Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Pasukan rahasia


__ADS_3

Seekor naga berwarna ungu langsung melesat mendekat ke arah yang mana ada seorang sedang berdiri mengambang di udara tak jauh dari pasukan milik Tyrian yang berterbangan lantaran hempasan dari entah apa yang tiba-tiba menerjang monster naga yang tadi berada di sekitar pasukan Tyrian. Naga yang melesat ini semakin lama tubuhnya semakin berubah bentuk hingga berakhir menjadi seorang pria yang sangat tanpa, dengan pakaian khas orang yang akan tidur di malam hari.


" Lama sekali.. " Ujar pria itu mencemooh.


" Maaf.. Kami mengecek pintu yang digunakan monster inti bumi keluar terlebih dahulu.. Takut jika iblis itu keluar.." Pria yang tadi terkekeh mengedikkan bahunya.


" Kita akan lebih kewalahan melawan dua iblis itu, jika dibandingkan melawan monster naga yang di sana. " Dengan dagunya, pria itu menunjukan monster naga yang tengah bertarung dengan naga yang berwarna perak.


" Pergilah.. Jemput istri mu.. Aku akan membuat stigma untuk menyegel monster itu selagi ayah mengecohnya!! " Lanjut pria itu.


" Hm.. Tapi... Jangan kau kacaukan formasi pasukan ku.. Meski mereka bukan keturunan naga setidaknya mereka masih berguna dalam situasi semacam ini.. " Tegur pria yang adalah Tyrian itu. Kesal juga, pasukannya dibuat kocar kacir lantaran kakak dan ayahnya datang dengan mode langsung serang itu.


" Hihihi.. " Zeco terkekeh pelan.


Kedua berpencar ke arah yang berbeda, Tyrian pergi ke kastil Sir Draken untuk menjemput sangat istri, maka Zeco pergi ke arah berlawanan untuk membuat sebuah stigma di tempat yang menurutnya cocok untuk menyegel makhluk naga berkepala tiga itu. Kebetulan, di tempat yang Zeco maksud adalah sebuah danau yang berada di daerah paling dingin di selatan.


Bicara tentang wilayah paling dingin di bagian selatan. Tempat ini di sebut sebagai ujung selatan Anchestral Land yang semua bahannya diselimuti salju. Dari Eldrogo ke tempat ini, dipisahkan oleh danau besar dan juga sebuah hutan yang semua daunnya membeku lantaran sudah memasuki wilayah paling dingin itu. Di bagian tengah hutan yang daun dan batangnya beku itu, ada sebuah danau yang tidak lebih besar dari danau di luar hutan beku. Tetapi sangat dalam sekali.


Di situlah nanti, Zeco akan menyegel makhluk monster itu. Naga identik dengan api, maka satu-satunya cara menyegel agar tidak akan pernah bisa lepas dari segel itu, tentu harus memanfaatkan elemen yang bertolak belakang dengan api. Satu-satunya tempat yang sesuatu dengan pemikiran Zeco, adalah danau beku ini.


" Kalian semua.. Siap kan alat yang sudah aku perintahkan!! " Teriak Zeco memberikan instruksi pada pasukan Tyrian di sana.

__ADS_1


" Pangeran benar-benar mengesalkan.. Kita sudah dibuat layaknya layangan yang terombang-ambing oleh tornado, sekarang masih harus menyiapkan bahan yang dia butuhkan.. Rasanya badan ku sakit semua.. " Gerutu Furcas.


" Ya!!! Aku mendengar gerutuan kalian semua.. " Teriak Zeco dari atas sana.


Pasukan Tyrian lekas berlari mengikuti Zeco terbang. Beruntung, mereka adalah assassin tingkat tinggi sehingga mengimbangi kecepatan dari Zeco bukanlah hal yang sulit. Sambil mereka berlari, mereka mengambil beberapa gentong yang diletakan di bagian luar hutan beku. Genting ini, digunakan untuk melindungi sesuatu yang ada di bagian dalamnya agar tidak sampai beku lantaran dibawa masuk ke wilayah beku ini.


Meninggalkan Zeco dan pasukan Tyrian yang tengah mempersiapkan stigma. Kini Tyrian sudah sampai ke kastil dan lekas mencari sang istri. Dari arah luar kastil, Tyrian berlari menuju ke bagian kastil yang paling belakang. Disana, ada kastil yang juga membeku semua bagiannya. Es dari kastil beku ini, dibuat dari es yang ada di bagian wilayah beku yang ada di bagian ujung selatan.


" Yang mulia.. " Alpus memberi hormat saat melihat Tyrian berlarian memasuki kastil.


" Dimana istri ku? " Tanya Tyrian langsung tanpa basa basi.


" Ck.. Kau tidak lihat aku sedang buru-buru.. " Ujar Tyrian kesal.


" Tapi ini adalah masalah penting yang mulia.. " Tyrian menghela nafas dan kemudian mempersilahkan Alpus melaporkan apa yang akan dia laporkan. Melihat Alpus kekeh ingin melapor, jelas ini bukan masalah yang sederhana.


" Ada beberapa monster yang menyerang kota.. Pasukan yang berjaga di kastil, dikerahkan oleh nyonya ke kota.. Rupanya, di kota ada beberapa keluarga yang enggan ikut mengungsi.. Lalu, apa yang harus kami lakukan? " Tyrian berdecak kesal.


Jika dia membiarkan begitu saja orang-orang di kota saat penyerangan monster, maka kastil yang akan terkena dampaknya. Meski jika dipikirkan lagi, semua ini adalah kesalahan orang-orang itu yang tidak mau mengungsi hanya karena kastil memerintahkan mereka mengurung kebutuhan mereka sendiri. Meski istrinya sudah mengerahkan pasukan ke sana, jelas pasukan yang jumlahnya tidak seberapa itu akan kewalahan dan bisa jadi akan kalah.


" Kau urusi saja kastil, bagian sana, biar nanti aku yang akan pikirkan.. Sekarang aku harus mencari istri ku terlebih dahulu.. " Alpus pun tidak lagi mencegah kepergian Tyrian setelah mendengarkan ucapan dari tuannya ini.

__ADS_1


" Tyrian.. " Yang dipanggil tentu saja langsung menengok ke arah suara yang memanggilnya. Suara yang begitu dikenal betul oleh Tyrian, karena selalu mendengar suara itu di sekitar tempat dimana dia berada.


" Ayo ikut aku sekarang juga.. " Ucap Tyrian tidak lagi berbasa basi.


" Waktu kita tidak banyak.. Aku takut ayah dan kakak ku tidak bisa mencegah monster gila itu berulah.. " Tyrian langsung menggandeng sangat istri dan menariknya untuk mengikuti langkah kakinya.


" Tapi kota.. " Belum juga Alaglosa menyelesaikan ucapannya, Tyrian langsung memotongnya.


" Daylor dan Kairo.. Kalian ikut aku ke kota.. Khazad.. " Panggil Tyrian meski yang dipanggil tidak ada di sekitarnya. Namun dalam sekejap mata, tiba-tiba saja ada seorang pria yang mengikuti Tyrian berlari.


" Panggil pasukan rahasia untuk ke kota!!! " Titah Tyrian. Tanpa menjawab, pria yang dipanggil dengan nama Khazad itu langsung kembali menghilang.


Alaglosa sempat bingung, tetapi untuk menuntaskan rasa penasarannya, dia tidak berani bertanya sekarang. Pria yang tiba-tiba saja muncul saat dipanggil oleh suaminya, baru kali ini dia temui. Biasanya, Alaglosa hanya mengetahui lima komandan pasukan milik Tyrian. Pria ini, baru kali ini dia temui setelah selama ini dia mengenal Tyrian. Bahkan di kehidupannya yang dahulu, sosok pria itu tidak pernah Alaglosa lihat.


Seolah tahu sang istri mempertanyakan siapa orang yang dia panggil tadi. Tyrian langsung menjelaskan siapa pria tadi dan apa yang dia sebut pasukan rahasia. Memang tidak bisa lagi, jika Tyrian menyembunyikan semua ini dari sang istri. Toh, dia hanya mengatakannya pada wanita yang akan menghabiskan waktu dengannya sampai sama-sama menua.


" Dia.. Adalah pengawal pribadi ku selain Remos.. Komandan pasukan rahasia yang selama ini hanya melindungi tidak peduli apapun yang terjadi.. Yang membawa aku pergi ke gunung tempat pertama kita bertemu, juga adalah dia.. Karena dia melihat mu, dia pun pergi.. " Ucap Tyrian menceritakan siapa pria misterius tadi.


" Kenapa begitu? " Alaglosa bingung saat ini.


" Karena dia memiliki sumpah, yang mana melarangnya untuk melanggarnya, atau dia akan merasakan siksaan yang sangat amat kuat.. " Mata Alaglosa langsung melotot ketika mendengarnya.

__ADS_1


__ADS_2