Lord Of Chronos And Choros

Lord Of Chronos And Choros
Kedamaian yang Alaglosa buat


__ADS_3

Dua tahun setelah menghilangnya Alaglosa dari Forbidden Forest, semuanya berjalan kembali ke sedia kala. Hanya saja tidak ada lagi yang berani menyebutkan nama Alaglosa lagi, baik itu di wilayah utara, tempat tinggal para elf, maupun di tempat lain. Nama Alaglosa seolah menjadi tabu dan tidak boleh disebutkan lagi, apalagi di depan putra mahkota.


Tidak ada yang tahu apakah putri Alaglosa masih hidup setelah kabar penculikan ya tersebar di seluruh dararan Anchestral Land. Mungkin dia sudah mati, karena siapa yang akan hidup selama dua tahun dalam penculikan, kecuali penculik itu berniat lain pada Alaglosa. Seperti ingin menikahi putri dari bangsa elf, atau lebih mungkin lagi, penculik itu tahu apa yang bisa Alaglosa lakukan dengan darahnya yang disebut sebagai darah murni elf.


Poster bergambar wajah putri Alaglosa pun, tetap memenuhi semua wilayah di Anchestral Land, dengan harapan bahwa tuan putri akan kembali ke tempat asalnya suatu saat nanti. Putra mahkota pun juga tidak kenal lelah mencari keberadaan dari calon istrinya itu. Dia pun tidak menyangka, bahwa perginya Alaglosa membuat hatinya terluka. Karena dia pikir awalnya hubungan diantara mereka hanya sebatas dia yang membutuhkan darah dari Alaglosa. Namun kini, diantara mereka justru dia yang mencintai Alaglosa seperti seorang pria yang jatuh cinta pada seorang wanita.


Di lembah penyihir putih, yang tidak lagi berpenghuni karena semua penyihir putih telah tewas dalam perburuan para penyihir putih, oleh sekumpulan orang tidak dikenal. Penyihir putih memiliki kekuatan suci yang bisa menjadi senjata ampuh di sebuah peperangan, bagi siapapun yang memiliki mereka sebagai orangnya. Karena itu ketika penyihir putih berada di titik terlemah mereka, mereka pun diburu.


Meski tidak berpenghuni, tapi wilayah yang berada di atas sebuah bukit bersalju itu masih dilindungi oleh barier yang sangat kuat yang tidak bisa ditembus oleh kekuatan apapun di dunia ini. Hanya keturunan elf darah murni, dan keturunan penyihir putih itu sendiri yang bisa membuka barier tempat ini. Membuat tempat ini menjadi tujuan Alaglosa untuk bersembunyi.


Di tempat ini, dia tinggal bersama tiga orang yang merupakan pengabdi nya. Bhuralea yang adalah pelayanan pribadinya, Briareth yang merupakan pengasuhnya ketika masih kecil hingga usia Alaglosa sepuluh tahun, dan yang terakhir adalah Dalyor, seorang kesatria yang tidak diketahui asal usulnya, tapi mengabdikan dirinya pada Alaglosa karena telah diselamatkan di hutan satu tahun yang lalu.


“ Apakah anda mau menerima ku menjadi kesatria yang akan memberikan seluruh hidup ku pada Anda, dan bersumpah untuk setia pada anda? “ ucap Daylor saat dia diselamatkan oleh Alaglosa yang kala itu merawat luka miliknya yang sangat parah sehingga Daylor lepas dari jeratan maut.

__ADS_1


“ Aku menolong mu bukan untuk menjadikan mu sebagai kesatria ku.. Aku tulus menyelamatkan mu.. Jadi jangan terbebani dengan balas budi dan pergilah. Kembali ke tempat dimana kau berasal.. “ Alaglosa menolak keinginan Daylor.


“ Saya adalah seorang kesatria yang pantang menarik kembali ucapan saya. Karena itu, saya akan tetap menjaga anda meski anda tidak menginginkannya.. “ kekeh Daylor.


Mulai saat itulah, Daylor berada di sisi Alaglosa sebagai pengawal pribadinya. Juga sebagai seseorang yang menjadi perantara Alaglosa dengan warga desa di bawah lembah ini. Alaglosa menjadi distributor obat-obatan yang dia buah sendiri dengan harga murah. Dan Daylor disini yang berpesan sebagai perantara dirinya karena dia tahu bahwa poster wajahnya belum juga diturunkan entah itu dimana pun.


Pertemuan Alaglosa dengan Briareth juga terjadi secara tidak sengaja. Kebiasaan Alaglosa yang turun lembah untuk mencari tanaman obat yang berada di hutan, membawanya bertemu kembali dengan pengasuhnya. Seorang wanita setengah baya, yang dulunya selalu berada di sisinya, tapi diberhentikan tugas oleh ayah Alaglosa, setelah ratu meninggal dunia karena sakit.


Briareth yang saat itu tengah mencari kayu bakar untuk persiapan musik dingin yang akan segera tiba, tanpa sengaja bertemu dengah Alaglosa yang mencari tumbuhan obat-obatan. Awalnya Briareth tidak mengenali Alaglosa karena sudah terpisah tujuh tahun lamanya. Dan karena pertumbuhannya membuat wajah Alaglosa tidak lagi nampak seperti ketika berumur sepuluh tahun. Beruntung saat itu Alaglosa masih mengenali wajah dari pengasuhnya itu.


“ Tidak nyonya,, saya sedang mencari tanaman obat.. Apa anda.... ? Briareth? “ Alaglosa terkejut bukan main melihat wanita di depannya itu. Dia kenal betul dengan wajah itu, karena wajah itu adalah wajah yang paling sering dia lihat dibandingkan wajah ibunya sendiri.


“ Anda mengenal ku nona? “ Briareth masih belum sadar siapa di depannya.

__ADS_1


“ Kau lupa pada ku? Aku Alaglosa,, tidak mungkin kau melupakan aku kan? “ Alaglosa bicara sedikit menggebu.


“ Oh dewa,, tuan putri... Kenapa bisa kita bertemu lagi disini, terlebih apa yang Anda lakukan di tempat yang jauh dari Forbidden Forest? “ Briareth bertanya dengan nada khawatir.


“ Panjang ceritanya.. Tapi bisalah kau tinggal lagi dengan ku? Aku membutuhkan keberadaan mu. “ pinta Alaglosa. Dia tahu bahwa pengasuhnya ini sangat menyayanginya.


" Jika memang itu keinginan anda, tuan putri..Maka saya pasti akan memenuhi keinginan anda. Bagaimana mungkin saya bisa menolah jika Anda yang menginginkannya.." saat itu Briareth terlihat tertawa dan terlihat sangat senang.


" Kalau begitu bereskan barang-barang yang akan kau bawa. Apakah kau memiliki keluarga yang mungkin akan kau bawa tinggal bersama mu? " tanya Alaglosa yang memang tidak pernah tahu apakah Briareth memiliki keluarga atau tidak.


" Saya sebatang kara tuan putri, saya hanya memiliki anda dan ibu Ratu saat itu.. Hingga sekarang pun yang saya miliki hanya anda..." Alaglosa pun akhirnya mengajak Briareth tinggal bersamanya hari itu juga.


Begitulah mereka berempat akhirnya tinggal bersama di dunia Damai yang mereka buat sendiri, tanpa sedikit pun peduli dengan apa yang terjadi di luar sana. Hanya berempat dan mereka membentuk sebuah keluarga. Disini, Alaglosa tidak takut akan dikhianati lagi. Karena ketiga pengabdinya ini sudah bersumpah setia padanya.

__ADS_1


Meski sebenarnya baik Briareth maupun Bhuralea, begitu heran dengan perubahan sikap dari tuan putri mereka. Alasan apa yang membuat tuan putri mereka pergi dari rumah. Bukan mereka tidak tahu bagaimana Lord Edrahil menyayangi Alaglosa melebihi putra kandungnya. Namun tanpa semua orang tahu, pria yang dipanggil ayah sejak kecil oleh Alaglosa itu adalah malaikan pencabut nyawanya, dengan ditukarkan kekuasaan mutlak tanah wilayah utara.


Karena kedamaian yang Alaglosa ciptakan di tempat ini, membuat ke empat orang ini tahu, diluar sana telah terjadi bencana yang sedang menguncang Anchestral Land. Bahkan sudah banyak korban nyawa melayang karena bencana ini. Akankah Alaglosa akan mengetahui situasi terkini? Atau dia akan mengabaikan karena dia tidak lagi seorang calon ratu, hanya Alaglosa saja.


__ADS_2