
Di sebuah daratan yang dipercaya merupakan daratan yang masih sering didatangi oleh para dewa di Anchestral Land ini, Zeco duduk di sebuah batu besar menanti kehadiran seseorang di tempat ini.
Tidak banyak yang tahu tempat ini dan tidak banyak yang bisa datang kemari meskipun tahu mengenai tempat ini, disebabkan hanya orang yang terpilih oleh dewa saja yang bisa kemari. Zeco yang adalah keturunan dari dewa tertinggi, jelas diperbolehkan kemari karena masih ada darah dewa yang mengalir ditubuhnya.
Tujuan Zeco datang kemari ingin bertemu dengan seorang dewi yang pernah dia temui ketika dia berkelana untuk melatih kemampuan dewanya. Dewi ini jatuh hati padanya karena pandangan pertama, akan tetapi Zeco yang telah memiliki wanita lain didalam hidupnya menolak dewi ini.
Yang dimaksud Tyrian mengorbankan kehidupannya demi Tyrian adalah hal ini. Zeco pasti menukar informasi tentang cara menyembuhkan Tyrian dengan dirinya sendiri. Tyrian menolak karena paham betul jika menikah dengan orang yang tidak kita cintai pasti sangat menderita.
Semua lamunan Zeco berakhir ketika dia melihat sekelebat bayangan sosok yang tiba-tiba mendekat ke arahnya. Zeco menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya begitu tahu, dewi yang dia ingin temui ada di depannya.
" Akhirnya.. Kau datang menemui ku kan.. " Dengan pongah, dewi ini berucap.
" Bukanlah dewa dilarang mengikuti nafsu duniawi, lalu kenapa kau bersikap seperti haus cinta saja? " Sarkas Zeco.
" Mulutmu.. Tidak pernah berubah sejak dulu.. Tetap saja terus terang dan tajam, oh.. Hati ku sakit karena ucapan mu.. " Dewi ini berlaku konyol yang membuat Zeco memutar bola matanya malas.
" Langsung saja.. Kau pasti tahu tujuan ku kemari.. " Ucap Zeco tidak mau berlama-lama dengan dewi yang sifatnya menyebalkan sekali baginya.
Jelas saja mengenalkan dan kelakuan dewi ini terkesan selalu konyol. Dewi ini adalah dewi kebahagiaan, yang selalu menebar suka cita untuk semua mahkluk yang sudah memiliki rasa. Dewi Liapy namanya.
Liapy tidak pernah sekalipun bersedih dan selalu senang, tertawa, tersenyum meski setiap kali mendengar ucapan Zeco yang sarkas dan menyakiti hati itu. Hal ini membuat Zeco kesal dan marah, kenapa bisa Liapy tidak pernah bersedih sedangkan dirinya yang juga keturunan dewa bisa merasakan emosi manusia.
" Jelas tahu, bagi bukan tugas ku mengatakannya pada mu.. Iynd dan Braern, yang wajib menjelaskan semuanya karena keduanya yang bertanggung jawab untuk keturunan mereka.. " Liapy menanggapi ucapan Zeco.
__ADS_1
" Lalu untuk apa aku menemui ku, jika bukan kau yang menjawab pertanyaan ku.. " Protes Zeco yang merasa sia-sia saja bertemu dewi menyebalkan ini.
" Hahahahahahaha.. Karena aku rindu pada mu.. Tapi tenang saja, sekarang kita akan pergi ke tempat Iynx dan Braern berada.. " Liapy menjetikan jarinya dan seketika mereka berada di tempat dimana kedua dewa yang merupakan leluhur Alaglsoa dan Tyrian berada.
Zeco terkejut ketika tempat berada dirinya saat ini adalah tempat yang akhir-akhir ini sering dia datangi. Ruangan yang biasanya hanya ada adiknya, adik iparnya, dan ayahnya saja, kini ada beberapa orang yang Zeco tidak kenal juga ada di ruangan ini.
Zeco menatap Liapy, menuntut penjelasan. Tapi sungguh menyebalkan, karena Liapy hanya mengendikkan bahunya saja, enggan mengatakan apa yang ingin Zeco ketahui.
Bukan hanya Zeco yang terkejut, tapi beberapa orang yang dia kenal berada di ruangan ini juga terkejut. Setahu mereka, Zeco pergi untuk mencari tahu petunjuk tentang penyakit Tyrian dan cara menyembuhkan. Lalu, entah darimana, tapi tiba-tiba saja Zeco sudah berada di ruangan ini, bersama dengan seorang wanita yang tidak diketahui siapa namanya dan berasal darimana.
" Kenapa kau kemari, Liapy? " Tanya Braern.
" Menunjukan tempat yang tepat untuk dia... " Liapy melihat Zeco.
" Hm.. " Liapy hanya berdeham.
" Woowww.. Apa ini keturunan mu Braern? Dia cantik dan wajahnya mirip Tannivc.. " Liapy melihat kearah Alaglosa.
" Jabatlah tangannya maka kau akan selalu merasa bahagia mulai dari sekarang. " Braern bicara dengan Alaglosa.
Meski bingung dan tidak paham apa maksud dari ucapan dewa Braern yang merupakan leluhur elf darah murni. Tapi Alaglosa tetap melakukan seperti apa yang Braern katakan.
Siapa yang tidak ingin bahagia, jadi tentu saja Alaglosa langsung menyambut uluran tangan Liapy. Bahkan Alaglosa meminta agar Liapy menyalami tangah Tyrian juga, berharap bahwa masih ada sisa kebahagiaan untuk Tyrian.
__ADS_1
" Cantik.. Jangan takut, semuanya akan baik-baik saja.. " Liapy menyemangati Alaglosa.
" Benarkah? " Alaglosa sepertinya ragu dengan ucapan liapy.
" Tentu saja.. Tiga dewa bersama dengan suami mu, bagaimana mungkin dia akan bernasib buruk.. " Ucap Liapy menyemangati Alaglosa.
" Jika benar begitu, saya akan sangat berterima kasih.. Semua ini adalah kesalahan dari saya. Tidak seharusnya jika Tyrian yang menanggung semuanya sendirian.. " Alaglosa sedih.
" Tenanglah.. Iynx tidak akan membiarkan keturunannya menderita.. " Braern berucap menyemangati Alaglosa juga.
Semua orang berganti menatap Iynx yang mulai mendekat ke ranjang tempat Tyrian berbaring. Dia memeriksa Tyrian hanya dengan memandangnya saja. Tapi, kemudian Iynx menghela nafas setelah beberapa menit terus memandangi Tyrian yang berbaring di ranjang.
Tyrian sadar, tapi dia tidak lagu kuat untuk hanya membuka matanya saja. Semuanya normal, tapi tidak dengan soul stone miliknya yang semakin la semakin menghitam. Sisa warna soul stone yang masih seperti sedia kala hanya tinggal sepertiga saja. Waktu Tyrian, memang sudah tidak lagi lama.
" Sudah separah ini.. Tapi jika dibandingkan dengan apa yang dia lakukan, hukuman ini tidak seberapa. " Ucap Iynx setelah lama terdiam.
" Maksudnya bagaimana? Dia sudah seperti ini dan anda mengatakan tidak seberapa? Anda tahu bagaimana menderitanya dia saat ini? " Sentak Alaglosa tidak Terima.
Masa bodoh jika yang dia lawan ini adalah dewa sekalipun. Suaminya sudah sangat menderita dan dengan santainya seseorang mengatakan apa yang menimpa suaminya tidak seberapa. Tahukah pria ini bagaimana Tyrian menahan sakit yang teramat sangat setiap detiknya.
" Jangan marah dulu.. Dengar kan saja dulu dia sampai selesai bicara.. " Ucap Braern yang paham betul bagaimana perasaan dari Alaglosa.
" Korbankan dirimu, maka itu akan sepadan dengan apa yang dia korbankan untuk mu.. Yang jadi pertanyaannya disini, yakin kau ingin mengorbankan diri ku demi... Dia.. " Tanya Iynx pada Alaglosa.
__ADS_1
Apa maksud dari ucapan Iynx ini. Alaglosa hanya paham mengganti pengorbanan Tyrian dengan pengorbanannya. Lalu kenapa Iynx bertanya yakin atau tidaknya Alaglosa. Jawabannya jelas yakin, ingin sekali Alaglosa mengatakan hal itu, hanya saja benarkah sesederhana itu untuk membuat Tyrian kembali seperti sedia kala.