
Di ruang rapat yang berada di kastil Sir Draken, semua orang sudah kembali berkumpul untuk membahas situasi terkini dari bencana alam gunung berapi. Memang setiap akhir pekan, kaisar akan mengadakan pertemuan agar semua orang bisa mengetahui situasi terkini. Tujuannya agar semua lapisan penghuni wilayah selatan bisa segera melakukan tindakan pencegahan agar tidak sampai terjadi peristiwa yang melebihi ekspetasi.
Lopus yang ditunjuk sebagai ketua dari segala permasalahan yang berhubungan dengan fenomena alam kali ini, tengah berdiri di tengah semua untuk menjelaskan situasi gunung berapi saat ini. Selain melihat langsung ke gunung berapi yang tinggal menghitung hari lagi akan meletus, Lopus juga membaca banyak buku yang berkaitan dengan dimensi yang di dalamnya terdapat monster kegelapan naga berkepala tiga itu.
Sudah ada dua tim nantinya yang memiliki tugas menanggulangi dua bencana yang akan menimpa wilayah selatan. Tim pertama ditunjuk untuk melakukan penanganan terhadap dampak letusan gunung berapi. Sedangkan tim satunya akan mengurusi kebangkitan Hydragoneus. Dengan begini diharapkan bisa meminimalisir dampak yang akan dialami oleh wilayah selatan.
" Saya sudah mneyiapakan tempat untuk mengungsikan semua keluarga yang mungkin akan terkena efek dari letusan gunung berapi ini.. Dan pilihan saya jatuh ke desa yang berada di timur Fandor." lapor Lopus yang memang memiliki wewenang penuh pada setiap keputusan penaggulangan bencana ini.
" Alasannya?" tanya Kaisar yang tetap menjadi orang terakhir yang harus memberikan persetujuan agar semuanya bisa berjalan dengan sesuai rencana.
" Di bagian timur Fandor, ada sebuah tanah lapang yang dikelilingi oleh hutan. Tempat ini dulunya adalah bekas sebuah rawa yang kemudian dikeringkan dan bisa kita manfaatkan sebagai tempat untuk mengungsi.." jeda Fandor sejenak untuk mengambil nafas.
" Menurut perhitungan arah angin dan juga bentuk tanah yang berada di lereng gunung ini, bisa saya pastikan lebih dari lima puluh persen arah lahar akan menuju ke Basillik dan juga Eldrogo sebelah selatan." Kaisar menganggukan kepalanya karena mempercayai ucapan Lopus. Kaisar pun menyetujui usul Lopus mengenai tempat untuk mengungsi dan meminta lekas untuk mempersiapkan di sana segala sesuatu yang ada hubungannya dengan pengungsian.
__ADS_1
Lopus pun meminta kepda Tyrian untuk menyediakan sebagian dari pasukannya untuk membantu segala persiapan yang akan dilakukan di tempat yang sudah terpilih menjadi tempat untuk semua orang mengungsi. Tyrian yang memang memiliki kendali dan kuasa atas semua pasukan yang ada di wilayah selatan pun memberikan pasukannya sendiri untuk membantu di sana.
Tyrian akan mengutus kelompok tiga dan empat untuk membantu di sana mengingat sekarang ini kedua kelompok pasukannya ini berada di dekat daerah itu karena sedang melakukan patroli dengan pasukan di sekitar sana. Lopus pun begitu berterima kasih karena Tyrian mau memberikan bantuan untuk melakukan persiapan agar semua bisa selesai tepat waktu.
" Jika ingin lekas selesai, kita tidak bisa hanya mengandalkan pasukan yang seharusnya justru membantu pengamanan wilayah.. Saya memiliki saran yang efisien tanpa merugikan siapapun dan justru semakin mempercepat persiapan yang akan kita semua lakukan.." Alaglosa tiba-tiba saja berujar. Semua orang kini mengalihkan fokus mereka pada calon pengganti permaisuri.
" Bagaimana maksud anda, My Lady?" tanya Lopus dengan kening berkerut.
Semua langsung memikirkan mengenai usul dari Alaglosa ini. Memang tidak salah usulan Alaglosa mengingat banyaknya wilayah yang menginginkan untuk wilayah selatan hancur. Karena dengan kehancuran wilayah kelahiran para naga ini, maka wilayah lain bisa mengambil alih kuasa atas keamanan Anchestral Land untuk mereka.
Lagi, semua pasukan di wilayah selatan termasuk Alaglosa dan Tyrian memang tengah menjalani pelatihan yang cukup berat karena tengah melakukan simulasi kondisi ketika semuanya sudah tiba dimana hari dimana sesuatu yang tengah mendekati Eldrogo itu bangkit. Karena itulah semua pasukan harus menjalani pelatihan ini tidak terkecuali.
" Kita harus mendengar pendapat mereka dulu, my Lady.. Karena kita tidak bisa memaksakan kehendak kita pada mereka.. " baron Hawke.
__ADS_1
" Apakah disaat bencana akan menimpa kita semua, pendapat mereka masih diperlukan? Ini juga tentang hidup mereka, bukan hanya keluarga kerajaan.. " Alaglosa menekankan setiap kata yang keluar dari mulutnya.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu menunduk dalam. Tidak salah ucapan dari Alaglosa, hanya saja selama ini, rakyat sangat dimanjakan karena pemimpin mereka selalu melindungi mereka. Rakyat Eldrogo tidak perlu kesusahan dalam hal apapun karena Kaisar selalu mengutamakan kepentingan rakyat nya. Untuk urusan pangan pun, tidak ada satu pun kepala keluarga yang memikirkan pangan keluarganya. Semuanya, kastil Sir Draken yang mengurus dan semua tinggal terima beres saja.
" Ossa... Selama ini, kami tidak pernah membebankan apapun pada rakyat.. Semuanya kami yang menangani sendiri bersama dengan petinggi kerajaan dan kesatria. Mereka hanya perlu hidup dengan baik, karena jika rakyatnya hidup dengan baik, sebuah wilayah akan mendapatkan nama yang baik.. " Kaisar mencoba menjelaskan. Ingin mengikuti rencana Alaglosa, tapi mengingat mekanisme kerajaannya selama ini, rasanya ide Alaglosa tidak cocok.
" Siapa pun saja yang terlalu dimanja akan menjadi orang yang tidak berguna.. Benar wilayah selatan dielukan sebagai kerajaan yang mampu memakmurkan rakyatnya.. Akan tetapi, pernahkan kalian semua, dan yang mulia berpikir bahwa akan ada masa dimana pemerintahan juga membutuhkan rakyatnya untuk diajak kerjasama.. " Alaglosa menjeda ucapannya dan memandang semua orang yang ada di ruangan itu. Tradisi yang salah, harus diakhiri karena itu hanya akan membawa sebuah masa yang tidak baik nantinya.
" Makmur tapi tidak memiliki kemampuan apapun, apa itu yang disebut makmur.. " semua orang tersentak dengan ucapan Alaglosa. Sangat kasar dan tidak sepatutnya kata-kata itu keluar dari seorang pemimpin.
Tyrian sama sekali tidak menyangka bahwa istrinya bisa berucap seperti itu. Tidak menyalahkan, hanya saja menyayangkan kenapa kata-kata itu keluar dari mulut sang istri. Benar yang diucapkannya, tapi jika dia sendiri yang berusaha mengubah tradisi tanpa ada bantuan dari orang lain, jelas itu akan menjadi boomerang untuk nya. Tyrian tidak bisa berdiri di samping sang istri jika itu terjadi.
" Memakmurkan rakyat memang tugas seorang pemimpin, akan tetapi memakmurkan seperti apa yang harus dilihat dan dicermati. Untuk apa memberi mereka makan tanpa memberi mereka keahlian. Itu sama halnya ketika kalian semua mendidik anak kalian dengan cara yang salah. Memberi makan, memberi kemewahan, tapi anak itu tidak bisa apa-apa.. Lalu apa jadinya anak itu ketika dia dewasa? Mampukah mereka bersaing ketika mereka keluar dari rumah? " ucapan Alaglosa seakan menampar mereka semua yang ada di tempat itu.
__ADS_1