Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Pengorbanan seorang ibu


__ADS_3

Tangan Alaglosa terulur untuk mengusap lengan suaminya yang masih shock melihat keadaan di depannya. Alaglosa pun tidak pernah mengira bahwa di kastil yang disebut kastil dingin itu, terbaring tubuh ibu mertuanya di sana. Siapapun juga pasti tidak akan mengira hal itu, karena semuanya berpikir bahwa permaisuri wilayah selatan telah meninggal dunia ketika putranya masih kecil.


Tidak banyak yang mengetahui hal ini, karena apa yang terjadi pada permaisuri ditentukan sebagai rahasia wilayah dimana tidak sembarangan orang bisa mengetahui tentang kejadian permaisuri ini. Bahkan hanya orang-orang tertentu saja yang diizinkan masuk untuk membersihkan tempat ini. Dan orang-orang ini sudah di sumpah mati tidak akan membocorkan perihal masalah ini.


" Ini semua salah ku.. Apa yang terjadi pada ibu dan ayah adalah salah ku.. " gumam Tyrian merasa bersalah dam hal ini.


" Jangan begitu.. Setiap ibu pasti akan melindungi anak-anaknya.. Itulah yang selalu dikatakan oleh ibu ku.. " Alaglosa berusaha untuk membesarkan hati suaminya ini agar bisa menerima kenyataan tentang semua kejadian ini.


" Tapi.. Semua ini benar adanya.. Andai saja aku tidak memiliki kemampuan itu maka... maka ibu tidak akan.... bernasib seperti ini. " Tyrian menitikkan air matanya. Sungguh hatinya sangat sakit ketika melihat pengorbanan sang ibu untuk nya.


" Kau salah nak jika berpikir seperti itu.. " Kaisar mendekat. Ikut menatap wanita yang selama ini menjadi satu-satunya wanita yang dia cintai melebihi apapun dalam hidupnya.


" Dia tetap hidup, meski di dalam diri mu... Selamanya, ibu mu tidak akan pergi meninggalkan mu karena dia berada di dalam diri mu.. " Tyrian mendongak menatap sang ayah. Tidak terpikirkan olehnya jika masalah ini dilihat dari sudut yang seperti itu.

__ADS_1


" Asal kau tahu... Kelahiran mu ke dunia ini adalah kebahagiaan yang paling besar baginya.. Tidak ada yang bisa mengalahkan kebahagiaan yang dia miliki seumur hidupnya ketika kau terlahir di dunia ini.. Jadi jangan sesali sesuatu yang menurut ibu mu adalah hal yang bahagia.. " Kaisar menepuk pelan pundak putranya. Paham betul dengan apa yang dirasakan putranya saat ini. Karena setiap anak pasti akan merasakan seperti apa yang putranya kini rasakan.


Selama beberapa saat, Tyrian dan Alaglosa masih di sana, sedangkan Kaisar kembali ke dalam kastil untuk berbincang dengan Jasraj mengenai cara yang bisa digunakan untuk membuka segel kemampuan Tyrian. Kaisar juga ingin menanyakan perihal kemungkinan istrinya bisa kembali seperti dulu setelah segel itu dibuka, atau justru istrinya akan meninggal untuk selamanya. Jasraj jelas tahu karena dia sudah menjalani kehidupan terkutuk nya selama ribuan tahun lamanya.


Alaglosa tidak henti-hentinya mengusap kepala suaminya yang kini berbaring di lantai yang dingin menggunakan paha Alaglosa sebagai bantalan. Kedua hanya diam, berusaha mencerna rentetan informasi yang mereka dapatkan hari ini, terutama Tyrian. Rasanya sejak pagi tadi hingga sekarang sudah sangat siang, dia terus mendapatkan banyaknya informasi yang selama tidak pernah terpikirkan olehnya. Tentang kemampuan dirinya yang tersegel dan tentang ibunya yang menjadi sosok yang menyegel hingga mengorbankan jiwanya.


" Sejak kapan kau tahu bahwa kita adalah pengendali ruang dan waktu? " tanya Tyrian mengawali pembicaraan setelah keduanya lama terdiam.


" Begitu rupanya.. Apakah sekarang masih sering? " tanya Tyrian yang kini mulai menatap wajah sang istri.


" Masih.. Terakhir tadi pagi, dan yang aku lihat adalah tempat dimana semua orang terlihat tengah ketakutan, yang entah karena apa.. Aku juga mendengar mereka mengucap sesuatu dan itu tentang King Kristen.. " terang Alaglosa jujur tanpa ada yang ditutupi.


" Kalau begitu mulai sekarang, kau harus menceritakan semuanya pada ku, tentang apa yang kali lihat dan apa yang kau rasakan.. Tidak boleh lagi ara rahasia di antara kita berdua. " Alaglosa mengangguk.

__ADS_1


Tidak ada lagi yang dibicarakan oleh keduanya, baik Tyrian dan Alaglosa, sama-sama diam menikmati suasana yang ada di sana. Rasanya tenang dan damai, kala mereka telah mengetahui semua yang selama ini menjadi rahasia. Nanti, setelah keduanya keluar dari kastil dingin ini, mereka akan bersiap untuk menjalankan misi terbaru mereka.


*************


Meninggalkan Tyrian dan Alaglosa yang masih enggan beranjak dari kastil dingin. Kini Kaisar tengah sekali lagi berhadapan dengan Jasraj. Terpikirkan oleh Kaisar, untuk mengangkat Jasraj menjadi penasehatnya. Tentunya karena minimnya pengetahuan Kaisar tentang sejarah kaumnya. Sedangkan Jasraj tahu betul itu semua karena mungkin naga generasi pertama yang masih hidup, hanyalah Jasraj.


Beruntung sekali, Jasraj yang biasanya sulit untuk dikendalikan, kini dengan suka rela membantu Kaisar untuk menghadapi musuh yang sepertinya jauh lebih kuat dibandingkan Amanecer sendiri. Entah apa yang memotivasi Jasraj, sampai dia dengan rela tunduk dibawah kekuasaan keluarga Sir Draken. Semua ini terjadi semenjak kedatangan Alaglosa ke wilayah ini. Mungkinkah semua ini karena Alaglosa?


" Latih mereka, buat mereka bisa merasakan kemampuan mereka sehingga dengan mudah nya mereka bisa mengendalikan kekuatan itu.. Tidak ada yang bisa menolong mereka untuk mempelajari hal itu, hanya keduanya saja yang mampu.. " ucap Jasraj ketika Kaisar bertanya tentang cara melatih anak dan menantunya.


" Satu-satunya yang bisa melatih kemampuan itu hanya orang itu sendiri dan juga satu-satunya naga yang memiliki kemampuan paling murni, yaitu naha putih.. Tapi terus terang saja, naga putih sudah tidak lagi ada di dunia ini.. Naga putih terakhir, adalah sesuatu yang sedang berjalan mendekat ke dimensi kita ini.. " Kaisar menghela nafas gusar.


Untuk menangani masalah dimensi Hydragoneus yang mendekat sudah terpecahkan, tentunya dengan kembali menyegel nya tepat setelah monster itu muncul di tanah wilayah selatan ini. Segera harus disegel karena jika monster itu kembali menghisap kegelapan yang ada di Anchestral Land ini, bisa dipastikan semuanya tidak akan semudah itu lagi. Namun kini masalah baru telah muncul, diwaktu yang tidak lama, kedua pengendali harus sudah menguasai kekuatan mereka. Apakah Tyrian dan Alaglosa mampu?

__ADS_1


__ADS_2