Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Mulai penyerangan


__ADS_3

Pasukan Tyrian berpencar di bangunan kastil tua itu untuk menemukan sandra. Dari yang Fandim katakan tadi, memang dia bisa merasakan life stream milik pangeran Codnille, yang memang ada di dalam sana. Jadilah Fandim sendiri yang memimpin pasukan untuk mencari keberadaan rombongan dari Amanecer, sisa pasukan yang dipimpin Tyrian bertugas untuk mengecoh musuh.


Kastil tua ini rupanya memiliki ruang bawa tanah yang letaknya tepat dibawah aula utama kastil ini. Masalahnya saat ini, keterbatasan waktu dari pasukan Tyrian membuat mereka tidak lagi mampu untuk mencari keberadaan pintu yang bisa diakses untuk pergi ke ruang bawah tanah.


Sesuai usul dari salah satu anggota pasukan dibawah Fandim, mereka pun memutuskan untuk meruntuhkan lantai aula ini dan menjadi jalan alternatif untuk bisa sampai ke ruang bawah tanah. Tapi untuk itu, mereka harus berkoordinasi dengan pasukan pengecoh terlebih dahulu.


" Yang mulia, kami akan menjebol lantai aula ini untuk bisa sampai ke ruang bawah tanah.. Bisakah anda membawa musuh ke bagian timur kastil?" tanya Fandim dengan ilmu batinnya.


" Hm... Lakukan dengan segera karena waktu kita tidaklah banyak!!!" titah Tyrian yang tidak ingin lama-lama disini.


" Baik yang mulia.. Dalam hitungan kesepuluh kita mulai serangan ini bersama.." ujar Fandim.


" 1.....2.....3.....4.....5....6.....10..."


BOOM


BOOM


KRATAK


KRATAK


BRUKKK


BRUGH

__ADS_1


AAARGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHH


Suara teriakan terdengar di lantai bawah dan juga di bagian timur kastil. Fandim dan pasukannya berhasil menghancurkan lantai dari aula kastil ini, dan mereka bergegas untuk turun ke bawah mencari tempat dimana anggota pasukan Amanecer disandra.


Akibat dari robohnya lantai yang menjadi langit-langit untuk ruang bawah tanah, menyulitkan Fandim dan pasukannya untuk lekas mendekat ke arah tempat dimana tawanan berada. Mereka harus melompati batu besar satu per satu hingga berhasil melewati reruntuhan dari lantai di atas tadi yang mereka hancurkan.


Beberapa anak buah musuh terlihat mulai berdatangan untuk menghentikan langkah Fandim dan anak buahnya. Sepertinya mereka memang ditugaskan menjaga ruang bawah tanah ini. Dari jumlah, jelas pasukan Fandim unggul, tapi untuk masalah kekuatan, belum bisa dipastikan siapa yang lebih unggul.


" Jangan menatap mata mereka... Ingat, disini ada penyihir yang bisa mengendalikan pikiran seseorang.." Fandim memperingatkan anak buahnya.


" Baik panglima..." serempak semua pasukan Fandim menyahut.


" Siapa kalian? Dan apa kepentingan kalian disini?" tanya seorang dari para penjaga ruang bawah tanah ini.


" Bukan urusan mu untuk tahu siapa kami... Karena jika kau mengetahui siapa kami, maka kau akan mati saat itu juga.." Fandim menjawab dengan nada sombong.


Melihat pasukan lawan yang mulai melakukan perlawanan, pasukan Fandim pun turut maju untuk bertarung dengan para musuh. Waktu mereka tidak banyak jadi ini bukan waktunya untuk bermain-main. Pertempuran terjadi dengan sangat sengit diantara kedua belah pihak karena tidak ingin kalah dengan lawan mereka tentunya.


Fandim beberapa kali terkena tendangan musuh, sungguh beruntung dia memiliki fisik yang kuat sehingga serangan seperti ini tidak menjadi beban untuknya. Dia malah membalas mereka dengan menebas mereka tepat di bagian leher dan menghujam soul stone mereka beberapa kali.


" Panglima pergilah !!!!! Biar disini kami yang mengurusnya.. Jika kita tidak berpencar maka kita akan kehabisan waktu.." ujar salah seorang anak buah Fandim.


" Kalian yakin bisa menghadapi ini semua sendiri?" tanya Fandim memastikan sebelum dirinya benar-benar meninggalkan pasukannya.


" Kami juga bagian dari tim dua pasukan Lord Tyrian.. Jangan meremehkan kami, panglima.." ucapnya yakin.

__ADS_1


" Baik... Jangan sampai ada yang mati..!!" pesan Fandim sebelum dia pergi meninggalkan pertarungan di tempat ini setelah pasukannya membukakan celah untuknya.


Di bagian timur kastil, terlihat pasukan Tyrian mulai kewalahan karena musuh bukan semakin berkurang, tapi justru semakin bertambah setiap detiknya. Makin banyak yang dia dan pasukannya bunuh, makan banyak juga yang berdatangan. Mungkinkah mereka beregenerasi dengan cara membelah diri mereka begitu mereka mati. Tyrian masih berusaha untuk mencari tahu hal itu.


" Yang mulia... Jika seperti ini terus maka kita akan kalah karena kelelahan.." ucap Marlos, ketua pasukan tiga.


" Kau benar... Kepung mereka agar tidak bisa sampai ke tempat ku !!" titah Tyrian yang langsung Marlos laksanakan karena dia mengetahui apa maksud dari tuannya ini ketika sudah mengatakan hal seperti ini. Karena hal seperti ini tidak hanya terjadi sekali dua kali saja, tapi sering kali.


Tyrian mundur beberapa meter samai tubuhnya menyentuh dinding gunung yang ada di bagian timur kastil tua ini. Tyrian memusatkan pikirannya untuk bisa melakukan salah satu teknik yang hanya dirinya yang mampu melakukannya. Menjadi keturunan naga, dilimpahi banyak sekali life stream yang mengalir di tubuh karena dipompa kuat oleh soul stone mereka yang istimewa itu. Memungkinkan seorang keturunan naga untuk bisa membagi life stream miliknya yang diubah menjadi manna.


Manna sendiri adalah life stream yang diubah oleh tubuh kita menjadi manna yang memancar keluar melalaui pori-pori tubuh kita. Jika life stream adalah aliran kekuatan yang mengalir di dalam tubuh, maka manna adalah kekuatan yang mengalir diluar tubuh.


Jika orang mendapatkan aliran manna dari Tyrian, maka tubuh mereka akan dilapisi sebuah perisai transparan yang berwarna ungu, sama seperti soul stone milik Tyrian. Dan mereka yang mendapatkannya akan memiliki kekuatan fisik yang meningkat sepuluh kali lipat dari kemampuan fisik mereka yang sesungguhnya.


" yang mulia .......AWAAAASSSSSS...." Marlos berteriak karena terlihat oleh matanya ada beberapa musuh yang melesat ke tempat dimana Tyrian berada untuk memusatkan pikirannya membagi manna miliknya untuk semua pasukannya.


TRANGG


TING....TING...TING


BUGH...BRAKKKKK


KLANG..


Pedang saling beradu hingga kemudian Tyrian menghempaskan semua pedang musuh yang mengepungnya. Tyrian benar-benar murka sekarang, dan jika sudah seperti ini maka dia akan mengeluarkan sesuatu yang paling ditakuti oleh semua makhluk yang hidup di Anchrstral Land ini.

__ADS_1


" SEMUANYA MENGYINGKIR !!!!!" benar saja, apa yang dipikirkan oleh semua pasukan Tyrian benar terwujud.


Tyrian kini tengah bersiap-siap mengeluarkan kemampuannya yang selama ini tidak pernah dia gunakan karena memang dia tidak membutuhkan kekuatan itu.. Tapi kali ini semuanya berubah, Tyrian memiliki Alaglosa yang pasti tengah menunggu kepulangannya. Hingga akhirnya, muncullah kekuatan yang paling ditakuti oleh semua mahkluk di dunia ini.


__ADS_2