Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Naga perak


__ADS_3

Seekor naga berwarna perak telah mendarat persis ditengah-tengah kawanan para monster. Naga ini menyemburkan api yang berwarna putih, yang mana api ini bisa membuat siapa pun yang terkena api ini akan membeku. Naga perak yang sudah tersohor kemampuannya di dunia perang, naga perak yang sudah lama tidak muncul di tengah perang, kini terlihat begitu keren berada di antara banyaknya monster yang membeku.


Zeco, dari tempatnya berada menatap tidak percaya naga yang dia sudah ketahui identitas dari naga itu. Naga perak yang merupakan naga petir yang juga bisa membekukan apa saja yang terkena semburan apinya, dia adalah Proston Sir Draken, penguasa wilayah selatan. Lama tidak terlihat di dalam peperangan, namun kemampuannya tidak bisa diremehkan.


" Butuh bantuan, nak?" ledek naga yang bisa bicara itu.


" Yah.. jelas pasti aku membutuhkan bantuan. Tapi, kenapa ayah lama sekali baru datang? Untuk ukuran naga, hanya butuh beberapa menit untuk sampai kemari.." sindir Zeco dnegan maksud mengatakan jika ayahnya sekarang sudah menjadi lambat terbang karena sudah tua.


" Hahahahahahaha.. Aku perlu memastikan semuanya berjalan baik d ibukota sebelum aku meninggalkannya.." sedikit demi sedikit tubuh naga perak ini menjadi manusia kembali.


Terlihat kaisar Proston mengenakan baju zirah berwarna perak, sama seperti warna kulit naga saat dirinya berubah menjadi monster yang merupakan monster terkuat disepanjang masa, Naga. Kaisar berdiri bersebelahan dengan sang putra, dan keduanya terlihat sangat tampan dan bercahaya. Satu merupakan penguasa wilayah selatan yang memiliki julukan kilat perak, dan satu lagi adalah seorang Demigod yang memiliki julukan tanpa batas.


" Yeeeeeeeeeeeeeaaaahhhhhhhh... Hidup kaisar... Hidup pangeran... Hidup Kaisar.... Hidup pangeran..." semua pasukan yang ada di tempat itu bersorak atas pertempuran yang sepertinya bisa dianggap selesai.


Bisa dianggap hampir selesai karena pintu dari arah keluar monster dari inti bumi, sudah ditutup oleh Kaisar sebelum datang menemui putranya. Hanya saja, apakah benar sudah tertutup ataukah para monster dari inti bumi masih bisa menghancurkan atau keluar, belum bisa dipastikan.


" Sebelum kita bisa mengatakan jika pertempuran ini selesai.. Alangkah baiknya jika kau dan aku melihat ke pintu monster ini keluar. Sudah aku tutup, hanya saja aku takut jika masih ada yang bisa keluar dari sana.." ucap kaisar menjelaskan pada Zeco.

__ADS_1


" Hm.. Karena monster inti bumi yang merepotkan itu belum keluar.. Dan sangat bahaya jika ternyata dia sudah keluar tanpa kita sadari." Zeco setuju dengan ucapan sang ayah.


Monster inti bumi ada empat kelompok, yang pertama adalah yang mampu membelah diri sebanyak apapun ketika mereka dibelah. Kedua, yang memiliki badan sangat keras yang mana tidak ada senjata yang mampu menggores tubuh mereka. Ketiga, monster yang memiliki kemampuan tarung seperti pasukan dewa. Mereka sudah memiliki senjata dan sangat lincah dari antara monster inti bumi lainnya.


Dan terakhir, monster paling terkutuk diantara monster inti bumi adalah monster yang memiliki kekuatan untuk merasuki manusia. Jumlahnya tidak banyak, hanya ada dua saja. Akan tetapi, karena sifatnya yang sudah merasuki manusia, monster ini jadi bisa memiliki apa yang manusia dia rasuki miliki. Yang paling merepotkan adalah jika monster ini berhasil menghamili manusia atau makhluk lainnya, bisa-bisa keturunannya adalah monster sama seperti mereka.


" Bagaimana cara memastikan monster itu sudah keluar atau belum?" tanya Zeco.


" Baunya.. Kau merupakan keturunna dewa, sedangkan yang memenjarakan dua makhluk yang paling dianggap sebagai aib dewa itu disegel oleh dewa tertinggi. Secara alami, kau akan bisa mencium baru mereka yang jelas berbeda dengan bau monster lainnya." tutur kaisar menjelaskan.


" Ayah memiliki pengetahuan yang luas untuk hal-hal semacam ini." Zeco memuji sang ayah.


Zeco meringis mendengar cerita sang ayah. Menjadi yang berbeda dari anggota keluarga yang lain memanglah tidak mudah. Apalagi keluarga ayahnya merupakan keluarga yang sangat membenci kaum naga karena kebencian yang menurun dari leluhur mereka. Bisa dibayangkan sesulit apa kehidupan ayahnya dulu ketika menjadi satu-satunya orang yang menjadi keturunan dari dua bangsa yang saling membenci.


" Aku memiliki ayah yang sangat hebat.. Beruntung ibu memilih mu menjadi pendamping hidupnya.. Sekarang aku jadi tahu kenapa ibu tergila-gila pada mu seperti yang tertulis di buku didarynya. Karena ayah memang sangat keren.." kaisar tertawa mendengar anaknya memuji dirinya.


Karena obrolan yang cukup seru, keduanya tidak sadar jika sudah sampai di pintu keluar monster inti bumi. Zeco memeriksa berkeliling disekitar sebuah batu besar yang membeku. Melihat batu itu membeku, jelas pasti ini merupakan pintu yang dimaksud oleh Kaisar.

__ADS_1


Puas berkeliling dan mencoba menghirup aroma disekitar, akhirnya Zeco bisa bernafas lega karena kekhawatirannya dengan sang ayah tidak terbukti benar. Kaisar datang tepat waktu dan menutupi pintu ini sebelum dua penghuni inti bumi yang dianggap sebagai mahkluk paling menjijikan itu keluar.


Kaisar dan Zeco pun memutuskan untuk kembali ke dimana pasukan mereka berada. Keduenya pergi ke benteng marques Vollin yang menjadi tempat perlindungan bagi pasukan yang ada di tempat ini semenjak ada berita jika gunung akan meletus karena monster terkuat akan segera bangkit.


" Yang mulai.. selamat datang kembali.." marques Vollin menyambut kaisar.


" Terima kasih.. Bagaimana dengan pasukan yang terluka?" tanya kaisar yang berjalan mengikuti marques Vollin masuk ke dalam sebuah bangunan yang dulunya dijadikan sebagai tempat penelitian.


" Saya juga harus mengucapkan terima kasih karena yang mulia membawa beberapa dokter kemari.. Kami jadi tidak kekurangan tenaga medis.. Dan yang terluka sudah diobati saat ini. " lapor marques Vollin.


" Bagus.. Kau sudah berjuang untuk mencapai kemenangan.. Kalian semua bisa beristirahat karena pastinya kalian semua kelelahan.. Aku, akan melihat-lihat sebentar disekitar.." ujar kaisar yang diangguki oleh marques Vollin.


Pertempuran sudah berakhir, tapi entah kenapa perasaan Kaisar menjadi tidak enak saat ini. Dia merasa seperti sebuah peristiwa besar akan terjadi sebentar lagi. Kaisar yang masih berada di bagian luar bangunan pun melihat ke arah gunung berapi yang saat ini menjadi sumber semua bencana yang akan segera terjadi.


" HAHAHAHA... SEBENTAR LAGI AKU AKAN KELUAR, DAN KALIAN SEMUA AKAN MATI.. DENDAM KU, AKAN AKU BALAS PADA KALIAN SEMUA, KETURUNAN ACFICA."


DEGH...

__ADS_1


" Perasaan ini... Suara ini... jangan]-jangan sebentar lagi......" kaisar mulai tidak tenang.


__ADS_2