Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Perang akhirnya pecah


__ADS_3

Perang benar-benar pecah ketika tiga kelompok yang dibagi oleh Lord Tyrian berhasil sampai di Burulan tepat sebelum bulan purnama terjadi. Meski begitu, ternyata kekuatan manusia serigala ini tidak bisa disepelekan. Jumlah yang begitu banyak, belum lagi perbedaan kekuatan diantara mereka. Anggap saja jika manusia serigala satu orang, maka setara dengan empat sampai enam orang manusia, setara dengan tiga master Assassin. Jelas saja itu sudah menjadi hal yang akan sulit diimbangi oleh pasukan manusia dari Amanecer.


" Dia benar-benar bisa sampai ke sini melewati gurun pasir hidup, sungguh dia itu sebenarnya manusia atau monster? " Codnille terkejut saat pasukan yang dipimpin Tyrian sudah sampai bahan lebih dulu dari pasukannya dan pasukan Eluchil.


" Bagaimana bisa kau melewati gurun itu? Apa kau terbang? " tanya Codnille ketika dia sudah bergabung dengan pasukan dari Tyrian.


" Terbang apanya? Kau lihat sendiri bahkan aku masih dalam wujud manusia ku.. " protes Tyrian. Terbang di sini yang dimaksud oleh Codnille adalah ketika Tyrian berubah menjadi bentuk naga miliknya, karena memang pada dasarnya Tyrian adalah keturunan naga.


" Aku sengaja dihisap oleh pasir hidup itu, dan justru diantarkan kemari. Bukankah itu lebih menghemat waktu dan tenaga.. " terang Tyrian yang akhirnya menjelaskan karena wajah Codnille terlihat masih bingung.


" Pasir hidup memiliki pergerakan dimana ketika dia menghisap maka di suatu tempat tertentu dia akan mengeluarkan apa yang dia hisap itu. Jadi jika kita terhisap di gurun, maka kita akan di keluarkan di desa tak jauh dari Burulan ini.. Aku manfaatkan saja, paling hanya pusing sedikit karena bergelung dengan pasir.. " tambah Tyrian.


Codnille semakin tidak percaya dengan apa yang didengarnya itu. Sungguh ini nyata atau hanya bualan dari Tyrian yang memang gemar mengerjainya sejak mereka masih kecil dulu. Tapi melihat Radolf yang sama sekali tidak menyanggah ucapan dari tuannya, akhirnya dengan terpaksa dan masih setengah percaya, Codnille memilih percaya saja pada Tyrian.


" Sudah jangan banyak bertanya lagi, siapkan pasukan kalian. Kita serang sebenarnya lagi.. " ujar Tyrian mulai mengatur anak buahnya untuk membentuk formasi serang.


" Oke... Perintahkan pada semua panglima untuk membawa pasukan mereka bersiap di titik yang telah ditandai.." Codnille memberikan perintah.


Semua segera melakukan gerakan dengan hati-hati agar tidak sampai ada yang mengetahui pergerakan mereka. Mereka semua tengah berlomba dengan waktu karena malam ini akan terjadi bulan purnama penuh, yang mana bisa meningkatkan kekuatan musuh berpuluh kali lipat. Dan ketika semua pasukan sudah membentuk formasi mereka masing-masing, Tyrian pun memberikan komando untuk menyerang sekarang juga.


" SERANGGGGGGG !!!!!! " teriak Tyrian yang sudah memacu kudanya memasuki benteng Burulan, tempat dimana pasukan musuh berada.


" Laporkan kepada Raja,, kita di serang. !!! " penjaga di benteng Burulan segera memerintahkan temannya untuk melapor pada raja mereka.


Bentrokan pasukan terjadi di depan benteng pasukan dari Amanecer berusaha menekan musuh hingga membukakan pintu gerbang yang mempermudah pasukan mereka mendekati tempat raja para manusia serigala. Tapi sungguh sial sekali, ketika pintu terbuka, bukannya bisa masuk tapi Troll justru keluar dari pintu itu, dan ini pertanda yang tidak baik.


" Bentuk formasi bertahan,,, trolll datang. !! " teriak Eluchil memerintahkan pasukannya untuk mengganti formasi untuk bertahan.

__ADS_1


RRRRROOOOOAAAARRRRGGGGG


BUGH


BUGH


AAAARRRGGGHHHH


RRROOOAAARRRR


BOOMMM


Auman dari troll itu sungguh menggetarkan tanah, belum lagi hempasan tangannya yang bisa membuat semua pasukan milik Eluchil jadi kocar kacir tidak tentu arah. Bahkan ada yang terlempar sangat jauh ketika terhempas oleh tangan trrooll..


" Fokus pada yang besar dulu. !! " teriak Codnille dan beberapa pasukannya langsung melesat maju membantu pasukan Eluchil.


" Sial... Bisa-bisa kita akan kehilangan banyak nyawa lagi jika terus begini. " keluh Eluchil.


" Semuanya menyingkir dari hadapan ku. !!!! " Eluchil berteriak sangat kencang dan bersiap untuk mengeluarkan kekuatannya.


Eluchil adalah manusia setengah elf dimana dia lebih cenderung mewarisi kekuatan ibunya yang adalah seorang elf itu. Eluchil merupakan elf pengendali tanah, dimana dia bisa menggunakan tanah untuk dijadikan apapun sesuai keinginannya. Dan kali ini, Eluchil berniat untuk menghancurkan tanah dan membuat retakan yang akan memisahkan pasukan Amanecer dan musuh.


HIIIIYYYYYAAAATTTT...


KRATAK... KRATAK... KRATAK...


BOOOOMMM

__ADS_1


Tanah langsung terbelah dan terlihat beberapa troll masuk ke dalam celah yang dibuat oleh gerakan Eluchil membelah tanah.


" Kalian urus disini.. Aku akan urus yang di dalam. !!" Tyrian langsung melesat masuk ke pintu gerbang benteng Burulan diikuti semua pasukannya.


" Hati-hati... Bulan purnama sudah dekat. " Codnille berteriak pada Tyrian.


Bulan purnama benar-benar telah muncul, semua manusia serigala sudah berubah menjadi bentuk monster yang berevolusi sempurna. Namun beruntung sekali pasukan dari Amanecer karena secara tiba-tiba dan tanpa diduga, pasukan musuh justru mundur dari pertempuran. Entah apa yang terjadi, tapi musuh benar-benar ditarik mundur dan hanya tersisa pasukan Amanecer yang berada di tempat itu.


Tapi kesenangan atas kemenangan itu tidak berlangsung lama ketika pasukan Tyrian kehilangan jejak tuan mereka. Tyrian benar-benar tidak terlihat ada di tempat itu, padahal tadi masih ada beberapa pasukan dari Tyrian yang melihat pemimpin mereka tengah bertaring dengan manusia serigala itu. Tyrian tadi masih adu kekuatan dengan serigala yang dalam bentuk sempurna, keduanya saling serang dengan kekuatan soul stone mereka, bahkan pancaran life stream bisa dilihat dari jarak yang jauh sekalipun. Tapi begitu pasukan serigala ditarik mundur, Tyrian justru menghilang.


********


Alaglosa berjalan di hutan untuk mencari tanaman obat. Sesekali dia melihat ke arah langit yang terlihat pancaran-pancaran cahaya yang Alaglosa ketahui itu berasal dari medan perang saat ini. Entah bagaimana situasi di sana saat ini dan apakah pasukan Amanecer sudah berhasil mengalahkan pasukan serigala, itu sungguh tidak penting bagi Alaglosa. Dia sudah melepaskan semua ikatan dalam kehidupannya di masa ini untuk menghindari kematian yang datang padanya.


" AAAARRRRRGGGGHHHHH... " Alaglosa terkejut dan berteriak ketika dia merasakan kakinya dicengkeram kuat entah oleh siapa.


" Lepaskan saya... Tolong... Tolong... " Alaglosa terjatuh ke tanah dan memberontak agar cekalan di pergelangan kakinya bisa lepas.


" To... long... aku... To.... long... "


Mata Alaglosa langsung melotot ketika dia mendengar muncul suara dari bawah pohon yang ada di sampingnya. Hari yang sudah gelap membuat setiap sudut di hutan berubah menjadi gelap juga, dan itu menyulitkan Alaglosa dalam melihat.


Dia langsung berjongkok untuk memastikan suara tadi dan sekarang benar mulai terlihat ketika cahaya bulan masuk ke hutan, ada seorang pria dengan jirah perang bersandar di batang pohon dalam kondisi dipenuhi luka dan orang itu terlihat setengah sadar.


" To... to... long... a... ku.... "


Tidak banyak bicara lagi, Alaglosa dengan susah patah berusaha memapah orang ini untuk keluar dari hutan dan kembali ke lembah penyihir. Alaglosa yang berbadan kecil tentunya begitu kesulitan memapah pria yang tiga kali lipat lebih besar darinya karena memakai jirah perang. Hingga akhirnya keseimbangan nya hilang dan kedua orang ini terperosok masuk ke jurang..

__ADS_1


" AAAAAAARRRRRGGGHHHHH..... " teriakan Alaglosa menggema di sana.


__ADS_2