Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Bertanya padanya.


__ADS_3

Pengorbanan dari wanita yang mengandung bening keturunan Iynx, dapat membangkitkan kemampuan terbesar keturunan Iynx..


Mengantarkan keturunan Iynx merupakan sebuah keharusan bagi keturunan Bialus.. Karena ulah Bialus, Iynx kehilangan anaknya dari Acfica.


Begitulah kiranya tulisan dalam buku yang Alaglosa baca. Karena tulisan dari orang yang entah siapa itu, di kehidupannya yang dulu Alaglosa harus menjadi persembahan untuk dewa demi membangkitkan kemampuan bintang Saturn dalam diri putra mahkota Saturn. Namun ada alasan lain selain karena darah dari elf murni yang dia miliki, rupanya saat itu, dia telah mengandung anaknya dan putra mahkota. Sungguh menyakitkan sekali, ketika Alaglosa harus mengetahui itu semua.


" Jadi begitu.. Mereka menutupi kehamilan ku dan membuat ku menjadi persembahan karena bukan hanya karena darah elf murni milik ku, tapi juga karena aku.... aku.... telah mengandung... anak.... nya... Huhuhuhuhu... " Alaglosa menelungkupan wajahnya di dalam kedua telapak tangannya guna menutupi dirinya yang tengah menangis itu.


Dalam tangisnya, ingatan Alaglosa terjatuh di masa kehidupannya yang laku. Yang mana hari itu, dia ditemukan pingsan oleh pelayan pribadinya, Bhuralea saat dirinya sedang dalam perjalanan menghadiri pertemuan dengan para pengurus rumah tangga istana.


" Kau sudah bangun? " Saturn langsung mendekat ke ranjang saat melihat istrinya sudah tersadar.


" Aku... Kenapa? " tanya Alaglosa melihat ke dalam mata teduh nanti indah berwarna merah milik suaminya itu.


" Kau kelelahan dan terlalu banyak pikiran.. Hingga akhirnya kau pingsan.. Dokter mengatakan kau hanya perlu istirahat saja.. " ucap Saturn yang mana kemudian tangannya terulur untuk mengusap rambut istrinya.


" Tidur lah lagi.. Aku harus ke tempat Circe karena katanya putra Kami sedang tidak enak badan.. " ucap Saturn pamit. Sungguh tidak tahu diri, ketika Alaglosa tengah sakit tapi suaminya justru memilih untuk menemani putra dari selirnya itu.


" Iya.. " hanya itu yang bisa Alaglosa ucapkan. Percuma juga meminta suaminya untuk tinggal, karena tidak akan ada gunanya sama sekali.

__ADS_1


Setelah kepergian suaminya, Alaglosa merenungkan nasib hidupnya yang sangat tidak adil itu. Dia yang Ratu tapi dia merasa dirinya adalah seorang selir. Karena suaminya justru lebih senang bersama dengan selir yang telah memberinya keturunan itu. Apalagi sejak suaminya membawa wanita yang mengandung keturunannya itu ke istana, sejak saat itu semua mengatakan bahwa dirinya adalah mandul. Padahal menurut pemeriksaan dokter istana, rahim Alaglosa tidak memiliki masalah apapun.


Sungguh Alaglosa tidak merasakan curiga saat itu karena memang dia sering sekali terlambat datang bulan. Padahal andai dia lebih peka, mungkin saat itu dia sadar bahwa dirinya telah mengandung buah hatinya. Dia bisa membawa anak itu pergi dari istana dan hidup bahagia berdua.


Tidak ada yang bisa dicari tahu lagi, Alaglosa pun kembali ke tubuhnya lagi. Dia tidak tahu berapa lama batas waktu untuk memindahkan jiwanya itu. Jadi sebelum sesuatu yang buruk terjadi, lebih baik dia kembali. Namun saat dirinya tersadar, dia sudah berpindah ke dalam kamar dan langit pun sudah berubah menjadi senja. Rupanya, dia hampir setengah hari berada di tempat yang dulunya menjadi rumah baginya itu.


Alaglosa menyandarkan punggungnya ke headboard ranjang miliknya. Dia malas melakukan apapun dan hanya bisa menangisi kenyataan pahit yang barus saja dia ketahui. Rasanya sungguh sakit, karena kebodohannya dia telah membunuh anaknya sendiri. Beberapa kali pun Alaglosa berusaha untuk mengikhlaskan, tapi rasanya tetap saja begitu menyakitkan. Boleh kah jika dia memilih untuk balas dendam?


Kini dirinya memiliki bantuan yang sangat besar dari suaminya. Jika Alaglosa meminta pasukan suaminya menghancurkan kerajaan Amanecer, maka jelas suaminya itu akan melakukan apa yang dia inginkan. Tapi apakah pantas, jika dirinya melibatkan suaminya pada masalah yang suaminya sendiri tidak memahami nya.


" Kau sudah sadar? " Tyrian langsung mendekat ke arah sang istri untuk melihat kondisi Alaglosa.


Awalnya tadi Tyrian memang berniat untuk melihat kondisi Alaglosa yang sudah sejak hampir siang tadi masih belum kembali ke kondisi sebelumnya. Namun betapa terkejutnya dirinya ketika membuka pintu kamar, justru mendapati sangat istri tengah bersandar dan duduk di atas ranjang. Tyrian bersyukur karena akhirnya jiwa sang istri telah kembali.


" Tak apa.. Asalkan kau kembali, itu sudah cukup.. " ucap Tyrian mengusap puncak kepala Alaglosa.


" Sebenarnya apa yang membuat mu tertahan di sana? Apa adalah masalah yang terjadi atau kau ketahuan? " tanya Tyrian.


" Tanyanya satu-satu saja.. Jika kamu bertanya sebanyak itu, coba bayangkan bagaimana aku bisa menjawabnya.. " protes Alaglosa memukul pelan lengan suaminya.

__ADS_1


Alaglosa pun menceritakan semua yang dia lihat ketika jiwanya berpindah tadi. Tentunya minus tentang masalah dirinya yang dikorbankan itu. Suaminya belum mengetahui tentang apa yang pernah terjadi padanya di kehidupannya yang lampau. Lebih baik tidak menceritakan daripada membuat masalah nantinya.


Tyrian yang mendengarkan dengan seksama langsung terkejut ketika mendengar skandal yang telah King Krison ciptakan. Rasanya sungguh sangat menjijikan dimana king Kriston justru melakukan perselingkuhan dengan pelayan dari ratunya sendiri. Tyrian sampai geleng kepala, pamannya ini memang seorang pria yang tidak bisa lepas dari seorang wanita.


" Tidak aku sangka dia sampai berbuat hal menjijikan seperti itu.. Padahal ratu yang sekarang adalah istri keduanya.. " ucap Tyrian geleng kepala.


" Kamu benar.. Setahu ku, mendiang ratu meninggal saat putra mahkota berusia lima tahun. Bagaimana bisa king Kriston berlaku seperti itu. " Alaglosa menambahkan.


" Orang yang tidak pernah puas dengan apa yang dia miliki juga pasti akan seperti itu.. Sudah biarkan saja, tidak ada gunanya ikut campur urusan orang itu.. " Alaglosa mengangguk.


" Ossa.. " Tyrian memanggil sang istri.


" Hm.. " Alaglosa menenggok menatap manik ungu gelap milik sang suami.


" Aku ingin bertanya pada mu,, aku harap kau mau mengatakan yang kau pendam selama ini pada ku.. " ucap Tyrian semakin membuat Alaglosa penasaran.


" Memangnya ada apa? Kenapa kesannya serius sekali? " Alaglosa bingung melihat suaminya yang menjadi gusar.


Jujur saja Tyrian sudah ingin bertanya semenjak hal itu mulai pertama kali mengganggunya. Namun karena masalah yang berdatangan setelah itu, Tyrian jadi menunda untuk menanyakan masalah ini.

__ADS_1


" Boleh aku bertanya, kenapa saat pertama kali kau mengetahui bahwa aku adalah Kaida, kau terlihat sangat terkejut bahkan menangis.. Bisa kau jelaskan pada ku? " pinta Tyrian.


Alaglosa membeku di tempat, bagaimana bisa suaminya mengingat hal itu padahal setelah itu masalah sering datang ke tempat mereka. Alaglosa bingung harus menjawab seperti apa karena untuk mengatakan yang sebenarnya itu terlalu tidak masuk akal sama sekali. Alaglosa tidak ingin apa yang menimpanya membuat dirinya lemah.


__ADS_2