
Setelah perbincangan tadi selesai, Tyrian kembali ke kamar untuk menemui sang istri. Tyrian yakin istrinya saat ini tengah ketakutan, yang jelas pasti istrinya tidak sedang baik-baik saja. Benar saja, ketika Tyrian masuk ke kamar, Alaglosa justru melamun menatap langit malam. Sudah hampir tengah malam, tapi sangat istri tidak juga tidur dan malah melamun.
Tyrian melepaskan bagian atasnya, hingga bertelanjang dada kemudian menghampiri sang istri. Tyrian mengusap puncak kepala Alaglosa dan mendaratkan kecupan di sana. Tyrian mengambil tempat duduk tepat di hadapan Alaglosa, kemudian memilih untuk menetapkan wajah sang istri yang memang semakin hari semakin cantik saja.
" Kenapa belum tidur? Menunggu ku? " tanya Tyrian. Tangannya maju untuk mencomot cemilan yang pelayan bawakan untuk sang istri.
" Aku kepikiran masalah tadi, kenapa bisa ada monster masuk ke wilayah ini? Tidak kah kau juga merasa ada yang janggal kan? " tanya Alaglosa.
" Hm.. Monster tadi adalah monster panggilan.. Tapi semuanya sudah selesai jadi jangan diambil pusing.. " Tyrian mengusap punggung tangan sang istri.
Alaglosa hanya bisa mengangguk meskipun dia merasakan ada banyak sekali kejanggalan yang terjadi akhir-akhir ini. Tentang kemampuannya, tentang serangan monster ini, dan tentang masa depan. Alaglosa penasaran dengan apa yang akan terjadi di masa depan ketika dia telah mengulang kembali waktunya berkat pria yang dia ketahui adalah suaminya sendiri. Tapi, Alaglosa juga penasaran dengan apa yang terjadi di masa kehidupannya yang lalu karena setelah dia mati, dia tidak tahu apa yang terjadi setelahnya sampai dia dihidupkan kembali.
" Melamun kan apa? " Tyrian mengusap pipi gembul Alaglosa. Istrinya terlihat diam sejak tadi dengan tatapan mata yang kosong.
" Hehehehe... Bukan melamun kok, hanya berpikir tentang ini dan itu saja.. " Alaglosa nyengir kuda.
" Ini dan itu apa? Jangan-jangan kau tengah memikirkan mantan calon suami mu itu? "
" Mana ada... Semuanya sudah berakhir ya,, sekarang aku adalah nyonya Sir Draken.. "
Ucapan Alaglosa membuat Tyrian terus melebarkan senyumnya. Senang rasanya jika sang istri sudah bisa menerima kehadiran dirinya di dalam hidupnya. Awalnya Tyrian sempat takut jika sampai wanita di depannya ini tidak mau menerima dirinya. Bukan masalah malu, tapi mimpi yang selama ini Tyrian mimpikan pastilah hancur berantakan.
" Kau benar-benar tidak merasa sesuatu, begitu, ketika melihat putra mahkota? " tanya Tyrian.
__ADS_1
" Ish... Dari awal juga aku menolak menikah dengannya makanya aku kabur dari wilayah para elf.. Dua tahun aku hidup di tempat para penyihir putih dulu tinggal... " ujar Alaglosa dengan bibir mengerucut.
" Oh ya... Aku sedikit pemasaran, ketika pertama kali kita bertemu saat kita jatuh ke jurang. Kau terlihat seperti seseorang yang mengenal ku dengan sangat baik.. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? " tanya Alaglosa.
" Hah... Kau tidak tahu siapa aku? Yang benar? " Tyrian cukup terkejut karena Alaglosa tidak mengenalinya. Padahal saat itu hanya sekali lihat saja Tyrian bisa langsung mengenali Alaglosa.
" Memangnya kau siapa? Aku saja tidak pernah bertemu dengan diri mu sebelum nya.. " ucap Alaglosa.
" Bukan siapa-siapa.. Aku suami mu,, ya sudah ayo kita tidur.. "
Ada sedikit kekecewaan di mata Tyrian karena ternyata sang istri tidak mengenali dirinya. Tapi mungkin dua tahun memang mengubah segalanya, Tyrian tidak sama dengan dirinya yang dua tahun lalu. Kini Tyrian terlihat lebih gagah, dengan wajah lebih tegas dan dipenuhi bulu-bulu halus disekitar rahangnya.
" Biarlah.. yang penting sekarang dia sudah menjadi milik ku.. " batin Tyrian kemudian dirinya masuk ke alam mimpi.
" Kalian semua bodoh.. kalian semua menyia-nyiakan semua yang sudah aku korbankan. Apa tidak ada diantara kalian yang pintar... HHAAAHH... "
" Maafkan kami Tuan ku.... Si tua Proston itu ternyata masih sehebat dulu... Semua monster terpanggang olehnya.. "
" Seharusnya tahu jika Proston sekuat itu kalian harus memikirkan cara selangkah lebih maju dari nya... Bukan mengatakan alasan bahwa si Proston itu masih hebat.. "
" Kami pikir dia tidak akan melakukan hal itu semenjak istrinya menanggung semua dosa keluarganya.. "
" Proston bukan tidak bisa melakukannya, tapi dia enggan melakukannya.. Seharusnya kalian paham akan hal itu... Dan kau bagaimana situasi di Amanecer..? Apa yang kaisar bodoh itu lakukan? "
__ADS_1
" Anda tidak perlu khawatir.. Pria itu berada digenggaman saya.. Termasuk pangeran dari negeri elf.. Hanya saja putra mahkota sekarang tidak bisa diharapkan.. "
" Desak kaisar bodoh itu untuk menikahkan mu dengan putra mahkota.. Buat supaya terkesan putra mahkota jahat dan memaksa mu, dengan begitu pangeran elf tidak akan lari dari genggaman mu.. "
" Baik yang mulia... "
" Kalian bubar.. Lakukan tugas kalian dengan baik atau aku akan melenyapkan kalian.. "
Semua orang yang berkumpul di menara sihir tinggi itu, sudah bubar entah kemana mereka semua karena mereka ditugaskan untuk berada di tempat-tempat yang memang memiliki peranan penting untuk membuat sesuatu bangkit. Hanya tersisa sepang ibu dan anak saja di bawah menara ini. Mereka berdua tengah membicarakan rencana mereka yang terus menerus gagal.
" Kau yakin pangeran elf itu benar-benar sudah takluk dibawah genggaman mu? " tanya si ibu.
" Iya ibu... Anda tidak perlu khawatir, bahkan pria ini telah menyiapkan sebuah kekuatan yang mana dipergunakan untuk menentang King agar bisa mendapatkan saya.. " ucap si anak.
" Bagus... Lalu apa rencana mu untuk bisa menjebak dua pria ini? " tanya si ibu penasaran. Otak anaknya ini memang sangat tokcer jika diminta memikirkan rencana yang jitu.
" Anda pasti tahu kelemahan para pria kan ibu? Maka saya tinggal menambahi beberapa bumbu maka akan dengan mudah saya bisa menaklukan mereka berdua.. " jawab si anak.
" Bagus.. Lakukan yang terbaik untuk itu semua.. Bangsa kita mengandalkan mu putri ku.. " si anak hanya mengangguk.
Jika nasih wanita lain bisa sebaik dan semujur wanita bernama Alaglosa itu. Maka dirinya juga bisa membuat dirinya berada di posisi yang sama dengan Alaglosa. Dia cantik dah tentunya tidak akan kalah jika harus bersaing dengan yang namanya Alaglosa itu.
" Hanya pria bodoh itu saja yang bisa menolak pesona ku.. Padahal jika aku berhasil mendapatkan pria itu, rencana kami akan semudah membalik nya telapak tangan.. " gumam wanita ini.
__ADS_1