Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Kesepakatan dari putra mahkota


__ADS_3

POV ALAGLOSA


Perlahan ku buka kedua mataku, hal pertama yang aku lihat adalah ruangan yang gelap dengan bau lembab yang begitu kuat. Dan yang aku rasakan pertama kali ketika sadar adalah leher ku sakit. Sungguh keterlaluan sekali Assassin yang menculik ku tadi, karena memukul leher ku dengan sangat kuat.


Aku berusaha untuk bangun, namun ternyata kaki dan tangan ku terikat. Tapi tunggu dulu, tempat ini kondisi ini sungguh aku merasakan apa yang disebut dengan de javu. Mungkinkah?


" Ssshhh... Leher ku sakit sekali.. Pasti ini bengkak.. Benar-benar menyebalkan.. " keluh ku.


" Tempat ini tidak asing bagi ku, lalu dimana saat ini aku berada? Rasanya situasi ini pernah aku alami, dan mungkinkah? " ucap ku tidak percaya.


" Tidak mungkin aku kembali lagi kemari? Lalu apa gunanya aku bekerja dengan keras kalau pada akhirnya aku kembali lagi kemari.. Ini sungguh tidak adil bagi ku... " ujar ku panik.


Aku berusaha melepas rantai yang mengikat tangan dan kaki ku, meski aku tahu semua itu percuma. Tapi tempat ini aku mengenalnya, karena pernah tinggal disini selama berbulan-bulan menjalani hari penuh siksaan. Rasanya begitu konyol sekali perjuangan ku selama dua tahun ini jika pada akhirnya aku kembali berada di tempat ini lagi.


" Penjaga.... Penjaga... " aku berteriak memanggil penjaga. Namun tidak ada satu suara gerakan pun yang terdengar.


Sret... sret...


Ku coba menarik lagi rantai yang menjerat ku agar bisa terlepas, tapi rasanya percuma. Aku ingat dulu, disini banyak sekali penjaganya, kini aku sadar alasan saat itu aku dijaga ketat di penjara ini. Karena pria yang entah kini sadar atau tidak dengan menghilang nya aku.

__ADS_1


" Lihatlah.. Dulu maupun sekarang, di kehidupan ku maupun sekarang, pria itulah yang menjadi orang yang pertama kali aku pikirkan. Tapi betapa bodohnya aku, justru menolak cintanya. Apakah kini dia akan kembali menyatakan perasaan nya pada ku? Atau dia akan menikahi adik putra mahkota. Hihihi... Benar juga, dia mungkin akan bersama dengan putri lagi.. " ucap ku meratapi kebodohan ku.


Karena tidak ada yang bisa aku lakukan dengan posisi yang terikat ini. Aku pun memilih untuk memejamkan mata ku saja. Entah berapa lama aku tertidur saat ini, namun ketika aku terbangun, aku mendengar ada suara orang berisik. Sepertinya mereka tengah berbincang, tapi siapa, aku tidak tahu. Aku memutuskan untuk tetap menutup mata ku dan pura-pura tertidur, untuk mendengar paa yang orang-orang ini bicarakan.


" Apakah harus dengan cara itu baru bisa membangkitkan kekuatan ku? Dan kenapa kau begitu kekeh melakukan hal itu? " suara ini aku sepertinya kenal..


" Karena memang itu adalah takdir yang dibawa ini ketika lahir ke dunia. Sebagai darah murni, memang itu yang harus dilakukannya.. "


DEGH....


Aku tahu siapa mereka, pria biadab yang berstatus suami ku dulu, bersama dengan penyihir gila peliharaan ratu. Dua orang yang aku benci di setiap hembusan nafas ku. Mereka bisa ada di sini jelas pasti ini semua adalah rencana mereka berdua. Tapi bagaimana mereka berdua bisa tahu tentang keberadaan ku. Rasanya ini sangat aneh.


" Rupanya dia sudah bangun yang mulia... " ujar perempuan yang aku tahu bernama Circe.


" Sebenarnya apa mau kalian? Kenapa kalian mengusik ku padahal aku sama sekali tidak memiliki masalah dengan kalian.. " tanya ku.


" Cih... Sudah dengar kan tadi apa yang aku katakan, itu adalah takdir mu.. Dan ya.... memang seharusnya kau memenuhi takdir ku kan.. " ujar Circe dengan sombongnya.


" Cuih.. Dasar wanita murahan.. Kau masih saja mengemis cinta dari putra mahkota? Memangnya kau tidak melihat siapa diri mu dan asal mu.. Kau tidak lebih dari..... "

__ADS_1


PLAK...


" TUTUP MULUT MU WANITA GILA... KAU YANG MURAHAN... " Circe menampar ku.


" Hentikan!!! Jangan kau lukai dia, tidak mungkin pengantin putra mahkota memiliki memar dan luka di wajah kan.. Jadi jangan sakiti dia. " ujar putra mahkota.


" Apa maksud mu pengantin putra mahkota...? " tanya ku tidak paham maksud pria ini.


" Kau adalah pengantin ku.. Dan kita akan menikah besok.. Jangan menolak.. " dia menekankan dua kata terakhir ketika melihat ku hendak protes dengan ucapannya.


" Kau kenal Tyrian kan? Pria yang bersama mu semalam.. Aku bisa saja melimpahkan kesalahan mu karena kabur dua tahun yang lalu padanya... Kita pikirkan skenarionya,, dia menculik mu dan menyembunyikan mu selama ini. Atau dia membawa mu lari karena dia tidak ingin kau menikahi dengan ku... Kira-kira yang hukumannya paling berat itu yang mana? " wajahnya terlihat sangat menyeramkan saat ini.


" Jangan pernah libatkan dia dalam masalah kita.. Dia tidak ada sangkut pautnya dari perginya aku saat itu. Aku pergi memang karena aku tidak ingin menikah dengan mu.. Terbukti sekarang, seandainya saja aku benar-benar menikah dengan mu dua tahun yang lalu, coba tebak apa yang terjadi pada ku saat ini... " kataku.


" Disini kau tidak memiliki hak untuk menawar.. Ikuti semua keinginan ku, maka Tyrian akan baik-baik saja. Bahkan dia akan datang ke pesta pernikahan kita.. Atau kau tetap pada pemikiran bodoh mu itu, maka aku pastikan Tyrian dan keluarganya akan mendapatkan hukuman karena berani menentang Kerajaan Amanecer.. " dia mulai mengancam ku. Tapi satu hal yang tidak bisa aku pungkiri, jika dia menggunakan nama Tyrian untuk mengancam ku, maka pasti aku tidak akan bisa membantahnya.


" Aku berikan kau waktu sampai nanti malam, jika kau menyetujuinya, besok akan menjadi hari pernikahan kita.. " setelah mengatakan itu Saturn pergi meninggalkan penjara, namun Circe sepertinya masih ada yang perlu dibicarakan dengan ku, karena dia masih tetap tinggal di penjara bawah tanah ini.


" Jangan mencoba untuk berpikir bahwa keluarga mu dan bangsa mu akan menyelematkan mu... Karena sebenarnya merekalah yang menjual mu pada King Kriston, tentunya dengan imbalan kekuasaan penuh atas daerah utara... Hahahaha.. sungguh malang sekali nasib mu.. " ujarnya mengejek ku. Dia pun meninggalkan penjara tempat ku ditahan sambil terus tertawa.

__ADS_1


Dua kali aku mendengar cerita tentang ini, tapi dua kali juga aku sama-sama merasakan diri ku terluka karena kenyataan ini. Seharusnya aku sudah siap secara mental ketika wanita itu kembali mengatakan tentang bangsa elf sendiri yang menghantarkan diri ku pada kerajaan Amanecer. Tapi sekarang bisa aku ketahui, bahwa pertahanan yang selama dua tahun aku lakukan adalah hal yang sia-sia.


Selain aku yang harus kembali ke tempat menyedihkan ini, aku kembali terluka menerima kenyataan terang bangsa ku sendiri. Aku menatap langit-langit penjara tempat ku berada saat ini. Aku pun tersenyum miris dengan berlinang air mata. Rasanya aku terlalu munafik jika berpikir bisa menghindari death flag ku sendiri. Karena sekali lagi, semuanya kembali ke awal, sama seperti kisah ku di kehidupan lalu.


__ADS_2