
Rombongan dari pasukan pemimpin wilayah selatan, sore ini telah sampai di ibukota. Para penguasa wilayah ini tengah melakukan perjalanan menuju ke kastil yang ada di dekat bukit-bukit kecil di sebelah timur ibukota. Di bagian timur dari Eldrogo ini memang tanah milik penguasa wilayah selatan, keluarga Sir Draken.
Kaisar, kedua putranya, dan menantunya yang cantik, kini tengah disambut oleh para pelayan yang selama ini bekerja di kastil Sier Draken. Semuanya menyambut dengan sukacita kedatangan dari tuan mereka. Bahkan kepala pelayan kastil ini telah membuat hidangan spasial untuk tuannya.
" Selamat datang kembali di kastil yang mulia." sambut Alpus dan semua pekerja di kastil ini.
" Terima kasih.. bagaimana keadaan di kastil? Separah apa kerusakan yang diakibatkan oleh kejadian ini?" tanya Kaisar ingin tahu bagaimana kondisi dari kastil miliknya.
" Kastil depan rusak parah, butuh beberapa bulan untuk memperbaikinya. Sedangkan kastil di tengah hanya bagian depan sisi kiri saja yang rusak, tidak sampai sebulan perbaikan selesai.." lapor Alpus yang memang sudah menyiapkan laporan lisan dan tertulis begitu penguasa kastil ini tiba.
" Lakukan yang terbaik.. Permaisuri, bagaimana kondisinya?" tanya kaisar. Lebih dari beberapa hari dirinya tidak bertemu dan melihat kondisi dari permaisuri.
" Menurut tabib yang memeriksa yang mulia permaisuri, saat ini kondisinya berangsur membaik. Mungkin saja, dalam waktu dekat beliau akan sadar." Kaisar mengangguk.
" Siapkan keperluan ku, aku ingin mandi.." Alpus lekas melesat dibantu beberapa pelayan pria untuk mempersiapkan semua kebutuhan tuan mereka.
__ADS_1
Alaglosa sendiri, ditemani oleh dayangnya dan juga pelayan pribadinya, langsung naik ke lantai dua untuk membersihkan diri. Beruntung karen kamar miliknya tidak sampai hancur karena pertempuran suaminya dan monster beberapa waktu yang lalu.
Berendam dengan aroma therapy, menjadi pilihan Alaglosa saat ini. Dia membutuhkan merelaksasi kan seluruh tubuhnya setelah pertempuran dengan monster naga selama dua hari ini. Jujur saja, dia tidak mandi selama pertempuran dan tubuhnya berkeringat, hal ini membuat dirinya merasa sangat tidak nyaman.
" bagaimana keadaan selama aku meninggalkan istana?" tanya Alaglosa. Sambil berendam, dia ingin mendengarkan laporan dari dayangnya.
" Beberapa hari ini, kami mengurus mengenai perbaikan kastil dan juga rumah-rumah yang ada di jalanan ibukota yang terkena dampak serangan dari para monster. Sejak kemarin, para penduduk yang mengungsi juga sudah kembali ke kediaman masing-masing dan kami mencatat semua yang berhubungan dengan hal tersebut." lapor Siroselle.
" Apa laporan tentang itu semua sudah ada di meja kerja ku?" tanya Alaglosa yang masih betah memejamkan matanya untuk merasakan segarnya terkena air.
" Kalau begitu kalian semua pergilah, aku ingin menikmati berendam terlebih dahulu.. Jika Lord Tyrian mencari ku katakan aku masih mandi." Alaglosa sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun saat ini. Dia hanya ingin berendam, kemudian tidur sebelum dirinya memikirkan kembali tentang ' hukum alam ' yang akan diterima bagi siapa saja yang mengubah takdir yang sudah dewa gariskan dengan sengaja.
Saat memejamkan matanya sami berendam, karena tubuhnya yang memang sangat lelah, Alaglosa sampai tertidur karena nyaman berendam dengan aroma therapy yang terasa seperti tengah memijatnya. Tiba-tiba saja, Alaglosa bermimpi mengenai kejadian di masa lalunya. Akan tetapi, apa yang dia lihat saat ini dia tidak tahu kapan dan dimana peristiwa itu terjadi hingga, dai melihat suaminya di dalam mimpi itu.
" Jangan pernah sekalipun kau mengambil keputusan gegabah hanya karena Saturn memiliki apa yang tidak bisa kau miliki." kaisar nampak terlihat marah pada putranya. Dari ruangan yang dilihat Alaglosa dalam mimpinya, sepertinya ini adalah kasti Sir Draken di ibukota Amanecer.
__ADS_1
" Tapi ayah, aku tidak bisa membiarkan dia mati hanya karena alasan bodoh yang sengaja King sialan itu buat demi kepentingannya. Wanita itu tidak pernah mengkhianati siapapun, ayah.. Apa rasa kemanusiaan ayah sudah habis, sehingga tidak bisa melihat bahwa wanita ini sangat membutuhkan uluran tangan kita." Tyrian terlihat memelas sangat mengutarakan perasaannya.
" Ayah disini bukan hanya memikirkan satu saja nasib manusia. Akan tetapi ayah memikirkan nasib semua rakyat ayah dan semua penghuni Amancer apabila ayah menentang keputusan Saturn dan memilih menmbela ratunya. "
" Anchestral Land akan hancur jika sampai keturunan Acfica dan Bialus kembali berperang. Dan ayah tidak menginginkan hal itu terjadi. Mungkin sudah nasib wanita itu untuk menjadi korban demi mencapai kedamaian.." ujar Kaisar berusaha untuk bersikap acuh.
Setelah menunjukan peristiwa itu, dalam mimpinya, Alaglosa kemudian melihat hari dimana dirinya dihukum atas kejahatannya yang telah berselingkuh dengan seorang bangsawan yang namanya tidak pernah disebut karena nyatanya tidak apa perselingkuhan diantara Alaglosa dnegan siapapun pria. Semua ini hanya akal-akalan dari Saturn yang menginginkan istrinya dipersembahkan sebagai awal kebangkitan dari kekuatan Iynx pada dirinya.
Mata Alaglosa dengan jelas melihat bagaimana suaminya, memberontak ketika api suci dilesatkan dnegan panah ke arah Alaglosa berada di tengah kota Amanecer. Alaglosa melihat air mata yang tumpah dari kedua mata berwarna ungu itu karena melihatnya dibakar hidup-hidup oleh orang-orang yang menjebaknya.
Sekitar dua puluh orang pria dengan badan yan besar, menahan Tyrian untuk tidak melesat ke tempat Alaglosa dan menyelamatkan satu-satunya wanita yang telah menjadi pemilik hatinya sejak dirinya masih kecil. Tyrian bahkan sampai dipukuli oleh anggota pasukannya yang tengah menahan dirinya saat itu.
Dalam mimpi ini Alaglosa bertanya, kenapa Tyrian tidak bisa merubah dirinya menjadi naga. Padahal jika dia berubah menjadi naga, maka akan sangat mudah menyelamatkan Alaglosa yang tengah berjuang demi bisa hidup atau berjuang untuk menerima rasa sakit yang telah diciptakan oleh suaminya sendiri.
Dulu, ketika dirinya berdiri di tengah kobaran api yang siap membakar dirinya, dia tidak pernah mempertanyakan tentang Tyrian yang tidak menyelamatkannya. Namun kini, Alaglosa bertanya-tanya, kenapa setelah dirinya mati barulah Tyrian bertindak. Apa yang sebenarnya terjadi tanpa sepengetahuannya.
__ADS_1