Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Tidak memiliki banyak waktu


__ADS_3

Semua orang menatap tidak percaya pada pria asing yang menyebut kaisar Proston sebagai ayah. Semua jelas tahu jika kaisar hanya memiliki satu orang putra dari Permaisuri, lalu kenapa ada pemuda lain yang memanggil dia ayah. Apakah dia ini adalah anak haram kaisar. Semua orang bertanya dalam hati, tapi ragu untuk mengungkapkan.


Codnille yang sudah dekat dengan Tyrian sejak kecil saja tidak tahu sama sekali tentang masalah ini. Pamannya hanya pernah menikahi satu perempuan saja, dan usia pernikahan mereka serta usia Tyrian sangatlah cocok. Lalu, anak siapa yang memanggil ayah Tyrian sebagai ayahnya itu.


" Hahahahaha.. Kenapa wajahnya kalian terlihat terkejut begitu? Memang aku adalah putra beliau, kalian saja yang tidak mengetahuinya.. " ucap pria asing bernama Zeco itu.


" Ekhem.... Maaf semuanya.. Memang tidak pantas jika aku membicarakan hal ini disini, tapi perlu kalian ketahui, dia ZECO KALAX SIR DRAKEN adalah benar putra ku. Dia putra pertama ku dengan istri pertama ku yang sudah meninggal tepat ketika melihat kan Zeco ke dunia ini.. Itu beberapa tahun sebelum aku menikahi ibu dari Tyrian.. " ucap Kaisar terkesan canggung ketika menceritakan tentang masalah ini.


" Benarkah paman? Lalu, apakah dia seusia dengan ku? " tanya Codnille yang memang memiliki usia di atas Tyrian sekitar tiga tahun.


" Lebih tua Zeco satu tahun dari mu.. Saat itu aku ikut perang di perbatasan dengan wilayah barat, dan bertemu dengan ibu Zeco yang merupakan seorang DEMIGOD " terang kaisar Proston.


" DEMIGOD? Apa itu? " tanya Saturn.


" Manusia setengah dewa.. Helen, nama ibu ku adalah Helen. Putri dari dewa Haukra, pemimpin tertinggi para dewa.. " Zico menjelaskan.


Semua orang tercengang dengan satu lagi keturunan Sir DRAKEN yang memiliki kemampuan dan sejarah yang luar biasa. Tyrian yang merupakan keturunan Acfica yang menikah dengan dewa Iynx, yang adalah dewa perang yang menemukan Anchestral Land. Sekarang, kakaknya satu ayah beda ibu, adalah keturunan dari Haukra, pemimpin para dewa. Tidak salah jika keluarga ini dijuluki penguasa Anchestral Land.


" Apa Tyrian tahu tentang dia? " Codnille masih bertanya dengan wajah yang seolah tidak percaya.

__ADS_1


" Tentu saja Tyrian mengenal ku.. Aku sudah membuat sumpah bersamanya dimana aku akan melindunginya dengan nyawa ku.. Yah, walau sekali itu aku gagal karena dia malah melempar ku ke masa lain.. " ucap Zeco terdengar ambigu.


" Kau yang keturunan Haukra, kenapa bersumpah setia pada Tyrian yang hanya keturunan Iynx dan Acfica? " tanya Saturn terheran-heran.


" Karena pemimpin keluarga Sir DRAKEN adalah dia.. Karena aku lebih mewarisi kekuatan ibu ku, jadi aku bukan manusia yang bisa mengubah wujud ku sebagai naga.. Sedangkan Tyrian adalah naga ungu, sama seperti Acfica. " semua orang mengangguk, entah mereka paham betul atau tidak dengan hal itu.


Cukup sudah penjelasan tentang siapa pria asing yang tiba-tiba datang dan memanggil Kaisar Proston sebagai ayahnya. Sekarang yang harus mereka lakukan adalah masalah perkamen kuno dan kebangkitan makhluk monster naga berkepala tiga itu. Pembahasan ini memang berlangsung sangat lama sekali. Ada beberapa perbedaan pendapat dan situasi yang tidak sesuai dengan rencana yang dibuat. Hingga akhirnya Zeco turun tangan dalam pembicaraan ini.


" Perintahkan saja pasukan Tyrian untuk mencari perkamen kuno itu.. Aku bisa menggantikan mereka membantu Tyrian untuk menghadapi monster itu.. " ucap Zeco ditengah perdebatan antara ayahnya dan beberapa orang yang terlihat dalam keamanan.


" Kau yakin? " tanya Codnille dengan wajah sedikit mengejek.


Codnille menatap Zeco dengan tatapan tidak suka. Entah, dia sendiri tidak tahu kenapa dia begitu tidak suka dengan pria yang bahkan baru pertama kali dia temui. Apa yang dia rasakan kini, tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Karena jujur saja Codnille tidak tahu kenapa dia membenci Zeco.


" Kak.. Kau pulang.. " ucap Tyrian yang langsung menghampiri Zeco begitu dia memasuki ruangan pertemuan ini.


" Hm.. Kenapa menikah tidak menunggu ku pulang? " tanya Zeco.


" Sudah tidak tahan ingin menikah? Begitu? " ledek Zeco.

__ADS_1


" Bisa jadi.. Karena dia adalah orang yang selalu aku ceritakan pada mu sejak dulu.. " bisik Tyrian.


Mata Zeco terbelalak, pantas saja adiknya ini tidak sabar ingin lekas menikah. Rupanya adiknya ini telah mendapatkan perempuan yang dia kagumi sejak masih kecil dulu. Zeco jari penasaran dengan wajah dari adik iparnya ini. Tapi masalah itu harus dikesampingkan dulu, karena ada yang lebih penting dari itu.


" Kalian sudah selesai melepas rindunya? Kita sedang membicarakan tentang rencana untuk menghadapi bencana ini.. " tegur kaisar Proston yang jengah dengan kelakuan dua putranya jika sudah bersama. Hanya kekacauan yang ada.


" Tentu ayah.. Maafkan kami, sampai melupakan ayah.. " ucap Zeco santai sekali, seolah yang dia ajak bicara hanya seorang ayah, tanpa embel-embel seorang pemimpin sebuah wilayah di belakangnya.


Kaisar hanya memutar bola matanya jengah, jelas dia akan kalah jika memperpanjang urusan mereka. Karena Tyrian yang biasanya pendiam akan menjadi liar saat bersama kakaknya. Keduanya memang dekat, sangat malah, meski mereka berbeda ibu, tapi Zeco sejak bayi sudah diasuh oleh ibu dari Tyrian. Jadi keduanya besar dalam pengasuhan ibu yang sama, dan kasih sayang yang sama besarnya.


" Begini.. Sebelum kita kembali melanjutkan apa yang kalian bicarakan. Aku perlu menginformasikan apa yang aku temukan saat berkunjung ke wilayah sumber bencana.. Waktu kita tidak lah banyak, bisa jadi dalam hitungan hari gunung itu akan meletus. Jadi, aku putuskan untuk menjalankan rencana yang diucapkan oleh istri ku..Terserah kalian setuju atau tidak.. " ucap Tyrian yakin.


" Bagaimana menurut kalian? " tanya Kaisar. Memang sudah saatnya membuat keputusan jika memang waktu mereka tidak banyak.


" Memang apa rencananya? " tanya Zeco yang memang tidak hadir dalam pertemuan sebelumnya.


" Meminta orang-orang yang tinggal di wilayah selatan untuk membantu di tempat yang dijadikan tempat untuk mengungsi.. " Tyrian yang menjawab.


" Waoooww. Istri mu memang memiliki sesuatu.. Dia berani mendobrak tradisi di wilayah ini.. Aku setuju dengan Tyrian, sudah saatnya mereka juga berjuang untuk hidup mereka sendiri. Karena tidak selamanya pemimpin mereka bisa hidup.. Begitu juga keturunannya. " ucap Zeco menyeringai.

__ADS_1


" Bagaimana yang mulia? Apa pendapat anda? " Kaisar menatap orang itu satu persatu. Jika dua pemimpin sudah memutuskan, apakah Kaisar masih bisa mengelak. Hanya saja, dalam pikirannya, apakah ini saatnya dia mengabaikan tradisi yang sebenarnya selama ini memberatkan keluarganya sebagai pemimpin wilayah.


__ADS_2