Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Masa depan yang dituju


__ADS_3

" Jangan takut... Kami akan membantu mu.. "


Sebuah suara yang tiba-tiba terdengar, membuat Alaglosa sangat terkejut. Dirinya sedang berkonsentrasi untuk melakukan perpindahan ruang mengimbangi Tyrian yang melakukan perpindahan waktu. Sayangnya, Tyrian mengalami kendala karena soul stonenya semakin memburuk. Jiwa Permaisuri dalam diri Tyrian, bahkan sama sekali tidak membantu banyak saat ini.


Disaat Alaglosa menyerah dengan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika dirinya gagal membawa Tyrian menuju ke masa depan. Disini, yang sangat dibutuhkan adalah kekuatan Tyrian yang bisa berpindah waktu, masalah ruang, Alaglosa baru bisa menyempurnakannya ketika kemampuan Tyrian membawanya ke masa yang mereka tujuan, barulah dimensi mereka berubah.


Alaglosa mulai putus asa dengan apa yang terjadi saat ini, kegagalan sudah berada di depan matanya hingga tiba-tiba sekitarnya berubah warna menjadi merah dan terdengar suara dari seorang perempuan. Alaglosa langsung menengok ke belakang, dan dia sangat terkejut melihat siapa yang ada di dekat tubuh Tyrian.


" Kau... " Alaglosa tidak melanjutkan ucapannya saling terkejut melihat dua sosok di depannya saat ini.


" Hai.. Lama tidak bertemu.. Sungguh senang melihat separuh dari jiwa keturunan ku akhirnya menyatu dengan keturunan ku yang saat ini adalah Tyrian.. " Ucap Acfica.


Ya, sosok yang datang menemui Alaglosa saat ini salah satunya adalah Acfica. Tentu saja hal ini membuat Alaglosa terkejut dan tidak percaya dengan penglihatan nya. Bagaimana bisa ada Acfica di depannya saat ini, sedangkan Acfica sudah lama meninggal dunia. Bahkan sebelum orang tua Alaglosa ada di dunia ini pun, Acfica sudah ada.


" Bagaimana bisa? Bukankah kau sudah.. " Alaglosa tidak melanjutkan ucapannya karena Acfica langsung memotongnya.


" Sudah lama mati.. Ya, kau benar.. Tapi aku tetap bisa hidup dari soul stone yang aku tinggalkan dalam diri keturunan ku.. Dalam diri Tyrian, ada soul stone milik ku, dan di dalam diri mu ada separuh jiwa ku.. Menurut mu, bukan hal yang aneh jika aku disini kan? " Ucap Acfica menjawab keterkejutan Alaglosa. Meski sebenarnya Alaglosa belum juga paham maksud dari Acfica.


Mengetahui jika Alaglosa tidak paham maksdunya. Acfica berencana menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu hingga ada Tyrian dan Alaglosa sekarang. Hanya saja, seseorang yang tadi datang bersama Acfica dan terus diam sejak tadi, menginterupsi Acfica dan Alaglosa yang tengah berbincang.

__ADS_1


" Waktu kita tidak banyak.. Jika kita lama disini hanya karena kau ingin bercerita tentang kejadian di masa dulu, aku sarankan tunda saja.. Cepat kirim mereka ke masa depan, dengan begitu putra kita akan selamat.. " Ucap pria yang ada di samping Acfica.


Alaglosa berkedip berkali-kali terkejut dengan sosok pria ini. Merasa mengenal, tapi Alaglosa lupa dimana dia bertemu pria ini. Lagipula, otak Alaglosa hanya ada tentang masalah Tyrian, jadi dia tidak sempat mengingat siapa yang ada di depannya ini. Tapi, ada satu kata yang cukup membuat Alaglosa penasaran, yaitu saat pria itu mengatakan jika Tyrian adalah anaknya dengan Acfica.


" Hahahaha.. Kau benar.. Sebelum itu, tolong pindahkan tubuh wanita di dalam Tyrian terlebih dahulu.. Tidak mungkin kita ikut mengirim nya ke masa depan.. " Ucap Acfica seperti mengingat kan pria yang ada di sampingnya.


" Hm.. Tunggu sebentar.. " Pria itu kemudian menyentuh dada milik Tyrian. Entah apa yang terjadi, tapi Alaglosa tidak bisa melihat apa-apa.


Di tempat yang sama, akan tetapi berada di luar cahaya merah yang menyelimuti Tyrian dan Acfica. Orang-orang di luar cahaya itu dikejutkan dengan permaisuri yang tiba-tiba bangkit berdiri dan mendekati ke arah suaminya.


Semuanya begitu penasaran dengan apa yang terjadi di dalam cahaya merah itu. Ketiga dewa yang ada di tempat inipun juga begitu penasaran. Pasalnya, mata mereka tidak bisa menembus cahaya merah tadi seperti sebelum cahaya di sekitar Alaglosa dan Tyrian berubah menjadi merah.


" Ada Acfica di dalam sana.. Dia bersama dengan seorang pria yang aku tidak tahu siapa, mengatakan jika mereka akan membantu mengirimkan Tyrian dan menantu kita ke masa depan.. Sebelum hal itu terjadi, pria di dalam sana membuatku keluar dari tubuh Tyrian.. " Terang ratu menceritakan apa yang dia ketahui.


" Acfica? Apa kau yakin dengan ucapan mu barusan? " Iynx bertanya lantaran penasaran. Acfica adalah istrinya sebelum semua kesalahpahaman terjadi di antara mereka.


" Benar.. Saya memang melihat acfica.. Tidak mungkin saya lupa padanya.." Ucap permaisuri terlihat sangat yakin.


Iynx tidak bertanya lagi, tapi di dalam hatinya yang paling dalam, ada keinginan untuk bertemu dengan Acfica dan menjelaskan semua yang terjadi diantara dirinya, Bialus dan Acfica dulu. Setidaknya, Iynx harus memberitahukan kondisi yang sebenarnya agar kutukan antara keturunan Bialus dan Acfica bisa dipatahkan.

__ADS_1


Kembali lagi ke tempat dimana Alaglosa dan Tyrian berada. Terlihat Alaglosa mendekat ke arah Alaglosa kemudian membawa tangan Alaglosa menyentuh dara Tyrian tepat di bagian soul stonenya.


" Dengarkan aku.. Kalian berdua adalah bagian dari diri ku. Jika Tyrian adalah keturunan ku bersama dengan Claus.. Maka kau adalah separuh jiwa dari keturunan ku yang kalau itu aku pecah untuk membawa sebagian kekuatan ku.. Alasannya tentu saja untuk melindungi kalian dari orang-orang jahat.. " Jeda Acfica sebentar sebelum melanjutkan ucapannya.


" Aku dan Claus berada disini untuk membuka kunci kemampuan tertinggi dari kalian yang akhirnya bersatu. Kekuatan tertinggi tanpa batas yang bisa mengakses semua pintu dimensi di masa apapun.. " Ketika menyebut nama pria yang kini ada di bagian kepala Tyrian, Alaglosa jari merasa pernah bertemu dengan pria ini.


" Ah.. Aku lupa mengatakannya pada mu.. Dia adalah Claus, atau kemarin kau mengenalnya dengan nama Hydragoneus.. " Ucap Acfica mengenalkan pria bernama Claus itu.


Alaglosa terkejut setengah mati. Bisa-bisanya monster naga berkepala tiga yang menyeramkan itu berubah menjadi pria yang tampan dan lemah lembut seperti yang terlihat di depannya saat ini. Alaglosa tidak menyangka bisa melihat versi lain dari Hydragoneus.


" Hahahahaha.. Tampan bukan.. Dia adalah tunangan ku sebelum semua petaka itu terjadi.. Karena kau dan Tyrian menggunakan kemampuan ku untuk menyegelnya. Hal itu membuat ku kembali bisa bertemu dengannya. Aku sangat berterima kasih pada kalian.. " Tutur Acfica menjelaskan pada Alaglosa.


" Aku sudah siap.. Mari kita selesaikan ini, kita antarkan mereka menjemput takdir mereka di masa depan.. Setelahnya, kita harus menemui orang-orang di depan sana.. " Ucap Claus bersamaan dengannya yang memegang kepala Tyrian.


" Tentu.. Bersiaplah Alaglosa.. Kami akan mengantarkan kalian ke masa depan yang akan membawa takdir lain untuk kalian dan calon anak kalian nantinya.. " Ucap Acfica bersamaan dengan tangannya yang bertumpu di atas tangan Alaglosa tepat di bagian soul stone Tyrian.


Begitu Acfica menyelesaikan ucapannya, cahaya merah itu berubah warna seperti warna oelangi. Menyilaukan mata Alaglosa hingga dia pun akhirnya terpejam. Sebelum dia dan Tyrian berhasil menuju ke masa depan yang mereka tujuan, Acfica membisikan sesuatu padanya.


Alaglosa langsung membuka matanya ketika ucapan Acfica mengejutkan dirinya. Dan saat itulah, dia sudah berada di sebuah tempat yang sangat asing baginya. Terdapat pepohonan di sekitarnya, dan saat dia memandang ke depan, ada panorama yang begitu aneh baginya. Bangunan-bangunan tinggi menjulang ke langit, dan bukan hanya satu, tapi ada beberapa yang sama.

__ADS_1


Menatap ke kanan dan ke kiri, semuanya nampak asing di mata Alaglosa. " Dimana aku berada? " Gumamnya.


__ADS_2