Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Rapat pertama Alaglosa


__ADS_3

Hari ini, Alaglosa masih belum ditemani oleh suaminya dalam menjalankan tugasnya sebagai calon permaisuri. Tugas-tugas yang dulunya dikerjakan oleh permaisuri yang kemudian dikerjakan oleh Kaisar, kini setelah Alaglosa menjadi istri dari Tyrian, otomatis tugas permaisuri terdahulu menjadi tugasnya. Dan hari ini adalah rapat yang pertama kalinya akan Alaglosa pimpin bersama dengan orang-orang yang berada dibawah naungannya.


Viscount Nella, countess Rashieka dan juga viscount Ergin sudah berada di ruang rapat ketika Alaglosa baru saja tiba disana. Bukan Alaglosa terlambat datang, tapi orang-orang inilah yang terbiasa datang lebih awal sebelum pemimpin mereka datang. Kedisiplinan yang patut untuk dicontoh siapa saja untu kedepannya.


" Selamat pagi semuanya... maafkan saya terlambat.." sapa Alaglosa yang datang ditemani ketiga gadis yang sekarang sudah memiliki tugas masing-masing.


" Selamat pagi yang mulia.. Kami saja yang datang lebih awal. Ini saja masih kurang sepuluh menit dari waktu pertemuan yang sebenarnya." countess Rashieka yang bicara.


" Apa semuanya sudah siap dengan pembahasan yang akan kita bicarakan pagi ini? Semoga semuanya berjalan dengan lancar hingga diskusi selesai.. Dan sebelumnya saya ingin menyampaikan maaf terlebih dahulu apa bila nanti saya akan banyak merepotkan kalian semua.." ucap Alaglosa memulai acara rapat pagi ini.


" Anda tidak perlu sungkan yang mulia. Jika ada yang anda belum pahami, kami akan dengan senang hati menjelaskan pada nada." viscount Nelle angkat bicara.


Tiga orang bangsawan yang memiliki kedudukan di pemerintahan ini sangat terkejut dengan kepiawaian Alaglosa dalam memimpin rapat. Tidak mereka sangka Alaglosa akan selancar ini dalam menghadapi mereka bertiga yang notabene Alaglosa adalah orang baru di pemerintahan. Tapi sekarang tidak akan ada yang menyangka bahwa Alaglosa begitu tenang sejak dia memasuki ruangan ini tanpa sedikit pun menunjukan sikap gugup atau terlihat canggung.


Alaglosa tentu saja gugup, tapi dia yang di kehidupannya dulu sudah terbiasa menghadapi pertemuan seperti ini, tentunya bisa menutupi rasa gugupnya dengan baik. Dulu saja setiap harinya, Alaglosa bisa sampai menjalani tiga pertemuan yang mana bisa sampai malam hari baru selesai. Menurut Alaglosa, pekerjaan disini tidak seberat pekerjaan ketika dia menyandang gelar sebagai ratu dulu.


Alaglosa dengan tenang mendengarkan setiap laporan yang disampaikan oleh ketiga orang didepannya ini. Alaglosa juga kagum dengan pembawaan mereka yang begitu pandai menjelaskan sesuatu dengan bahasa yang mudah untuk Alaglosa pahami. Sepertinya orang-orang ini tidak akan merepotkan seperti menteri-menteri yang dulu bekerja dibawah perintahnya.

__ADS_1


Masing-masing dari ketiga orang yang berada dibawah kepemimpinan Alaglosa ini mengutarakan juga beberapa protes dan masalah yang tengah terjadi di masyarakat. Alaglosa cukup kagum dengan ketiga orang ini yang bahkan juga melaporkan masalah sehingga memudahkan Alaglosa untuk mencari solusi dan juga menangani semuanya tepat sasaran.


" Maaf sebelumnya.. viscount Ergin, bisakah anda menjelaskan pada saya tentang pembagian yang dilakukan untuk setiap kota di selatan ini selama musim pangan sulit? Dan bagaimana dengan hasil perkebunan dan peternakan selama tiga bulan terakhir ini?" tanya Alaglosa sebelum sesi berikutnya berlangsung, yaitu mencarikan solusi untuk masalah yang tadi sudah disampaikan oleh ketiga orang ini


" Kami biasanya akan membaginya dengan jumlah yang sama yang mulia. Dari masing-masing daerah akan kami hitung jumlah perkepala keluarga dan kemudian membagikan jumlah itu rata di setiap kepala keluarga. Namun, dua tahun belakangan ini, masyarakat di wilayah Fandor dan Cendrag sudah ada yang mulai bercocok tanam sendiri. Dan mereka akan langsung melapor pada orang-orang kami bahwa mereka tidak akan mengambil bantuan pangan dari pemerintah.." terang viscount Ergin.


" Apa banyak di antara mereka yang memiliki kebun dan ternak sendiri?" tanya Alaglosa yang melihat adanya peluang bagus disini.


" Tidak terlalu banyak yang mulia, karena mereka yang bisa bercocok tanam sendiri hanya mereka yang memiliki kebun pribadi." Alaglosa mengangguk.


" Kalau begitu mulai dari sekarang, buat aturan bagi mereka yang memiliki lahan pribadi baik rakyat, kesatria maupun bangsawan diharuskan memiliki beberapa petak tanah untuk bercocok tanam atau memelihara ternak. Tujuannya agar kita bisa lebih banyak menimbun pangan di lumbung. Kita tidaj tahu apa yang akan terjadi ke depannya, bisa saja krisis pangan akan datang. Jadi lebih baik kita bersiap sebelum semuanya terlambat."


" Untuk viscount Nelle, bolehkah saya tahu siapa yang membuat anggaran untuk istana hingga perorangnya bisa sebesar ini?" kali ini Alaglosa bertanya pada pengurus keuangan di kastil.


" Kaisar yang mulia.." jawab viscount Nelle apa adanya.


" Tidak bisakah dipangkas? Aku rasa ini terlalu berlebihan untuk ku.." viscount Nelle melongo mendengar ucapan Alaglosa.

__ADS_1


Kedua teman viscount Nelle pun juga terkejut mendengar ucapan dari Lady mereka ini. Biasanya orang akan senang mendapatkan banyak anggaran pribadi, tapi Alaglosa malah mengatakan bahwa itu semua berlebihan. Lalu harus bagaimana viscount Nelle memutuskan karena ini adalah anggaran yang Kaisar sendiri buat.


" Jika bisa dipangkas tolong pangkas saja.. Kemudian alihkan untuk membeli lahan para rakyat di Fandor. kita akan memperluas wilayah untuk penghasil pangan." ucap Alaglosa.


" Kami harus mendiskusikan ini dengan Kaisar dulu yang mulia, karena anggaran ini beliau yang membuat." viscount Nelle meminta izin.


" Tentu.. Silahkan diskusikan dengan yang mulia terlebih dahulu." Alaglosa mempersilahkan.


Alaglosa melihat untuk masalah pengeluaran uang untuk para pelayan dan prajurit sudah sesuai dengan aturan dari kesepakatan bersama empat wilayah tentang upah para kesatria. Setidaknya dengan ini para kesatria yang maju ke medan perang bisa bersemangat karena upah mereka yang memang besar.


" Countess Rashieka, boleh saya bertanya tentang persiapan pesta syukur petani besok lusa?" tanya Alaglosa.


" Tentu yang mulia.. Persiapan sudah hampir selesai dan semua sudah diperhitungkan mulai dari keramaian hingga bagian keamanan. Kami terus saling berkomunikasi agar semuanya bisa cepat selesai sesuai dengan harapan kita semuanya." ucap countess Rashieka.


" Bagus.. Terima kasih atas kerja sama kalian... Sekarang... Mari kita bicarakan masalah berikurnya. Kalau boleh tahu, darimana kalian mengetahui bahwa ada masalah di Basilik karena ada beberapa keluarga bangsawan kecil protes dengan kebijakan pemerintah yang harus melapor setiap satu minggu sekali untuk mengetahui sejauh mana perkembangan keputusan mereka." ucap Alaglosa.


Sebelum rapat dibubarkan, countess Rashieka bertanya mengenai dayang yang sekarang sudah berdiri di belakang Alaglosa. Ketiga orang yang nantinya akan menjadi orang kepercayaan ini dimana mereka bersumpah akan mengikuti kemana kaki Alaglosa berada. Sejauh apapun Alaglosa melangkah, mereka tidak akan bisa meninggalkan Alaglosa sebelum dia membatalkan perjanjian mereka.

__ADS_1


" Jika tidak ada yang ingin kalian sampaikan lagi, kita bisa membubarkan diri kita saja dulu." ujar Alaglosa.


" Tidak ada yang mulia.. Hanya saja ketika pertengahan minggu kedua kita akan kembali mengadakan pertemuan disini dan siapapun bisa akan datang termasuk Kaisar dan orang-orang yang bekerja di bawah kepemimpinan Kaisar langsung ."Alaglosa mengangguk paham. Berarti pertemuan berikutnya akan dihadiri oleh orang-orang yang berkecimpung di pemerintahan wilayah selatan.


__ADS_2