bertemu dengan suaminya, Alaglosa bisa tahu tempat apa ini.


Belum juga Alaglosa menemukan keberadaan Tyrian, dia sudah melihat dua wajah tidak asing dengannya dan seorang lagi dia tidak tahu siapa orang itu. Alaglosa melihat ketiga orang ini tengah berbincang serius sekali bahkan terkesan bisik-bisik. Dengan mengendap endap Alaglosa mendekat ke arah ketiga orang itu untuk menguping pembicaraan mereka.


" Kenapa kalian begitu bodoh.. Kita kehilangan dia dengan begini maka kita kehilangan kesempatan untuk membangkitkan nya.. " seorang lagi yang Alaglosa tidak kenal berucap dengan geraman menahan marah.


" Mana kami tahu.. Dia menghilang selama dua tahu sekalinya kembali mereka sudah menikah.. Kita tidak bisa berbuat apa-apa karena Kaisar sialan itu melindunginya.. " wanita yang satu lagi bicara. Dia adalah ratu kerajaan Amanecer.


" Kenapa bisa ratu ada disini bersama wanita penyihir itu..? Dan apa tadi mereka bilang, membangkitkan nya, siapa itu? " gumam Alaglosa. Baru setelahnya dia langsung menutup mulutnya karena keceplosan. Alaglosa takut suaranya didengar oleh ketiga orang itu dan posisinya yang bersembunyi saat ini kelihatan.


Keanehan tiba-tiba saja terjadi ketika Alaglosa hendak beralih ke tempat lain yang lebih aman untuk menguping. Saat dia menghindari seseorang yang hendak menabraknya, Alaglosa justru bertabrakan dengan orang lain. Dan disinilah keanehan itu terjadi, orang yang menabrak Alaglosa justru menembus badannya.

__ADS_1


Alaglosa terang saja sangat terkejut mendapati dirinya ditembus oleh orang lain. Dengan kata lain di tempat ini Alaglosa adalah objek yang tidak dapat dilihat objek lain. Seperti sebuah kekuatan yang sangat luar biasa, bisa tidak terlihat.


" Dewa... Apakah aku salah lihat? Atau ini benar adanya? Aku tidak terlihat oleh mereka, aku tembus pandang? " tanya Alaglosa tapi lebih pada dirinya sendiri.


" Coba kita buktikan lagi.. " Alaglosa pun berjalan mendekat ke arah tiga orang yang masih berdebat dan saling menyalahkan karena orang yang mereka maksud lepas dari genggaman mereka.


Alaglosa menyentuh pundak dari Circe, tapi tangannya justru menembus tubuh Circe. Dia juga menampakan dirinya di depan ratu, tapi dia pun tidak terlihat seolah dia tak kasat mata. Tes terakhir, Alaglosa mencoba untuk berteriak di depan mereka bertiga.


" AAAAAAARRRRGGGGGHHHHH..... "


" AAAAAARRRRGGGGGHHHHHH.... " Alaglosa terloncat kaget ketika mendengar suara teriakan didekatnya.


Mata Alaglosa mengerjap beberapa kali, menyesuaikan pemandangan yang ada di depannya. Ada Bhuralea, dokter Lance, dan terakhir ada suaminya di depannya. Alaglosa seolah tidak percaya dengan apa yang dia lihat, kepalanya pun dia gunakan untuk menengok ke kanan dan ke kiri melihat tempat dimana dia berada saat ini.


" Aku dimana? " tanya Alaglosa setelah lama terdiam dengan kepala yang menengok ke sana dan ke sini.


" Kita sudah tiba di Fandor.. Di depan itu adalah kediaman count Windsor.. Sekarang aku bertanya, kenapa kau berteriak, apa kau mimpi buruk? " Tyrian ganti bertanya.


" Apa kita tadi berhenti di sebuah kedai makan? " bukannya menjawab, malah Alaglosa balik bertanya pada suaminya. Alis Tyrian pun berkerut heran dengan pertanyaan sang istri.


" Bangunlah.. Sejak tadi kita berada di jalan dan hanya berhenti disini.. Jangan bersikap aneh-aneh, semua mata melihat mu.. " Tyrian menegur Alaglosa dengan ucapan yang terdengar sangat tegas. Ini untuk pertama kalinya dan rasanya Alaglosa tidak nyaman dengan itu.

__ADS_1


Tapi benar apa yang dikatakan oleh suaminya, semua mata tengah tertuju padanya. Teriakan tadi, kenapa justru membawanya ke dunia nyata. Benarkah tadi hanya mimpi, atau dia mengingat kejadian di masa kehidupannya yang lalu. Benak Alaglosa dipenuhi dengan berbagai pertanyaan, namun tidak satupun terjawab disana.


__ADS_2