Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Pengangkatan ratu


__ADS_3

POV ALAGLOSA


Aku duduk termenung di depan perapian, menatap bagaimana bara api membakar kayu yang ada di perapian. Di luar sedang terjadi badai salju yang sudah berlangsung sejak semalam. Di siang hari seperti ini pun masih tetap belum berhenti karena inilah lembah penyihir. Meski dikatakan lembah, nyatanya tempat ini berada di puncak sebuah gunung yang terus musim dingin. Tidak ada hari tanpa salju ke tempat ini, namun itulah yang membuat tempat ini tidak tersentuh sihir dalam bentuk apapun dan tidak bisa dilacak luar sana.


Dua tahun ini aku bisa hidup dengan damai, aman dan sejahtera di tempat ini. Meski aku selalu bertemankan sakit flu, tapi aku selalu menganggap itu harga yang harus aku bayar untuk tinggal di sini. Jika ditanya bagaimana aku bisa tahu tentang tempat ini, maka itu semua karena ibu ku, ratu bangsa elf terdahulu.


Aku ingat saat itu usiaku sekitar tujuh atau delapan tahun. Ibu ku mengajak ku kemari, berkunjung ke rumah salah satu temannya. Teman yang dulu selalu berjuang bersamanya semasa Perang. Dan itu yang membuat ibu ku dan temannya itu menjadi sahabat baik. Bahkan ketika aku lahir pun, teman ibu ku ini dagang berkunjung untuk melihat ku.


Dari kunjungan inilah aku rabu bahwa tempat ini tidak baik dilacak oleh sihir dan apapun itu karena wilayah ini adalah tempat semua sihir berasal. Tempat suci dimana kekuatan sihir pertama kali ditemukan atau lebih tepatnya diciptakan. Karena itu tidak akan ada kekuatan yang bisa masuk kemari. Membuat ku merasa aman selama dua tahun aku tinggal disini.


Dalroy tadi turun ke gunung untuk mengantarkan obat pesanan kepala desa yang ada di kaki gunung ini. Dari kepala desa itu, Dalroy mendapat informasi tentang perang ke III di Anchestral Land yang sudah pecah. Dia pun memberitahukan pada ku tentang perang itu, namun ada satu hal yang membuatkan bingung. Seharusnya perang ini terjadi masih dua tahun lagi. Aku ingat betul saat itu aku masih baru diangkat sebagai putri Mahkota. Tapi Kerajaan Amanecer justru berada di titik krisis.


Saat itu dengan segala kekuatan ku, dan juga kepandaian ku, aku membuat kebijakan-kebijakan yang menguntungkan rakyat di negeri Amanecer. Karena kebijakan yang aku buat itulah, dampak perang terjadi selama dua tahun itu tidak sampai mempengaruhi perekonomian di ibukota. Sungguh ingatan ku jatuh ke hari dimana nama ku dielu-elukan di depan seluruh rakyat.


Flashback

__ADS_1


" Hidup putri mahkota... Hidup putra mahkota... Hidup Amanecer..." setiap jalan menuju ke istana dipenuhi oleh banyak rakyat yang tinggal di Amanecer untuk menyambut ku dan suami ku yang baru saja kembali dari daerah perang untuk melihat seberapa parah kondisi masyarakat disana.


" Kau dengar itu? Kau telah membawa nama harum keluarga kita atas semua perbuatan mu sehingga membuat kita semua terbebas dari dampak kelaparan dan perang.. Kau sungguh luar bisa putri mahkota.." suami ku memuji ku setelah lama kami menikah. Hati ku benar-benar sangat ini karena akhirnya keberadaan ku tidak sia-sia.


" Ini semua juga berkat anda yang mulia.. Juga jendral besar Draken yang memimpin perang sehingga perang tidak berlangsung lama.." ucap ku kala itu merendahkan diri ku.


" Kau benar... Sepupu ku itu memang gila jika berada di medan perang.. Rumor tentang dia yang merupakan keturunan naga itu sepertinya memang benar adanya.." ucapnya. Dari kedua matanya aku bisa melihat ketidaknyamanannya saat membicarakan pria yang dia sebut sebagai sepupu itu.


" Anda tidak kalah hebat dari beliau, yang mulia.. Setiap manusia terlahir di dunia ini memiliki kelemahan dan kelebihan.. Jika jendral besar memiliki kelebihan di dunia perang, maka anda memiliki kelebihan di dalam pemerintahan,.. Bukankah itu adil.." ujar ku berusaha membangkitkan semangatnya.


Kereta kuda kami terus melaju hingga sampai di depan kastil kerajaan Amanecer. Aku melihat ada Raja dan juga sepupu keluarga kerajaan yang berasal dari selatan menyambut kedatangan ku dan suami ku. Pria itu juga ada di sana, seorang pria yang pernah mengatakan jika dia mencintai ku dengan sepenuh hati,tapi aku menolaknya dengan keras. Kini dia justru menjadi adik ipar ku karena menikahi putri, adik putra mahkota.


Aku tidak pernah sanggup lama-lama menatap matanya. Bukan aku takut, tapi aku tidak tega untuk melihat ke dalam mata itu yang selalu dipenuhi dengan kesedihan.Rasanya aku benar-benar telah membuatnya menjadi orang paling menyebalkan di dunia ini karena menolak cintanya dulu.


Lamunan ku buyar ketika tangan ku digenggam oleh suami ku. Dia menuntun ku masuk ke aula kastil yang ternyata sudah dipenuhi oleh banyak orang. Keluarga ku dari Forbidden Forest pun juga datang. Aku sampai ingin melompat memeluk ayah ku, sebelum suami ku berbisik agar aku menjaga sikap ku.

__ADS_1


" Kepada semua tamu yan hadir, aku King Kriston mengucapkan terima kasih atas kehadiran kalian semua di pesta kali ini. Semuanya pasti bertanya-tanya kenapa ada acara seperti ini saat ini, apakah ini pesta keberhasilan kita atas perang melawan manusia serigala, ataukan ada acara lain.. Dan untuk menjawab semua rasa penasaran kalian semua, lebih dulu aku panggil menantu ku untuk naik ke panggung. Putri mahkota Alaglosa dan juga keponakan ku yang kini menjadi menantu juga, Lord Draken.. Kemarilah nak....!!!" titahnya yang langsung aku dan pria itu laksanakan.


" Kedua orang ini telah berpengaruh paling besar atas kesuksesan kita dalam memenangkan perang dan juga penanganan masalah pasca perang. Yang satu jendral besar dan yang satu lagi adalah putri mahkota.. Kira-kira, apa yang cocok untuk mereka berdua sebagai hadiah?" tanya King Kriston berusaha membangun komunikasi dengan para tamu undangan.


" Putri mahkota,, apa ada yang ingin kau katakan?" tanya King Kriston pada ku.


" Saya rasa ucapan Yang mulia tadi sudah mewakili apa yang ingin saya katakan.." ujar ku malas berbasa basi.


" Jika begitu mari kita sampai di puncak acara pesta ini... Saya King Kriston, penguasa kerajaan Amenecer dengan ini mengangkat putri mahkota menjadi ratu untuk menggantikan istri ku dan putra mahkota akan diangka menjadi raja muda.. Semoga saja pemberian ku ini berguna untuk kalian.


" Apa maksudnya ini ayahanda?" tanya putra mahkota bingung.


" Mulai saat ini, kau akan menjalankan tugas sebagai raja muda dan membantu ku untuk mengurus kekaisaran.." semua orang disana sangat terkejut, begitu pula dengan ku.


" Dan untuk yang mulia ratu Alaglosa, setelah ini anda akan menjadi pemimpin yang akan direstui oleh, Dewa.." Alaglosa pun mengangguk. Sungguh gadis polos yang malang. Tanpa dia tahu, dia semakin dekat dengan tangga menuju kematiannya.

__ADS_1


__ADS_2